Sejarah Peradaban Saintek dan Humaniora Dalam Islam

Halo Sobat Dunia…

Mata Kuliah Sejarah Peradaban Saintek dan Humaniora dalam Islam merupakan salah satu mata kuliah wajib yang diambil mahasiswa/i Hubungan Internasional Universitas Darussalam Gontor pada semster 3. Dalam mata kuliah ini para mahasiswa mempelajari Tradisi intelektual dalam Islam, Sejarah Ilmu dalam Islam, Sejarah lahirnya ilmu-ilmu Humaniora: Ilmu-ilmu Syariyah, Politik Islam, Ekonomi Islam, Psikologi Islam, Komonikasi Islam, Sejarah, dan Manajemen Islam, Sejarah Ilmu Pendidikan, Sejarah Seni dan Musik. Di akhir semester mata kuliah ini para mahasiwa/I menghadapi ujian lisan hal ini bertujuan guna menguji seberapa besar pemahaman yang telah dipahami oleh mahasiswi selama satu semester.

Untuk itu Mari Sobat Dunia.. kita pahami dulu apa itu Peradaban?

“Kebangkitan Suatu Peradaban Berbanding Lurus dengan Kebangkitan Ilmu Pengetahuan”

Peradaban dalam Bahasa Arab dapat dikenal dengan istilah hadarah, tamddun, madaniyyah, dan umran. Hadarah berasal dari kata hadar yang berarti kota atau desa, ahl hadar artinya sekeompok manusia yang tinggal ditempat yang dimakmurkan baik desa maupun kota. Karena itu hadar juga bermakna menetap, tidak sedang berpergian.  Tamaddun adalah madaniyyah kata ini bermakna sisi materi dalam peradaban seperti pembangunan, sarana komunikasi, dan hiburan, yang berhadapan dengan sisi lainnya dalam peradaban yaitu pemikiran, spiritual, dan etika. Istilah peradaban aslinya bermakna sebuah desa yang dimamurkan sehingga kondisinya berkembang dan membaiklalu menjadi osmopolitan (kota yang maju). Menurut ibnu khaldun peradaban yaitu keahlian dalam bidang kelapangan dunia, memperbarui kondisinya, menemukan cipta-ciptaan yang mencengangkan, berupa temuan-temuan diberbagai bidang keahlian: memasak, berpakaian, arsitekur bangunan, berkuda (alat transformasi), tempat-tempat, berbagai macam bentuk rumah, dan sebagainya.

Adapun Ciriciri peradaban islam

a.     Tawhidy (berbasis tauhid).

Menurut AlFaruqi tauhid menempati posisi sentral dalam semua kedudukan, tindakan, dan pemikiran setiap muslim. Kehadiran Tuhan Yang Maha Esa mengisi kesadaran Muslim setiap waktu dan kapanpun juga. Baginya, tuhan Yang Maha Esa benarbenar merupakan obsesi yang agung. Tauhid merupakan inti dari syahadat (persaksian seorang hamba atas tuhannya) dan inti dari pengalaman keagamaan dalam islam. Dengan mengakui wujud Tuhan Yang Maha Esa, yang eternal, Maha Sempurna, Maha kuasa, dan maha mutlak maka sumber dan standar kebenaran beserta kebaikan menjadi murni tidak terkontaminasi oleh materialism, hawa nafsu, dan keinginan. Dengan dasar tauhid semua individu diperlakukan secara adil dan sejajar, hamba sahaya diperlakukan sama dengan raja maupun menteri, putra dan putri nabi pun diperlakukan sama di depan hokum. Dengan dasar tauhid ini, perdaban islam memiliki ciriciri khusus yaitu Pertama, memberikan gambaran yang benar tentang sang pencipta dan alam semesta, Imlikasinya penolakan terhadap sekutu allah sehingga allah menjadi sumber wujud, pijakan, dan orientasi, serta tujuan dari segala aktivitas, sekaligus menjadi titik tolakdari kebenaran, kebaikan, dan keindahan. Kedua, tidak menuhankan seorang raja, pemimpin, maupun hakim, atau individu manapun selain Allah. Ketiga, persamaan derajat antar manusia.

b.     Syumuliy.  

Dengan  karakteristik  ini  peradaban  islam  merupakan peradaban yang inklusif (terbuka), menjadi payung bagi manusia dan kemanusiaan, bukan eksklusif (tertutup). Manusia dari suku, agama, dan bangsa mapun bisa berkontribusi untuk kemajuan peradaban islam serta mendapatkan perlakuan yang sama, tanpa dibedabedakan. Dengan demikian peradan islam tidak mengenal system kasta dan apartheid.

c.  Wasatiy (seimbang dan moderat).

Intinya berada ditengahtengah antara sikap tafrit (menyepelekan) dan ifrat (sikap berlebihan). Seimbang dalam memenuhi dan memperhatikan kebutuhankebutuhan manusia (spiritual, akal, fisik, dan kesehatan), serta seimbang dan moderat dalam akidah (keyakinan dan keimanan), ibadah (ritual), akhlak, pemikiran, dan amal perbuatan.

d.        Akhlaqiy (moralis).

Artinya, semua aktivitas baik perkataan maupun perbuatan haruslah diukur dan ditimbang dengan ukuran moral karena akhlak merupakan tujua utama Rasulullah SAW diutus oleh Allah, baik menyangkut hubungan manusia dengan lingkungan, manusia dengan sesama, atau manusia dengan lingkungan (darat, laut, dan udara). Sehingga, ada akhlak manusia dengan Allah, manusia dengan sesame, manusia dengan lingkungan, bahkan manusia dengan diri sendiri.

     zPilar-pilar Dalam Peradaban

a.     Tauhid.

Tauhid dipahami seperti dalam paradigma Faruqian, mengandung arti kemenyatuan penciptaan (unity of creation), kemenyatuan keberadaan (unity of existence), dan kemenyatuan ilmu-pengetahuan (unity of knowledge).

b.     Khilafah.

c.      Islah

Dalam al-Qur’an disebut sebagai tugas utama umat manusia, yakni melakukan pembangunan peradaban (modernisasi) dan perbaikan jika peradaban itu terusakkan (restorasi dan rekonstruksi). Islah, dalam hal ini, perlu menampilkan dua jalan utama, yaitu “jalan tengahan” (wasathiyah) dan “jalan kemajuan” (‘ashriyah). Peradaban Islam masa lalu dan masa depan perlu bertumpu pada tiga pilar ini, yakni Tauhid sebagai fondasi, Khilafah sebagai faktor instrumental, dan Islah sebagai langkah operasional.

Bagaimana cara melihat karakteristik peradaban islam?

Dengan melihat dari apa yang disumbangkan Islam kepada peradaban lain khususnya peradaban barat atau apa yang dimanfaatkan peradaban lain dari islam.

Islam Sebagai Pelopor Sains

Bertahan hingga abad 12/ abad 13-16 (Ahmad Y.J.Hassan, Prof di Toronto Univ), adapun Bukti hal tersebut:

a.    Pada tahun 1258-1304 Pendirian Observatorium astronomi, Akademi terbuka (kerjasama dan bertukar pikiran). Dan 40.000 buku dibawah pimpinan Nacr al-Din Al-Tusi (Qulb al-Din al-Shirazi, Mu’ayyid al-Dien al-Urdi, Muhyi al-din al-Maghribi)

b.   Pada tahun 1420-1470: Pendirian Observatorium di Samarqand

c.    Pada tahun 1577: Pendirian Observatorium terakhir di Istanbul  Pendiri dan direktur: Taqi al-din Muhammad Ibn Ma’ruf al-Rasyid al-Dimashqi

Mengapa pusat kajian tidak bertahan lama?

a.      Pada abad ke 12 -15 keadaan ekonomi dan politik umat Islam mulai melemah

  1. Kerja saintifik kehilangan momentumnya
  2. Dukungan moral dari masyarakat semakin mengecil.

Peradaban   dapat   dikatakan   sebagai   system Mak kemunduran peradaban islam juga bersifat sistemik. Apabila suatu peradaban mengalami kemunduran maka terdapat kelemahan pada salah satu organ atau elemen sehingga berdampak pada organ yang lain. Kemunduran peradaban islam dipengaruhi oleh factor eksternal dan factor internal. Factor eksternal merupakan factor yang berasal dari luar. Diantaranya:

a.     Faktor Ekologis atau Alami

Kondisi tanah negaranegara Islam gersang, memaksa penduduk bergantung kepada sungai sungai besar, rentan dari sisi pertahanan dan serangan luar. Contoh Mesir, Syiria, Iraq sering terjadi bencana alam, krisis pangan, rentan serangan musuh.

b.     Perang Salib dan Serangan Mongol

Perang Salib (10961270) Pengalaman pertama imperialisme Barat yang ekspansionis, dimotivasi oleh tujuan materi dengan menggunakan agama sebagai medium psikologisnya”

Serangan Mongol (1220-1300) Mongol merebut Baghdad, diikuti serangan Syiria dan Mesir. Kekhalifahan Abasiyah berakhir

c.      Jatuhnya Perdagangan Islam dan Munculnya Kekuatan Barat

Portugis yang melewati Negara negara Islam dalam perjalannya ke Timur, menguasai pos perdagangan Islam kemudian Akhir abad 16 Belanda, Inggris, Perancis menjelma menjadi kekuatan baru dalam perdagangan sehingga Negara Barat menjajah Negara Islam sesudah kekhalifahan Islam jatuh.

d.     Kolonialisme

Adu Domba (devide et impera) = Konflik internal banyak terjadi untuk melemahkan kekuatan Islam.

Adapn Faktor Internal diantaranya:

a.      Materialisme yaitu Kegemaran penguasa dan masyarakat menerapkan gaya hidup malas yang disertai sikap bermewah mewahan

b.     Tindakan amoral, pelanggaran hukum, dan penipuan meningkat di kalangan masyarakat . Mereka lebih suka menipu, menggelapkan, mencuri, melanggar sumpah dan memakan riba

c.      Rusaknya moralitas penguasa, Penindasan penguasa dan ketidakadilan, Despotisme atau kedzaliman, Orientasi kemewahan masyarakat, Egoisme

d.     faktor kemunduran peradaban islam disebabkan juga oleh faktor budaya, ekonomi ataupun politik

How does studying history of Islamic civilization affect your knowledge? Why is it important to study history of Islamic civilization?

Islam adalah agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW, yang berhasil membawa Bangsa Arab yang semula terbelakang, tidak terkenal, diabaikan, menjadi umat yang maju. Karena islam juga membawa sistem kehidupan yang teratur dan bermartabat, sehingga membawa kesejahteraan manusia, dan dapat diterima oleh bangsa bangsa Non Arab. Substansi peradaban  Islam  yaitu pokokpokok ajaran Islam  meliputi keseluruhan pandangan tentang wujud, terutama pandangan tentang Tuhan, dengan aqidah sebagai pondasi bagi tata pikir dan kegiatan umat muslim. Suatu peradaban hanya akan terwujud jika manusia di dalamnya memiliki pemikiran yang tinggi, yang tumbuh melalui sarana yang tersedia. Dalam hal ini, pendidikan merupakan sarana penting bagi tumbuhnya pemikiran. Pemikiran merupakan faktor terpenting bagi tumbuh kembangnya Peradaban Islam.