Reinforcement 2.0 Gelar Seminar Nasional “Tantangan dan Peluang Indonesia dalam Menghadapi Perubahan Iklim”

Seminar Nasional

Senin, 6 September 2021 Reinforcement 2.0 mengadakan Seminar Nasional bertajuk Indonesia’s Opportunities and Challenges in Facing Climate Change. Divisi Keamanan dan Hukum menginisiasi tema seminar dengan konseptual selaras dengan isu terkini. Perubahan Iklim sebagai tema besar seminar kali ini sengaja dipilih untuk menjelaskan permasalahan di dunia saat ini. Seminar ini diisi oleh dua pembicara, yakni Al-Ustadz Fadhlan Nur Hakiem Kaprodi Hubungan Internasional UNIDA Gontor dan Hj. Marfendi Datok Basalimo Wakil Walikota Bukittinggi Alumni Gontor Tahun 1984.

Urgensi Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim

“Human as a part of nature should saves the nature, Allah said it in Al-Qur’an and explained that human is a leader of Ardh” Ujar Al-Ustadz Muhammad Latief M.A, Dekan Fakultas Humaniora menjelaskan urgensi tema acara saat sambutan. Lingkungan Hidup telah dibahas dalam UU No.32 Tahun 2009, dan dari definisi ini telah dibagi pengertiannya menjadi tiga : alam, buatan dan sosial. Dengan ini, lingkungan hidup tidak bisa hanya dibatasi dengan masalah satwa dan tanaman saja. Sepanjang tahun 2007-2017 Indonesia telah kehilangan hutan alam setara dengan 75 kali luas Provinsi Jogjakarta. Isu lingkungan hidup juga menyentuh isu keamanan manusia yang mana jika alam terganggu, ini akan merusak ketahanan pangan manusia.

Peluang dan Tantangan Indonesia dalam Menghadapi Perubahan Iklim

“Lingkungan menjadi ancaman terhada manusia jika terjadi kerusakan terhadap lingkungan, seperti perang ataupun konflik kekerasan lainnya.” Jelas Al-Ustadz Fadhlan Nur Hakiem. Pemateri pertama tersebut juga menjelaskan peran yang dapat dilakukan manusia terhadap penyelesaian isu lingkungan: Partnership, Penguatan Norma Internasional, Penguatan Good Governance, Praktik Cities Diplomacy/Para Diplomasi.

Hj. Marfendi Datok Basalimo menjelaskan bentangan Negara Indonesia di garis katulistiwa menjadi aspek penting dalam menghadapi perubahan iklim. Beliau juga menjelaskan Indonesia tidak terdapatnya 4 musim seperti belahan utara dan selatan merupakan sebuah keuntungan tersendiri. Selain itu, bonus demografi juga menjadi peluang Indonesia dalam mempersiapkan banyaknya inovasi masyarakat. Masyarakat haruslah hadir menjadi problem solver untuk dunia, terutama masyarakat Indonesia.

Dari beberapa tantangan Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim ialah; Sumberdaya alam Indonesia yang beragam tidak sedikit yang diekploitasi oleh negara lain. Contohnya emas di Papua dan minyak di Riau semua Amerika. Belum adanya seorang pencetus yang mengawali perubahan Indonesia. Luasnya negara ini membuat suatu kebijakan belum tentu diterima oleh belahan wilayah lain. Sistem politik Indonesia juga belum bisa menyatukan seluruh Indonesia.

Lomba Essay Keamanan Manusia

Selain seminar, diakhir acara juga diumumkan pemenang lomba essai Reinforcement 2.0. Adapun pemenang lomba ialah:

  1. Nailis Safaah-IAIN Salatiga
  2. Stefano Emanuele-UNDIP Semarang
  3. Heriaman Apriandi-Universitas Darussalam Gontor

Seminar ini sangat menarik dikarekan para pemateri sangat merelasi konsep dengan isu yang terjadi di negeri ini. Harapannya, semoga dimasa mendatang sumberdaya masyarakat yang berkualitas Indonesia hadir untuk menjawab segala lini permasalahan negara. Berikut akhir acara Reinforcement 2.0 kampus Mantingan, semoga dengan segala kekurangan dapat memberikan sejumlah manfaat untuk mahasiswi UNIDA Gontor. (Angelia Islamiati Talo/HI7)

Artikel menarik lainnya:

Review Film The Interpreter , Pendalaman Nilai Diplomasi Bahasa

Watching Film Interpreter Bersama Reinforcement 2.0 Kampus Mantingan, Kolaborasi Dua Divisi Magang

Darussalam Youth Model United Nation (DAYMUN) dan Pelantikan MUN Club #1 Reinforcement 2.0 Mantingan

Semarak Festifal Diplomasi Budaya Reinforcement 2.0: Uji Pengetahuan Mahasiswi UNIDA Gontor Mantingan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *