Pengantar Ilmu Hubungan Internasional

Dalam mata kuliah Pengantar Ilmu Hubungan Internasional, temen-temen akan diperkenalkan mengenai definisi HI, Cakupan dalam HI, sejarah Studi HI, actor-actor dalam HI, serta teori-teori dalam HI. Nah, yang pertama yang akan kita bahas adalah definisi Hubungan Internasional. 

A.   Definisi Hubungan Internasional

     Studi Hubungan Internasional (HI) adalah bagian dari ilmu social (social science) sebagaimana halnya sosiologi, antropologi, ilmu komunikasi, ilmu ekonomi, ilmu politik, dan sebagainya. Dalam sejarah pertumbuhan dan perkembangan studi HI, terdapat banyak definisi mengenai hubngan internasional yang memiliki fokus atau perhatian yang berbeda-beda. Jadi apa hubungan internasional itu? Para ahli meklasifikasikan definisi hubungan internasional menjadi dua kelompok, yaitu, yang pertama mereka yang mendefinisikan secara sempit (narrow definision) dan mereka yang mendefinisikan secara luas (broad definision).Secara sempit, hubungan internasional didefinisikan sebagai hubungan antar negara (inter-state relations), atau hubungan antar bangsa (relation among nations). Selain itu, dalam arti sempit hubungan internasional dapat diartikan juga sebagai aksi dan reaksi diantara negara-negara berdaulat yang diwakili oleh para elit yang berkuasa dinegara-negara tersebut. Seperti yang dikataan Joshua Goldstein, hubungan internasional sebagai hubungan antar pemerintah-pemerintah di dunia.

   Setelah terjadi perubahan-perubahan didalam masyarakat dunia, akibat dari perubahan revolusioner dibidang teknologi komunikasi dan informasi, telah menjadikan dunia ini sebagai kampung global. dalam kampung global, tidak hanya negara-negara saja yang berinteraksi tapi juga actor-aktor non-negara yang biasa disebut transnasional actor. Hal ini membuat definisi hubungan internasional juga mengalami transformasi. Para sarjana HI telah sepakat bahwa hubungan internasional tidak hanya identik dengan politik internasional atau berorientasi pada negara tetapi bersifat lebih kompleks dan multidimensi.

Keith Shimko mengatakan, secara luas, studi HI mencakup keseluruhan yang kompleks mengenai hubungan-hubungan budaya, ekonomi, hukum, militer, politik, dan social dari semua negara serta unsur-unsur populasi dan entitas mereka. Robert H. Jackson dan Georg Sorensen menambahkan bahwa studi HI merupakan studi tentang hubungan dan interaksi antar negara, termasuk aktivitas-aktivitas dan kebijakan-kebijakan pemerintah nasional, organisasi-organisasi internasional (IGO), Organisasi-organisasi non-pemerintah (NGO) dan perusahaan-perusahaan multinasional (MNC).

B.    Cakupan dalam HI

Untuk membantu elaborasi atau pembahasan studi HI, maka studi HI bisa meliputi hal-hal dibawah ini:

1.    Interaksi antar negara dalam hubungan politik dan ekonomi.

2.    Kebijakan luar negeri dan seluruh dimensinya termasuk diplomasi.

3.    Sejarah internasional untuk memahami interaksi negara-negara dimasa lampau.

4.    Hukum internasional dalam rangka memahami bagaimana interaksi negara dan siapa yang mengaturnya.

5.    Mengkaji aktor-aktor yang berinteraksi dalam sistem internasional baik state actor maupun non-state actor

6.    Membahas isu-isu internasional seperti: perang (konflik), damai (kerjasama), konflik antara negara, kebijakan luar negeri (foreign policy) pembuatan keputusan, institusi internasional, national power, interest (kepentingan), Internasional Political Ekonomi (IPE), dan seluruh aspek-aspek yang dipengaruhi oleh globalisasi seperti HAM, lingkungan hidup, terorisme, pengungsi, pangan, hubungan antar budaya, media, dan gerakan-gerakan sosial.

 

C.  Sejarah Studi HI Sebagai Disiplin Akademis

            Studi HI muncul sebagai disiplin akademis pertamakali di University of Waless (sekarang bernama Aberystwyth University) pada 1919 atau satu tahun pasca perang dunia pertama. Saat itu studi HI belum dikelola dalam bentuk program studi atau department sendiri, melainkan baru menjadi sebuah perkuliahan (professorship). Pada awal 1921, untuk pertama kalinya Departmen Hubungan Internasional didirikan di London School of Economic (LSE) atas permintaan pemenang hadiah Nobel perdamaian, Philiph Noel-Baker. Sebelum itu, studi mengenai masalah-masalah internasional di LSE dipelajari secara khusus di jurusan Sejarah Internasional (Internasional History Department), pendirian jurusan HI di LSE tersebut kemudian mendorong pertumbuhan studi HI dinegara-negara lain.

 

            Di Indonesia, studi HI dimulai oleh UGM dan asosiasi ilmuan HI yang disebut AIHII (Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia), yang mulai konferensinya di Bandung pada tahun 2002, dimana disepakati beberapa mata kuliah pokok bahasan HI antara lain: Diplomasi, Hukum Internasional, Organisasi Internasional, Ekonomi Internasional, Kebijakan Luar Negeri, Politik Internasional, Komunikasi Internasional, Regional Studies. 

D.   Teori-teori Utama dalam Studi HI

Apa itu teori HI? Menurut Jonathan Cristol, teori HI adalah teori yang berusaha untuk menjelaskan perilaku negara dimasa lalu dan memprediksi perilaku dimasa depan. Teori HI adalah sebuah perspektif yang mencoba untuk menyajikan sebuah kerangka konseptual dimana hubungan internasional dapat dianalisis. Teori HI membantu kita menjelakan dunia hubungan internasional. Teori HI berisi sebuah kerangka kerja konseptual untuk memfasilitasi pemahaman dan penjelasan tentang peristiwa dan fenomena dalam politik dunia, serta untuk menganalisis dan menginformasikan keterkaitan kebijakan dan praktik hubungan iternasional. Dapat juga dikatakan, teori HI merupakan seperangkat gagasan yang menjelaskan bagaimana sistem internasional bekerja. Adapun teori-teori utama dalam studi HI antara lain: Teori Realis, teori Liberalis, dan teori konstruktivis. Langsung aja kita bahas satu persatu.

1.    Teori Realis

Teori realis merupakan salah satu pendekatan yang paling berpengaruh dalam hubungan internasional, terutama sejak berakhirnya perang duniake-II. Realisme terbagi menjadi 3 jenis yaitu, Realisme Klasik, Neo-realisme, dan Neo-realisme klasik. Teori realis dalam studi HI menempatkan konsep power sebagai pusat dari semua perilaku negara-bangsa. Sebuah gagasan realisme dapat dilihat dalam karya Niccola Machiavelli, The Prince, yang ditulis tahun1505 dan dipublikasikan 1515. Dalamkaryanya itu, Machiavelli menganjurkan agar suatu negara dapat menjadi kuat, tidak semata-mata mendasarkan diri pada niat baik penguasa, namun juga harus melakukan “apapun yang diperlukan” dalam rangka mencapai tujuannya. Gagasan Machiavelli ini banyak mengilhami pemikiran realisme yang masih diterapkan dalam praktik politik hingga saat ini. Gagasan lain dikemukakan oleh Thomas Hobbes dalam karyanya yang berjudul The Leviathan, Hobbes menjelaskan mengenai keadaan alamiah yakni sebuah dunia yang anarkis dimana setiap actor mengejar kepentingannya masing-masing. Konsep anarchic dan struggle for power dari Hobbes ini juga masih menginspirasi para pemikiran realisme di era modern. Terdapat beberapa asumsi dasar Realisme antara lain:

1.    Negara adalah aktor utama dalam arena internasional

2.    Negara memiliki dua tujuan utama yaitu, untuk mencapai power dan security.

3.  Perang adalah fenomena logis, natural, dan tidak terhindarkan dalam dunia internasional. Adapun tokoh-tokoh Realisme antara lain: Thucydides, Niccola Machiavelli, dan Thomas Hobbes.

2.    Teori Liberalis

Teori liberalism hadir sebagai kritik terhadap realisme yang terlalu fokus pada power dan konflik. Para sarjana HI liberal menunjuk pada pertumbuhan ekonomi, integrasi regional, dan kerjasama antara negara, dimana perang tampak bukan lagi sebuah pilihan. Berbeda dengan teori realis yang melihat sistem internasional dan perilaku negara lebih pada aspek politik, teori liberal lebih cenderung menggabungkan pendekatan ekonomi dan politik. teori liberal dalam studi HI banyak dipengaruhi oleh pemikiran John Lock, Hugo Grotius, dan Immanuel Kant. Adapun asumsi dasar Liberalisme antara lain:

1.    Manusia pada dasarnya baik dan mau bekerjasama

2.    Negara dan aktor non-negara memiliki peran yang sama pentingnya dalam dunia internasional

3. Perdamaian akan tercipta jika negara-negara mau bekerjasama dengan Organisasi Internasional ataupun regional.

Adapun varian liberalism antara lain:

1.    commercial liberalism; menjungjung tinggi pasar bebas, kapitalis

2. republical liberalism; bentuk terbaik negara adalah republik dan sistem negara adalah demokrasi dengan demokrasi negara tidak akan melupakan satu sama lain

3.    sociological liberalism; berkaitan dengan proses interdependensi dan komunitas internasional

 

4.    neo liberal internasionalisme atau liberal institusional; menyarankan bahwa syarat untuk peace
prosperity dengan ikut serta dalam organisasi regional dan internasional.

3.    Teori Konstruktivis

Teori konstruktivis merupakan teori baru dalam studi HI. Sebagai teori baru, konstruktivis memiliki asumsi dasar yang berbeda dengan sejumlah teori HI yang sebelumya.teori ini lebih menekankan pada dimensi sosial dari hubungan internasional dan kemungkinan perubahannya. Teori konstruktivis menekankan keutamaan variable-variabel non-material seperti norma-norma, budaya, identitas, dan gagasan untuk menjelaskan perilaku aktor. Para pemikir utama dalam teori konstruktivis, Nicholas Onuf, Alexander Wendt, Emanuel Alder, Friendrich Kratochwil, John Ruggie, dan Peter Katzenstein, sepakat bahwa teori konstruktivisme merupakan sebuah teori sosial tentang hubungan internasional yang menekankan konstruksi social dari masalah-masalah dunia. Asumsi dasar teori konstruktivis antara lain:

1.    Kebijakan yang diambil oleh setiap aktor bukan semata – mata karena sebuah kepentingan strategis

2.    Kerja sama tidak hanya didasari oleh dorongan identifikasi kesamaan kepentingan, namun juga faktor – faktor non material seperti norma dan identitas

3.  Konstruktivis memberikan perhatian besar terhadap cara negara mengkonsepsikan atau mempersepsikan kepentingan keamanan dan ekonomi

4.  Konstruktivis percaya bahwa kesamaan kepercayaan dan nilai antar aktor internasional, penting dalam mempersepsikan sebuah kepentingan

5.    Konstruktivis juga meyakini efektivitas institusi-institusi global dalam proses negosiasi dan pembuatan aturan bersama demi mengamankan proses interaksi internasional yang dinamis.

Nah, dari penjelasan diatas, temen-temen udah ada gambaran nih apa saja yang bakalan temen-temen pelajari di prodi HI kedepannya. Selamat belajar.

 Daftar Pustaka

Bakry, DR. Umar Suryadi. 2017. Dasar-Dasar Hubungan Internasional. Depok: Kencana.

Dugis, Vinsensio. 2016. Teori Hubungan Internasional Perspektif-Perspektif Klasik. Surabaya: Cakra Studi Global Strategis
(CSGS).

Karim, Moch Faisal. 2019. Memahami Pendekatan Kritis dalam Hubungan Internasional: sebuah Pengantar. Penerbit Kepik.

Parera, Dr. M. Sastrapratedja & Drs. Frans M. 1991. Sang Penguasa Surat Seorang Negarawan kepada Pemimpin Republik. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.

Pevehouse, Joshua S. Goldstein and Jon C. 2014. International Relations Tenth Edition . United States of America: Pearson.

Sorensen, Robert Jackson dan Georg. 2013. Pengantar Studi Hubungan Internasional. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wilkinson, Paul. 2007. Inernasional Relations A Very Short Introduction. New York : Oxpord University Press.