MNC dan Investasi

Teman-teman, dalam program studi hubungan internasional terbagi menjadi 2 konsentrasi yaitu, Bisnis dan Keamanan. Nah, MNC dan Investasi ini merupakan salah satu mata kuliah yang ada di konsentrasi Bisnis di semester 6. Dalam mata kuliah ini kita membahas tentang MNC, peran, dan pengaruhnya dalam global.

A.    Definisi MNC

Dalam ekonomi politik intermasional, MNC merupakan actor ekonomi paling agresif yang paling mempengaruhi ekonomi global. MNC merupakan actor non-negara yang dapat membawa pengaruh dalam tatanan internasional hingga ke ranah domestic. Menurut Robert Gilpin, MNC dapat didefinisikan sebagai perusahaan yang memiliki dan mengelola unit produksinya di dua negara atau lebih.[1] Definisi tersebut menggambarkan kegiatan perusahaan multinasional dalam dua karakteristik, yaitu mengkoordinasikan seluruh masalah dalam satu struktur perusahaan dan memiliki bagian besar dalam transaksi ekonomi yang berhubungan dengan aktivitas koordinasi lintas negara.

Dalam prakteknya, MNC di negara maju lebih memilih mengembangkan MNC nya di negara berkembang daripada di negaranya sendiri, hal ini dikarenakan hal-hal berikut:

a.       Populasi di negara berkembang lebih memiliki kemampuan yang dibutuhkan yaitu buruh untuk bekerja kasar.

b.      Pendidikan di negara berkembang yang rendah sehingga upah yang diberikan rendah

c.       SDA di negara berkembang lebih murah karena lebih mudah untuk mengakses SDA

d.      Regulasi yang tidak terlalu rumit, karena MNC tidak mau mengambil resiko besar. Contohnya: pembuangan limbah di negara maju memiliki regulasi yang lebih ketat daripada di negara berkembang.

Berbicara tentang MNC, tidak jauh dari kata perdagangan. Selanjutnya kita akan belajar mengenai dasar system perdagangan klasik:

a.       Absolute advantage (Adam Smith): negara yang paling banyak memproduksi suatu komoditi dengan jumlah tertentu, sumber daya akan menentukan perdagangan internasional komoditi tersebut.

b.      Comparative advantage (David Ricardo): suatu negara yang memiliki keunggulan mutlak dalam memproduksi suatu barang dalam praktek memilih untuk mengimpor dari negara lain karena negara tersebut dapat memproduksi komoditi lain.

Logika politik dalam MNC

          Negara berperan dalam ekonomi politik internasional

          Negara sebagai penggerak MNC

          Negara sebagai komando atau pengendali MNC

          Negara menjadi agen untuk mengatur perdagangan atau moneter

          Negara berhak memberlakukan tarif, pajak, dan bea cukai

          Negara sebagai fasilitator dan mobilisator

          Negara memiliki kebijakan dan regulasi yang harus dipatuhi oleh MNC

Perbedaan MNC dan TNC

MNC: perusahaan yang memiliki asset atau fasilitas di satu atau lebih negara selain negara asal dan memiliki kantor terpusat tempat menejemen global terkoordinasi dan pengambilan keputusan mempengaruhi semuanya.

TNC: perusahaan yang beroperasi di negara lain selain negara asal dan tidak memiliki system menejemen terpusat, keputusan dibuat zona operasi dan tidak loyal terhadap system nilai negara operasi, tetapi tetap focus pada ekspansi bisnis.

FOREIGN INVESTMENT

Foreign Investment atau investasi luar negeri adalah dukungan jangka panjang oleh suatu negara pada negara lain dalam bidang manajemen, perusahaan patungan, transfer teknologi, dan konsultasi pakar.[2] Investasi asing dibagi menjadi tiga, yaitu: Portofolio, Foreign Direct Investment, dan credit ekspor. Berikut penjelasannya:

          Foreign Direct Investment (FDI) melibatkan pihak investor secara langsung dalam operasional usaha yang dilaksanakan sehingga dinamika usaha yang menyangkut tujuan perusahaan tidak lepas dari pihak yang berkepentingan/ investor asing. Foreign Direct Investment (FDI) dapat diartikan sejumlah penanaman modal dalam jangka panjang ke sebuah perusahaan di negara lain. Foreign Direct Investment (FDI) merupakan salah satu ciri dari sistem ekonomi yang mengglobal.

          Portofolio merupakan investasi keuangan yang dilakukan di luar negeri dengan cara investor membeli utang atau sekuritas dengan harapan mendapat manfaat financial dari investasi tersebut.

REFERENCES

Gilpin, R. (2001). Global Political Economy: Understanding The International Economic Order.  United Kingdom: Princeton University Press.

Cohen, S. D. (2007). Multinational Corporations and Foreign Direct Investment. New York: Oxford University Press.