Mengulik Kinerja Kemlu RI di Masa Pandemi

Kemlu RI (Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia) pada tanggal 6 Januari 2021 menyelenggarakan konferensi pers tahunan. Kegiatan kali ini termasuk konferensi yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, kegiatan ini yang umumnya dilaksanakan secara tertutup dilakukan secara daring dan mengundang sebanyak 35 perguruan tinggi di tanah air. Pernyataan tahunan ini disampaikan langsung oleh Retno Lestari Priansari Marsudi, S.I.P., LL.M., selaku Menteri Luar Negeri Indonesia.

Kunjungan Menlu Retno Marsudi di Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 2018 silam.

Universitas Darussalam Gontor merupakan salah satu dari sekian perguruan tinggi yang diundang untuk menyaksikan kegiatan tahunan tersebut. Para mahasiswa yang umumnya dari Program Studi Hubungan Internasional berkesempatan untuk menyaksikan secara daring.

Bukan hanya itu, mereka berkesempatan untuk memberi tanggapan terkait kinerja Kemlu RI di akhir sesi acara. Kemudian, tanggapan dari para mahasiswa tersebut dirangkum lalu diserahkan kepada Kemlu RI sebagai bahan pertimbangan dan kaca perbandingan.

Pada awal penyampaiannya, menlu Retno Marsudi menyampaikan bahwa masa pandemi merupakan masa yang sulit untuk kita semua. Dengan adanya pandemi Covid-19, pemerintah banyak melakukan refocusing terhadap program kerja. Krisis yang terjadi bukan hanya berdampak bagi kesehatan masyarakat tapi juga berdampak ekonomi dan politik. Berikut merupakan kinerja yang telah dilaksanakan Kementrian ini selama masa pandemi.

Upaya Kemlu RI Untuk Perlindungan WNI

Kementrian Luar Negeri sudah banyak menangani kasus WNI yang memiliki masalah hukum di luar negeri. Telah tercatat terdapat 50.000 kasus sudah ditangani oleh kementrian ini. Beberapa diantaranya adalah 17 WNI dibebaskan dari hukuman mati dan 14 WNI di bebaskan dari penyanderaan yang dilakukan oleh organisasi kriminal internasional. Upaya pelindungan ini dilakukan secara bersamaan melalui sidang PBB dan bekerjasama dengan negara-negara yang terkait.

Upaya perlindungan ini bukan hanya meliputi aspek hukum, tetapi juga masuk dalam isu kesehatan masyarakat. Menlu mengatakan bahwa solidaritas antar negara dibutuhkan dalam menangani pandemi yang sedang terjadi saat ini. Oleh karena itu diplomasi yang dilakukan Indonesia juga bergerak dalam upaya penyediaan kebutuhan medis seperti obat-obatan, alat kesehatan, serta pengadaan vaksin.

Dalam hal ini menlu menyebutkan bahwa situasi saat ini telah melahirkan istilah Diplomasi Vaksin. Indonesia juga menguatkan kerjasama dengan WHO Sebagai ketua badan sector kesehatan dan Indonesia akan terus merespon masalah Covid-19.

Pemulihan Sektor Ekonomi

Pandemi mengakibatkan dampak besar terhadap perekonomian Indoensia. Diplomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia turut mendukung penguatan ekonomi dengan membuka perluasan pasar. Pemerintah juga mendukung persiapan kembali pariwisata.

Selain itu, Menlu Retno Marsudi menyatakan bahwa pemerintah melalui Kemlu RI menfasilitasi investasi di Indonesia. Memperkuat hubungan multilateral dan menjadi tuan rumah WEF (World Economic Forum) yang akan diselenggarakan di Bali. Kemudian Pemerintah tidak lupa untuk berusaha menjaga pasar secara eksternal dan internal serta memperluas pasar di kawan Asia di Amerika Latin. 

Indonesia juga berupaya untuk menyelesaikan diskriminasi sawit. Salah satu langkah konkrit adalah dengan membangun solidaritas dengan negara lain yang mempunyai komoditas sawit.

Sawit merupakan salah satu komoditas ekspor utama Indonesia

Selain itu, Indonesia juga menjaling komunikasi dengan Uni Eropa agar terjalin komunikasi yang baik sehingga akan terjalin kesepahaman dari negara-negara yang berada di Benua tersebut.

Isu Keamanan Global

Negara Indonesia berpartisipasi dalam menjaga keamanan dunia sesuai dengan apa yang telah diamanatkan oleh UUD 1945. Di tengah wabah yang telah menyebar di seluruh penjuru dunia, hubungan hubungan multilateral perlu ditingkatkan sebagai upaya untuk menghindari konflik antar negara.

Dalam hal ini, Indonesia memiliki deretan prestasi yang membanggakan di kancah internasional. Pasukan Indonesia yang dikirim sebagai pasukan penjaga perdamaian dunia meraih peringkat 8 besar dari 163 negara.

Karakter utama diplomasi indonesa adalah menjadi solusi di tengan konflik yang terjadi dan menghapuskan rivalitas. Di tingkat kawasan, Indonesia telah menjaga persatuan ASEAN dengan menekankan persamaan identitas baik secara fisik maupu secara kultur sebagai masyarakat Asia Tenggara.

Upaya ini bertujuan untuk menguatkan solidaritas antar negara anggota dan menjaga perdamaian. Selain itu, Kemlu RI menginisiasi terbentuknya kerjasama Afghanistan-Indonesia Women Network sebagai upaya pemberdayaan perempuan di Afghanistan dan meminimalisir kekerasan terhadap perempuan.

Menlu Retno Marsudi juga menyampaikan bahwa Indonesia akan terus mendukung kemerdekaan Palestina berdasarkan Two States Solution. Beberapa waktu lalu masyarakat sempat dihebohkan dengan adanya kabar bahwa Indonesia akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Pada kesempatan kali ini, Menlu Retno Marsudi membantah asumsi tesebut dengan menyatakan bahwa belum ada keinginan pemerintah nasional untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya!

The Nature of Academic Writing

Meneladani Diplomasi Rasulullah SAW

Mengenal Peran UNESCO Dalam Mengatasi Buta Aksara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *