Public Discussion on China’s Politic and Culture

Mantingan, 17 Januari 2022 HMP-HI mengadakan public discussion on China’s politic and culture. Kegiatan yang diisi oleh Al-Ustadz Fauzan Bey bersama sang istri Lǎoshī Ma Lizhen (Ustadzah Aisyah) membicarakan bebagai hal mengenai negara China. Namun dalam sesi ini beliau mengupas lebih dalam mengenai arus globalisasi di China yang bermula sejak awal abad masehi melalui perdagangan sutra pada masa Dinasti Tang, pada masa ini pula mulai masuknya berbagai macam ajaran seperti: Budha, Kristen dan Islam. Zaman Dinasti Tang ini juga dianggap sebagai masa keemasan China kala itu sehingga mendapat julukan “Pax Sinica” yang berarti penebar pengaruh keseluruh wilayah Asia Timur. Hal inilah yang menjadi teladan bagi dinasti selanjutnya yaitu Dinasti Ming, yang memiliki laksamana laut terkenal bernama Cheng Ho. Sehingga kemajuan tersebut merambat hingga masa pemerintahan China sekarang.

China sebagai negara makmur dalam hal ekonomi juga menjadi salah bukti baiknya sistem yang dijalankan. “saya teringat dengan salah satu professor istri saya, beliau bilang bahwasanya untuk dapat mewujudkan negara yang aman dan damai, maka jangan pernah ganggu perut rakyat, tetapi penuhilah mangkuknya” ucap Al-Ustadz Fauzan. Hal ini juga yang menjadi pegangan China dalam melepas diri dari kemiskinan dan membenahi pengangguran. Perkataan ini sepatutunya perlu menjadi nasihat bagi Indonesia yang terus mengalami berbagai polemik, dalam hal ini seperti korupsi. Perlu dijadikan pelajaran bagaimana China dengan kondisi geografis 7 kali lebih luas dibandingkan Indonesia dan dengan penduduk terpadat di dunia, akhirnya mampu keluar dari jurang permasalahan, yang mana pada tahun 1980 China masih merasakan kelaparan dan kemiskinan dan dalam kurun waktu yang cepat bertransformasi menjadi salah satu negara adikuasa dengan pengendalian sistem ekonomi yang baik.

Dalam kajiannya beliau juga mengingatkan kami sebagai mahasiswa sekaligus masyarakat global agar tetap membentengi diri dengan ilmu pengetahuan yang luas untuk dapat memahami model-model globalisasi, yaitu: ekonomi, transportasi dan informasi, yang mana ketiganya menjadi aspek munculnya konflik di muka bumi. Menutup diskusi ini, Lǎoshī Ma Lizhen (Ustadzah Aisyah) memberi motivasi kepada kami dengan mengutip pesan dari salah satu presiden China Mao Zedong kepada pemudanya ketika China masih dalam masa susah dan perlu diperjuangkan. “kalian tidak perlu susah memikirkan negara, cukup belajarlah dengan giat sehingga ilmu dan pendidikan kalian dapat membawa kita (China) menjadi negara yang lebih baik lagi” dengan perasaan haru dan penuh harap Lǎoshī Ma Lizhen (Ustadzah Aisyah) mengingatkan agar mahasiswi UNIDA jangan pernah merasa lelah dalam menuntut ilmu dan membela cita-cita agar dapat menjadi generasi yang membawa dan membangkitkan Indonesia menjadi negara yang lebih unggul kedepannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *