Filsafat Politik

     zTeman-teman apakah kalian tahu apa itu filsafat politik? jika di semester 1 kita belajar tentang ilmu pengantar politik, nah disini teman-teman akan belajar lebih dalam lagi mengenai politik. dari pada penasaran langsung aja yuk kita bahas apa itu filsafat politik.

A.    Definisi Filsafat Politik

            Istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata yaitu philo dan sophia. Dua kata ini mempunyai arti masing-masing. Philo berarti “cinta” dalam arti lebih luas atau umum yaitu keinginan, kehendak. Sedangkan Sophia mempunyai arti “hikmah, kebijaksanaan, dan kebenaran”. Jadi, secara etimologis, filsafat dapat diartikan sebagai cinta akan kebijaksanaan. Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud pada proses pembuatan keputusan, khususnya dalam Negara. Politik juga sering dikaitkan dengan hal penyelenggaraan pemerintahan dan Negara.

            Filsafat politik adalah suatu upaya untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan politik secara sistematis, logis, bebas, mendalam, serta menyeluruh. Filsafat Politik berarti pemikiran-pemikiran yang berkaitan tentang politik. Bidang politik merupakan tempat menerapkan ide filsafat. Ada berbagai macam ide-ide filsafat yang ikut mendorong perkembangan politik modern yaitu liberalisme, komunisme, pancasila, dan lain-lain.

            Menurut Plato, filsafat politik adalah upaya untuk membahas dan menguraikan berbagai segi kehidupan manusia dalam hubungannya dengan negara. Ia menawarkan konsep pemikiran tentang manusia dan negara yang baik dan ia juga mempersoalkan cara yang harus ditempuh untuk mewujudkan konsep pemikiran. Bagi Plato, manusia dan negara memiliki persamaan hakiki. Oleh karena itu, apabila manusia baik negara pun baik dan apabila manusia buruk negara pun buruk. Apabila negara buruk berarti manusianya juga buruk, artinya negara adalah cerminan manusia yang menjadi warganya.

            Machiavelli, filsafat politik adalah ilmu yang menuntut pemikiran dan tindakan yang praktis serta konkrit terutama berhubungan dengan Negara. Baginya, Negara harus menduduki tempat yang utama dalam kehidupan penguasa. Negara harus menjadi kriteria tertinggi bagi akivitas sang penguasa. Negara harus dilihat dalam dirinya tanpa harus mengacu pada realitas apa pun di luar Negara.

             Dalam pandangan filsuf Yunani Kuno, filsafat politik juga erat hubungannya dengan moral filosofi atau etika (ethics). Etika membahas persoalan yang menyangkut norma-norma baik atau buruk seperti misalnya tindakan apakah yang boleh dinamakan baik atau buruk, manusia seperti apa yang di sebut baik dan buruk, apakah yang dinamakan adil atau tidak adil. Penilaian semacam ini, jika diterapkan pada politik menimbulkan pertanyaan sebagai berikut: apakah seharusnya tujuan dari negara; bagaimana seharusnya sifat sistem pemerintahan yang terbaik untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, bagaimana seorang pemimpin harus bertindak untuk keselamatan negara dan warganya. Dengan demikian kita sampai pada bidang filsafat politik yang membahas masalah politik dengan berpedoman pada suatu sistem nilai (value system) dan norma-norma tertentu.

            Filsafat politik juga dapat diartikan sebagai cara kita membenarkan berbagai bentuk pemerintah, ideologi politik, hukum dan ciri lain dari negara. Ia bukan studi tentang bagaimana rezim dan sistem yang berbeda sebenarnya bekerja, tetapi sebuah investigasi ke dalam prinsip dan argumentasi apa yang bisa digunakan untuk mendukung atau mengkritik bentuk-bentuk umum lembaga dan kepercayaan politik. Filsafat politik juga menyelidiki hal-hal di balik hiruk pikuk banyak debat politik dan menguji soal yang lebih abadi.

            Tujuan kita mempelajari filsafat politik adalah agar kita dapat menjawab semua persoalan-persoalan yang berkaitan dengan politik seperti, filsafat politik dapat dijadikan alat untuk mengajukan mendefinisikan ulang konsep-konsep dan praktek politik yang telah lama dilakukan di suatu negara, seperti konsep Negara, konsep kekuasaan, konsep otoritas, peran hukum, dan aspek keadilan di dalam hukum. Dalam bidang hukum misalnya, banyak pelaku korupsi di berbagai bidang lolos begitu saja dari jeratan hukum, karena tidak ada undang-undang yang pas untuk menjeratnya. Filsafat hukum mengajukan proposisi, bahwa hukum tidak hanya mengacu pada rumusan baku saja, tetapi pada rasa keadilan yang sudah ada di dalam masyarakat. Rumusan hukum harus mengacu pada rasa keadilan. Tanpa keadilan, hukum adalah penindasan.

            Filsafat politik mampu menjadi alat untuk melakukan kritik ideology. Sebuah bangsa mau tidak mau, hidup dalam suatu ideology tertentu. Ideology mencerminkan pandangan dasar yang dianut secara naïf oleh suatu bangsa dan tidak lagi dipertanyakan. Filsafat politik sebagai aktivitas berpikir secara terbuka, rasional, sistematis dan kritis tentang kehidupan bersama, mampu menjadi alat yang kuat untuk membongkar kesesatan-kesesatan berpikir yang ada di dalam ideologi tersebut. nah dari sini, temen-temen udah pada pahamkan apa itu filsafat politik.

Daftar Pustaka

Hasanuddin, Iqbal. 2018. “Keadilan Sosial: Telaah atas Filsafat Politik John Rawls.” REFLEKSI, Volume 17, Nomor 2. 193-195.

Imron, Ali. 2014. “Filsafat Politik Hukum Pidana.” Filsafat Politik Volume 25 Nomor 2 225-227.

Kauppi, Paul R. Viotti and Mark V. 2012. International Relations Fifth Edition. United State of Amerika: Longman.

Martin Griffiths, dkk. 2009. , Fifty Key Thinkers in International Relations Second Edition. New York: Routledge.

Putra, Rido. 2019. “Filsafat Politik Ali Abdul Raziq.” Refleksi, Vol. 19, No.1, 68-70.

Said, Abdullah. 2019. “Filsafat Politik Al-Farabi.” IJITP, Vol. 1, No. 1 64-65.