Diplomasi

DIPLOMASI

Halo Sobat Dunia…

Mata Kuliah Diplomasi merupakan salah satu mata kuliah wajib yang diambil mahasiswa/i Hubungan Internasional Universitas Darussalam Gontor pada semster 4. Dalam mata kuliah ini para mahasiswa tidak hanya mempelajari diplomasi saja akan tetapi siapa saja aktor yang berperan dalam diplomasi, isu-isu yang diperdebatkan dalam diplomasi, serta jenis-jenis diplomasi. Di akhir semester mata kuliah ini para mahasiwa/I menghadapi ujian praktek yang dikemas melalui shopkeeper diplomacy hal ini bertujuan guna menguji seberapa besar pemahaman yang telah dipahami oleh mahasiswi selama satu semester.

Untuk itu Mari Sobat Dunia.. kita pahami dulu apa diplomasi itu?…

Sobat dunia tahu tidak, sebetulnya definisi diplomasi sangat banyak sekali, nah disini mintull hanya ingin memberikan beberapa definisi mengenai diplomasi.

Pertama, Diplomasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dapat didefinisikan sebagai urusan atau penyelenggaraan perhubungan langsung dari satu negara dengan negara lain.

Kedua, Diplomasi menurut Ernest Satow diartikan sebagai penerapan kecerdasan dan kebijaksanaan untuk melaksanakan hubungan-hubungan resmi antar pemerintah dari negara-negara berdaulat atau negara berdaulat dengan negara vassal.

Ketiga, Diplomasi juga dapat diartikan sebagai kemampuan atau kecakapan dalam menggunakan kata atau strategi yang tepat dalam mencapai kepentingan.

Keempat, Diplomasi menurut Hendrik Kissinger adalah suatu aktivitas politik yang melibatkan skill, taktik, kecerdasan untuk meraih kepentingan baik dalam diplomasi bilatera maupun multilateral akan tetapi tetap melibatkan negara.

Pada hakikatnya diplomasi merupakan kegiatan berkomunikasi diantara para diplomat profesional yang mewakili negaranya masing-masing, dimana pada umumnya kegiatan itu dilakukan untuk memperjuangkan kepentingan nasional negara nya masing-masing.

Siapa sajakah aktor yang menjalani diplomasi….

Secara resmi diplomasi dijalankan oleh Menteri Luar Negeri (Ministry of Foreign Affairs) dan Presiden negara sendiri (Ambassador). Akan tetapi diplomasi juga dapat dijalankan oleh pemerintah, pelajar, aktifis, masyarakat sipil, pejabat, media, dan sebagainya.

Diplomasi juga dapat berupa kerjasama atau negosiasi baik dari state to state, government to government bahkan ada juga ada government to people.

Kemudian apa saja isu yang dibahas dalam diplomasi?

Mintull kasih tahu ya, ternyata diplomasi tidak hanya membahas mengenai kerjasama antar negara akan tetapi dapat juga berupa isu-isu penciptaan perdamaian (peace making), perdagangan, perang, ekonomi, budaya, lingkungan, dan juga Hak Asasi Manusia (HAM).

Lalu, bagaimana sejarah diplomasi jika dilihat dalam perspektif hubungan internasional?

Pada dasarnya diplomasi merupakan peradaban manusia yang sudah sangat tua. Menurut Peu Gosh, diplomasi sebagai instrumen politik luar negeri sudah dapat ditemukan di Era kuno (Yunani, China, Bizantium, dan Romawi). Pada tahun 500 SM negara-negara di kota Yunani sudah mengembangkan sebuah diplomatik yang kemudian sangat mempengaruhi pemikiran tentang diplomasi di era modern. Di China pada era Dinasti Zhou (1050-256SM) juga telah melangsungkan kegiatan diplomasi untuk membangun sekutu. Bahkan menurut para ahli sejarah, pada pertengahan abad ke-14 SM telah tercatat pelaksanaan hubungan diplomasi antara Mesir dengan beberapa negara Timur Dekat (yang kemudian dikenal ara ahli sebagai sistem internasional yang pertama).

Di era moder, Italia, Turki Ottoman, dan China dikenal sebagai negara-negara sesungguhnya yang pertama-tama mengabadikan lingkungan dan praktik diplomasi. Namun banyak textbook HI yang menyebutkan diplomasi yang terorganisir (organized diplomacy) bermula dari Kongres Wina 1815. Dalam kesepakatan ini diantaranya disepakati berbagai prosedur, regulasi, dan representasi yang berkenaan dengan diplomasi antarnegara. Salah satu kesepakatan tersebut diantaranya menyangkut empat kategori representatif (perwakilan diplomatik):

a.      Duta besar dan utusan kepausan

b.     Utusan luar biasa dan menteri-menteri berkuasa penuh

c.      Minister resident

d.     Kuasa usaha atau charge d’affairs

Jenis-jenis diplomasi pun ada macam macamnya diantaranya yaitu diplomasi kemanusiaan (humanitarian diplomacy), diplomasi publik (public diplomacy), diplomasi digital (digital diplomacy), diplomasi budaya, diplomasi olahraga, diplomasi dagang, diplomasi makanan, diplomasi konferensi, dan lain sebagainya.

The Art of Negotiation (Agenda atau sesuatu yang bisa di nego)

Prenegosiasi

·     Talks about talks: menetapkan bahwa negosiasi yang substantif di sekitar meja akan berguna kemudian menyetujui hal yang menjadi agendanya dan prosedur yang diperlukan untuk mensukseskan negosiasi tersebut.

·       Dalam hubungan bilateral diskusi ini biasanya bersifat informal dan jauh dari pandangan publik.

·       Dalam diplomasi multilateral dimana delegasi lebih banyak prosedurnya lebih kompleks sebagian besar prenegosiasi mungkin bersifat formal.

·    Misalnya conference on security on coorporation in Eroupe, diikuti oleh 35 negara peserta berpuncak pada Helsinki final act pada tahun 1975. Diawali dengan Multilateral Preparatory Talks selama sembilan bulan yang menghasilkan Blue Book yang berisi rekomendasi mereka.

Metode Prenegotiating

a.      Agreeing ‘The need’

b.     Agreeing ‘The agenda’

c.      Agreeing ‘procedure’ 

Negosiasi

Strategi negosiasi menurut Spoelstar dan Pienaar, 2008:

·       Collaborative (win-win)

·       Competitive (win-lose)

·       Compromise (split the difference)

·       Accomodative (lose to win)

·       Avoid (lose-lose)

Faktor penunjang keberhasilan negosiasi menurut Timothy J. Sullivan, 1984:

·       Eksistensi dari kepentingan masing-masing pihak yang terlibat.

·       Posisi negosiator karena akan berujung pada kesepakatan yang akan dihasilkan.

·       Keseimbangan kekuasaan yang dimiliki antara masing-masing pihak.

·       Frekuensi negosiasi yang semakin sering.

·       Jumlah kelompok yang terlibat dalam negosiasi.

·       Eksistensi tenggat waktu proses perundingan.

·       Eksistensi perjanjian yang mengikat dalam jalannya negosiasi tersebut.

Fungsi Diplomasi Secara Umum

·     Fungsi diplomasi adalah sebagai perwakilan. Tugas diplomat mewakili pemerintah dan rakyat Indonesia untuk melaksanakan politik luar negeri dan tidak lupa untuk mengkolaborasikan kepentingan nasional negara dalam kebijakan luar negeri.

·     Fungsi diplomasi adalah mempromosikan dan bertugas membangun citra positif Indonesia di mata dunia dan mendorong kesempatan bisnis dan sosial budaya Indonesia untuk bersaing di dunia internasional. 

·      Fungsi diplomasi adalah sebagai negosiator. Dalam hal ini, diplomat berarti harus mampu berunding dan berdiskusi untuk memastikan kepentingan nasional Indonesia tetap terlindungi dan Indonesia mendapatkan manfaat dari interaksi internasional.

·      Fungsi diplomasi adalah melaporkan. Diplomat wajib melaporkan kebijakan luar negeri Indonesia dan memastikan penyebaran informasi berjalan dengan lancar antara pemangku kepentingan di dalam negeri dan luar negeri.

·     Fungsi diplomasi adalah untuk melindungi. Diplomat juga bertugas untuk memastikan kepentingan Indonesia, termasuk warga negaranya di luar negeri terjaga dan terjamin. 

Fungsi Perwakilan Diplomatik:

Fungsi ini dijelaskan pada Pasal 5 Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 108 Tahun 2003 Tanggal 31 Desember 2003, Tentang Organisasi Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri.

·     Peningkatan dan pengembangan kerja sama politik dan keamanan, ekonomi, sosial, dan budaya dengan negara penerima dan/atau organisasi internasional.

·       Peningkatan persatuan dan kesatuan, serta kerukunan antara sesama Warga Negara Indonesia di luar negeri.

·     Pengayoman, pelayanan, perlindungan dan pemberian bantuan hukum dan fisik kepada Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia, dalam hal terjadi ancaman dan/atau masalah hukum di negara penerima, sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional, hukum internasional, dan kebiasaan internasional.

·       Pengamatan, penilaian, dan pelaporan mengenai situasi dan kondisi negara penerima.

·       Sebagai konsuler dan protokol.

·       Perbuatan hukum untuk dan atas nama Negara dan Pemerintah Republik Indonesia dengan negara penerima.

·       Kegiatan manajemen kepegawaian, keuangan, perlengkapan, pengamanan internal Perwakilan, komunikasi dan persandian.

·        Fungsi-fungsi lain sesuai dengan hukum dan praktik internasional.

Daftar Pustaka

Andrew E. Cooper. 2013. Jorge Heine, dan Ramesh Thakur, The Oxford Handbook of Modern Diplomacy. Oxford: Oxford University Press

Ernest Satow. 2011. A Guide to Diplomacy Practice. Cambridge: Cambridge University Press.

Dr. Umar Suryadi Bakrie. 2017. Dasar-Dasar Hubungan Internasional, Depok: Kencana

Harold Nicolson. 1969. Diplomacy, London: Oxford Univerisity Press

Lorna Llyod. 2005. Diplomacy dalam Martin Griffiths (ed)., Encyclopedia of International Relations and Global Politics. London: Routledge

Peu Ghosh. 2015. International Relations. New Delhi: PHI Learning Private Limited

Mohammad Younus Fahim. 2010. Diplomacy: The only Legitimate Way of Coundacting International Relations, Disertasi Ph.D dalam hubungan internasional dan Diplomasi Corlinn University, California