Peran Publik Figur dalam Advokasi HAM dan Dunia Internasional

Oleh : Yono Sugi Anom Darmawan

Billie Eilish
Image : By Steve Granit

Hak Asasi Manusia dan Rasisme

Isu hak asasi manusia merupakan salah satu isu yang menjadi perhatian dan prioritas dunia dalam beberapa dekade terakhir ini. Salah satu isu yang kembali mencuat adalah kasus rasisme terhadap George Floyd. Kasus ini terjadi di Amerika Serikat. Floyd merupakan warga kulit hitam yang meninggal karena lehernya ditekan dengan lutut polisi. Kronologi bermula ketika Floyd diduga telah melakukan transaksi menggunakan uang palsu senilai 2 dollar. Kejadian tersebut terekam dalam sebuah video yang berdurasi 1 menit 44 detik tersebut memicu kemaran publik. Warga berunjuk rasa dengan turun kejalanan. Ketegangan ini berlangsung diberbagai belahan dunia selama beberapa minggu.

Merespon dari adanya isu ini sejumlah publik figur turut mewarnai aksi unjuk rasa dan demonstrasi. Seperti Billie Eilish seorang publik figur dan penyanyi yang paling berpengaruh pada tahun ini ikut menyuarakan pendapatnay dalam isu anti rasisme. Dalam platform instagramnya ia menulis sebuah essay yang isinya mengecam isu rasisme dan hak istimewa kulit putih yang memang sudah berlangsung lama di Amerika Serikat. Dalam akun instagram pribadinya ia berhasil mengajak 76 juta lebih fansnya dari seluruh dunia untuk menggalang dana sekaligus menandatangani petisi yang digunakan untuk yayasan anti rasisme di Amerika Serikat. Billie dan fansnya “Avocados” berhasil menggalang dana sejumlah 2 juta dollar lebih yang nantinya akan didonasikan untuk keluarga George Floyd dan beberapa lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam advokasi Hak Asasi Manusia.

Ini memeprlihatkan kepada kita bahwa aksi solidaritas melwawan rasisme dan pelanggaran hak asasi manusia memiliki gerakan yang sangat masif dan besar dikarenakan kampanye dan provokasi dari Billie Eilish sebagai publik figur.

Dalam Perspektif Neoliberalisme

Dapat diambil kesimpulan bahwa publik figur turut menjadi instrument penting dalam melakukan kampanye dan menyuarakan Human Security for All (Keamanan Manusia Bagi Seluruh warga Negara). Selaras dengan asumsi yang telah dikemukakan oleh kaum Neoliberlasime bahwa negara bukan lah aktor utama dalam konstelasi politik dunia dan Hubungan Internasional. Pada akhirnya hubungan internasional diwarnai dengan makin besarnya peran organisasi internasional, berbagai bentuk kerjasama dan bahkan peran dari perseorangan. Multiple Channels atau jaringan hubungan yang kompleks antar negara dan masyarakat yang ternyata ikut menentukan arah politik dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *