Bantu Afghanistan, UNHCR Bangun 2.300 Rumah Anti-Gempa

HI UNIDA – Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) mengumumkan akan membangun 2.300 rumah tahan gempa dengan dana lebih dari 14 juta dolar AS atau sekitar Rp 208 miliar untuk membantu warga Afganistan yang rumahnya hancur akibat mematikan pada 22 Juni lalu.

Lewat bantuan tersebut, UNHCR akan menyediakan bahan bangunan serta biaya bangunan pendukung untuk pembangunan rumah musim dingin yang rencananya akan diberikan panel surya untuk penerangan serta pemanas ruangan untuk membakar kayu selama musim dingin berlangsung.

Nantinya 2.000 rumah akan dibangun di distrik Giyan dan Barmal Provinsi Paktika, dan 300 rumah lainnya di Distrik Spera Provinsi Khost.

“Inisiatif ini menunjukkan solidaritas dan dukungan berkelanjutan UNHCR kepada orang-orang yang terkena dampak bencana. Dalam beberapa bulan mendatang 2.300 keluarga akan memiliki rumah baru yang tahan musim dingin,” kata perwakilan UNHCR, Leonard Zulu, seperti dikutip ANI News.

Selama beberapa minggu terakhir, tim UNHCR telah bertemu dengan masyarakat setempat untuk mempresentasikan proyek ini serta mengidentifikasi keluarga yang paling terdampak gempa.

Dalam pengumumannya ini, PBB juga mengatakan telah meluncurkan progam bersama untuk meningkatkan akses ke layanan masyarakat seperti pusat kesehatan, sekolah, dan sistem air di tiga kabupaten.

Saat ini peralatan pemindahan tanah yang dikontrak oleh UNHCR telah mulai pembersihan lokasi di Barmal dan mempercepat pengiriman material konstruksi karena salju diperkirakan akan turun pada pertengahan November.

Baru-baru ini, PBB dan Yayasan Kemanusiaan Kerajaan Bahrain telah menandatangani perjanjian senilai satu juta dolar AS untuk mendukung skema perumahan. Insinyur yang bekerja dengan mitra UNHCR akan terus memantau konstruksi sehingga proyek ini diharapkan bisa sesuai dengan arahan dari UNHCR.

Sementara itu, setiap warga Afghanistan yang berpartisipasi dalam proyek sebagai tenaga kerja dikabarkan akan menerima upah sebesar 700 dolar AS. Hal ini dilakukan untuk membantu para kepala keluarga Afghanistan mendapat pekerjaan dan uang untuk mengatasi kelaparan.

Selama empat dekade terakhir, Afghanistan telah dilanda konflik dan bencana alam yang menyebabkan jutaan orang menghadapi kelaparan. Perkiraan terbaru menunjukkan bahwa sekitar 24 juta warga Afghanistan, lebih dari setengah penduduk negara itu, membutuhkan bantuan kemanusiaan. []

(1) Comment

  • Andhika September 1, 2022 @ 3:52 am

    Greattt, I like it

Leave a Reply

Your email address will not be published.