Gala Dinner dan Award Ceremony Penutupan IRC

Usai perlombaan International Relations Competition (IRC) III yang diadakan sejak tanggal 24-27 Desember 2019, mahasiswi HI UNIDA Gontor Putri menggelar terobosan baru untuk penutupan IRC tahun ini. Acara yang mana belum pernah disentuh oleh internal program studi lain, yaitu Gala Dinner.

Konsep Gala Dinner secara khusus diselenggarakan oleh panitia IRC sendiri guna menghormati para peserta lomba yang menjadi pemenang lomba-lomba IRC. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswi HI UNIDA mengingat konsep tersebut belum pernah diadakan sebelumnya.

Tamu yang diundang dalam santap malam ekslusif ini adalah para pemenang lomba dari seluruh program studi delegasi negara bagian ASEAN. Tamu-tamu yang diundang mendapatkan Golden Ticket yang merupakan syarat masuk untuk mengikuti jalannya acara.

Gala Dinner dan Award Ceremony IRC 2019
Gala Dinner dan Award Ceremony IRC 2019

Tekad Menghormati Para Pemenang

Ada banyak sentuhan baru dari penyelenggaraan IRC tahun ini, salah satunya termasuk konsep Gala Dinner sebagai puncak penutupan acara. Konsep ini tergolong baru dibandingkan penutupan acara lainnya. Hal ini memang menjadi ‘challenge” bagi mahasiswi HI Unida khususnya panitia acara tersebut. Meskipun demikian, segenap panitia tetap konsisten dengan tujuan ‘Menghormati Para Pemenang’.

Masakan ASEAN

Jika bicara tentang Gala Dinner, tentu hal ini tidak akan lepas dari berbagai hidangan makanan yang akan disajikan kepada para tamu undangan. Yang membuat acara ini kian terasa spesial adalah menu masakan yang tidak bercita rasa Indonesia. Meskipun begitu, hal ini tak menyurutkan semangat panitia untuk memberikan pelayanan yang terbaik.

Adapun menu-menu yang tersedia untuk para delegasi adalah masakan yang berasal dari beberapa negara ASEAN. Bermodalkan resep yang tersedia di berbagai media, panitia memberanikan diri untuk memulai berbagai masakan yang akan dihidangkan. Salah satu masakan yang lahir dari tangan-tangan handal mahasiswi HI UNIDA Gontor adalah Lontong Kari dari Malaysia dan Mango Sticky Rice dari Thailand. Hasilnya? Banyak undangan yang memuji cita rasa masakan tersebut.

Simak juga:

Pesan Al-Ustadz Ahmad Hidayatullah Zarkasyi kepada Segenap Civitas Akademika HI UNIDA Gontor di Family Gathering

Semarak Menumbuhkan Mental Juara, HMP HI UNIDA Gontor Putri Gelar IRC yang Ketiga

International Relation Competitions atau yang disingkat IRC sukses digarap mahasiswi HI unida Putri pada Selasa, 26 Desember 2019 lalu. Adapun IRC tahun ini merupakan IRC yang ketiga dari tahun 2017 sejak berlangsungnya IRC perdana.

Kompetisi ini diadakan tidak hanya untuk memberi pengalaman mahasiswi UNIDA Gontor Kampus Putri yang berpartisipasi. Namun, berlangsungnya acara ini juga diharapkan dapat menumbuhkan mental-mental sang juara yang kelak akan bertempur di masa depan.

IRC tahun ini melirik kawasan regional Asia Tenggara yang bersatu dalam ASEAN sebagai tajuk utama perlombaan. Adapun acara ini menyemarakkan tema “The Power of Asean” untuk pengenalannya. IRC kali ini mencoba warna baru dengan mengenalkan organisasi regional tersebut kepada mahasiswi UNIDA Gontor secara umum.

Rangkaian perlombaan diadakan selama tiga hari, yakni dari tanggal 24-26 Desember 2019. Sore hari perlombaan semakin semarak dengan alunan National Anthem negara-negara ASEAN yang juga menjadi upaya pengenalan tema perlombaan ini.

The Agent of Change

“Keikutsertaan dalam perlombaan mencerminkan pribadi yang tidak pantang menyerah dan kemenangan adalah pembuktiannya,” kutipan Aurellia selaku ketua acara ini. Setiap  perlombaan yang diadakan sudah selayaknya menjadi ajang para peserta untuk showing the best. Menyadari kemampuan diri agar lebih bersyukur dengan segala nikmat Allah sebagai karunia terbesar dari-Nya.

Ber-spirit­-kan ‘The Agent of Change’, perlombaan ini mengkonsep keaktifan para mahasiswi yang kelak akan membangun sebuah perubahan. Adapun perlombaan juga dimaksudkan agar dapat memicu sinergi dan semangat dari setiap mahasiswi.

Lihat juga:

Pesan Al-Ustadz Ahmad Hidayatullah Zarkasyi kepada Segenap Civitas Akademika HI UNIDA Gontor di Family Gathering

Semangat ini kelak akan menumbuhkan mental-mental tangguh yang kuat dengan setiap tantangan. Mental-mental yang telah terbentuk dari kebiasaan mengikuti kompetisi akan menjadikan individunya sanggup menggerakkan perubahan. Adapun membangun perubahan bagi kehidupan kedepan tidak akan dimiliki oleh jiwa yang takut tantangan. Dengan demikian, pribadi tersebut akan menjadi penggerak yang mampu menginspirasi dan berkiprah di masyarakat.

Mewakili Negara-Negara ASEAN

11 negara ASEAN menjadi sub-tema perlombaan kepada setiap program studi UNIDA Gontor yang mengikuti perlombaan. Adapun setiap program studi tersebut kelak menjadi delegasi yang mempresentasikan negara yang ia wakili.

Contoh saja negara Thailand yang diwakili oleh program studi Hukum Ekonomi Islam. Program studi ini  menjadi peserta lomba IRC dengan beberapa perlombaan yang berkaitan dengan negara tersebut. Mulai dari choir, mamamia ketua prodi bersama anggota dan Miss Universe yang menjadikan Thailand sebagai tema prodi ini. Dengan konsep demikian, diharapkan peserta lomba bisa lebih mengenal ASEAN secara umum dan menyeluruh.

Persiapan Kedatangan Duta Besar Korea Selatan Ke UNIDA Gontor

HI UNIDA Gontor – Beberapa hari terakhir Universitas Darussalaam Gontor memiliki agenda yang begitu padat, mulai dari FEMFEST (Faculty Of Economic and Manajement Festival), International Conference on al-quds dan  Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara Bank Indonesia Dengan UNIDA Gontor serta yang terakhir Rapat Senat Terbuka Dalam Rangka Wisuda Sarjana Angkatan Ke-29 dan Pascasarjana Angkatan ke-9.

Dari sekian padatnya acara di UNIDA Gontor, Program Studi Hubungan Internasional diberikan tanggung jawab untuk menjadi panitia penuh dalam acara Wisdow Speech : The South Korean Ambassador to Indonesia “Bilateral Cooperation Between South Korea and Indonesia Through Cultural Diplomacy yang akan diadakan pada ahad, 18 maret 2018. Acara ini akan dihadiri langsung oleh Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia H.E Kim Chang-Beom selaku pembicara.

Acara iniakan diselenggarakan pada hari Ahad (18/2) yang akan mengambil tempat di Hall Lantai 4 UNIDA Gontor. Menurut ketua panita, al-Ustadz Aprilia Restuning Tunggal,M.A. acara bersama Tuan Beom akan diawali dengan kedatangan beliau ke Pondok Moderen Darussalam Gontor (PMDG) untuk bertemu dan bersilaturahim kepada al-mukarrom Bapak Pimpinan PMDG, kemudian tuan duta besar akan dibawa ke UNIDA Gontor Kampus Siman untuk mengisi kuliah umum mahasiswa mengenai Cultural Diplomacy.