“HI, FREE DAY!” Ajang Keakraban Mahasiswi Hubungan Internasional UNIDA Gontor.

Jum’at 15/2/20,  mahasiswi Hubungan Internasional UNIDA Gontor terlihat bergitu semangat dan antusias mengikuti salah satu acara menarik di Kampus Puteri Mantingan yang bernama “HI, FREE DAY!”

Adapun acara internal tersebut meliputi senam bersama dan dilanjutkan dengan serangkaian perlombaan untuk mahasiswi Hubungan Internasional UNIDA Gontor. Selain itu, acara ini diselenggarakan setelah kegiatan olahraga bersama seluruh mahasiswi UNIDA.  Antusias dan keceriaan tergambar dari raut wajah dan senyum sumringah mahasiswi dalam rangkaian acara hingga akhir.

“MENSANA IN CORPORE SANO / “العقل السليم في الجسم السليم

Tidak diragukan lagi bahwa ‘di dalam badan yang sehat, terdapat jiwa yang kuat’. Pemanasan dan senam SKJ-Poco Poco sengaja menjadi pengawal acara tersebut guna membangun jiwa yang sehat.  Dengan demikian, senam tersebut hadir sebagai sarana penguatan jasmani sebelum dimulainya perlombaan yang akan menguras tenaga pagi hari.

Walaupun olahraga bersama di hari Jum’at telah usai dilaksanakan, mahasiswi tetap  semangat memulai kembali senam untuk kedua kalinya. Senam tersebut tidak hanya menjadi satu-satunya acara di “HI, FREE DAY!”, namun dilanjutkan dengan rangkaian perlombaan setelahnya.

Kategori Perlombaan

Perlombaan yang beraneka ragam dimaksudkan untuk mangasah sense of creativeness para mahasiswi.  Dengan pengkategorian peserta lomba, diharapkan akan melatih keberanian mahasiswi untuk terlibat dalam aktifitas apapun. Adapun rangkaian perlombaan yang diselenggarakan adalah sebagai berikut:

No Perlombaan Kategori Sasaran
1. Save us president Per gol.darah Ketangkasan pemimpin terhadap penjagaan anggotanya
2. Unity in shoes Per kelas Keselarasan anggota membangun tujuan bersama
3. Water collecting Per angkatan Ketepatan dalam membidik suatu sasaran
4. Surviving Per kelas Kelincahan anggota dalam menganggapi Splendid Situation
5. Hula hoop strategy Per Council MUN Keahlian anggota menyusun strategi

Acara “HI FREE DAY” ditutup dengan pengumuman pemenang lomba. Penutupan disambut meriah bersamaan dengan kegembiraan yang terpancar dari mahasiswi yang menerima hadiah. Agenda ini diharapkan dapat menjadi ajang seluruh mahasiswi HI dalam menjalin ukhwah islamiyah. Dengan begitu persatuan akan tercipta untuk tujuan bersama, yaitu menjadi THE REAL AGENT OF CHANGE.

Pen: Rahma Andina/Angelia Islamiati Talo

Table Manner di Hotel Majapahit Sembari Napak Tilas Sejarah Indonesia

Hari yang cerah menyambut mahasiswi UNIDA Gontor Kampus Putri di kota pahlawan, Surabaya. Suasana dingin di pagi hari tidak menyusutkan niat para mahasiswi untuk menimba ilmu baru di tempat yang baru pula. Table manner adalah salah satu rentetan acara studi akademik dari semester 2 Universitas Darussalam Gontor Kampus Putri, Mantingan. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mengetahui etika dan tata cara bersantap bersama-sama di sebuah acara penjamuan resmi. Acara dilaksanakan pada Kamis 30/01/20.

Sekitar jam 9 pagi mahasiswi Unida tiba di Hotel Majapahit. Dulunya, hotel ini bernama LMS, lalu Hotel Oranje dan kemudian Hotel Yamato dan juga Hotel Hoteru. Hingga pada akhirnya hotel ini resmi bernama Hotel Majapahit. Setibanya mahasiswi UNIDA di Hotel Majapahit, para peserta langsung dimanjakan oleh arsitektur menawan khas bangsa Eropa dengan pernak-pernik yang bernuansa klasik.

Meniti Sejarah Hotel Majapahit

Hotel Majapahit adalah hotel mewah berbintang lima berlokasi di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Didirikan pada tahun 1910 oleh Lukas Martin Sarkies. Sebagai saksi bisu peristiwa bersejarah dalam mempertahankan harkat dan martabat bangsa Indonesia menjadikan hotel Majapahit sebagai cagar budaya bangsa Indonesia.

Setelah masuk lobi utama Hotel Majapahit, mata langsung dimanjakan oleh arsitektur menawan khas era 90-an. Lalu dilanjutkan dengan menyusuri jalan menuju aula tempat pelaksanaan table manner. Seluruh ruangan dihiasi ukiran khas zaman dulu dengan dinding yang dibalut oleh kayu-kayu jati yang mempercantik suasana.

Salah satu sejarah bangsa Indonesia yang terjadi di tanah Surabaya adalah sejarah perobekan bendera Belanda di Hotel Majapahit ini. Peristiwa heroik ini dilakukan bangsa Indonesia setelah gagal bernegosiasi dengan Mr. Ploegman dalam penurunan bendera Belanda dipucuk menara hotel. Sikap provokatif dari Belanda itulah yang akhirnya mamicu masyarakat Surabaya merobek warna biru pada bendera yang sedang berkibar. Setelah warna biru pada bendera berhasil dirobek oleh Koesno Wibowo, terjadi baku tembak antara bangsa Indonesia dengan tentara sekutu. Dalam peristiwa tersebut, Sidik selaku pengawal residen Soedirman meregang nyawa dalam perjalanan menuju rumah sakit setelah mengalami luka tembak dengan pengawal Mr. Ploegman.

Table Manner yang bertema klasik
tema klasik

Table manner adalah etika makan yang merupakan aturan standar dalam menyantap makanan pada acara penjamuan resmi. Etika yang diperkenalkan oleh bangsa Eropa ini mengatur banyak hal ketika berada di meja makan dalam acara jamuan resmi. Aturan yang diberlakukan dalam table manner adalah menyangkut posisi duduk hingga penggunaan peralatan makan diatas meja.

Kegiatan table manner di Hotel Majapahit dibuka oleh Pak Untung selaku moderator acara table manner. Normalnya, terdapat dua metode yang digunakan dalam table manner. Metode pertama berasal dari Amerika dan metode kedua datang dari selain Amerika atau klasik. Adapun metode yang digunakan pada pelatihan kali ini adalah metode klasik. Antara dua metode ini memiliki perbedaan mencolok pada peletakan alat makan setelah selesai menyantap hidangan.

sajian Khas Hotel Majapahit

Mahasiswi UNIDA Gontor begitu antusias mengikuti serangkaian proses table manner yang dilaksanakan. Ada empat jenis makanan yang dihidangkan selama pelaksanaan table manner, yakni hidangan appetizer (pembuka) , soup, main course (utama), dan dessert (penutup). 

Makanan pembuka diawali dengan roti dan butter yang disediakan disebelah kiri dengan minuman yang terletak di sebelah kanan. Selanjutnya disajikan Grilled Water Melon Salad with Fruit Yogurt, yakni perpaduan antara melon dan semangka dengan siraman yogurt buah di atasnya. Adapun cara menikmati salad adalah dengan menggunakan garpu dan pisau yang diletakkan pada susunan terluar dari tatanan alat makan yang disediakan di meja. Pelayan yang berdiri disekitar meja makan akan terus siap siaga menjaga gelas minuman agar tetap terisi penuh.

menu utama

Menu kedua datang setelah seluruh mahasiswi UNIDA menghabiskan hidangannya. Hidangan kedua berupa sup berwarna merah dengan sedikit warna jingga dan terdapat roti kering di samping mangkuknya. Cara menikmatinya adalah dengan menyendokkan sup dari arah jam 6 kearah jam 12.

Akhirnya, kini tiba hidangan yang ditunggu-tunggu, main course. Makanan utama yaitu berupa ayam dan kentang dengan kombinasi dua saus di atasnya. Menyantapnya pun juga harus menggunakan garpu dan pisau yang terletak pada barisan terdekat dengan piring. Adapun cara menikmati hidangannya adalah dengan memotong sedikit bagian makanan dengan pisau dan ditusuk dengan garpu, lalu diarahkan ke arah mulut. Artinya, bukan mulut yang mengejar arah makanan tetapi makananlah yang harus diarahkan ke arah mulut.

Makanan terakhir yang menjadi ciri khas dari Hotel Majapahit adalah Majapahit Cream Brule. Makanan penutup ini disantap menggunakan sendok berdiameter kecil, terletak di bagian atas meja makan. Setelah selesai menyantap makanan penutup, lalu dilanjutkan dengan pembagian doorprize.

Doorprize Sebagai Penutup Acara Table Manner

Setelah melaksanakan seluruh rentetan dan aturan table manner yang berlaku, moderator memberikan doorprize khas Hotel Majapahit kepada salah satu mahasiswi teraktif selama pelaksanaan acara. Karena antusiasme dari seluruh mahasiswi UNIDA, suasana acara menjadi semakin meriah. Pak Untung selaku moderator acara table manner berpesan bahwa ilmu ini akan sangat berguna bagi mahasiswi sekalian di kemudian hari.

Table manner selesai pada jam 12.30, setelah penyerahan cinderamata khas Universitas Darussalam Gontor dan kesan pesan dari dosen UNIDA Gontor, yaitu Al-Ustadzah Dini Septiana Rahayu S,ip M, Hub. Int. Seluruh mahasiswi UNIDA lalu bergegas meninggalkan Hotel Majapahit menuju destinasi studi akademik selanjutnya, yaitu Konsulat Jendral Amerika yang berjarak sekitar 2 jam.

Ikuti Queen of Languange Perdana, 2 Mahasiswi HI UNIDA Putri Lolos ke Babak Grand Final

Al-Lughoh Taaj Al-Ma’had (bahasa adalah mahkota pondok) merupakan semboyan yang sudah melekat  lama di urat nadi penghuni Gontor. Keterampilan berbahasa sudah ditanamkan dari masa menjadi santri saat berada dalam lingkunngan pendidikan Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI). Para santri ditempah sedemikian rupa untuk bisa berbahasa asing, khususnya Arab dan Inggris. Walaupun kini sudah naik levelnya menjadi mahasantri, kebiasaan berbahasa asing seolah sudah mendarah daging bagi kebanyakan alumni.

Bahasa adalah Bekal Mahasiswi UNIDA Gontor

Bekal yang didapatkan dari Gontor sangat berharga bagi semua yang telah mengenyam pendidikan di dalamnya. Bahkan, hal tersebut juga kian relevan ketika menjadi mahasiswi di perguruan tinggi di mana kebanyakan literatur perlu dipahami dengan bahasa asing.

Dengan adanya kegiatan seperti Queen of Language, tentunya dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswi UNIDA Gontor untuk tetap mempertahankan bekal tersebut. Seolah tidak ada alasan untuk meninggalkan budaya berbahasa, para mahasiswi tetap eksis dengan habit tersebut.

Queen of Language Competition 2020

Tahun ini merupakan tahun yang banyak pergerakan baru di UNIDA Gontor Kampus Putri. Perlombaan demi perlombaan hadir menjadi wadah untuk mengakomodasi minat dan bakat mahasiswi. Salah satunya adalah dengan diadakannya perlombaan Queen of Language 2020 yang juga merupakan perlombaan bahasa perdana di kampus pesantren ini.

Queen of Language merupakan sarana tepat bagi para mahasiswi dengan kapabilitas linguistik untuk menyalurkan bakatnya. Serangkaian perlombaan diselenggarakan dengan aspek-aspek berbahasa, yaitu reading, listening, writing, dan speaking.

Alur Perlombaan

Berani bersaing dan pantang menyerah merupakan etos yang harus ditunjukkan saat mengikuti lomba. Di putaran pertama, perlombaan ini diikuti oleh seluruh mahasiswi UNIDA dari semester 2 dan 4. Mengingat seluruh peserta begitu gigih dan berjuang dengan maksimal, persaingan di antara peserta nampak begitu sengit.

Setelah melalui proses seleksi yang panjang, terpilihlah 20 besar peserta lomba yang berhak melaju ke babak selanjutnya. Tes berbasis reading diadakan untuk menyeleksi para peserta di babak ketiga. Babak ketiga ini akhirnya menggugurkan 10 peserta dan menyisakan 10 yang lain yang berhak lolos di level selanjutnya.

Pada sesi selanjutnya, peserta lomba dihadapkan dengan broadcast listening dari program luar negeri dan disusul dengan summary taking.  Adapun selanjutnya, para peserta yang tersisa diharuskan menjadi broadcaster untuk tema yang telah ditentukan.

Melaju hingga Grand Final

Sesi grand final menyuguhkan pertunjukan yang sangat menarik karena semuanya ingin menjadi yang terbaik. Babak grand final ini hanya diikuti oleh 5 peserta saja. Namun, keluarga besar Hubungan Internasional patut berbangga. Pasalnya, 2 dari 5 peserta yang berjuang dalam sesi akhir ini berasal dari prodi Hubungan Internasional UNIDA Putri. Alhamdulillah!

Adapun dua mahasiswi tersebut adalah Nabila Thyra Janitra dari semester 4 dan Rifda Qothrunnada dari semester 2. Hasil yang membanggakan dari dua mahasiswi ini membuktikan usaha dan do’a berbanding lurus dengan hasil akhir. Semoga kelak akan muncul mahasiswi-mahasiswi HI lain yang berprestasi dan membanggakan.

Ed: Wildi Adila

HMP HI UNIDA Puteri Raih 2 Penghargaan di UNIDA Award 2020

Mantingan, Jumat (27/12/2019), UNIDA Kampus Puteri mengadakan UNIDA AWARD 2020. Acara ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Mahasiswi. Pada kesempatan kali ini, UNIDA Award 2020 diselenggarakan di Meeting Hall UNIDA Puteri dan diikuti oleh seluruh mahasiswi reguler UNIDA Puteri Kampus Mantingan.

Acara Dimulai

Agenda yang berlangsung kali ini berkesempatan menghadirkan Dekan Kulliyatul Banat dan beberapa dosen lainnya. Acara ini dimulai pukul 20.00 dan dibuka langsung oleh Dekan Kulliyatul Banat, Al-Ustadz Nurhadi Ihsan, MIRKH. Dalam sambutannya beliau berharap mahasiswi reguler UNIDA Puteri terus aktif, produktif dan mengasah kemampuan yang dimiliki. Mahasiswi dituntut untuk aktif dalam segala kegiatan, baik nasional maupun internasional. Menjadi singa betina yang mampu bertahan dan berjuang dimanapun, baik dalam akademik maupun non-akademik.

Awards

Apresiasi yang pertama diberikan kepada HMP HI UNIDA Puteri sebagai kategori HMP Teraktif. HMP HI UNIDA Puteri memang terbilang sangat aktif sekali mengikuti kegiatan dan memenangkan perlombaan, baik yang didalam kampus maupun mengirimkan delegasinya keluar kampus. Penghargaan diberikan langsung oleh Kepala Direktorat Pengasuhan UNIDA Puteri, Al-Ustadz Suyanto, M.A

Apresiasi selanjutnya diberikan kepada Fiani Nurmalasari (HI 2017) sebagai mahasiswi teladan UNIDA Gontor kampus Puteri 2020. Pada kali ini, Bapak Dekan Kulliyatul Banat, Al-Ustadz Nurhadi Ihsan, MIRKH berkesempatan memberikan penghargaan ini secara langsung kepada Fiani Nurmalasari.

“Saya bukan yang terbaik untuk berdiri di depan, saya hanya mencoba menjadi yang terbaik, karena yang terbaik hanya Allah SWT. Tiada kata yang dapat saya ucapkan sebagai ungkapan rasa maaf dan terimakasih untuk semuanya. Mahasiswi harus tetap semangat, gunakan waktu dengan sebijak mungkin dan jangan sia-siakan masa muda hanya untuk kebahagiaan semata,” ungkap Fiani.

Harapan

Double awards yang disematkan ke HMP dan seorang mahasiswi HI UNIDA Gontor ini  mampu menjadi  kado manis di awal tahun 2020 sekaligus sebagai pengingat bagi kepengurusaan HMP berikutnya untuk mempertahankan prestasi bergengsi ini. Selain itu, penghargaan ini diharapkan mampu menjadi pengobar api semangat bagi mahasiswi lainnya untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan di dalam maupun luar UNIDA Gontor.

Tidak lupa, seluruh kegiatan dan sikap aktif para mahasiswi ini harus diniati untuk li i’lai kalimatillah.

Pen: Dinah Alifia Ainaya/HI 2018

Ed: Wildi A

Mahasiswi HI UNIDA Gontor Ikuti ASEAN Youth General Forum 4.0

Sebanyak 9 mahasiswi HI Unida Gontor mengikuti kegiatan ASEAN Youth General Forum 4.0 di Yogyakarta pada November lalu. ASEAN Youth General Forum ini merupakan merupakan program rutin Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Event ini merupakan sebuah wadah yang dibentuk untuk menumbuhkan minat pemuda ASEAN terhadap isu-isu global yang sedang marak terjadi serta menjadi sarana pembelajaran bagi delegasi untuk menemukan solusi.

Di dalam acara ini, delegasi mengikuti seminar Internasional dengan pembahasan mengenai isu global yang sedang terjadi dan disampaikan oleh seorang pakar. Kegiatan selanjutnya adalah simulasi sidang PBB atau MUN, yaitu kegiatan akademik dimana delegasi belajar tentang diplomasi, hubungan internasional dan lainnya. MUN mengajarkan keterampilan public speaking, debat, menulis, berpikir kritis, kerja sama tim, dan kepemimpinan. Setelah menemukan solusi, para delegasi akan diajak untuk merehatkan pikiran dengan mengunjungi situs bersejarah yang terdapat di kota Yogyakarta.

SEMINAR INTERNASIONAL

Pembawa acara dalam ASEAN Youth General Forum 4.0

Acara ASEAN Youth General Forum 4.0 dibuka dengan seminar internasional dengan mendatangkan pembicara yang kredibel. Adapun pembicara yang hadir dalam seminar internasional ini adalah Mrs. Nguyen Tuong Van selaku General Secretary of ASEAN Inter-parlementary Assembly. Beliau menyampaikan materi mengenai keamanan berkelanjutan serta kesadaran internasional terhadap isu-isu yang berkembang di ASEAN, dan sedikit membahas mengenai AIPA.

Pembicara selanjutnya ialah Mr Riaz J.P Saehu selaku Director of ASEAN Culture and Social Cooperation Ministry of Foreign Affair. Dalam seminarnya, beliau menjelaskan mengenai peran Indonesia dalam menjaga perdamaian serta langkah ASEAN menghadapi masalah yang dihadapi oleh Negara anggotanya.

Pemateri yang terakhir ialah Mrs. Putri Arie Hendra Murti selaku Environment Officer of Environmental Education and Youth Engagement of ASEAN Secretary. Beliau menyampaikan bagaimana cara menjaga lingkungan dan peran anak muda dalam pelestarian lingkungan di ASEAN.

MUN (Model United Nations) AYGF 4.0

Delegasi HI UNIDA menyampaikan argumen nya dalam AGYF 4.0

MUN adalah simulasi sidang atau kegiatan akademik dimana delegasi belajar mengenai diplomasi, hubungan internasional dan lainnya. MUN melibatkan dan mengajarkan dalam meneliti, public speaking, debat, dan keterampilan menulis, berpikir kritis, kerja sama tim, dan kepemimpinan. Partisipasi dalam MUN ini dimaksudkan untuk berlatih negosiasi, berbicara dan keterampilan komunikasi.

MUN ini dibagi menjadi 2 council, yaitu UNSC (United Nation of Security Council) & UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change). Pembahasan yang dijadikan topic dalam MUN kali ini sangat menarik kerena menyangkut isu-isu global yang ada di sekitar kita. UNSC bertemakan “Combating Terrorist Movement in Southeast Asia” dan UNFCCC “Climate Change Mitigation: Building Resilient Agriculture to Ensure Food Security”.

Site Visit ASEAN Youth General Forum 4.0

Pertunjukan wayang golek di Yogyakarta

Site visit atau berkunjung ke situs sejarah di daerah Yogyakarta merupakan rangkaian kegiatan akhir sebelum penutupan. Pada kegiatan ini para delegasi diajak untuk mengunjungi situs bersejarah seperti batik Yogya serta penampilan wayang golek. Para delegasi di kenalakan dengan sejarah batik dan motif batik, serta cara pembuatan pola batik hingga pada tahapan pengeringannya.

Selain itu, delegasi diperkenalkan kepada wayang sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang harus dilestarikan keberadaannya di zaman modern ini. Pada sesi ini para delegasi diceritakan tentang sejarah wayang serta bagaimana silsilah wayang itu sendiri.

Sepenggal harapan pemuda ASEAN

Dari berbagai kegiatan yang kami ikuti, kami berharap dapat meningkatkan kepemimpinan, pemikiran analitis, diplomasi, dan keterampilan berbicara di depan umum. Serta dapat menjadi motivasi bagi teman-teman yang lain untuk dapat berlomba-lomba berpartisipasi dalam membangun dunia yang damai.

“The youths of today are the leader of tomorrow”-Nelson Mandela

(Darmelia Puspita Sari, HI 2018)