WISDOM SPEECH: ISLAM IN UNITED STATES OF AMERICA

Amerika Serikat dan Indonesia merupakan dua negara dengan banyak kesamaan. Kesamaan tersebut diantaranya adalah menganut asas demokrasi, serta memberikan kebebasan dalam hal beragama. Selain itu, Amerika Serikat dan Indonesia juga bekerjasama dalam berbagai bidang, salah satunya ialah bidang education. Melihat hal tersebut, pemerintah Amerika dan Indonesia sepakat untuk membangun Konsulat Jenderal (KONJEN) Amerika Serikat di Indonesia yang bernama EducationUSA.

Islam in United States of America

Pada kesempatan kali ini, salah satu staf Konjen AS, Maryia Kelly berkenan untuk hadir pada acara Wisdom Speech (WS). WS ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi HI UNIDA Putri, bertepatan pada tanggal 23/09/19 bertempat di Main Hall Pascasarjana. Wisdom Speech kali ini mengangakat tema “Islam in the United States of America” sebagai negara yang memberikan kebebasan dalam hal beragama. Acara ini dihadiri oleh beberapa dosen HI putra dan putri serta seluruh peserta seminar dari berbagai progam studi.

Acara yang dimoderatori oleh Al-Ustadzah Ida Susilowati ini dimulai dengan perkenalan Mrs.Maryia didepan para hadirin. Mrs.Maryia bercerita bahwa ia adalah seorang imigran dari Belarus yang menjadi salah satu diplomat AS  “…Iam an immigrant, but then I became one of US diplomats”, begitu katanya. Dari AS inilah, ia mulai mengenal agama-agama, terutama islam dari teman semasa kuliahnya.

Islam in United States of America
Islam in United States of America
Islam di Amerika

Acara dilanjutkan dengan sesi dimana ia menjelaskan tentang Islam di Amerika. AS memberikan kebebasan kepada rakyatnya untuk menentukan agama yang akan ia peluk. Hal ini terbukti dengan banyaknya kelompok agama di AS, yaitu sekitar 3000 kelompok.

Keinginan untuk melindungi kebebasan beragama membimbing para pendiri Amerika Serikat untuk menciptakan negara yang memisahkan agama dan negara. Hal itu sebagai jaminan kebebasan untuk mempraktikkan keyakinan seseorang tanpa takut akan penganiayaan. Jaminan itu dinyatakan dalam Amandemen Pertama Konstitusi AS, “Congress shall make no law respecting an establishment of religion, or prohibiting the free exercise thereof…”

Mayoritas dari masyarakat Amerika Serikat merupakan pemeluk  agama kristiani, yaitu sekitar 70.6 %. Sementara untuk agama non-kristiani adalah 5.9 %, dan pemeluk agama islam sendiri hanya 0.9 %. Pemeluk agama Islam mayoritasnya adalah Imigran dari berbagai negara. Pew Research Center’s 2017 menyebukan bahwa terdapat 75 negara imigran dengan ras dan etnis yang berbeda pula.

Dalam bidang Edukasi, terdapat beberapa agenda yang diadakan oleh mahasiswa muslim di Amerika Serikat. Seperti mahasiswa University of Pittsburgh yang membuat komunitas Muslim Student Association (MSA) bagi mahasiswa muslim di universitas tersebut. Selain itu, juga terdapat mahasiswa muslim Georgetown University yang mengadakan buka puasa bersama. Hal itu dilakukan guna membangun ukhuwah islamiyyah serta meningkatkan keimanan.

Pesantren Pertama

Di AS, sekarang juga sudah terdapat Islamic Boarding School (Pesantren). Pesantren pertama ialah Pondok Nusantara Madani USA di Connecticut, yang didirikan oleh Imam Shamsi Ali. Beliau merupakan pelajar Muslim Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat. Selain itu juga terdapat ribuan masjid yang tersebar di Amerika Serikat, salah satu yang terluas berada di Dearborn, Michigan.

Demikian merupakan paparan Mrs. Maryia Kelly mengenai Islam di Amerika Serikat. Acara dilanjutkan dengan Question and Answer (QnA) dengan para mahasiswi yang hadir.  Setelah QnA tersebut selesai, acara ditutup dengan do’a dan foto bersama.

Besar harapan setelah  acara Wisdom Speech ini mahasiswi UNIDA bisa membuka mata mengenai Islam di AS, bukan hanya isu tentang Islamophobia. Dari acara ini juga, kita berharap agar senantiasa bersyukur. Bersyukur karena mayoritas rakyat Indonesia beragama islam dan dilahirkan dalam keadaan Islam. Serta, menjaga ukhuwah Islamiyyah antar umat Islam harus selalu diperjuangkan dimanapun tempatnya.