Mahasiswa HI UNIDA Gontor Berburu Pengalaman di Ibu Kota Selama 4 Hari

DSC_0206

HI UNIDA Gontor – pada tanggal 18 – 22 Oktober 2017 lalu, semua Mahasiswa Hubungan Internasional semester V Universitas Darussalam Gontor mengadakan Studi Akademik di empat instansi negara dan organisasi Internasional, serta mengikuti acara seminar yang berbasis ke-HI-an di Jakarta. Kelimanya adalah Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, International Committee of Red Cross (ICRC), Pusat Kebudayaan Jerman dan Rusia, serta Acara Conference on Indonesia Foreign Policy (CIFP) di Mall Kasablangka Jakarta Selatan.

Studi Akademik ini adalah agenda rutin tahunan yang dicanangkan oleh pihak UNIDA Gontor kepada setiap Program Studi yang ada, guna membekali mahasiswa-mahasiswanya keseimbangan antara teori yang didapat dalam kelas dengan praktek yang terjadi di lapangan. Pada semester ganjil ini, mahasiswa HI semester lima, diarahkan ke empat instansi-instansi tersebut, sebagai lanjutan mata kuliah Hukum Humaniter Internasional, Bisnis Internasional, dan Diplomasi Budaya. Dimana  pada acara ini pula, mahasiswa diharapkan mampu menyelaraskan antara literatur-literatur yang telah dibaca dengan realita di lapangan.

Untuk menghubungkan antara apa yang didapat dengan studi kasusnya, para peserta mengakui bahwasanya ini sangatlah rumit, akan tetapi kerumitan itu sedikit demi sedikit mulai tercerahkan ketika telah berhadapan dan berdiskusi langsung dengan ahlinya, walaupun hanya hitungan menit saja. Para mahasiswa sangat berharap, supaya studi akademik ini terselenggarakan dalam waktu yang relative lama, agar benar-benar mengena ke dalam pemahaman mereka dan mampu mengaplikasikan teori tersebut untuk memecahkan kasus-kasus yang serupa di kemudia hari.

Dua Pesan Rizal Ramli Untuk Indonesia Maju

Dr. Rizal Ramli at Unida
Pemaparan Dr. Rizal Ramli di Hadapan Semua Mahasiswa UNIDA Gontor

HI UNIDA Gontor – pada Ahad (15/10) Toko nasional Dr. Rizal Ramli mengisi kuliah umum di Universitas Darussalam Gontor, dengan tema “Potensi Ekonomi Indonesia dalam Memacu Kesejahteraan Rakyat” yang dihadiri oleh rektor, dosen, serta lebih dari 600 mahasiswa UNIDA Gontor yang termasuk mahasiswa Hubungan Internasional di dalamnya.

Beliau adalah salah satu pakar ekonomi Indonesia. Dan menariknya, beliau pernah menempuh pendidkan di Pondok Modern Darussalam Gontor, meski hanya semingu namun beliau dapat menyimpulkan banyak hal. Kunjungan beliau pertama-tama ke Pondok Modern Darussalam Gontor untuk bersilaturahmi dengan KH. Hasan Abudullah Sahal selaku Mudir Pondok Modern Darussalam Gontor yang kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke UNIDA Gontor.

Kesimpulan beliau dalam kuliah umum yang sangat kental dengan sisi keilmuan HI adalah Pertama, Indonesia Mampu menjadi negara yang hebat, asalkan Indonesia memiliki visi perekonomian yang jelas. Kedua, pemanfaatan sumber daya yang optimal, serta tidak menggunakan sistem pembangunan neo liberal seperti bank dunia, karena sistem ini merupakan pintu masuk penjajahan memalui ekonomi. Bilamana Indonesia mampu menerapkan kedua hal tersebut, maka bukan tidak mungkin negara ini akan menjadi negara yang maju.

HI Semester Satu Mengokohkan Kebersamaan Melalui Meja Makan

Untitled-1

HI UNIDA Gontor – Tepat pada hari sabtu (10/10), Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Semester I mengadakan acara tasyakuran dan makan bersama di luar kampus UNIDA Gontor. Acara yang bertempat di Restoran Joglo Manis ini diadakan atas inisiatif dan mufakat para mahasiswa semester satu atas telah terselenggaranya studi akademik untuk semester ini.

Di sisi lain, Acara  ini diadakan tepat setelah acara pergantian pengurus Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) yang diadakan dalam bentuk rentetan kesyukuran atas bergantinya kepengurusan lama ke kepengurusan baru. Kemudian acara ini ditujukan untuk memperkuat hubungan antar mahasiswa semester satu dalam perjalanan empat tahun kedepannya.

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh ketua kelas semester satu Panji ahmad satria, dia berharap dengan adanya acara ini, kekompakan, kekeluargaan, dan kebersamaan antar mahasiswa semester satu akan semakin kuat kedepannya, kemudian ia juga berpesan supaya mereka saling mendoakan dan saling membantu satu sama lain, terutama jika diantara mereka ada yang bermasalah. Pukul 20.00 WIB acara ini ditutup dengan rangkaian doa dan foto bersama.

Mahasiswa HI Semester Satu Kunjungi Konjen Jepang dan Amerika Serikat Di Surabaya

HI UNIDA Gontor – Mahasiswa Hubungan Internasional Semester Satu Universitas Darussalam Gontor melakukan kunjungan Studi akademik pertamanya ke Surabaya, dalam kunjungan kali ini mahasiswa HI UNIDA Gontor yang sejumlah 55 orang mengunjungi Konsulat Jendral  Amerika Serikat dan Konsulat Jendral Jepang. Kunjungan ini dilaksanakan pada hari Selasa lalu (03/10) dan dibimbing langsung oleh Ketua Prodi HI al-Ustatdz Sofi Mubarak M.A dan dosen pembimbing al-Ustadz Aprilia Restuning Tunggal M.A

Instansi pertama yang dikunjungi adalah Konjen Amerika Serikat, dimana pada kunjungan pertama ini banyak pengalaman yang di dapatakan, mulai dari ketatnya proses screening yang dilakukan sebelum memasuki kawasan perkantoran yang mana semua alat komunikasi serta kamera dilarang untuk di bawa masuk di karenakan kawasan ini merupakan kawasan yang steril dan juga kawasan ini dijaga ketat oleh pasukan bersenjata lengkap.

Pada pertemuan itu mahasiswa Hubungan Internasional Diberikan kesempatan untuk langsung berdiskusi mengenai kegiatan Konjen Amerika dan pada kesempatan itu juga mahasiswa HI UNIDA Gontor juga diperkenankan untuk melihat perpustkaan mini milik instansi ini, yang mana di dalamnya terdapat banyak sekali literatur-literatur. Serta mahasiswa juga diinformasikan tentang beasiswa-beasiswa yang di bawah naungan Konjen Amerika Serikat, salah satunya YSEALI yang diadakan setiap tahunnya.

Kunjungan kedua dilaksanakan di Konjen Jepang, pada kunjungan kedua ini proses screening yang dilewati tidak seketat yang berada di Konjen Amerika. Akan tetapi sama halnya dengan yang di Kojen Amerika, mahasiswa Prodi HI UNIDA Gontor juga dilarang membawa peralatan elektronik.Di instansi ini para mahasiswa disuguhkan dengan pengetahuan tentang budaya jepang serta diajarkan sedikit bahasa Jepang. kemudian mahasiswa pula diberitahukan akan beberapa kerjasama yang terjalin antara Indonesia dan jepang.