Retno Marsudi: Maju Terus HI UNIDA Gontor

Gontor – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) membuka International Conference, Afro-Asian University Forum di UNIDA Gontor yang dihadiri tak kurang dari 17 rektor Universitas di Asia dan Afrika. Bagi Program Studi Hubungan Internasional Universitas Darussalam Gontor (Prodi HI UNIDA Gontor), kedatangan Menlu RI Retno Marsudi melengkapi hubungan kerjasama dan kemitraan antara Kemenlu RI dan UNIDA Gontor yang sudah terjalin tiga tahun terakhir.

Tepatnya tahun 2015, kerjasama UNIDA Gontor dan Kemenlu ditandai dengan ditandatanganinya MoU antara UNIDA Gontor dan Direktorat Diplomasi Publik Kemenlu RI. Setahun berselang, Wakil Menlu RI, A.M. Fachir menghadiri undangan UNIDA Gontor dan memberikan kuliah umum dalam Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Gontor. Tak cukup disitu, pada bulan april 2018 puluhan diplomat menengah Kemenlu RI nyantri selama tiga hari di UNIDA Gontor. Perlu dicatat juga, bahwa saat ini (tahun 2018), lima mahasiswa semester 7 Prodi HI UNIDA Gontor sedang menempuh praktik magang di Kemenlu RI.

Maka, kedatangan Retno Marsudi pada 22 Juli 2018 kali ini terasa sangat spesial bagi program studi HI UNIDA Gontor. Dalam testimoninya untuk HI UNIDA Gontor yang disampaikan langsung kepada Ketua Program Studi HI Ust. Mohamad Latief, Menteri Luar Negeri wanita pertama di Indonesia ini menekankan untuk, selalu menjaga dan terus meningkatkan hubungan baik yang telah terjalin antara UNIDA Gontor dan Kemenlu RI. Ia juga memberi motivasi kepada Prodi HI UNIDA Gontor dengan kalimat yang melecut semangat para dosen dan mahasiswanya: “terus maju Prodi HI UNIDA Gontor !”.

Diplomat Nyantri : Menguak Peran Indonesia Untuk Palestina

HI UNIDA Gontor – Pada sabtu malam (14/04) para diplomat peserta diplomat nyantri di UNIDA Gontor mengisi seminar dihadapan para mahasiswa dengan mengangkat “Suara Diplomat Indonesia untuk Palestina” sebagai tema utama.

Perhelatan yang bertempat di Hall Gedung Utama ini digunakan untuk menjelaskan kapada para mahasiswa UNIDA mengenai langkah-langkah kemanusiaan yang dilakukan oleh Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan memberikan bantuan kepada penduduknya.

Agenda ini dinarasumberi langsung oleh dua orang diplomat, mereka adalah Supriyanto Suwito dan Darmawan Hadi. keduanya merupakan diplomat Indonesia yang pernah ditugaskan di konflik-konflik yang terjadi di wilayah Timur Tengah.

Dalam pemaparan kedua diplomat muda tersebut, mereka menerangkan mengenai partisipasi Indonesia dalam membantu kemerdekaan Palestina dan menolak kekejaman yang dilakukan oleh Zionis Israel. Dimulai dari penolakan secara terang-terangan oleh Presiden Joko Widodo dan aparatur pemerintah, bahkan sampai bantuan pendirian rumah sakit Indonesia untuk Palestina oleh rakyat Indonesia, dantentunya bagaimana lika-liku yang Indonesia lalui didalamnya.

Di akhir sesi, Ustadz Rudi Candara, salah seorang dosen HI UNIDA Gontor mennutup dengan doa, tapi sebelumnya beliau berpesan kepada semua hadirin “Sejatinya peranan indonesia memanglah belum efektif untuk memerdekakan Palestina, akan tetapi setidaknya kita telah melakukan berbagai macam upaya untuk kemerdekaan palestina”. (Muhammad Reyhan Abyan)

Kuliah Bersama Diplomat Indonesia

HI UNIDA Gontor – Pada Sabtu (14/4) Mahasiswa Hubungan Internasional UNIDA Gontor mengikuti serangkaian acara “Diplomat Nyantri”. Kegiatan tersebut meliputi belajar bersama di kelas- kelas yang telah disediakan oleh panitia di lantai 3 gedung utama, dengan para diplomat sebagai tim pengajarl yang menyampaikan materi terkait  hubungan internasional dan diplomasi.

Salah satu tema yang diangkat mengenai “ Regionalisme Maritim ; Indonesia Dan ASEAN “. Tema ini disampaikan oleh Ahmad Almaududy Amri, salah seorang peserta diplomat nyantri di UNIDA Gontor 2018. Diplomat yang fokus kajiannya kemaritiman ini, banyak memaparkan hal-hal penting yang sedikit dibincangkan dalam literatur-literatur saat ini. Salah satunya mengenai Deklarasi Djuanda (Djuanda Declaration).

Hal-hal penting yang disampaikan oleh para diplomat ini sangat perlu bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa HI UNIDA Gontor. karena dengan mengetahui potensi negri ini, akan menjadi refrensi untuk menjaga kedaulatan Indonesia di  kemudian hari. Diakhir para mahasiswa diberikan kesempatan untuk bertukar fikiran dan menannyakan hal-hal yang berkaitan dengan diplomat dan cara- cara berdiplomasi, dengan harapan dapat menambah wawasan para mahasiswa khususnya dibidang Hubungan Internasional. (febyardianto)

Peran Indonesia terhadap konflik yang terjadi di Palestina

HIUNIDA-Tepat pada malam Ahad, (14/04) para Diplomat yang mengikuti salah satu program baru  sekolah staff dinas luar negeri (SESDILU) yaitu “Diplomat nyantri” mengadakan seminar dengan judul “Suara Diplomat Indonesia untuk Palestina” .

acara yang bertempat di hall lantai empat diadakan untuk menjelaskan secara jelas kapada Mahasiswa UNIDA khususnya langkah-langkah kemanusiaan yang sudah dilakukan Indonesia dalam memberikan bantuan pada penduduk Palestina yang  sedang terpuruk dikarenakan konflik yang hampir tiada akhir tersebut.

pembicara adalah dua diplomat luar negeri yang memang bertugas khusus mengenai konflik-konflik yang terjadi disana, dalam pembicaraannya tersebut mereka menerangkan bagaimana dinamika partisipasi yang dilakukan Indonesia untuk menolong Warga Palestina dan menolak kekejaman yang dilakukan oleh Israel, mulai dari penolakan secara terang-terangan oleh Presiden Joko widodo bahkan mengecam hal tersebut sampai pendirian rumah sakit Indonesia untuk Palestina, dan tentunya bagaimana lika-liku yang Indonesia lalui didalamnya

senam pagi bersama Hubungan Internasional ( IR GYM )

HIUNIDA-Tepat pada Jumat pagi pukul enam (13/04)  segenap Mahasiswa dari semester dua dan empat dan beberapa semester enam keatas program studi Hubungan Internasional sudah stay di depan Abu bakar dalam rangka mengadakan “IR gym” atau senam pagi bersama, acara yang dicanangkan oleh Divisi kreativitas dan olahraga ini selain bertujuan untuk mempertambah erat ukhuwwah diantara mereka  juga menambah kebugaran dan kesehatan tubuh.

Acara berjalan cukup meriah sekalipun tidak semua yang mengikuti,  senam mulai dari gerakan  yang hanya sekedar untuk canda gurau sampai senam kebugaran jasmani 2015 (SKJ) dimainkan oleh ahlinya, Praktisinya sendiri terdiri dari 3 orang yaitu: Aldin semester 4, Rahma semester 2 dan Yusrin semester 4.IR gym pun diakhiri dengan perfotoan bersama dan disambung dengan bermain Futsal bersama-sama