Kementerian Perdagangan Jadi Sumur Ilmu Mahasiswi UNIDA Gontor

Kementerian Perdagangan menjadi salah satu tujuan utama untuk pelaksanaan Studi Akademik Mahasiswi HI semester 6. Dalam Progam Studi Hubungan Internasional UNIDA Gontor, terdapat dua konsentrasi yang diadopsi, yaitu Studi Keamanan Global dan Bisnis Internasional. Untuk membantu penguasaan kedua konsentrasi tersebut, dilaksanakanlah Studi Akademik (SA) ke berbagai Instansi Pemerintah. Pada kesempatan ini, mahasiswi HI 6 berkesempatan untuk melaksanakan Studi Akademik ke Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag). Kunjungan pertama ini berlangsung pada 12 Februari 2020.

SA semester 6 yang didampingi oleh Usth. Novi Rizka dan Usth. Afni disambut baik oleh pihak Kemendag. Sambutan diberikan oleh Ibu Sri Nastiti, selaku Sekertaris Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Internasional (BPPPI). Dalam sambutan tersebut Ibu Nastiti menjelalaskan sedikit mengenai Kementerian Perdagangan. Kemendag merupakan kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan perdagangan. Target sasaran kabinet pada tahun ini ialah menstabilkan harga serta meningkatkan ekspor dan mengamankan/meminimalkan impor. Sementara BPPPI merupakan merupakan pendukung unit-unit yang membantu didalam Kementerian Perdagangan. BPPPI ini tidak merumuskan suatu kebijakan, melainkan pihak yang merekomendasikan/mengusulkan kebijakan.

Setelah sambutan selesai dilanjutkan dengan kuliah umum oleh Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Bapak Djatmiko Bris Witjaksono, S.E., MSIE. Beliau disini menyampaikan mengenai kinerja perdagangan luar negeri Indonesia dan kebijakan Kementrian Perdagangan.

Bapak Djatmiko
Bapak Djatmiko
Perkembangan Makro Ekonomi Global

Indonesia merupakan salah satu negara yang mempraktikan ekonomi terbuka, yang mana saling mempengaruhi dan dipengaruhi oleh pihak eksternal dan internal, namun tingkatnya berbeda-beda. Jika membahas mengenai makro ekonomi, maka tak akan jauh-jauh dengan interdependensi yang terjadi antara negara-negara. Tetapi, kenyataannya kinerja ekonomi dan perdagangan global saat ini sedang melambat.

Pertumbuhan ekonomi dunia mengalami perlambatan, di mana pada tahun 2019 diperkirakan hanya tumbuh 2,9%, dari sebelumnya 3,6% pada tahun 2018. Pertumbuhan volume perdagangan dunia yang meliputi barang dan jasa juga mengalami penurunan. Pada tahun 2019 dikoreksi dari 1,1% menjadi 1,0% pada Januari 2020. Namun demikian, di awal 2020 sebelum adanya wabah virus Corona, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan mengalami perbaikan menjadi 3,3%. Serta, volume perdagangan dunia menjadi 2,9%.

Selain itu, kinerja perdagangan beberapa negara juga mengalami penurunan. Dengan kata lain, neraca perdagangan di berbagai negara pada tahun 2019 mengalami defisit. Negara tersebut antara lain Amerika Serikat, Inggris, Perancis, India, Spanyol, dan Jepang.  Surplus beberapa negara juga mengalami penurunan dari tahun 2019, seperti surplus Jerman, Belanda, dan Korea Selatan. Sementara kinerja ekspor beberapa negara yang masih tumbuh di tahun 2019, antara lain Australia dan India.

Tantangan Ekonomi dan Perdagangan Global

Tantangan Ekonomi dan Perdagangan Global saat ini semakin berat. Pertama, adanya sentimen terhadap globalisasi, yang mana lebih mementingkan unilateral daripada multilateral, seperti Amerika. Kedua, adanya isu-isu perdagangan bilateral yang berdampak global, seperti masalah Brexit antara UE dan UK. Hal tersebut dikaarenakan keduanya merupakan mitra dagang dan mitra investasi yang bisa mempengaruhi negara diluar dan anggota UE. Ketiga, sistem perdagangan multilateral yang dipertanyakan, yaitu WTO.

Keempat, adanya isu non-perdagangan, seperti wabah corona dan ketegangan geopolitik. Baru-baru ini nama virus corona diubah menjadi covid-19 oleh WHO. Hal tersebut dilakukan untuk mengindari nama virus corona disamakan dengan suatu entitas, nama hewan, dan negara.

Strategi Perdagangan Luar negeri Kementerian Perdagangan

Dalam kuliah umum singkat tersebut, bapak Djatmiko juga memaparkan tentang strategi perdagangan luar negeri kementrian perdagangan.  Diantara strategi-strategi tersebut yaitu pemanfaatan E- Commerce untuk produk domestik. E-Commerce sendri merupakan kegiatan jual beli barang/jasa atau transmisi dana/data melalui jaringan elektronik, terutama internet. Dengan perkembangan teknologi informasi dan software, hal ini membuat transaksi konvensional menjadi mungkin untuk dilakukan secara elektronik.

Selain itu, strategi lainnya adalah menggiatkan promosi ekspor dan penguatan pencitraan Indonesia. Dalam hal ini, kemendag mengadakan kegiatan tahunan, yaitu Trade Expo Indonesia. Expo mendatangkan pelaku usaha dari seluruh Indonesia, serta mnghadirkan pihak asing demi mempromosikan kegiatan ini.

Sesi Pertanyaaan
Sesi Pertanyaaan
Sesi Akhir

Setelah selasai penjelasan dari bapak Djatmiko, peserta dipersilahkan untuk mengutarakan pertanyaan. Farida, salah satu mahasiswi HI 6 dengan konsentrasi Bisnis Internasional menanyakan tentang UKM (Usaha Kecil Menengah). “Apa tantangan terbesar Kemendag dalam mengoptimalisasi seluruh UKM di Indonesia?”

Pertanyaan tersebut dijawab oleh Bapak Djatmiko dengan jelas dan terperinci. Pertama, hal ini mengenai kapasitas dan kapabilitas UKM sendiri, contohnya UKM tersebut masih kalah dibandingkan dengan industri lain yang lebih maju. Kedua, masalah finansial. Masih banyak diantara para pelaku UKM ini yang bermodalkan kecil, akibatnya sulit untuk bersaing. Ketiga, masalah legalitas. Dan terakir adalah masalah pengetahuan dan pendidikan. Pendidikan ini menjadi modal atau basic utama untuk menjalankan sebuah bisnis.

Setelah beberapa pertanyaan yang diajukan terjawab semua, acarapun sampai pada ujungnya. Acara ditutup dengan pemberian kenang-kenangan untuk Kemendag dan perfotoan bersama.

Diharapkan dengan kunjungan HI UNIDA Gontor ke Kemendag dapat menjalin kerjasama antar dua instansi tersebut. Selain itu, harapan terbesar bagi Mahasiswi HI adalah menjadi salah satu aktor yang membangun perekonomian bangsa melalui perdagangan.

Belajar Bersama di Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat

Bandung, Rabu (5/2/2020), mahasiswi Hubungan Internasional telah mengadakan kunjungan untuk menambah wawasan mengenai pengambilan kebijakan pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi dengan populasi penduduk yang cukup banyak, dilihat dari angka pertumbuhan penduduk masyarakat Jawa Barat. Dari 27 kabupaten, 19 kota dan 6000 desa, Jawa Barat memiliki setidaknya lebih dari 49 juta penduduk.

Jawa Barat memberikan sumbangsih yang cukup besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) bagi perekonomian Indonesia dan menjadi rangking 1 dalam investasi, baik dalam maupun luar negeri. Terwujudnya Jawa Barat juara lahir batin dengan inovasi dan kolaborasi merupakan visi yang sangat dibanggakan. Dengan visi yang sangat inovatif dan semangat juang dapat membawa Jawa Barat menjadi provinsi yang paling aktif di antara provinsi lainnya.

Kuliah Umum

Kuliah umum ini diadakan di Malabar Hall, Gedung Sate dan membahas berbagai hal mulai dari proses perencanaan kebijakan hingga evaluasi setelah kebijakan diimplementasikan. Pertemuan dibuka oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Kerjasama, Dr. H. Dani Ramdan, kemudian dilanjutkan oleh Taufik Al-Muzzaki. Beliau membawakan materi dengan pembahasannya mengenai kerjasama luar negeri Pemerintah Provinsi Jawa Barat, atau yang kita kenal dengan sister province.

Teringat dengan kata sister city, sister province memiliki persamaan dengan sister city tetapi dalam jangkauan yang lebih luas dibanding sister city. Jikalau manfaat sister city hanya dimiliki di kota tersendiri, sister province membawa manfaat bagi kota-kota yang berada didalam provinsi tersebut. Provinsi Jawa Barat hingga saat ini telah melakukan sister province dengan 9 provinsi di luar negeri dan 9 lembaga luar negeri. Dalam konteks ini, sister province dimaksudkan dalam kerjasama luar negeri dan bukan untuk menjalin hubungan luar negeri karena sejatinya hubungan luar negeri merupakan wewenang absolut pemerintah pusat.

Kerjasama yang Telah Terjalin

Jawa Barat berhasil mengadakan sister province dengan South Australia dalam mengembangkan sapi perah. Selain south Australia, Jawa Barat juga menjalin sister provincenya dengan Shizouka di Jepang, Heilongjiang, Sichuan, Chongqing, dan Guangxi di Tiongkok, Khartoum di Sudan, Walonia di Belgia, dan Souss Massa di Maroko. Adapun dengan lembaga luar negeri Jawa Barat telah menyepakati kerjasama dengan Peace Corps, DFAT, Wetland, OISCA, USAID, VECO, JICA, AMFA dan MCC.

Dalam sepak terjangnya, pemerintah mengalami berbagai kendala-kendala yang menghalangi lancarnya jalan kebijakan seperti kurangnya kualitas sumber daya manusia, kendala komunikasi, koordinasi dan konsultasi antar pihak, mutasi personel yang menangani kerjasama antar pihak, bidang kerjasama yang tak sesuai dengan potensi daerah, hingga kurangnya sinkronisasi pendanaan bagi implikasi.

Sejahtera melalui smart province

Pemerintah Jawa Barat akan menjadi Smart Province dan memberikan dampak positif bagi pemerintah sendiri dan bagi masyarakat Jawa Barat. Program smart province yang diharapkan adalah perkembangan dan kegunaan IT Digital dengan semaksimal mungkin bagi kesejahteraan masyarakat hingga pendidikan bagi masyarakat Jawa Barat. Karena dunia telah menempuh era teknologi 4.0 menuntut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk membuat inovasi yang sesuai dengan perkembangan zaman bagi kesejahteraan masyarakatnya.

Inovasi tersebut seperti Panic Button, yaitu sebuah aplikasi pelayanan masyarakat yang bisa dipakai dalam keadaan darurat yang langsung menghubungkan masyarakat ke common center. Aplikasi seperti ini sebenarnya telah digunakan di Negara-negara maju seperti Amerika dan Korea Selatan.

Gallery Planning

Selanjutnya adalah Gallery Planning, yaitu pameran rencana kerja satu masa jabatan pemerintah yang diperlihatkan kepada masyarakat dengan harapan masyarakat dapat berkontribusi dalam pembuat rencana kerja. Inovasi-inovasi lainnya seperti creative center, desa digital, pusat digital desa hingga super apps yang merupakan aplikasi bagi masyarakat Jawa Barat dimana aplikasi tersebut dirancang guna menyambungkan aspirasi masyarakat langsung kepada kepala desa, aparat maupun pemerintah provinsi.

Selain belajar mengenai analisis kebijakan luar negeri yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat,  para mahasiswi diajarkan juga mengenai sejarah Kota Bandung. Para mahasiswi diajak mengunjungi museum Gedung Sate dan naik ke lantai paling atas untuk melihat Kota Bandung.

Kunjungan ini ditutup dengan penyerahan cindera mata dari masing-masing pihak, dan dilanjutkan perfotoan bersama. Harapannya, mahasiswi Hubungan Internasional dapat berkontribusi secara langsung dalam pembuatan kebijakan untuk kemaslahatan umat. (Hamdani/Dinah)

Mahasiswi HI UNIDA Gontor Telaah Kesuksesan Alumni Gontor dari Forum Bisnis

Komplektifitas yang dimiliki jurusan Hubungan Internasional membuat bisnis menjadi sasaran empuk untuk memicu berkembangnya perekonomian. Meskipun dunia politik selama ini menjadi kajian disiplin Ilmu Hubungan Internasional, tidak ada salahnya jika bisnis lebih dikaji sebagai terapan soft power untuk pemenuhan interest tiap individu. Hal ini sangat berharga bagi para civitas akademik Hubungan Internasional Gontor. Bahkan menjadi kesempatan bagi mahasiswi dalam mengembangkan potensi kreatifitas ditengah ramainya perpolitikan yang ada.

Kunjungan ke Instansi Alumni Gontor

Rabu, 5/2/2020, setelah menjelajahi dunia sejarah tentang pembangunan Gedung Sate hingga perjuangan pemuda Bandung dalam mempertahankannya pasca proklamasi dari genggaman Belanda, tibalah saat dimana kunjungan Studi Akademik Hubungan Internasional ke instansi terakhir. Instansi ini memberi banyak inspirasi bagi khalayak mahasiswi untuk menekuni banyak hal. Pada kesempatan kali ini, mahasiswi Hubungan Internasional mengenal dunia bisnis oleh salah satu alumni Gontor di Bandung, yakni Ustadz Dadi Purwadi.

Jatuh Bangun Forum Bisnis

Forum Bisnis atau yang disingkat Forbis adalah unit usaha yang dibangun oleh alumni Gontor tahun 1988 ini. Dalam sepak terjangnya, Ustadz Dadi memiliki berbagai rintangan dan cobaan hingga melakukan bisnis.  Hal tersebut terjadi sebelum menekuni bisnis merchandise yang mengantarkan beliau hingga sukses seperti sekarang. Adapun usaha yang dilakukannya adalah berbisnis dengan produk-produk kaos. Namun hal ini memiliki akhir yang tidak ber-feedback positif bagi beliau.

Kegagalan sebelumnya membuat Ustadz Dadi berfikir kembali untuk meneruskan bisnis. Namun hal ini tidak cukup untuk membuat beliau berhenti. Ditengah kegagalannya, beliau mencoba kembali terjun dalam dunia bisnis dengan bidang minimarket. Tetapi, minimarket yang ia coba rintis masih belum menghasilkan sesuai yang ia harapkan. Hingga akhirnya, beliau berfikir dan menemukan ide baru untuk melakukan bisnis di bidang merchandise. Tidak diragukan lagi, bisnis dengan minimnya aktor ini mampu memberi beliau feedback positif bagi beliau hingga sekarang.

Impor Forum Bisnis

Ibarat sedikit menjadi bukit, usaha yang Ustadz Dadi tekuni kini beragam menjadi banyak produk. Mulai dari gantungan kunci, magnet kulkas, name tag, pin, tumbler hingga berbagi pandle organisasi dan institusi. Produk ini tidak hanya dipasarkan ke wilayah nusantara, namun juga manca negara. Adapun negara yang diimpor produk Ustadz Dadi adalah Malaysia, Singapura, Fiipina, Kongo, Jepang, hingga Italia. Negara-negara tersebut telah menyebar produk-produk hasil handmade beliau.

Tidak Mudah Putus Asa adalah Jiwa yang Gontor Ajarkan

Salah satu yang menjiwai Ustadz Dadi untuk tekun adalah segala pelajaran yang telah Gontor ajarkan. Gontor memberi banyak pelajaran yang menjadi dasar untuk terus maju dengan potensi dan semangat yang membara.

Awalnya saya tidak mengira bahwa bisnis ini akan mendatangkan hasil yang besar bagi saya. Karena umumnya, berkecimpung dalam dunia merchandise selalu dipandang sebelah mata di dalam masyarakat. Dan saya melihat peluang yang besar didalamnya seletah analisis saya dengan bisnis di bidang itu” papar beliau didepan mahasiswi jurusan Hubungan Internasional UNIDA Gontor.

Semoga pelajaran yang hadir dari serangkaian instansi kunjungan mahasiswi Hubungan Internasional UNIDA Gontor menjadi bekal dan ilmu bermanfaat. Seperti hal nya ilmu dan tekad yang Ustadz Dadi ajarkan. Ia membuktikan bahwa hasil tidak akan mengkhianati usaha jika dilandasi dengan doa.

Pen: Nabila/Angel

 

Kunjungan ke Biofarma, Pengalaman Berharga tentang Bisnis Internasional

Pada Selasa 4/2, segenap mahasiswi Hubungan Internasional UNIDA Putri mengunjungi PT. Biofarma yang terletak di Kota Bandung. Acara ini diadakan guna menambah pengetahuan dan wawasan akademik para mahasiswi. Biofarma merupakan salah satu dari empat instansi yang dituju mahasiswi Hubungan Internasional UNIDA Gontor untuk Studi Akademik tahun ini.

Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk mengetahui peran Biofarma sebagai produsen vaksin ke berbagai negara dalam peningkatan ekspor impor. Selain itu, mahasiswi juga diharapkan kelak mengetahui peran Biofarma dalam aksi peduli kesehatan global. Tentunya ilmu-ilmu ini sangat berkaitan erat dengan pelajaran Bisnis dan Keamanan Internasional yang akan ditempuh mahasiswi pada semester berikutnya.

lihat juga:

Belajar Nuklir dan Manfaatnya di Badan Tenaga Nuklir Nasional, Bandung

Sekilas tentang Biofarma

Biofarma merupakan produsen vaksin pertama di Indonesia dan juga pendiri dari International Vaccine Institute. Selain itu, Biofarma juga merupakan badan yang memproduksi vaksin terbesar di Asia Tenggara.

Badan kesehatan yang dibentuk BUMN ini didirikan pada 6 Agustus 1890 di Jakarta. Adapun awal mula didirikannya Biofarma adalah untuk merawat tentara Belanda yang terluka akibat perang. Namun, Biofarma pada tahun 1923 dipindahkan dari Jakarta ke Bandung. Adapun alasannya dikarenakan Bandung masih memiliki banyak lahan kosong yang memudahkan pengoperasian Biofarma.

Peran Biofarma di Forum Internasional

Biofarma yang telah berdiri selama 130 tahun ini sudah banyak berperan di kancah internasional. Biofarma sendiri telah menjalin kerjasama dengan 140 negara di dunia, termasuk di dalamnya negara-negara islam. Diantaranya adalah Yaman, Sudan, Afghanistan, Palestina, dan Azerbaijan. Target negara sasaran kerjasama Biofarma kedepannya adalah Nigeria, Pakistan, Arab Saudi, dan Iran. Namun, dikarenakan faktor politik yang tidak stabil, akhirnya Iran dicoret sementara waktu dari negara sasaran kerjasama Biofarma.

Biofarma sangat berperan penting dalam Organization of Islamic Cooperation dalam menggagas produksi vaksin halal. Halal vaccine sengaja dirancang guna memenuhi standar vaksin yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat muslim dunia. Presiden Developing Countries Manufactures Network dari tahun 2012-2016 ini juga berperan aktif di berbagai organisasi naungan PBB. Adapun organisasi tersebut seperti UNICEF, WHO, dan Islamic Development Bank’s Self-Reliance in Vaccine Programs. Keaktifan Biofarma dalam WHO terlihat dari perannya dalam menghadiri pertemuan Third Country Training Programme yang diadakan WHO.

lihat juga:

UNIDA Gontor Terpilih Sebagai Tuan Rumah International Relations Olympic Sports 2020

Tahapan dan Hambatan Proses Ekspor Vaksin oleh Biofarma

Tahapan ekspor vaksin oleh Biofarma dilakukan dengan pantauan dari World Health Organization (WHO) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Biofarma memprodusi vaksin yang sudah siap untuk dikonsumsi dan juga setengah jadi guna dikombinasi dengan unsur lain. Terdapat 13 jenis vaksin jadi, diantaranya adalah vaksin polio dan Hepatitis B. Adapun vaksin setengah jadi berjumlah sekitar 6 vaksin dan telah diekspor ke beberapa negara di dunia. Ekspor Biofarma dilakukan melalui perantara UNICEF, PAHO (Pan American Health Organization), serta hubungan bilateral dengan beberapa negara.

Biofarma adalah lembaga mandiri yang berupaya membangun kepercayaan dari negara lain untuk memproduksi vaksin melalui sertifikasi produk. Selain itu, kualitas produk juga menjadi harga jual tinggi bagi Biofarma. Keanggotaannya dalam WHO paque memberikan keuntungan bagi Biofarma dalam menjalin kerjasama dengan negara lain.

Perjalanan Ekspor Vaksin Biofarma

Biofarma memiliki moto yang menjunjung kualitas produk agar lebih bernilai, yaitu “Dedicated to Improve The Quality of Life.” Motto tersebut menggambarkan bahwa Biofarma memiliki standar High Regulated Product. Proses ekspor menggunakan cold chain system dimana seluruh vaksin akan diletakkan dalam ruangan bersuhu dingin sesuai kebutuhan vaksin. Tujuannya adalah untuk menjaga kualitas vaksin sebelum diekspor.

Hambatan pemasaran vaksin Biofarma terdapat pada beberapa faktor, diantaranya adalah faktor biaya pengiriman yang relatif mahal. Hal ini terjadi di negara Amerika, khususnya wilayah Amerika Latin yang membutuhkan pasokan vaksin yang cukup banyak. Vaksin yang diimpor dari Amerika ternyata dipatok dengan harga yang relatif mahal. Hal ini menyebabkan Amerika Latin mempertimbangkan pasokan impor vaksinnya dari pihak lain, yaitu Biofarma Indonesia.

Selain belahan bumi barat, gesekan kerjasama Biofarma juga terjadi dengan negara-negara anggota OKI. Contohnya pada peristiwa Arab Spring, suasana perpolitikan di kawasan tersebut memanas dengan masyarakat Timur Tengah yang bersikeras menurunkan presidennya. Hal tersebut menjadikan berbagai akses dan dana ekspor cukup susah dicairkan. Selain itu, tingginya daya saing vaksin dengan negara-negara lain juga menjadi salah satu aspek. Seperti Negara Senegal yang secara geografis berdekatan dengan Perancis sehingga  Senegal lebih memilih impor dari negara Perancis karena biaya pengiriman yang terjangkau.

Pen: Nabila Thyra Janitra
Ed: Wildi

 

Belajar Nuklir dan Manfaatnya di Badan Tenaga Nuklir Nasional, Bandung

Udara pagi hari Bandung menyambut kunjungan mahasiswi Hubungan Internasional UNIDA Gontor ke Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) pada Selasa/04/02/2020.  BATAN merupakan lembaga nasional yang khusus bergerak di bidang ketenagaan nuklir.

Tak dapat dipungkiri, tentunya banyak diantara kita yang memiliki persepsi negatif tentang nuklir. Hal ini sangat mendasar mengingat banyak tragedi mengerikan di masa lalu yang mengakibatkan kerugian besar bagi umat manusia. Radiasi yang tak terkendali dari atom dapat menjadi malapetaka bagi seluruh elemen makhluk hidup, mulai dari luka, kemandulan, hingga mutasi gen.

Plus Minus Nuklir

Masih segar diingatan kita jika kejadian-kejadian dahsyat diakibatkan oleh reaksi nuklir. Sebut saja peristiwa peledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki yang menewaskan sedikitnya 129.000 jiwa. Ini adalah upaya penggunaan senjata nuklir pada masa perang yang pertama dan terakhir dalam sejarah. Selain itu, meledaknya reaktor nuklir Chernobyl di Ukraina juga tercatat sebagai peristiwa yang mematikan. Menurut salah satu sumber, radiasi yang dihasilkan dari ledakan ini lebih besar daripada bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki. Organisasi lingkungan dunia, Greenpeace, menyebutkaan sekitar 93.000 jiwa meninggal sebagai akibat jangka panjang paparan radiasi nuklir.

Meskipun memiliki dampak yang merusak, nuklir memiliki banyak manfaat bagi umat manusia. Di bidang kesehatan, radiasi nuklir dapat dimanfaatkan untuk rontgen, MRI, terapi kanker payudara dan prostat. Di lini industri, sinar gamma dapat digunakan untuk mengecek sistem beton bertulang pada sebuah gedung, memindai komponen mesin industri, hingga mengetes kebocoran pada bangunan maupun badan pesawat. Tak hanya itu, nuklir juga memiliki andil dalam peningkatan ketahanan pangan. Radiasi sinar gamma dapat dipakai untuk mengawetkan kualitas bahan makanan agar dapat bertahan lebih lama. Dan tentunya masih banyak lagi manfaat-manfaat dari nuklir.

Bak koin yang memiliki dua sisi, nuklir dapat menjadi anugerah bila dikelola dengan baik, dan sebaliknya dapat menjadi musibah jika dikelola oleh mereka yang tidak bertanggung jawab. Hal inilah yang ingin diketahui secara langsung dan mendalam oleh mahasiswi UNIDA Gontor melalui lawatannya ke BATAN, Bandung.

Baca juga:

Kuliah Umum dengan Duta Besar RI untuk Sudan

Sejarah berdirinya BATAN

BATAN (Badan Teknologi Tenaga Nuklir Nasional) didirikan pertama kali pada tahun 1962 oleh Menteri Kesehatan Indonesia, Y.A. Sewabesi. Tujuannya adalah untuk mendeteksi unsur-unsur apa saja yang terdapat pada udara Jakarta tahun 1962. Y.A Sewabesi mengutarakan perihal ketakutannya akan polusi udara karena atom yang beredar di udara.

Lembaga Tenaga Atom merupakan instansi nuklir pertama yang didirikan di Indonesia dengan reaktor 250 KW dan diresmikan oleh Presiden Soekarno. LTA kedua berdiri pada tahun 1970 dan diresmikan oleh Soeharto, sedangkan LTA ketiga berdiri pada tahun 2000 diresmikan oleh Megawati. LTA terbesar di Asia Tenggara terdapat di Serpong dengan raktor 3000 KW.

BATAN dibentuk dengan tujuan supaya Indonesia dapat menguasai teknologi yang telah dikuasai oleh negara-negara maju. Nuklir memancarkan sinar radiasi dan bisa digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti makanan yang diradiasi akan mencegahnya dari basi. Uranium yang terdapat didalam nuklir dapat digunakan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dengan Uranium sebagai bahan bakarnya. Namun, masih banyak masyarakat Indonesia yang menolak penggunaan nuklir sebaai pembangkit listrik karena kurangnya sosialisasi dari pihak terkait mengenai efesiensi nuklir.

BATAN menjadikan nuklir sebagai objek untuk menyejahterakan rakyat. Nuklir biasanya dikenal memiliki resiko yang sangat besar, akan tetapi terdapat beberapa cara untuk mengendalikannya. BATAN memperkenalkan strategi PEJABAT untuk mengendalikan nuklir, yaitu dengan penahan, jarak dan batas waktu. Penahan, yaitu menggunakan pelindung ketika hendak mendekati reaktor nuklir. Jarak harus dijaga karena semakin dekat bekerja dengan nuklir maka akan semakin besar seseorang terkena radiasi nuklir. Batasi waktu yaitu bekerja dengan batasan waktu, jika sudah banyak terkontaminasi radiasi maka seseorang harus segera menghentikan pekerjaannya.

Baca juga:

Mahasiswi HI UNIDA Gontor Ikuti Simulasi Sidang PBB

Cara Pengolahan Limbah BATAN

Secara umum, limbah terbagi menjadi limbah radioaktif (limbah yang terkontaminasi radiasi nuklir) dan limbah non-radioaktif (limbah pabrik). BATAN sangat teliti dalam mengelola limbah yang dihasilkan setiap harinya. Terdapat pemisahan tong sampah dan wastafel untuk para karyawan agar memudahkan untuk memisahkan jenis limbah tersebut.

Limbah radioaktif yang dihasilkan di BATAN terbagi menjadi dua, yaitu limbah padat dan limbah cair. Limbah tersebut baru bisa dibuang ke alam terbuka jika kadar radiasinya sudah memenuhi kriteria, karena jika dibuang begitu saja akan membahayakan lingkungan. Adapun limbah padat yang biasa dihasilkan di BATAN yaitu berupa baju, masker, jarum suntik, dsb. Sedangkan limbah cair berupa air bekas cuci pekerja yang dialirkan melalui westafel khusus. Air ini ditampung ditabung khusus sehingga kadar radiasinya hilang sebelum dialirkan ke sungai umum.

Kontribusi BATAN terhadap Masyarakat

BATAN banyak berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat seperti radiasi sinar gamma pada tanaman pangan untuk menghasilkan varietas baru. Juga ada proses iradialisasi, yaitu mengawetkan makanan tanpa menggunakan zat kimia lainnya.

Dalam laboratorium analisis aktivitas neutron, kami mendapatkan ilmu baru mengenai peleburan reaksi senyawa kimia terhadap suatu unsur menggunakan reaktor nuklir. Prinsip dasar berdasarkan penyerapan neutron di dalam atom tersebut guna mengaktifkan inti atom yang paling pasif dan menghasilkan sinar gamma. Sempel yang diambil adalah udara, tanah, makanan, sendimen, dan abu. Dalam batasan ini, tugas BATAN hanyalah sebagai peneliti tentang keadaan alam dan memberikan database-database peringatan keadaan darurat kepada kementrian Negara.

Laboratorium Radioisotope bertugas untuk melakukan riset dan penelitian dengan memanfaatkan sinar radiasi yang menghasilkan barang yang bermanfaat bagi manusia. Di dalam laboratorium, terdapat reaktor triga (training research radio isotope production general atom). Salah satu hasil penelitian  dari laboratorium ini adalah RI I.131 untuk membunuh sel kanker tiroid dan cemotherapy-nya. Cara kerjanya dengan menggunakan yodium yang masuk kedalam kelenjar tiroid dan memancarkan sinar beta dan gamma pada tiroid tersebut. Hal ini dapat memberikan efek samping minim terhadap tubuh manusia itu sendiri.

Setelah mengadakan kunjungan ke BATAN, akhirnya para mahasiswi mengetahui bahwa manfaat yang didapatkam dari sinar radiasi yang dihasilkan oleh nuklir ternyata sangat bermanfaat bagi makhluk hidup. Hal tersebut telah mengubah mindset para mahasiswi jika nuklir ternyata memiliki kebermanfaatan yang begitu banyak.

Pen: Hamdani/Dinah

Ed: Wildi