Masa Orientasi Mahasiswa Baru Hubungan Internasional

Sebelum aktif dalam kegiatan belajar, para mahasiswa baru prodi Hubungan Internasional mengikuti acara perdana yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP). Kegiatan tersebut dikenal dengan istilah OSPEK dan diadakan pada Jumat, 3 juli 2020. Adapun salah satu tujuan acara ini adalah untuk menumbuhkan rasa kebersamaan antar mahasiswa HI baru maupun yang lama.

OSPEK HI 2020 berlangsung meriah. Acara yang berlangsung sejak pagi hari tersebut dimulai dengan senam bersama seluruh mahasiswa HI di lapangan futsal UNIDA Gontor. Beberapa mahasiswa HI yang tumpah ruah di lapangan melakukan gerakan senam dengan sangat luwes. Namun, ada juga yang terlihat masih kaku dan canggung yang malah mengundang gelak tawa dari teman disampingnya.

OSPEK HI 2020 berlangsung meriah
OSPEK HI 2020 berlangsung meriah

MENSANA IN CORPORE SANO

Tidak diragukan lagi bahwa ‘di dalam badan yang sehat, terdapat jiwa yang kuat’. Pemanasan dan senam sengaja menjadi pengawal acara tersebut guna membangun jiwa yang sehat.  Dengan demikian, senam tersebut hadir sebagai sarana penguatan jasmani sebelum dimulainya beberapa permainan yang sudah disiapkan oleh panitia.

Kegiatan OSPEK ini tidak hanya dijadikan ajang bersenang-senang semata. Namun, secara tidak langsung acara ini juga mengenalkan suasana yang akan dihadapi mahasiswa baru yang tentunya akan sangat berbeda dengan kegiatan yang ada di level SMA dan sederajat. Disini, para mahasiswa baru juga dapat mengenal kakak kelasnya sebagai senior di Prodi Hubungan Internasional.

“Segala hal yang dilandasi atas asas keimanan, kekeluargaan dan kebahagiaan, akan membuahkan sebuah kepercayaan di antara kita. Maka, kemajuan itu bukan lagi sebuah fatamorgana, namun fakta dan realita”. Begitulah salah satu pesan dari ketua HMP Hubungan Internasional, Adrian Rizki, terkait kegiatan ospek ini.

OSPEK HI 2020 berlangsung meriah
OSPEK HI 2020 berlangsung meriah

YEL YEL SEBAGAI PENYEMANGAT

Setelah membuat yel-yel dan sarapan bersama, tibalah saatnya sesi game. Panitia ospek menyiapkan 2 model permainan yang sangat seru dan mengasah kebersamaan, yaitu ‘tebak gerak’ dan ‘kejar naga’. Dua permainan ini disambut meriah oleh seluruh mahasiswa baru Hubungan Internasional.

OSPEK HI 2020 berlangsung meriah
OSPEK HI 2020 berlangsung meriah

Setelah acara ditutup oleh panitia, kegiatan ospek akan dilanjutkan ke sesi selanjutnya di lain hari, yaitu pengenalan lebih dalam tentang Program Studi Hubungan Internasional dan beberapa sesi simulasi Model United Nations (MUN) yang sudah disiapkan oleh panitia dari HMP Hubungan Internasional.

Pen: Jahhid

 

MAHASISWI HI UNIDA JUARA FAVORIT “ALCOM 2020”

Program studi pendidikan Bahasa Arab mengadakan acara tahunan wajib UNIDA Gontor dengan tajuk ALCOM (Arabic Language Competition) 2020. Kegiatan ini berupa perlombaan yang mengharuskan para pesertanya untuk menggunakan bahasa Arab dalam setiap perlombaan yang diadakan.

Ada 11 cabang lomba yang diperlombakan dalam kompetisi ini. Berikut perlombaannya adalah Ghina ‘Araby, Debat, Tasji’ Lughah, Qul Billughoh, Puisi, Iklan, Orasi, Qiro’atul Akbar, Essay, poster dan Vlog. Kompetisi ini diadakan dengan harapan mampu mewujudkan mahasiswi santri yang muslimah dan Sitti-l-Kull dan berakhlak karimah.

Perlombaaan ini berlangsung selama seminggu, dibuka pada hari Jum’at pagi  di gedung Pascasarjana. Pagi itu para peserta mendapat arahan dari panitia tentang peraturan dan tata tertib perlombaan. Hari berikutnya perlombaan dimulai dengan sportif dan berakhir pada hari Rabu (26/02/2020).

Penutupan ALCOM 2020 diadakan dengan mengundang semua mahasiswi UNIDA yang berpartisipasi dalam acara tersebut. Pengumuman para pemenang pada acara ALCOM 2020 berlangsung meriah dan mendapat partisipasi penuh dari para peserta.

Pada kegiatan yang bergengsi ini, syukur Alhamdulillah mahasiswi HI UNIDA mendapatkan juara favorit. Adapun rincian perlombaan yang diraih adalah Juara 2 Iklan, Juara 3 Puisi, Juara 2 Poster dan Juara 2 sing a song.

Pembentukan Mental Mahasiswa HI UNIDA Gontor di Akademi Militer Magelang

Magelang- Rabu Pagi 5 Februari pukul 06.00 WIB, mahasiswa Universitas Darussalam Gontor tiba di Akademi Militer (AKMIL) Magelang dalam rentetan kegiatan studi akademik mahasiswa semester 2 Universitas Darussalam Gontor Program Studi Hubungan Internasional. Rombongan yang berisikan 45 mahasiswa beserta 3 pembimbing begitu antusias seketika mendarat di tempat tujuan. Kedatangan delegasi HI UNIDA Gontor di AKMIL pun disambut hangat oleh segenap perwakilan prajurit kebanggaan Lembah Tidar.

Lembah Tidar, nama legendaris Akademi Militer Magelang, menjadi kawah candradimuka strategis dalam rangka membentuk perwira militer tangguh, tegas, dan professional. Lembah Tidar terletak di lembah dan bukit berhawa sejuk di bagian selatan Kota Magelang, Jawa Tengah. Di Lembah Tidar inilah letak kompleks Akademi Militer, atau terkenal sebagai paku Pulau Jawa. AKMIL telah meluluskan ribuan alumninya yang kini telah menjadi para pemimpin bangsa di berbagai penjuru tanah air.

Di sini, para calon perwira nantinya akan ditempa dan dididik selama 4 tahun. Lulusan AKMIL secara langsung berhak mendapatkan pangkat Letnan Dua, pangkat terendah dalam jenjang karir perwira. Selama menjalani proses pendidikan sebagai Taruna Akademi Militer, segala keperluan akan disediakan oleh negara, mulai perlengkapan dari kepala sampai ujung kaki sudah tersedia dan seluruh fasilitas dibiayai oleh negara. Para taruna hanya fokus untuk belajar dan berlatih.

Dengan melakukan kunjungan ke AKMIL, para mahasiswa HI UNIDA diharapkan dapat mengambil nilai positif dari lingkungan pendidikan para calon prajurit Indonesia ini. Diantara nilai-nilai yang ingin dipetik adalah bela negara, rasa kepemilikan terhadap negara, disiplin, dan jiwa kepemimpinan.

Sesi pertama dalam kegiatan ini adalah pengenalan tentang sejarah AKMIL  Magelang. Sesi ini dipandu oleh Pak Mustafa yang menyampaikan materi terkait sejarah AKMIL dan bela negara. Di sesi ini, beliau banyak mengulas tentang perkembangan konflik di dunia hingga ancaman terorisme bagi tatanan dunia global.

Sejarah Museum Abdul Jalil AKMIL Magelang

Setelah sesi pertama, delegasi HI UNIDA Gontor lalu diajak berkeliling Museum Abdul Jalil. Adapun nama Abdul Jalil sendiri diambil dari seorang alumni AKMIL yang gugur di medan perang saat agresi militer kedua. Beliau adalah seorang prajurit yang penuh dengan dedikasi dan keahlian yang tak hanya di bidang militer, namun juga seni.

Di museum ini pula, seekor macan tidar jantan yang telah diawetkan di dalam kotak berkaca seakan menyambut setiap pengunjung yang akan masuk. Macan tersebut merupakan macan liar yang saat itu hidup disekitar Gunung Tidar yang akhirnya dijadikan simbol semangat juang para taruna.

Mahasiswa HI Magelang sedang dibariskan oleh Bapak TNI
Mahasiswa HI Magelang sedang dibariskan oleh Bapak TNI

Sesi Terakhir Pemberian Motivasi dan Arti Bela Negara

Setelah puas menjelajah museum dan komplek AKMIL, para mahasiswa mendapat materi leadership dan motivasi. Pak Mustafa, selaku pemateri sesi ini, nampak begitu antusias dalam menyampaikan materinya hingga menyulut api semangat para mahasiswa.

Setelah sesi terakhir ini, acara lalu ditutup dengan sesi perfotoan bersama. Besar harapannya dari kunjungan yang singkat ini mampu menyadarkan arti penting bela negara,  rasa kepemilikan bangsa, dan leadership bagi seluruh pemuda di Indonesia, khususnya mahasiswa HI UNIDA Gontor.  (Jahhid/HI-2)

“HI, FREE DAY!” Ajang Keakraban Mahasiswi Hubungan Internasional UNIDA Gontor.

Jum’at 15/2/20,  mahasiswi Hubungan Internasional UNIDA Gontor terlihat bergitu semangat dan antusias mengikuti salah satu acara menarik di Kampus Puteri Mantingan yang bernama “HI, FREE DAY!”

Adapun acara internal tersebut meliputi senam bersama dan dilanjutkan dengan serangkaian perlombaan untuk mahasiswi Hubungan Internasional UNIDA Gontor. Selain itu, acara ini diselenggarakan setelah kegiatan olahraga bersama seluruh mahasiswi UNIDA.  Antusias dan keceriaan tergambar dari raut wajah dan senyum sumringah mahasiswi dalam rangkaian acara hingga akhir.

“MENSANA IN CORPORE SANO / “العقل السليم في الجسم السليم

Tidak diragukan lagi bahwa ‘di dalam badan yang sehat, terdapat jiwa yang kuat’. Pemanasan dan senam SKJ-Poco Poco sengaja menjadi pengawal acara tersebut guna membangun jiwa yang sehat.  Dengan demikian, senam tersebut hadir sebagai sarana penguatan jasmani sebelum dimulainya perlombaan yang akan menguras tenaga pagi hari.

Walaupun olahraga bersama di hari Jum’at telah usai dilaksanakan, mahasiswi tetap  semangat memulai kembali senam untuk kedua kalinya. Senam tersebut tidak hanya menjadi satu-satunya acara di “HI, FREE DAY!”, namun dilanjutkan dengan rangkaian perlombaan setelahnya.

Kategori Perlombaan

Perlombaan yang beraneka ragam dimaksudkan untuk mangasah sense of creativeness para mahasiswi.  Dengan pengkategorian peserta lomba, diharapkan akan melatih keberanian mahasiswi untuk terlibat dalam aktifitas apapun. Adapun rangkaian perlombaan yang diselenggarakan adalah sebagai berikut:

No Perlombaan Kategori Sasaran
1. Save us president Per gol.darah Ketangkasan pemimpin terhadap penjagaan anggotanya
2. Unity in shoes Per kelas Keselarasan anggota membangun tujuan bersama
3. Water collecting Per angkatan Ketepatan dalam membidik suatu sasaran
4. Surviving Per kelas Kelincahan anggota dalam menganggapi Splendid Situation
5. Hula hoop strategy Per Council MUN Keahlian anggota menyusun strategi

Acara “HI FREE DAY” ditutup dengan pengumuman pemenang lomba. Penutupan disambut meriah bersamaan dengan kegembiraan yang terpancar dari mahasiswi yang menerima hadiah. Agenda ini diharapkan dapat menjadi ajang seluruh mahasiswi HI dalam menjalin ukhwah islamiyah. Dengan begitu persatuan akan tercipta untuk tujuan bersama, yaitu menjadi THE REAL AGENT OF CHANGE.

Pen: Rahma Andina/Angelia Islamiati Talo

Ikuti Queen of Languange Perdana, 2 Mahasiswi HI UNIDA Putri Lolos ke Babak Grand Final

Al-Lughoh Taaj Al-Ma’had (bahasa adalah mahkota pondok) merupakan semboyan yang sudah melekat  lama di urat nadi penghuni Gontor. Keterampilan berbahasa sudah ditanamkan dari masa menjadi santri saat berada dalam lingkunngan pendidikan Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI). Para santri ditempah sedemikian rupa untuk bisa berbahasa asing, khususnya Arab dan Inggris. Walaupun kini sudah naik levelnya menjadi mahasantri, kebiasaan berbahasa asing seolah sudah mendarah daging bagi kebanyakan alumni.

Bahasa adalah Bekal Mahasiswi UNIDA Gontor

Bekal yang didapatkan dari Gontor sangat berharga bagi semua yang telah mengenyam pendidikan di dalamnya. Bahkan, hal tersebut juga kian relevan ketika menjadi mahasiswi di perguruan tinggi di mana kebanyakan literatur perlu dipahami dengan bahasa asing.

Dengan adanya kegiatan seperti Queen of Language, tentunya dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswi UNIDA Gontor untuk tetap mempertahankan bekal tersebut. Seolah tidak ada alasan untuk meninggalkan budaya berbahasa, para mahasiswi tetap eksis dengan habit tersebut.

Queen of Language Competition 2020

Tahun ini merupakan tahun yang banyak pergerakan baru di UNIDA Gontor Kampus Putri. Perlombaan demi perlombaan hadir menjadi wadah untuk mengakomodasi minat dan bakat mahasiswi. Salah satunya adalah dengan diadakannya perlombaan Queen of Language 2020 yang juga merupakan perlombaan bahasa perdana di kampus pesantren ini.

Queen of Language merupakan sarana tepat bagi para mahasiswi dengan kapabilitas linguistik untuk menyalurkan bakatnya. Serangkaian perlombaan diselenggarakan dengan aspek-aspek berbahasa, yaitu reading, listening, writing, dan speaking.

Alur Perlombaan

Berani bersaing dan pantang menyerah merupakan etos yang harus ditunjukkan saat mengikuti lomba. Di putaran pertama, perlombaan ini diikuti oleh seluruh mahasiswi UNIDA dari semester 2 dan 4. Mengingat seluruh peserta begitu gigih dan berjuang dengan maksimal, persaingan di antara peserta nampak begitu sengit.

Setelah melalui proses seleksi yang panjang, terpilihlah 20 besar peserta lomba yang berhak melaju ke babak selanjutnya. Tes berbasis reading diadakan untuk menyeleksi para peserta di babak ketiga. Babak ketiga ini akhirnya menggugurkan 10 peserta dan menyisakan 10 yang lain yang berhak lolos di level selanjutnya.

Pada sesi selanjutnya, peserta lomba dihadapkan dengan broadcast listening dari program luar negeri dan disusul dengan summary taking.  Adapun selanjutnya, para peserta yang tersisa diharuskan menjadi broadcaster untuk tema yang telah ditentukan.

Melaju hingga Grand Final

Sesi grand final menyuguhkan pertunjukan yang sangat menarik karena semuanya ingin menjadi yang terbaik. Babak grand final ini hanya diikuti oleh 5 peserta saja. Namun, keluarga besar Hubungan Internasional patut berbangga. Pasalnya, 2 dari 5 peserta yang berjuang dalam sesi akhir ini berasal dari prodi Hubungan Internasional UNIDA Putri. Alhamdulillah!

Adapun dua mahasiswi tersebut adalah Nabila Thyra Janitra dari semester 4 dan Rifda Qothrunnada dari semester 2. Hasil yang membanggakan dari dua mahasiswi ini membuktikan usaha dan do’a berbanding lurus dengan hasil akhir. Semoga kelak akan muncul mahasiswi-mahasiswi HI lain yang berprestasi dan membanggakan.

Ed: Wildi Adila