Delegasi HI UNIDA Gontor untuk USA Higher Education Fair 2020

Selasa (11/2/2020) HI UNIDA Gontor mengirimkan delegasinya sebanyak 23 orang yang terdiri dari 12 mahasiswi semester 8, 5 mahasiswi semester 4, dan 6 mahasiswi semester 2 untuk mengikuti acara USA Higher Education Fair 2020 di Surabaya. Acara ini diselanggarakan oleh Konsulat Jendral USA yang berada di Surabaya dengan tujuan memberikan informasi sebanyak-banyaknya mengenai mengenai sistem pembelajaran di USA. Melalui program ini, Konsulat Jendral USA di Indonesia bermaksud untuk memberikan informasi kepada para pelajar Indonesia yang akan melanjutkan studinya mengenai langkah-langkah dan tips yang dapat dilakukan jika ingin melanjutkan pendidikan di Negeri Paman Sam ini.

Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 700 pelajar dan dimulai dari pukul 14:00 hingga 18:00 yang bertempat di hotel JW Mariot. Di dalam acara ini terdapat booth-booth beberapa Universitas USA dimana kita bisa menanyakan berbagai hal mengenai bagaimana cara untuk dapat belajar dan tinggal di Negeri Paman Sam tersebut. Terdapat juga banyak sekali booth yang menyediakan informasi mengenai beasiswa kuliah di USA dan dijelaskan secara langsung oleh alumni universitas tersebut. Selain itu disana kita juga dapat menemukan booth mengenai informasi beasiswa yang dapat kita ambil untuk melancarkan belajar kita di USA seperti Fulbright scholarship.

Informasi Untuk belajar di USA

Setelah puas mencari informasi seputar universitas yang akan kita tuju nantinya, tiba saatnya para pelajar dan pengunjung lainya memasuki sesi kedua dari acara edufair ini, yaitu seminar mengenai hal-hal apa sajakah yang harus kita persiapkan sebelum belajar di USA. Dalam sesi ini para pengunjung berkumpul di meeting room untuk mendengarkan presentasi dari bagian konseler. Adapun hal-hal yang harus kita persiapkan antara lain Visa pelajar yang digunakan untuk mengajukan permohonan masuk ke Amerika dengan maksimal waktu pengajuan 120 hari sebelum keberangkatan. Untuk mengajuakan visa ini ada beberapa hal-hal yang harus kita persiapkan, seperti foto, DS-160, DS-2019, dan bukti pembayaran visa.

 

Selain mebahas mengenai Visa yang harus kita ambil, para konsuler juga menjelaskan mengenai cara pembuatan CV / Resume yang baik untuk Universitas yang ada di Amerika. Tujuan dari pembuatan CV/ Resume ini menggambarkan kemampuan yang kita miliki untuk menjamin kita dapat bertahan di USA. Isi dari CV/Resume yang biasanya diminta Universitas yang ada di USA meliputi: education experience, professional experience, dan other experience seperti pengalaman dalam berorganisasi ketika beradi di Universitas ataupun sekolah sebelumnya dan juga jangan lupa untuk menuliskan Skill, Activities and Interest pada point terakhir.

Tak hanya itu para pengunjung juga beritahu mengenai informasi beasiswa yang dapat diambil ketika ingin belajar di USA. Pada sesi ini pembicara merupakan salah seorang penerima beasiswa Fulbright yang berhasil menuntaskan studinya di USA, beliau menjelaskan langkah-langkah apa saja yang harus dipersiapkan ketika kita ingin mendapatkan beasiswa Fulbright ini seperti persiapan informasi yang lengkap mengenai pemberi beasiswa, penulisan resume yang spesifik dan sesuai dengan pemberi beasiswa, mencari latarbelakang universitas yang kita tuju hingga persiapan wawancara.

Adanya Pertukaran Akademik antara Amerika dan Indonesia ini juga sangat penting untuk memperkuat kemitraan antara dua Negara tersebut. Dengan meningkatkan pertukaran dua arah ini, tidak hanya dapat membangun koneksi jangka panjang, tetapi juga mempersiapkan pelajar untuk bisa ambil bagian menjadi pemimpin global abad ke-21. Selain itu acara ini juga dapat memberikan informasi dan peluang yang besar bagi pelajar Indonesia yang akan melanjutkan studi di USA. (Darmelia Puspita)

 

 

Beasiswa Santri LPDP, Beasiswanya Mahasiswa UNIDA

Beasiswa Santri…

Ada yang punya impian untuk kuliah di luar negeri? Jika iya, berarti anda termasuk salah satu dari jutaan orang yang menghendaki hal yang sama. Kini mimpi tersebut kian dekat dengan kenyataan melalui berbagai skema beasiswa yang tersedia, salah satunya adalah LPDP. Beasiswa LPDP siap memberikan beasiswa penuh kepada kita semua untuk kuliah di dalam maupun luar negeri, bahkan di kampus-kampus top dunia seperti Harvard, Oxford, dan Cambridge!

Rabu (11/09) salah seorang dosen Hubungan Internasional UNIDA Gontor, Wildi Adila, mendapatkan undangan untuk mengisi seminar beasiswa dan studi lanjut di Gontor Puteri 2 Mantingan. Acara yang bertemakan “Reach Your Dream by LPDP” tersebut bertujuan untuk memberikan informasi terkini seputar beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). Selain itu, acara yang berlangsung mulai pukul dua hingga empat tersebut membahas hal-hal lain yang lebih spesifik seperti tips mendaftar LPDP, cara mendapatkan LoA (Letter of Acceptance) dari universitas tujuan, menjadi mahasiswa ideal, hingga sharing pengalaman pribadi menjadi seorang pelajar muslim di Inggris.

Sesi Pertama

Pada sesi pertama, narasumber memberikan pengenalan singkat mengenai apa itu LPDP. Secara umum, LPDP adalah sebuah lembaga beasiswa yang diselenggarakan oleh negara melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Tujuannya adalah untuk memberikan bantuan dana pendidikan penuh kepada masyarakat Indonesia yang berminat melanjutkan studi ke jenjang magister atau doktoral.

Beasiswa Santri
Beasiswa Santri

Menurutnya, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kategori beasiswa yang ditawarkan LPDP saat ini sangatlah banyak. Jenis beasiswa yang beragam itu terdiri dari tiga tema besar, yaitu Beasiswa Umum, Beasiswa Afirmasi, dan Beasiswa Targeted Group. Beberapa beasiswa yang termasuk dalam kategori Beasiswa Umum adalah Beasiswa Reguler, Beasiswa Dokter Spesialis, Beasiswa Perguruan Tinggi Peringkat Utama Dunia, Beasiswa Disertasi, dan Beasiswa Kerja Sama Pendanaan (Co – Funding).

Beasiswa Afirmasi kali ini hadir dengan jenis beasiswa yang paling banyak. Diantara beasiswa-beasiswa yang masuk dalam kategori Afirmasi adalah Beasiswa Daerah Afirmasi, Beasiswa Alumni Bidikmisi, Beasiswa Prasejahtera Berprestasi, Beasiswa Santri, Beasiswa Prestasi Olahraga Internasional, Beasiswa Prestasi Seni Internasional, Beasiswa Penyandang Disabilitas, dan Beasiswa Indonesia Timur. Sedangkan Beasiswa Targeted Group hanya terdiri dari 3 macam saja, yaitu Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI), Beasiswa PNS/TNI/POLRI, Beasiswa Olimpiade Internasional.

Beasiswa Afirmasi

Pembahasan sang narasumber kala itu lebih dititikberatkan pada Beasiswa Afirmasi, khususnya Beasiswa Santri. Hal ini bukannya tanpa alasan. Pasalnya, tipe beasiswa ini sangat sesuai dengan latar belakang para audience yang merupakan seorang pendidik di Pondok Modern Darussalam Gontor, Kampus Puteri 2. Beasiswa Santri adalah sebuah program beasiswa yang dikhususkan bagi santri yang ingin melanjutkan kuliah pada jenjang magister ataupun doktoral. Adapun salah satu ketentuannya adalah aktif sebagai pendidik, dan atau tenaga kependidikan di Pondok Pesantren atau satuan-satuan Pendidikan keagamaan yang diselenggarakan oleh pesantren sekurang-kurangnya 3 tahun terakhir.

Beasiswa Santri ini adalah beasiswanya Antunna-Antunna sekalian, para mahasiswa-mahasiswi UNIDA. Kalau sampai tidak mau mengambil kesempatan emas ini, sungguh betapa meruginya kalian. Syaratnya cenderung ringan jika dibandingkan jenis beasiswa LPDP lain. Kalau di Beasiswa Reguler, persyaratan bahasanya  harus dengan IELTS 6.5. Nggak bisa ditawar-tawar. Sedangkan di Beasiswa Santri, Antunna bisa mendaftar hanya dengan nilai IELTS 6.0. Bahkan, khusus beasiswa ini, TOEFL ITP dengan skor 500 masih diperbolehkan. Tak hanya itu, setelah lolos LPDP, kalian akan diberikan kursus bahasa gratis untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris kalian, lanjut Wildi.

Selain Beasiswa Santri, ada dua jenis beasiswa lagi yang cocok dengan mahasiswa UNIDA. Persyaratannya pun juga tak sesulit Beasiswa Reguler. Dua beasiswa itu adalah Beasiswa Daerah Afirmasi dan Beasiswa Prasejahtera Berprestasi. Yang pertama adalah jenis beasiswa yang dikhususkan bagi para pemuda-pemudi yang berasal dari 125 kota yang masuk dalam kategori 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Untuk mengetahui daftar daerah afirmasi LPDP tahun 2019 bisa klik link ini. Sedangkan Beasiswa Prasejahtera, adalah program beasiswa bagi mereka yang berasal dari keluarga miskin, tapi memiliki IPK sekurang-kurangnya 3,5 dari skala 4,0 dan lulus strata satu pada dua tahun teakhir. Untuk cek ketentuannya bisa klik link ini.

Minder

Meskipun kesempatan untuk mendapatkan beasiswa ini sangat terbuka lebar, ternyata masih banyak ditemukan mahasiswa-mahasiswi UNIDA yang minder karena bahasa Inggrisnya masih pas-pasan. Untuk masalah ini, Wildi memberikan beberapa tips yang bermanfaat.

Mahasiswa UNIDA harus mampu menambah exposure bahasa Inggris dalam kehidupannya sehari-hari, pesan Wildi. Exposure ini lalu dibagi menjadi 4 bagian, sesuai jumlah skill berbahasa yang terdiri dari listening, speaking, reading, and writing. Untuk listening, mahasiswa dapat membiasakan diri untuk mendengarkan podcast dengan tema yang disukai di platform gratis seperti spotify dan anchor. Sementara reading bisa ditingkatkan dengan cara rajin membaca artikel ilmiah, novel, atau berita dari warta luar negeri yang berbahasa Inggris.

Meningkatkan speaking exposure bisa dimulai dengan cara imitate frasa-frasa bahasa Inggris yang terdapat pada film, vlog, reality show, dan lainnya. Selain itu, aktif dalam kegiatan akademik seperti student exchange, international conference and seminar tentunya akan sangat bermanfaat dalam meningkatkan kepercayaan diri para mahasiswa dalam berbicara di depan publik. Yang terakhir, writing skill, bisa dikembangkan dengan cara merangkum berita yang menjadi headline. Membuat tulisan untuk mengungkapkan sebuah pendapat atau mengomentari fenomena yang sedang hangat dibicarakan dalam bahasa Inggris juga sangat membantu.

Sesi Kedua

Di sesi kedua, alumni SOAS tersebut berbagi tentang kebiasaan baik yang dapat mendekatkan diri pada kesempatan kuliah di luar negeri. Menurutnya, penting sekali untuk menjadi “mahasiswa ideal” yang baik secara akademik, organisasi, pengabdian, prestasi, hingga agamanya. 

Akademik yang baik bisa dibuktikan dengan menunjukkan nilai IPK yang tidak pas-pasan. Meskipun tidak dapat menjadi patokan untuk mengukur kesuksesan seseorang, IPK nyatanya menjadi salah satu instrumen paling penting untuk kuliah S2 dan S3. Hal penting lainnya, organisasi dan pengabdian, dapat menjadi sebuah wadah bagi para mahasiswa untuk menjadi lebih kritis, peka terhadap permasalahan yang ada di sekitar, membangun relasi, dan memperluas koneksi.

Prestasi bisa diartikan sebagai bagian dari pengejawantahan proses belajar di kelas. Menjadi mahasiswa paling pintar di kelas rasanya kurang paripurna jika tidak menjajal berbagai kompetisi di bidang akademik maupun non-akademik. Jika keempat unsur untuk menjadi “mahasiswa ideal” di atas sudah dikantongi, ini (harusnya) dapat menjadi momentum baginya untuk lebih agamis. Bila mau merenung, maka seorang mahasiswa pasti akan sampai pada sebuah kesimpulan bahwa semua pencapaian cemerlangnya tidak akan pernah terwujud tanpa bantuan dan kemudahan dari Allah SWT.

Hakikat Studi Lanjut

Pria asal Ponorogo tersebut juga menjelaskan tentang hakikat studi lanjut yang sering salah ditafsirkan oleh banyak orang. Wildi dengan tegas mengatakan bahwa studi lanjut, terlebih dengan beasiswa, bukanlah sebuah kegiatan aji mumpung. Mumpung belum diterima kerja, maka mendaftar beasiswa. Mumpung pas sedang kerja serabutan, maka mau studi lanjut. Bukan seperti itu cara mainnya. Studi lanjut adalah sebuah usaha yang harus dipersiapkan dengan matang, didukung oleh serangkaian aktivitas yang konsisten. Ia juga perlu ditindaklanjuti dengan kontribusi nyata bagi bangsa.

Maka dari itu, penting bagi mahasiswa untuk menyiapkan segala sesuatunya sedari dini. Ini bisa ditindaklanjuti dengan konkrit salah satunya dengan cara memiliki paspor. Mengapa seorang mahasiswa harus mempunyai paspor? Hal ini karena paspor menjadi syarat wajib bagi seseorang bila hendak berkunjung ke sebuah negara. Dengan kata lain, mahasiswa harus didorong memiliki kunci untuk melihat dunia yang sangat luas. Jika mahasiswa terbiasa keluar masuk negara orang, mata dan pikirannya akan terbuka, keputusannya menjadi lebih bijak, inisiatifnya akan tumbuh, pengalamannya akan bertambah, dan visi hidupnya akan terbentuk.

Penutup

Sebelum menutup sesinya, Wildi tak lupa mengingatkan hal yang krusial kepada para peserta yang hadir. “Walaupun kesempatan emas kuliah di luar negeri menganga di depan mata, hal ini semoga tak lantas menggoyahkan niatan ikhas Antunna, para guru-guru untuk tetap istiqamah dalam mendidik santri, mengurus bagian, membantu pondok, sekaligus menjalankan kuliah.” Acara itu pun ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, peserta, dan panitia. [Adil]

Beasiswa Santri
Beasiswa Santri

Berita terkait:

http://hi.unida.gontor.ac.id/2019/08/31/loa-unconditional-adalah/

S2 di Inggris dengan Beasiswa Chevening? Mengapa Tidak

Memilih Lapar: Diplomasi dan Islam era Kemerdekaan

Internship , We Love It – Kiat-kiat Persiapan Magang

British Diplomacy | Sister City Liverpool-Surabaya dan Chevening Programs

LoA, Surat Sakti Para Pemburu Beasiswa

LoA Unconditional…

Kuliah ke jenjang yang lebih tinggi, terutama ke luar negeri merupakan satu hal yang diimpikan oleh banyak orang. Kini, mimpi itu kian nyata dan tidak melulu berakhir pada angan semata. Pasalnya, saat ini sudah banyak sekali lembaga beasiswa yang menawarkan beasiswa penuh bagi mereka yang berminat mendaftar. Beberapa beasiswa yang tersedia itu adalah LPDP, Beasiswa 5000 Doktor, Chevening, DAAD, AAS, Erasmus, Fullbright, Monbukagakusho, dan masih banyak lagi.

Nah, adapun salah satu syarat pendukung (bisa wajib, tergantung jenis beasiswa yang diminati) yang diminta oleh si pemberi beasiswa itu adalah Letter of Acceptance (LOA). Apa itu LoA? Bagaimana cara mendapatkannya? Apa bedanya LoA Conditional dan LoA Unconditional? Mari kita coba bahas bersama.

Mengenal LoA

Letter of Acceptance (LoA) atau biasa disebut juga Letter of Guarantee adalah surat yang dikeluarkan oleh universitas yang menyatakan bahwa kita telah diterima di universitas tersebut. LoA itu sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu LoA Conditional dan LoA Unconditional. LoA Conditional berarti dengan syarat, sedangkan LoA Unconditional mengandung arti tanpa syarat. Agar bisa kuliah di kampus yang diinginkan, calon mahasiswa harus bisa mendapatkan LoA yang bersifat Unconditional.

Jika seseorang mendapatkan LoA Conditional, artinya dia telah diterima di salah satu kampus dengan syarat. Dengan kata lain, si kandidat harus memenuhi syarat yang belum lengkap yang tertulis pada LoA Conditional-nya seperti sertifikat IELTS, terjemahan ijazah, preparatory course, dan sebagainya.

loa_conditional_wildi
Contoh LoA Conditional (sebelum menyerahkan sertifikat IELST)

Setelah semua syarat itu bisa dilengkapi, maka otoritas kampus akan meng-upgrade LoA yang sebelumnya bersifat Conditional, menjadi Unconditional.

LoA Unconditional
LoA Unconditional
LoA Unconditional
Beberapa Contoh LoA Unconditional (setelah menyertakan sertifikat IELTS)
Opsi Mendaftar

Untuk mendapatkan LoA dari kampus luar negeri, kita bisa mendaftar secara mandiri melalui portal online admission yang disediakan masing-masing kampus. Seluruh berkas yang menjadi syarat nantinya juga harus diunggah dalam portal tersebut. Saat ini, mayoritas kampus di luar negeri tidak lagi mengakomodir pengumpulan berkas via pos karena keseluruhannya telah berbasis online. It’s time for the digital era, right?

loa unconditional
Contoh Portal Online Application

Opsi lain untuk apply universitas tujuan adalah melalui bantuan agen pendidikan. Di Indonesia sendiri sudah banyak sekali agen pendidikan yang siap memberikan bantuan mulai dari mengirimkan application, menguruskan visa, hingga mencarikan akomodasi di negara tujuan. Kalau ada yang merasa takut jika dalam proses mendaftar nantinya akan mengalami kesulitan atau bahkan kesalahan, meminta bantuan kepada si agen bisa menjadi salah satu opsi. Namun, jika anda adalah seorang penyuka tantangan, mencoba apply sendiri adalah pilihan yang baik. Toh juga tidak sulit.

Syarat Mendapatkan LoA

Secara umum, tidak ada perbedaan persyaratan yang signifikan di antara kampus-kampus di Eropa maupun Australia. Dengan kata lain, jenis dan jumlah berkas yang harus dikumpulkan ke the University of Manchester dan the Australian National University kurang lebih sama. Lalu, apa saja yang perlu dipersiapkan untuk mendapatkan LoA?

Menentukan Program Studi dan Universitas

Ini adalah salah satu step terpenting dalam proses pencarian universitas karena akan menjadi faktor yang paling menentukan ketika anda nanti berkarir pasca studi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan jurusan dan kampus adalah linearitas bidang studi, minat, pengalaman kerja, kurikulum, matakuliah yang ditawarkan, serta ranking dunia untuk prodi dan kampus tersebut.

Untuk melihat daftar ranking program studi dan kampus ternama bisa merujuk ke QS World University Rankings, Times Higher Education, dan 4ICU.

loa unconditional
QS World University Rankings

Paspor

Paspor adalah barang yang wajib dimiliki oleh seseorang yang ingin bepergian ke luar negeri, tak terkecuali kuliah. Universitas-universitas di luar negeri pasti akan meminta paspor kepada calon mahasiswa sebagai bukti identitas legal yang diakui dunia internasional.

Tak perlu menunggu hingga lulus S1, anda yang masih aktif kuliah sekalipun sangat disarankan untuk memiliki paspor. Pasalnya, kesempatan emas anda untuk mengikuti konferensi, seminar, pertukaran pelajar, short course, atau summer school di luar negeri akan tertutup jika tidak memiliki paspor. Jadi, tunggu apa lagi?

loa unconditional
paspor_indonesia

Ijazah dan Transkrip Nilai dalam Bahasa Inggris

Beberapa universitas di Indonesia sudah banyak yang mengeluarkan ijazah dalam dua bahasa, yakni Indonesia dan Inggris. Namun, bila ijazah anda masih berbahasa Indonesia, maka sekiranya perlu sekali untuk diterjemahkan melalui penerjemah tersumpah atau sworn translator.

Surat Rekomendasi

Seorang kandidat perlu menyerahkan (biasanya) dua surat rekomendasi agar aplikasinya bisa diterima. Rekomendasi ini bisa diminta ke dosen, tapi pastikan bahwa beliau adalah orang yang mengenal rekam jejak anda dengan baik selama kuliah. Surat rekomendasi juga bisa didapat dari atasan kantor yang tahu kinerja anda selama bekerja di tempat tersebut. All in all, surat rekomendasi bisa diminta dari dua orang dosen sekaligus (dosen pembimbing akademik/skripsi, dekan, rektor), atau mix and match, yaitu satu rekomendasi dari dosen dan satu lagi dari atasan kerja.

loa unconditional
Recomendation Letter

Motivation Letter / Personal Statement

Ini merupakan essay singkat yang berisi latar belakang, serta alasan mengapa pelamar memutuskan memilih program studi di universitas tersebut. Membuat motivation letter sebenarnya tidaklah begitu susah. Hanya saja membutuhkan ekstra ketelitian, ketekunan, dan kesabaran agar hasilnya maksimal.

Namun demikian, tidak jarang ditemukan calon mahasiswa yang kesulitan dalam menyampaikan maksud dan tujuannya untuk melanjutkan studi. Salah satu solusinya adalah dengan cara sering melihat contoh tulisan orang lain dan menganalis cara penulisannya. Jangan lupa juga untuk sering-sering meminta bantuan orang lain untuk memberikan feedback dari tulisan anda.

Motivation Letter
Motivation Letter

CV

Assessor universitas terkait biasanya akan memanfaatkan CV sebagai langkah awal dalam mengenal calon mahasiswanya. Untuk itu, penting sekali untuk mengirimkan CV terbaik yang paling tidak mencakup hal-hal berikut, personal detail, educational background, internship and work experience, organizational experience, published articles, seminar, workshop, dan conferences.

cv-beasiswa
CV

Sertifikat Kemampuan Bahasa Inggris

Akhirnya, sampailah kita dipersyaratan akhir yang banyak menggugurkan calon mahasiswa atau penerima beasiswa. Jika kita menilik ke persyaratan 1-6, ke semuanya bisa diselesaikan dalam waktu yang pasti dan relatif singkat. Sangat memungkinkan sekali bagi seseorang untuk melengkapi syarat ke 1-6 dalam waktu 1 bulan saja.

Tapi, bagi sebagian orang, hal ini tidak berlaku dalam melengkapi persyaratan yang terakhir ini. Mereka yang tidak terbiasa menggunakan bahasa Inggris secara aktif (berbicara, menulis) maupun pasif (mendengar, membaca), tentu untuk mendapatkan skor bahasa Inggris yang disyaratkan kampus tujuan akan sangat time-consuming.

Yang cukup disayangkan adalah, ternyata, banyak calon pelajar yang IPK-nya bagus hingga memiliki segudang prestasi pada akhirnya gagal kuliah di luar negeri karena tidak memiliki kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni. Extremely speaking, average people with excellent English will have more opportunities to study abroad than brilliant people with poor English. So, mari persiapkan diri kita dengan maksimal.

Lalu, sertifikat bahasa Inggris apa yang dibutuhkan?

Beda tujuan, beda pula jenis sertifikat yang diminta. Jika tujuan kampus anda adalah Indonesia dan beberapa negara Asia, TOEFL ITP biasanya masih bisa digunakan. Namun, agar bisa diterima di kampus-kampus Australia, Eropa, dan Amerika, seseorang perlu memiliki sertifikat IELTS dengan skor keseluruhan 6.5 dengan setiap skill (listening, reading, writing, speaking) tidak boleh kurang dari 6.0.

ielts-sertifikat
Sertifikat IELTS
Mengapa IELTS

IELTS (International English Language Testing System) saat ini menjadi salah satu jenis tes kemampuan bahasa Inggris yang paling banyak digunakan di dunia dalam bidang pendidikan, pekerjaan, maupun migrasi. Oleh karenanya, tak heran jika hampir seluruh kampus di dunia menerima sertifikat IELTS sebagai dokumen sah yang menunjukkan level kemampuan bahasa Inggris seseorang. Selain IELTS, TOEFL IBT dan PTE Academic sebenarnya juga lumrah digunakan di dunia akademik, tapi peminatnya tak sebanyak IELTS.

Dari paparan di atas, kita sekarang tahu apa saja kekurangan yang harus dikejar demi mewujudkan mimpi kuliah di luar negeri. Tidak ada yang mustahil bagi Allah selagi kita mau berusaha, berdo’a, dan bertawakkal. man ‘arofa bu’das safari ista’adda. Barang siapa tahu jauhnya perjalanan, bersiap-siaplah ia. [Wildi Adila]

Berita terkait:

Beasiswa Santri LPDP, Beasiswanya Mahasiswa UNIDA

 

British Diplomacy | Sister City Liverpool-Surabaya dan Chevening Programs

Internship , We Love It – Kiat-kiat Persiapan Magang

S2 di Inggris dengan Beasiswa Chevening? Mengapa Tidak

Eratkan Kerjasama ” Sister City ” Liverpool & Surabaya