Delegasi HI UNIDA Gontor untuk USA Higher Education Fair 2020

Selasa (11/2/2020) HI UNIDA Gontor mengirimkan delegasinya sebanyak 23 orang yang terdiri dari 12 mahasiswi semester 8, 5 mahasiswi semester 4, dan 6 mahasiswi semester 2 untuk mengikuti acara USA Higher Education Fair 2020 di Surabaya. Acara ini diselanggarakan oleh Konsulat Jendral USA yang berada di Surabaya dengan tujuan memberikan informasi sebanyak-banyaknya mengenai mengenai sistem pembelajaran di USA. Melalui program ini, Konsulat Jendral USA di Indonesia bermaksud untuk memberikan informasi kepada para pelajar Indonesia yang akan melanjutkan studinya mengenai langkah-langkah dan tips yang dapat dilakukan jika ingin melanjutkan pendidikan di Negeri Paman Sam ini.

Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 700 pelajar dan dimulai dari pukul 14:00 hingga 18:00 yang bertempat di hotel JW Mariot. Di dalam acara ini terdapat booth-booth beberapa Universitas USA dimana kita bisa menanyakan berbagai hal mengenai bagaimana cara untuk dapat belajar dan tinggal di Negeri Paman Sam tersebut. Terdapat juga banyak sekali booth yang menyediakan informasi mengenai beasiswa kuliah di USA dan dijelaskan secara langsung oleh alumni universitas tersebut. Selain itu disana kita juga dapat menemukan booth mengenai informasi beasiswa yang dapat kita ambil untuk melancarkan belajar kita di USA seperti Fulbright scholarship.

Informasi Untuk belajar di USA

Setelah puas mencari informasi seputar universitas yang akan kita tuju nantinya, tiba saatnya para pelajar dan pengunjung lainya memasuki sesi kedua dari acara edufair ini, yaitu seminar mengenai hal-hal apa sajakah yang harus kita persiapkan sebelum belajar di USA. Dalam sesi ini para pengunjung berkumpul di meeting room untuk mendengarkan presentasi dari bagian konseler. Adapun hal-hal yang harus kita persiapkan antara lain Visa pelajar yang digunakan untuk mengajukan permohonan masuk ke Amerika dengan maksimal waktu pengajuan 120 hari sebelum keberangkatan. Untuk mengajuakan visa ini ada beberapa hal-hal yang harus kita persiapkan, seperti foto, DS-160, DS-2019, dan bukti pembayaran visa.

 

Selain mebahas mengenai Visa yang harus kita ambil, para konsuler juga menjelaskan mengenai cara pembuatan CV / Resume yang baik untuk Universitas yang ada di Amerika. Tujuan dari pembuatan CV/ Resume ini menggambarkan kemampuan yang kita miliki untuk menjamin kita dapat bertahan di USA. Isi dari CV/Resume yang biasanya diminta Universitas yang ada di USA meliputi: education experience, professional experience, dan other experience seperti pengalaman dalam berorganisasi ketika beradi di Universitas ataupun sekolah sebelumnya dan juga jangan lupa untuk menuliskan Skill, Activities and Interest pada point terakhir.

Tak hanya itu para pengunjung juga beritahu mengenai informasi beasiswa yang dapat diambil ketika ingin belajar di USA. Pada sesi ini pembicara merupakan salah seorang penerima beasiswa Fulbright yang berhasil menuntaskan studinya di USA, beliau menjelaskan langkah-langkah apa saja yang harus dipersiapkan ketika kita ingin mendapatkan beasiswa Fulbright ini seperti persiapan informasi yang lengkap mengenai pemberi beasiswa, penulisan resume yang spesifik dan sesuai dengan pemberi beasiswa, mencari latarbelakang universitas yang kita tuju hingga persiapan wawancara.

Adanya Pertukaran Akademik antara Amerika dan Indonesia ini juga sangat penting untuk memperkuat kemitraan antara dua Negara tersebut. Dengan meningkatkan pertukaran dua arah ini, tidak hanya dapat membangun koneksi jangka panjang, tetapi juga mempersiapkan pelajar untuk bisa ambil bagian menjadi pemimpin global abad ke-21. Selain itu acara ini juga dapat memberikan informasi dan peluang yang besar bagi pelajar Indonesia yang akan melanjutkan studi di USA. (Darmelia Puspita)

 

 

Mahasiswi HI UNIDA Gontor Telaah Kesuksesan Alumni Gontor dari Forum Bisnis

Komplektifitas yang dimiliki jurusan Hubungan Internasional membuat bisnis menjadi sasaran empuk untuk memicu berkembangnya perekonomian. Meskipun dunia politik selama ini menjadi kajian disiplin Ilmu Hubungan Internasional, tidak ada salahnya jika bisnis lebih dikaji sebagai terapan soft power untuk pemenuhan interest tiap individu. Hal ini sangat berharga bagi para civitas akademik Hubungan Internasional Gontor. Bahkan menjadi kesempatan bagi mahasiswi dalam mengembangkan potensi kreatifitas ditengah ramainya perpolitikan yang ada.

Kunjungan ke Instansi Alumni Gontor

Rabu, 5/2/2020, setelah menjelajahi dunia sejarah tentang pembangunan Gedung Sate hingga perjuangan pemuda Bandung dalam mempertahankannya pasca proklamasi dari genggaman Belanda, tibalah saat dimana kunjungan Studi Akademik Hubungan Internasional ke instansi terakhir. Instansi ini memberi banyak inspirasi bagi khalayak mahasiswi untuk menekuni banyak hal. Pada kesempatan kali ini, mahasiswi Hubungan Internasional mengenal dunia bisnis oleh salah satu alumni Gontor di Bandung, yakni Ustadz Dadi Purwadi.

Jatuh Bangun Forum Bisnis

Forum Bisnis atau yang disingkat Forbis adalah unit usaha yang dibangun oleh alumni Gontor tahun 1988 ini. Dalam sepak terjangnya, Ustadz Dadi memiliki berbagai rintangan dan cobaan hingga melakukan bisnis.  Hal tersebut terjadi sebelum menekuni bisnis merchandise yang mengantarkan beliau hingga sukses seperti sekarang. Adapun usaha yang dilakukannya adalah berbisnis dengan produk-produk kaos. Namun hal ini memiliki akhir yang tidak ber-feedback positif bagi beliau.

Kegagalan sebelumnya membuat Ustadz Dadi berfikir kembali untuk meneruskan bisnis. Namun hal ini tidak cukup untuk membuat beliau berhenti. Ditengah kegagalannya, beliau mencoba kembali terjun dalam dunia bisnis dengan bidang minimarket. Tetapi, minimarket yang ia coba rintis masih belum menghasilkan sesuai yang ia harapkan. Hingga akhirnya, beliau berfikir dan menemukan ide baru untuk melakukan bisnis di bidang merchandise. Tidak diragukan lagi, bisnis dengan minimnya aktor ini mampu memberi beliau feedback positif bagi beliau hingga sekarang.

Impor Forum Bisnis

Ibarat sedikit menjadi bukit, usaha yang Ustadz Dadi tekuni kini beragam menjadi banyak produk. Mulai dari gantungan kunci, magnet kulkas, name tag, pin, tumbler hingga berbagi pandle organisasi dan institusi. Produk ini tidak hanya dipasarkan ke wilayah nusantara, namun juga manca negara. Adapun negara yang diimpor produk Ustadz Dadi adalah Malaysia, Singapura, Fiipina, Kongo, Jepang, hingga Italia. Negara-negara tersebut telah menyebar produk-produk hasil handmade beliau.

Tidak Mudah Putus Asa adalah Jiwa yang Gontor Ajarkan

Salah satu yang menjiwai Ustadz Dadi untuk tekun adalah segala pelajaran yang telah Gontor ajarkan. Gontor memberi banyak pelajaran yang menjadi dasar untuk terus maju dengan potensi dan semangat yang membara.

Awalnya saya tidak mengira bahwa bisnis ini akan mendatangkan hasil yang besar bagi saya. Karena umumnya, berkecimpung dalam dunia merchandise selalu dipandang sebelah mata di dalam masyarakat. Dan saya melihat peluang yang besar didalamnya seletah analisis saya dengan bisnis di bidang itu” papar beliau didepan mahasiswi jurusan Hubungan Internasional UNIDA Gontor.

Semoga pelajaran yang hadir dari serangkaian instansi kunjungan mahasiswi Hubungan Internasional UNIDA Gontor menjadi bekal dan ilmu bermanfaat. Seperti hal nya ilmu dan tekad yang Ustadz Dadi ajarkan. Ia membuktikan bahwa hasil tidak akan mengkhianati usaha jika dilandasi dengan doa.

Pen: Nabila/Angel

 

Pengarahan Panitia Ujian Tengah Semester di UNIDA 1441/2020.

Pengarahan Panitia Ujian Tengah Semester di UNIDA 1441/2020.

Pengarahan Panitia Ujian Tengah Semester (UTS) Gasal untuk Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor 1441/2020.
Pengarahan Panitia Ujian Tengah Semester (UTS) Gasal untuk Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor 1441/2020.

Siman – Senin malam, 13 Januari 2020, seluruh mahasiswa UNIDA Gontor menghadiri pengarahan dan pembagian kartu Ujian Tengah Semester (UTS) Gasal tahun ajaran 1441/2020. Acara yang dilaksanakan di Masjid UNIDA Gontor ini dimulai setelah shalat isya tepat atau pukul 20:00 WIB. Acara ini diawali dengan pengarahan dari Al-Ustadz Sunan Autad Sarjana Lc.MA. yang menyampaikan beberapa nasehat dan maklumat yang dititipkan oleh rektor UNIDA Gontor.

Al-Ustadz Sunan Autad Sarjana Lc.MA mengingatkan para mahasiswa jika dalam tradisi Islam, para ulama membagi 2 kategori dalam menuntut ilmu. Yang pertama adalah adab, dan yang kedua baru ilmu.

Pesan dan Nasehat Al-Ustadz Sunan Autad Sarjana Lc. MA dalam pengarahan ujian tengan semester (UTS) gasal.

Para ulama terdahulu sering menguji muridnya yang ingin mengenyam ilmu bersamanya dan tidak asal mengajar saja. Hal ini karena salah satu hal yang paling esensial dalam proses menuntut ilmu sejatinya adalah upaya menjaga adab kepada sang guru agar berkah ilmu selalu terlimpah kepada sang murid. Mematuhi guru adalah bagian dari kaidah menuntut ilmu yang diajarkan oleh ulama-ulama terdahulu.

Adapun 3 keuntungan menuntut ilmu dengan Adab dan Akhlaq adalah:

  1. Allah akan mempercepat pemahamannya dalam menuntut ilmu.
  2. Allah akan mempermudahkan dalam mengamalkan apa yang telah dipelajarinya.
  3. Allah akan mempermudahkan mendapatkan ilmu dan adab.

Maka utamakanlah adab dan akhlaq daripada ilmu.

الأدب فوق العلم

Selain itu, Al-Ustadz Sunan Autad Sarjana Lc.MA juga mengingatkan segenap mahasantri UNIDA Gontor untuk mengamalkan hal-hal yang dapat mempermudah seseorang dalam proses mencari ilmu. Beberapa hal tersebut diantaranya adalah memaksimalkan solat berjamaah di masjid dengan tepat waktu, mengamalkan sunah-sunah Rasulallah SAW, dan bersedekah. Jika kamu ingin mendapatkan ilmu, maka dekatilah yang mempunyai semua ilmu yaitu Allah SWT, lanjut Ust. Sunan

إنّ حسن علاقتك بالله من أكبر عوامل نجاحك

“Sesungguhnya hubungan baikmu dengan Allah merupakan senjata utama atas kesuksesanmu.”

Acara pengarahan Ujian Tengah Semester (UTS) Gasal diakhiri dengan beberapa maklumat dan peraturan selama UTS berlangsung. Diantara pemberitahuan yang paling ditekankan adalah tentang administrasi mahasiswa untuk segera dilengkapi karena administrasi adalah salah satu syarat dalam mengikuti UTS di UNIDA Gontor.

Pengarahan Ujian Tengah Semester (UTS) Gasal pun ditutup dengan pembacaan doa oleh Al-Ustadz Sunan Autad Sarjana Lc. MA dan pembagian Kartu ujian.

Pengarahan Panitia Ujian Tengah Semester (UTS) Gasal untuk Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor 1441/2020.
Pengarahan Panitia Ujian Tengah Semester (UTS) Gasal untuk Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor 1441/2020.
Pengarahan Panitia Ujian Tengah Semester di UNIDA 1441/2020.

[JahhidFitrah]

artikel yang terkait :

Pembekalan Magang HI Unida Gontor

Haflatu-t-Tasyakkur , Laksanakan Sunnah Pondok Sujud Syukur Seusai UAS

HI UNIDA Gontor Laksanakan Studi Akademik ke Kota Budaya, Yogyakarta

Pesan Al-Ustadz Ahmad Hidayatullah Zarkasyi kepada Segenap Civitas Akademika HI UNIDA Gontor di Family Gathering

Senin (16/12), keluarga besar Prodi Hubungan Internasional Kampus Puteri menyelenggarakan acara Family Gathering. Ini merupakan kegiatan silaturahmi yang konsisten dilaksanakan setiap menyambut semester baru oleh segenap civitas prodi HI. Berbeda dengan konsep acara sebelumnya, Family Gathering kali ini terasa begitu spesial dan hangat karena dimulai dengan momen buka puasa bersama para mahasiswi, dosen, dan Bapak Dekan.

Meski rintik-rintik hujan jatuh membasahi bumi Mantingan, hal ini tidak menghalangi semangat para mahasiswi untuk hadir dalam acara family gathering yang membahagiakan ini. Hangatnya kebersamaan bersama Bapak Dekan menjadi anugrah yang patut disyukuri. Atmosfer ketentraman menyatu dengan suasana syahdu saat mendengarkan pesan dan nasehat Bapak Dekan Fakultas Humaniora UNIDA Gontor.

PRESTASI MAHASISWI HI PATUT UNTUK DIAPRESIASI

Acara sore itu dimulai dengan sambutan dari Kepala Prodi Hubungan Internasional, Dr. Mohamad Latief, M.A. Dalam sambutannya, beliau banyak memberikan apresiasi kepada segenap mahasiswi yang memiliki prestasi yang membanggakan, salah satunya adalah pencapai IPK tertinggi per semester. Prestasi-prestasi yang lainnya adalah keikutsertaan mahasiswi dalam event-event nasional maupun internasional. Sebuah kebanggaan bagi prodi HI UNIDA karena para mahasiswi kita mampu berkancah diberbagai bidang di dalam maupun luar negeri, tutur Dr. Mohamad Latief, M.A.

BUKA PUASA BERSAMA DAN SALAT BERJAMA’AH

Azan berkumandang menandakan bahwa waktu buka puasa telah tiba. Seluruh mahasiswi dan dosen berbuka puasa dengan khidmat sambil menyantap hidangan pembuka puasa yang telah disediakan panitia. Semua hadirin begitu menikmati kebersamaan yang tercipta dari family gathering keluarga besar HI UNIDA. Setelah selesai berbuka, acara kemudian dilanjutkan dengan salat berjamaah yang diimami langsung oleh Bapak Dekan fakultas humaniora.

PIDATO MAHASISWI SETIAP SEMESTER

Selepas salat, beberapa mahasiswi yang terpilih diberikan kesempatan untuk naik ke podium dan memberikan beberapa patah kata untuk menambah amunisi semangat dan motivasi para mahasiswi lain. Zulfa Karima, perwakilan dari mahasiswi semester 2 maju untuk mengawali serangkaian speech. International Relations have a great chance for its student to give bigger movements, sahut Zulfa. Baginya menjadi mahasiswi HI adalah suatu pengalaman baru baginya yang sangat mengesankan. Pesan selanjutnya disampaikaan oleh perwakilan semester 4, Dita Safitri. Menurutnya, HI adalah suatu ilmu yang memberi banyak pengaruh terhadap dunia. Dengan ilmu HI, banyak tantangan dan isu-isu masa depan yang harus diselesaikan untuk kepentingan suatu negara dan perdamaian dunia.

Zakliya Widad hadir sebagai perwakilan dari semester 6. Ia menjelaskan bahwa untuk menjadi pemimpin, seseorang harus mampu mengemban dan merealisasikan amanat. Jangan hanya memikirkan kepentingan sendiri, tapi juga kepentingan umat. Karena pada hakikatnya kita akan kembali kepada umat, tuturnya dengan lantang. Pidato penutup dibawakan oleh Jihan Safirah Yuniat sebagai perwakilan dari semester 8. Dalam pidatonya, ia banyak berbagi tentang pengalaman pribadinya melakukan program magang di KBRI Brunei Darussalam. Pengalaman yang sungguh mengesankan dan memberi banyak pengalaman berharga baginya.

Kehidupan Gontor Mengajarkan Kita Menjadi Pemimpin yang Baik

 

Sampailah di acara yang sangat ditunggu-tunggu, yakni pesan dan nasehat dari Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi M.A. Beliau memulai sambutannya dengan menjelaskan bahwa hubungan internasional adalah ilmu yang sangat strategis. Dengan kata lain, ilmu ini merupakan sebuah ilmu yang mencakup banyak ilmu lain yang berpengaruh, seperti ilmu hukum, sosial, ekonomi, politik, komunikasi dan masih banyak lagi cakupan ilmu di dalamnya.

Beliau juga mengingatkan jika sebagai mahasiswi HI UNIDA harus banyak-banyak bersyukur atas karunia Allah. Hal ini dikarenakan semua dosen yang ada di prodi HI UNIDA Gontor berasal dari latar belakang yang hebat. Kebanyakan dosen yang mengajar adalah lulusan universitas luar negeri ternama seperti Inggris, Pakistan, Malaysia, Mesir, dan India. Hampir semua dosen HI juga memiliki banyak prestasi membanggakan. Alhamdulillah.

Kehidupan Gontor mengajarkan kita menjadi pemimpin yang baik. Kepemimpinan dapat dipelajari meski hanya menjadi bawahan karena saat itu kita dapat melihat bagaimana cara pemimpin memimpin suatu organisasi. Dengan itu, kita dapat menilai kepemimpinan seseorang dan memperhatikan cara memimpinnya, pesan Al-Ustadz Hidayatullah.

Menurut Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A., penyebab kesuksesan pemimpin ada dalam pendidikan Gontor. Sportivitas, rasa ikhlas, sikap disiplin, kerja keras, keinginan yang kuat, jiwa kepemimpinan, dan juga hidup yang tertib semua ada di dalamnya. Kehidupan 24 jam yang dirasakan di pondok akan membantu para santri dan mahasiswa melihat perbuatan baik yang dapat di contoh.

Jadilah mahasiswi yang bermental juara, sahut beliau dengan berapi-api. Pendidikan Gontor telah menanam mental juara pada saat kompetisi terkecil yang ada di Gontor. Penanaman mental juara akan membuat seseorang menjadi lebih kompetitif dan berkemauan besar. Dalam setiap kompetisi, semua kalangan juga harus diikutsertakan karena akan menghasilkan seseorang yang bermental juara dan kompetitif.

Setelah memberikan nasehat, Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A. lalu berkenan memimpin do’a pada acara tersebut. Acara lalu ditutup dengan perfotoan bersama segenap civitas akademik Fakultas Humaniora. (Lokita HI/2, Ed. Wildi)

Kiat-kiat Menulis dengan Mudah

Setelah sesi pertama yang membahas mengenai “ Pemikiran Politik Hukum Negara” berakhir, pukul 14.00 WIB dilanjutkan dengan sesi kedua. Sesi kedua merupakan sesi “Writing Motivation” yang disampaikan oleh Al-Ustadz Nur Rohim Yunus. Dalam acara ini, pembicara akan membagikan kepada hadirin kiat-kiat menulis dengan mudah. Writing Motivation yang diselenggarakan oleh Prodi HI ini berlangsung di Gedung Pascasarjana Lantai 3. Acara ini dihadiri oleh dua dosen putri dan Mahasiswi dari berbagai Program Studi.

Al-Ustadz Nur Rohim merupakan salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 1999. Selain itu, beliau juga meneruskan jenjang S1-nya di ISID dan lulus pada tahun 2002. Meraih gelar Master of Law (LL.M) dari International Islamic University, Pakistan dan kandidat Doktor di Kazan Federal University, Russia. Beliau juga tercatat sebagai dosen tetap di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Karier beliau sebagai penulis dimulai dengan keisengannya sebagai pimpinan redaksi bulletin ketika studinya di Pakistan. Bulletin tersebut bernama “Kaifa”. Isi Bulletin Kaifa tersebut ialah kumpulan-kumpulan khotbah Jumat teman-teman mahasiswa yang disetting berbentuk selebaran naskah bulletin layaknya artikel. Selain itu beliau juga aktif menjadi Pimpinan Redaktur dan penulis di Majalah IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern) yang berdomisili di Pakistan. Selain itu, beliau juga aktif menulis puisi setiap hari dari hand phone sederhananya, lalu dikumpulkan menjadi satu dan dibukukan.

“Jika kamu ingin menulis, maka cintai dan sukai apa yang akan kamu tulis. Selalu aktif membaca tulisan orang lain, untuk selanjutnya menulislah”, pesan beliau kepada para hadirin. Dalam acara Writing Motivation ini, beliau juga menyampaikan kiat-kiat menulis dengan mudah.

Kiat-kiat Menulis

Bagaimanakah kiat-kiat menulis dengan mudah itu?

Hal pertama dalam menulis ialah mengetahui model-model tulisan, hal tersebut untuk mengetahui termasuk model apakah tulisan kita? Model tulisan tersebut dibagi menjadi tiga. Pertama; Tulisan sastra yang meliputi Puisi, sajak, pantun, gurindam, cerpen, dan lain-lainnya. Kedua; Tulisan Ilmiah yang meliputi makalah, skripsi, tesis, disertasi, dan lain-lain. Dan yang ketiga; tulisan bebas yang meliputi tulisan lepas, artikel, kolom, resonasi, dan lain sebagainya. Dalam membuat tulisan juga harus memperhatikan mekanisme tata cara penulisan. Tulisan koran misalnya, isi dari tulisan tersebut harus novelty yang berarti tulisan merupakan sesuatu yang baru atau situasi terbaru dan aktual.

Hal kedua yang harus dilakukan ialah menemukan ide, lalu, dari manakah ide itu datang? Ide bisa didapat dari hal kecil yang melintas dalam kehidupan, misalnya saat hujan deras dan rasa sepi. Dari ide tersebut bisa dikembangkan menjadi sebuah puisi. Ide yang didapat dari sesuatu kecil tersebut bisa ditulis dalam sebuah note/bank ide agar tidak terlupakan. Sejatinya, sebuah ide merupakan berlian dalam dunia kepenulisan.

Ketika ide sudah didapat, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah menuliskan ide gagasan. Ide gagasan bisa dimulai dengan coretan-coretan melalui pena (qolam). Sebagaimana Allah memerintahkan hambanya dalam surat al-Qolam ayat 1. Setelah semua ide tertuang dalam coretan, maka dengan mudah kita bisa mendapatkan poin-poin yang dibutuhkan.

Setelah mendapatkan poin-poin penting, maka dilanjutkan dengan pengembangan ide gagasan. Pengembangan gagasan tersebut dilakukan dengan membagi tulisan dalam tiga paragraph besar yaitu Prolog, Isi dan Epilog. Prolog berisi pendahuluan, latar belakang, dan rumusan masalah. Isi dengan substansi monolog yang mengutip tulisan salah satu tokoh, dan dialog yang mengutip 2 tokoh atau lebih yang saling dibenturkan. Epilog sebagai kesimpulan dan penutup dari sebuah tulisan. Selain itu, kita juga harus memasukkan anak kalimat pengembang dari gagasan tersebut. Contohnya, satu pendapat dari sebuah tulisan dikembangkan dengan melihat atau menambahkan pendapat lain.

Tahapan Menulis

Dalam dunia kepenulisan, tahapan menulis ialah Adopsi, Adaptasi, dan Kreasi. Adopsi merupakan kegiatan men-copy paste tulisan orang lain tanpa modifikasi, lalu menyertakan footnote. Hal ini masuk dalam kategori plagiasi rendah, namun sebagai langkah awal sebagai penulis pemula dapat dilakukan, selanjutnya wajib melakukan editing-editing sebagai bentuk adaptasi. Adaptasi merupakan pengubahan Bahasa dan mengembangkannya menjadi lebih luas, kategori ini aman dari plagiasi. Yang terakhir adalah kreasi atau dalam Bahasa inggrisnya disebut creation. Tulisan yang telah di-copy paste tadi diubah dan diberi pendapat sesuai dengan fenomena yang terjadi saat ini. Tulisan tersebut juga bisa ditambah dengan pendapat penulis dengan menyampaikan setuju atau ketidaksetujuannya dengan pendapat tersebut.

Ketika menulis, hal yang juga perlu diperhatikan ialah mengenali kata rantai. Kata rantai tersebut seperti: “apabila, maka, oleh karena itu, sedang, akibatnya, tak heran, sehingga, dan akhirnya.” Contohnya: Apabila 2 negara telah meratifikasi Hukum Laut Internasional UNCLOS 1982, maka negara tersebut terikat dalam pacta sunt servanda UNCLOS 1982. Oleh karena itu, jika satu negara melakukan wanprestasi dalam menjalankan UNCLOS 1982, seperti mengeksploitasi wilayah ZEE negara lain. Sedang akibatnya, akan terjadi konflik antar 2 negara yang bersangkutan. Tak heran, berbagai upaya akan dilakukan guna meredam konflik tersebut, sehingga konflik tidak perlu dibawa kepada International Justice Court. Akhirnya, arbitrase menjadi metode pilihan untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Karya Tulis Ilmiah

Sebagai seorang mahasiswa, karya tulis ilmiah merupakan teman dalam menuntut ilmu. Entah itu makalah, essay, opini, skripsi dan lain sebagainya. Untuk mempermudah dalam pembuatan karya tulis ilmiah, Ust Nur Rohim Yunus membagikan kita tipsnya.

Tips pertama, mencari judul yang lebih spesifik dari tema yang telah ditawarkan.

Tips kedua, membuat pertanyaan sebagai rumusan masalah. Dari judul yang sudah ditentukan, maka akan tercipta atau muncul suatu pertanyaan yang akan dibahas dalam pembahasan.

Tips ketiga, gunakan metodologi apa yang hendak dipakai, kualitatif atau kuantitatifkah atau metode yang lain.

Tips keempat, membuat outline. Dengan membuat outline, akan lebih memudahkan penulis dalam menyelesaikan pembuatan karya ilmiahnya.

Dan tips terakhir, membuat asumsi awal. Asumsi awal merupakan penilaian pertama kita dari permasalahan yang kita ambil. Tiga hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan karya tulis ilmiah adalah pendahuluan, Isi, dan Kesimpulan.

Ketika penjelasan tersebut telah mencapai ujungnya, maka sesi tanya jawab menjadi sebuah akhir dari inti acara. Acara yang beranjak sore tersebut ditutup dengan pemberian penghargaan kepada Ust Yunus sebagai sang pembicara. Besar harapan dari acara ini ialah membangkitkan jiwa menulis dalam diri mahasiswi khususnya. Sejatinya, jiwa seorang mahasiswa itu dibuktikan dengan tulisan yang ia buat. Selamat Berkarya!