Laut China Selatan, Antara Sumber Harta Karun dan Konflik

Perkembangan sejarah persaingan antara kekuatan-kekuatan besar di dunia tidak dapat dilepaskan dari persaingan untuk menguasai wilayah lautan. Kondisi ini tidak dapat dipisahkan dari urgensi wilayah laut sebagai jalur perdagangan yang menghubungkan antara negara satu dengan yang lainnya, disamping itu, kandungan sumber daya alam yang melimpah ruah juga kerap menjadi trigger atau pemicu utama negara-negara saling mengintervensi atas wilayah laut.

Konflik Laut China Selatan, contoh kongkrit dari manifestasi ambisi China dalam melanggengkan hegemoninya ditatanan Internasional. Laut yang luasnya kurang lebih 3.500.000 km2 tersebut memiliki kekayaan biota laut yang sangat besar dimana 10 % kebutuhan ikan global diraup dari Laut China Selatan.

Harta karun

Selain itu, berdasarkan data grafik global 2019, sumber daya energi yang terkandung didasar Laut China Selatan berupa 11 milliar barel cadangan minyak bumi dan 222 triliun kaki3 (kaki kubik) gas alam. Tidak dipungkiri lagi hal inilah yang menjadikan laut ini sebagai primadona bagi negara-negara dikancah Internasional, terlebih bagi negara terdekat seperti China, Taiwan, Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Indonesia.

Laut China Selatan sendiri terdiri dari dua bagian, sebelah Utara merupakan cekungan Laut China Selatan dengan kedalaman 4300-5016 m dengan luas 1,7750.000 km2. Dibagian inilah terletak kepulauan Spartly dan Paracel. Selebihnya merupakan Landas Kontinental Asia yang melintas sepanjang pantai China sampai ke Selatan.[1]

laut china selatan
laut china selatan
konflik tak berkesudahan

Kasus yang belum lama ini mencuat di wilayah Laut China Selatan (LCS) adalah tentang otoritas Pemerintah China yang selalu mengklaim bahwa matra laut China Selatan adalah sepenuhnya milik Negara China. Adapun salah satu alasan yang menguatkan China dibalik klaim sepihaknya adalah faktor historis.

China mengklaim bahwasanya telah menguasai wilayah laut China Selatan untuk kepentingan ekonomi dan militer sejak masa kekaisaran Wu dari Dinasti Han pada abad ke-12 SM. Kemudian pada kekaisaran setelahnya yaitu Dinasti Yuan memasukkan pulau-pulau dan laut di wilayah LCS ke dalam peta teritorial China. Hal serupa juga dilakukan oleh Dinasti Ming dan Dinasti Qing pada abad ke-13 SM.[2] Sebagi pewaris tahta dinasti-dinasti tersebut, China melakukan beragam cara untuk menguatkan rasa kepemilikannya seperti membuat peta klaim pada tahun 1947, yang kemudian disebut sembilan garis putus-putus (nine dash line) yaitu garis batas  berbentuk huruf ‘’U’’ yang di publikasikan oleh pemerintah China pada tahun 1948. Geografis Laut China Selatan dapat dilihat pada gambar di atas.

Akhirnya pada 7 mei 2009, Pemerintah China mendaftarkan klaimnya secara resmi kepada Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Akan tetapi, beberapa negara seperti Taiwan, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, dan Indonesia memprotes kebijakan tersebut.[3]  Untuk merespon hal tersebut, beberapa bulan setelah itu PBB mengadakan sidang Arbitrase Internasional dan menyatakan bahwa China tidak berhak atas klaim sepihaknya terhadap Kawasan Laut China Selatan berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982.

pembagian laut menurut unclos

Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982 di mana China juga turut menyepakatinya telah berhasil menetapkan ketentuan pembagian laut ke dalam tiga bagian. Pertama, laut yang merupakan bagian dari wilayah kedaulatan sebuah negara, yang terdiri dari laut teritorial dan laut pedalaman. Kedua, laut yang bukan merupakan wilayah kedaulatan namun negara tersebut memiliki sejumlah hak atau yuridiksi terhadap aktifitas tertentu ( Zona tambahan dan Zona Ekonomi Ekslusif). Ketiga, laut yang bukan merupakan wilayah kedaulatan dan bukan merupakan hak atau yuridiksi negara manapun, yaitu laut bebas.[4]

Batas Laut Unclos
Batas Laut Unclos

Salah satu fitur yang paling revolusioner dari UNCLOS 1982 adalah mengenai Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) yang memberikan dampak sangat signifikan pada pengelolaan dan konservasi sumber daya laut. ZEE diatur pada Bab V dari UNCLOS 1982 terdiri atas 21 pasal yang memiliki fungsi untuk menertibkan klaim sepihak (unilateral). Kemudian, pasal 55 UNCLOS 1982 mendefinisikan ZEE sebagai perairan laut yang terletak 200 mil diluar perbatasan dari laut teritorial, dihitung dari garis pangkal laut teritorial negara.

Oleh karena itu, jelaslah jika klaim China atas Laut China selatan berdasarkan sembilan garis putus-putus yang dibuat secara sepihak oleh pemerintah China itu sangatlah tidak berdasar. China dalam hal ini berarti seara langsung telah melakukan pelanggaran di wilayah Laut China Selatan. Berdasarkan hal tersebut, seluruh tindakan provokatif serta berbagai kegiatan illegal seperti penangkapan ikan di wilayah perairan teritorial negara lain yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan selama ini tidak dapat dibenarkan. Seharusnya, China sebagai anggota dewan keamanan tetap di perserikatan Bangsa-bangsa (DK-PBB), menjadi pelopor perdamaian dunia, khususnya di Kawasan Laut China Selatan.

Penulis: Heriaman Apriandi/HI-4

Ed: Wildi A

Daftar Pustaka

(2019, 8 6). Retrieved from https_geografic: https://ilmu geografi.com>ilmusosial

Bayu Seto, S. (1992). Dasar-dasar Hukum Perdata Internasional. Bandung: PT CITRA ADITYA BAKTI.

Huala Adolf, S. L. (2004). Hukum penyelesaian sengketa Internasional. Jakarta: Sinag Grafika.

Parthiana, I. W. (2019). Perjanjian Internasional di dalam Hukum Nasional Indonesia. Bandung: Yrama Widya.

Rachmat, A. N. (2017). Dinamika Keamanan Kawasan Asia Fasifik Dalam Persaingan Kekuatan Maritim. Dauliyah journal of islamic and inyternational affairs, 131.

[1] Dalam Syamsumar Dam. 2010. Politik Kelautan. Jakarta. Penerbit Bumi Aksara. Hal. 238.

[2] Syamsumar Dam, Politik Kelautan (hlm. 243). Jakarta: Bumi Aksara. 2010. Syamsumar mengambilnya dari Tang Cheng Yuan, The Legal Basis of China Sovereignity over the Xisha and Nansha Islands in Workshop Report on Managing Potential Conflicts in the South China Sea (hlm. 241-246). Bandung. Juli 1991

[3]Dalam Dadang Sobar Wirasuta. 2013. Keamanan Maritim Laut Cina Selatan: Tantangan dan Harapan. Jurnal Pertahanan.  Vol. 3.  No. 3. Universitas Pertahanan Indonesia. Hal. 83.

[4] https://jurnalmaritim.com/zona-ekonomi-eksklusif-zee-dalam-unclos-1982/

Contoh Teks MC Bahasa Prancis dan Inggris

Sudah menjadi budaya bagi Universitas Darussalam Gontor untuk selalu menggunakan bahasa internasional, Arab dan Inggris, di setiap kegiatan yang diselenggarakan di kampus pesantren tersebut. Sejak awal berdirinya kampus ini, Arab dan Inggris bahkan telah menjadi dua bahasa resmi di UNIDA Gontor. Bahasa Arab dan Inggris digunakan dalam semua kegiatan civitas akademika UNIDA Gontor, baik dalam mengajar, seminar, konferensi, bahkan dalam percakapan sehari-hari.

Namun, ada yang tak biasa dari kegiatan Pelantikan Pengurus Baru Himpunan Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional di penghujung 2019 lalu. Jika biasanya sang MC menggunakan bahasa Arab dan Inggris, tapi siang itu, dua MC HI mampu mempesona para audience dengan perpaduan bahasa Prancis dan Inggris yang baik.

Ialah Zakir Muttaqien, Prodi Hubungan Internasional semester 2, sang MC yang memandu jalannya acara dengan bahasa Prancis. Berbeda dengan mahasiswa lain, ia memang dikenal memiliki kemampuan bahasa Prancis level menengah. Skill yang dimilikinya dibuktikan dengan membimbing empat orang temannya untuk mengikuti lomba Story Telling berbahasa Prancis di UIN Sunan Kalijaga 2019 lalu. Ia dan teman-temannya sukses menyabet gelar juara 2, mengungguli peserta yang berasal dari kampus-kampus lain.

Simak beritanya di sini:

HI UNIDA Raih Juara 2 Lomba Story Telling Bahasa Prancis di Yogyakarta

Sebagai bahan referensi, di bawah ini kami sajikan contoh teks MC berbahasa Prancis dan Inggris yang digunakan pada kegiatan pelantikan pengurus baru HMP Hubungan Internasional. Semoga bermanfaat!

Teks MC Bahasa Prancis pada Pelantikan Pengurus Baru Himpunan Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional 2020

Teks MC Bahasa Inggris pada Pelantikan Pengurus Baru Himpunan Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional 2020

 

Pen: Wildi Adila

 

Jihad of the Youth, What Can Be Done?

Killing and hatred are so painful for Muslim worldwide. In different places, we also witness hateful rhetoric around the world from all segments in the societies.

The youth have to find it in themselves to behave in the right way in responding to Ummatic issues, not only from those on the television screen and social media but also in personal lives. In a time like this, when there are much reflections and prayers among Muslims, there is an added strength in that reflection. Teachings of Islam are beautiful, pure and peaceful. The Prophet Muhammad SAW teaches us to pray for our enemies although, we admit it is hard. The youth have to reach for a noble goal; peace in the world, that as a human being has probably been absent, since then.

We are constantly reminded of the following verse in the Quran: “surely God changes not the condition of a people until they change what is in their hearts (13:11)”.

The Real Meaning of Jihad

Doing something like Jihad for a good cause is like an air to breathe. We need it along with prayers. Do not get it wrong; the current meaning of Jihad has been significantly distorted from its original meaning. For example, in the Cambridge dictionary, Jihad is interpreted as “an often violent effort by some Muslim people to defend their religion against those whom they believe in wanting to destroy it.” Instead, Jihad comes from an Arabic word meaning striving or struggling, especially with a praiseworthy aim including efforts toward the moral betterment of the ummahThe follow-up question is, what kind of Jihad the youth can do now?

Forms of Jihad

The answer could be “a lot.” The youth can start from talking to family, joining clubs and associations in the university, spreading da’wah to non-muslim for their enlightenment, inviting low-motivated friends to become the best version as a person, and listening to pearls of wisdom from Ustadz and Ustadzah. Moreover, they can also do many other fruitful things like teaching at mushalla and masjid, sharing good thoughts on Instagram and Facebook, engaging in collaborative works, attending halaqah and tahsin sessions, writing articles, helping those who are in need or even getting educated about local community issues.

All these are ways of jihad to make our prayers more meaningful. After all, in Islam, prayers not only describe rituals but encompasses everything one does to serve Allah’s creatures; people, animals, and environment. Speaking on the need for living harmoniously in the Ummah around the world, the youth have significant responsibilities toward Deen of Islam. Some other forms of jihad related to the youth may also be implemented. First, the intellectual jihad, to seek knowledge and skills. Second, the self-improvement jihad to improve self, physical, emotional, attitudinal, and spiritual domains. Finally, jihad to do good things to society as an agent of Islam.

Penulis: Ali Musa Harahap, B.H.S., M.H.S.

Editor: Wildi Adila, MA.

Amati, Tiru, Modifikasi Jadi Rumus Sukses CEO Click Indonesia, Ferri Jubair

Setelah sukses menyelenggarakan Wisdom Speech di Kampus Puteri Mantingan, kali ini giliran HI UNIDA Gontor Kampus Siman yang mengadakan event serupa (28/9). Wisdom Speech (WS) yang mengusung tema “Youth Career Talk; Unleash Your Potential and Reach Success” ini resmi dibuka oleh Bapak Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, MA pada pukul 09.00 di Main Hall lt. 4. WS tak hanya dihadiri oleh kalangan UNIDA saja, tapi juga oleh mahasiswa dari berbagai universitas, seperti UNAIR, UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Bojonegoro, UNMUH Ponorogo, dan IAIN Ponorogo. Bahkan, 2 dosen dari UPN Veteran Jawa Timur pun turut berpartisipasi.

Pada kesempatan ini, Ferri Jubair berkenan hadir untuk menjadi keynote speaker. Bagi yang belum tahu, Ferri adalah seorang lulusan Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang yang kini bertransformasi menjadi salah satu pengusaha muda sukses Indonesia. Ia adalah CEO sekaligus communication consultant di perusahaan digitalnya, Click Indonesia.

Click Indonesia

Click Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang manajemen konten dan media social yang secara spesial membuat konten yang disesuaikan dengan target pasarnya dan turut memastikan keterlibatan jangka panjang  melalui social platform tersebut. Click Indonesia memanfaatkan social media sebagai platform untuk membangun self -branding bagi para public figure dari berbagai kalangan pemerintah maupun swasta.

penampilan sout er rijal
penampilan sout er rijal

Acara pagi ini turut dimeriahkan oleh kehadiran Shout er Rijal. Ini adalah sebuah kelompok paduan suara yang terdiri dari beberapa mahasiswa HI UNIDA dari semester 1-7. Tak hanya itu, penampilan memukau Band Dimensi yang berada di atas panggung utama selama acara berlangsung juga mampu membuat suasana hall lantai 4 semakin cair dan intimate.

Dimensi Band
Dimensi Band

Ferri mengawali paparannya dengan menampilkan angka statistik pengangguran di Indonesia yang mencapai 6,82 juta jiwa. Menurutnya, penting sekali bagi para mahasiswa untuk mempersiapkan segala sesuatu sejak dini agar nantinya tidak menambah jumlah pengangguran di Indonesia. Selanjutnya, ia menyoroti sebuah fenomena terkait penggunaan internet di Indonesia. Ternyata, mayoritas masyarakat Indonesia menghabiskan 8 jam 36 menit untuk online dan secara khusus 3 jam 26 menit untuk bermain media social. “Angka ini bisa menjadi petaka bagi kita. Tapi di lain sisi, ini juga bisa menjadi sebuah peluang usaha jika kita jeli melihatnya,” lanjut Ferri.

wisdom speech
wisdom speech
Jalan Terjal

Kisah perjalanannya ternyata tidak dilalui dengan mudah. Awalnya, ia sempat menjajal peruntungannya di bidang kuliner. Sayangnya, dua kali mencoba, dua kali juga ia menemui kegagalan. Dari pengalaman inilah lantas ia mantap hijrah ke Jakarta dan berguru pada orang-orang sukses yang dianggap sesuai dengan minatnya.

Di Jakarta, ia tercatat pernah bekerja pada sebuah proyek milik Mark Winkle dan perusahaan digital milik Ilham Habibie, putera pertama BJ. Habibie. Orang terakhir inilah yang menurutnya memiliki andil besar terhadap kesuksesannya sekarang ini. Bahkan, Ilham pernah memuji Ferri sebagai orang yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan kreativitasnya. Ia bekerja dengan orang-orang hebat tersebut bukan didasari oleh gaji, melainkan pengalaman dan ilmu yang dapat diambil. Tak lupa, ia mengimplementasikan ATM (amati, tiru, modifikasi) dari apa yang mentornya kerjakan.

SEBUAH RAHASIA KESUKSESAN

Ada dua tips yang dibagikan Ferri bagi mereka yang ingin sukses sebagai entrepreneur di era disrupsi digital. Pertama, find a problem and solve it. Kita harus peka melihat permasalahan yang ada dan kreatif dalam menyelesaikannya. Kedua, find a need and fill it.  Penting bagi calon wirausahawan untuk menemukan apa yang sekiranya dibutuhkan masyarakat lalu mengisi celah/kesempatan itu.

Dia mencotohkan sebagai mana Netflixwebsite streaming film, berkembang sangat pesat walaupun sampai sekarang tidak memiliki sebuah studio film besar seperti perusahaan film lainnya. “Dimana ada kesempatan yang bisa dimanfaatkan, maka manfaatkanlah semaksimal mungkin utuk hasil yang memuaskan,” tegasnya.

Tak lupa, ia juga memaparkan 3 rumus kesuksesan dalam bersaing sebagai berikut;

3 kunci sukses
3 kunci sukses
  • MINDSET

Dalam hal ini  terdapat kiat “ATM” (Amati, Tiru, Modifikasi). Kita harus pandai untuk menyerap informasi dan skills dari orang lain sehingga kita dapat membuat model yang berbeda dari sebelum-sebelumnya dengan hasil yang lebih bagus.

  • SKILLSET

“KKM”(Komunikasi, Kolaborasi, Motivasi) penting untuk diimplementasikan. Komunikasi  sangat dibutuhkan dalam menjalin hubungan di dunia pekerjaan. Setelah itu dibutuhkan kolaborasi antar pihak lain yang lebih maju sehingga meningkatkan kualitas kita sendiri. Motivasi sendiri dibutuhkan untuk memacu diri kita agar terus tetap semangat dalam meningkatkan produktiftas tujuan kita.

  • SOULSET

Ia lalu menyoroti urgensi BII (Berdoa, Istiqomah, Ikhlas). Dalam suatu pekerjaan, berdoa adalah hal urgen yang membedakan kita dengan mereka yang tidak beriman. Kalau kita persentasekan, 90% untukdoa dan 10% nya adalah usaha. Setelah usaha maksimal dan doa tanpa lelah,  kita perlu istiqomah dan senantiasa mengikhlaskan apa yang ada.

Demikian merupakan paparan Ferri Jubair mengenai tantangan generasi muda dalam era disrupsi digital. Acara dilanjutkan dengan Question and Answer (QnA) dengan para mahasiswa dan dosen yang hadir.  Setelah QnA tersebut selesai, acara ditutup dengan do’a dan foto bersama. [Wildi/Hanif]

Berita terkait:

Tips Menulis Skripsi dalam Hitungan Hari!

HI UNIDA Raih Juara 2 Lomba Story Telling Bahasa Prancis di Yogyakarta

WISDOM SPEECH: ISLAM IN UNITED STATES OF AMERICA

Tips Menulis Skripsi dalam Hitungan Hari!

Skripsi adalah sebuah kata yang dinanti ataupun sebaliknya ditakuti oleh mahasiswa. Dinanti karena dengan skripsi, berarti tugas utama sebagai mahasiswa hampir purna. Sebaliknya, skripsi juga bisa menjadi mimpi buruk karena tidak sedikit mahasiswa yang harus menghabiskan umur mereka, karena tidak berdaya merampungkan skripsinya tepat pada waktunya.

Tulisan ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi saat menyelesaikan tugas akhir (tesis) di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Jurusan Hubungan Internasional, dengan tema: “Peranan people to people diplomasi dalam hubungan diplomatik Indonesia-Mesir”. Tesis ini rampung tersusun kurang dari 60 hari saja.

Sungguh mengesankan! Karya tulis ilmiah untuk jenjang master ternyata mampu diselesaikan dalam kurun waktu 2 bulan saja, tentunya dengan tidak mengabaikan prosedur penelitian ilmiah yang berlaku. Padahal penelitian tersebut menggunakan perpaduan dua metodologi (mixed methods); kuantitatif dan kualitatif.

Untuk kuantitatif, sampling data diambil dari angket yang disebarkan kepada komunitas masyarakat Indonesia di Mesir. Sedangkan akses data kualitatif, diperoleh setelah melakukan perjalanan ke luar kota, untuk menemui beberapa nara sumber utama, yang mayoritas pejabat negara. Terbayang kan bagaimana keseruan penelitian ini lakukan?

Untuk itu, bagi para mahasiswa yang penelitiannya hanya menggunakan satu dari kedua metodologi tersebut, tentunya tantangan yang dihadapi lebih ringan bukan? Sehingga karya tulis para mahasantri UNIDA seharusnya bisa kelar kurang dari 60 hari saja.

Lalu bagaimana caranya agar tugas penelitian kita selesai dalam waktu singkat? Berikut beberapa tipsnya:

  1. Pilih tema yang paling disuka dan data yang paling mudah didapat

Tema dan data adalah dua kata kunci yang menentukan perjalanan penelitian yang akan kita lakukan. Tema yang sesuai dengan minat membantu kita untuk menguasai materi relatif lebih cepat dan senantiasa mengobarkan semangat kita dalam menganalisa.

Tapi minat saja tidak cukup, dalam sebuah penelitian, data adalah komponen utama, sehingga ketersediaan dan kemudahan dalam mengakses data harus menjadi pertimbangan awal sebelum kita menentukan tema penelitian yang akan kita lakukan.

  1. Cerdas mengatur waktu

Agar perjalanan penelitian yang kita lakukan bisa berjalan pada track yang benar, kita harus bijak menentukan berapa lama waktu yang kita miliki sebagai target dalam menyelesaikan penelitian tersebut. Setelah kita menentukan waktu, bagilah rentang waktu tersebut menjadi dua periode; Pertama, gunakan alokasi waktu sepenuhnya hanya untuk mencari dan memverifikasi data. Sedangkan sisa waktu kedua hanya digunakan untuk menganalisa dan menuliskannya.

Sebagai contoh, jika kita memiliki waktu 60 hari saja, gunakan 30 hari pertama khusus hanya untuk mencari sebanyak-banyaknya data penelian yang diperlukan, untuk kemudian kita verifikasi kevalidan data tersebut. Jangan memulai dengan analisa, karena analisa hanya kita lakukan setelah lengkapnya data. Setelah data yang kita miliki terasa cukup dan proses validasi rampung, maka kita beranjak pada step yang kedua dari 30 hari sisa waktu sisa untuk menganalisa dan menuliskan laporan penelitian/skripsi tersebut.

  1. Fungsikan pembimbing sebagai patner, bukan penguji!

Ingat, dalam setiap penelitian, kita membutuhkan seorang patner untuk berdiskusi atau bahkan berbagi keluh kesah. Dalam menuliskan tugas akhir, seorang mahasiswa diberikan fasilitas bimbingan, yaitu seorang dosen yang dianggap memiliki kepakaran dalam tema yang ia teliti. Kesalahan dalam bersikap dengan dosen pembimbing, bisa berdampak negatif.

Dalam beberapa kasus, kegagalan skripsi bukan dikarenakan minimnya kemampuan akademik mahasiswa, melainkan kesalahan dalam proses interaksi dengan pembimbingnya. Untuk itu, penting kiranya kita bisa menjadikan pembimbing sebagai patner. Sehingga dari awal, dosen pembimbing mampu mengerti karakteristik diri kita. Sebagai hasilnya, arahan-arahan yang mereka berikan menjadi solusi dari segala problematika yang kita hadapi dan bukan sebaliknya.

  1. Tingkatkan ibadah, perbanyak doa!

Langkah terakhir dan yang paling menentukan dalam menyelesaikan tugas akhir adalah ketenangan hati dan pikiran. Hati yang gundah dan pikiran yang kurang fokus bisa jadi menjadi penghalang bagi kelancaran penelitian yang kita lakukan. Untuk itu, tidak ada solusi lain untuk sebuah ketenangan hati melainkan mendekatkan diri kepada sang Pencipta. Adapun cara-cara yang bisa kita lakukan untuk ber-taqarrub dengan-Nya adalah dengan meningkatkan ibadah, memperbanyak doa, menjaga sholat berjamaah lima waktu, mengaji di setiap waktu, sekaligus menyisihkan rejeki untuk berbagi. Hal-hal tersebut penting untuk kita jalani, karena itu semua adalah asupan gizi bagi jiwa-jiwa manusia.

Semoga tips-tips tersebut bermanfaat, selamat mencoba! [MR. CHAN]