Masa Orientasi Mahasiswa Baru Hubungan Internasional

Sebelum aktif dalam kegiatan belajar, para mahasiswa baru prodi Hubungan Internasional mengikuti acara perdana yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP). Kegiatan tersebut dikenal dengan istilah OSPEK dan diadakan pada Jumat, 3 juli 2020. Adapun salah satu tujuan acara ini adalah untuk menumbuhkan rasa kebersamaan antar mahasiswa HI baru maupun yang lama.

OSPEK HI 2020 berlangsung meriah. Acara yang berlangsung sejak pagi hari tersebut dimulai dengan senam bersama seluruh mahasiswa HI di lapangan futsal UNIDA Gontor. Beberapa mahasiswa HI yang tumpah ruah di lapangan melakukan gerakan senam dengan sangat luwes. Namun, ada juga yang terlihat masih kaku dan canggung yang malah mengundang gelak tawa dari teman disampingnya.

OSPEK HI 2020 berlangsung meriah
OSPEK HI 2020 berlangsung meriah

MENSANA IN CORPORE SANO

Tidak diragukan lagi bahwa ‘di dalam badan yang sehat, terdapat jiwa yang kuat’. Pemanasan dan senam sengaja menjadi pengawal acara tersebut guna membangun jiwa yang sehat.  Dengan demikian, senam tersebut hadir sebagai sarana penguatan jasmani sebelum dimulainya beberapa permainan yang sudah disiapkan oleh panitia.

Kegiatan OSPEK ini tidak hanya dijadikan ajang bersenang-senang semata. Namun, secara tidak langsung acara ini juga mengenalkan suasana yang akan dihadapi mahasiswa baru yang tentunya akan sangat berbeda dengan kegiatan yang ada di level SMA dan sederajat. Disini, para mahasiswa baru juga dapat mengenal kakak kelasnya sebagai senior di Prodi Hubungan Internasional.

“Segala hal yang dilandasi atas asas keimanan, kekeluargaan dan kebahagiaan, akan membuahkan sebuah kepercayaan di antara kita. Maka, kemajuan itu bukan lagi sebuah fatamorgana, namun fakta dan realita”. Begitulah salah satu pesan dari ketua HMP Hubungan Internasional, Adrian Rizki, terkait kegiatan ospek ini.

OSPEK HI 2020 berlangsung meriah
OSPEK HI 2020 berlangsung meriah

YEL YEL SEBAGAI PENYEMANGAT

Setelah membuat yel-yel dan sarapan bersama, tibalah saatnya sesi game. Panitia ospek menyiapkan 2 model permainan yang sangat seru dan mengasah kebersamaan, yaitu ‘tebak gerak’ dan ‘kejar naga’. Dua permainan ini disambut meriah oleh seluruh mahasiswa baru Hubungan Internasional.

OSPEK HI 2020 berlangsung meriah
OSPEK HI 2020 berlangsung meriah

Setelah acara ditutup oleh panitia, kegiatan ospek akan dilanjutkan ke sesi selanjutnya di lain hari, yaitu pengenalan lebih dalam tentang Program Studi Hubungan Internasional dan beberapa sesi simulasi Model United Nations (MUN) yang sudah disiapkan oleh panitia dari HMP Hubungan Internasional.

Pen: Jahhid

 

Simulasi Sidang PBB Perdana dengan Dua Bahasa di Universitas Darussalam Gontor

Siman- Sabtu, 14 Maret Program Studi Hubungan Internasional Universitas Darussalam Gontor mengadakan Simulasi Sidang PBB untuk yang pertama kalinya sepanjang sejarah berdirinya HI UNIDA. Kegiatan ini diberi nama Darussalam Model United Nations.

Jika pada umumnya penyelenggaraan Model United Nations menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, maka HI UNIDA Gontor tampil sedikit berbeda. Darussalam Model United Nations memakai dua bahasa asing sekaligus, Arab dan Inggris, selama acara ini berlangsung. Simulasi sidang PBB ini memberikan gambaran kepada mahasiswa atau pelajar bagaimana situasi dan etika menjadi seorang diplomat ketika mengikuti sidang PBB mewakili negaranya.

Darussalam Model United Nations With Bilingual Language
Darussalam Model United Nations With Bilingual Language

Darussalam Model United Nation di Universitas Darussalam Gontor

Kegiatan ini dihadiri oleh para mahasiswa lintas universitas, seperti Universitas Airlangga Surabaya, UIN Jakarta dan SMA Insan Cendikia

DMUN (Darussalam Model United Nations) adalah acara simulasi sidang PBB dengan para Mahasiswa atau pelajar akan belajar menjadi seorang diplomat yang bertugas menjadi delegasi/representatif dari setiap negara. Tujuan dari acara ini adalah melatih skill atau kemampuan setiap peserta dalam hal diplomat, berdiskusi, berdebat dan membuat sebuah draft resmi sebuah negara.

Selanjutnya, visi dari acara ini adalah untuk memberdayakan kaum muda di seluruh dunia tentang berdiplomasi, negosiasi dan memecahkan masalah global. Melatih kemampuan berdiplomat adalah sebuah kewajiban untuk setiap mahasiswa Hubungan Internasional untuk mengadakan kerjasama atau menyelesaikan masalah kepada negara lain yang berupa sebuah negosiasi ataupun memecahkan masalah bersama.

Tujuan Acara Darussalam MUN

Acara dengan memberdayakan para pelajar dan mahasiswa dapat dilakukan dengan meningkatkan jejaring global para mahasiswa atau pelajar. Sepanjang Acara Darussalam MUN, peserta akan memiliki kesempatan untuk meningkatkan jaringan global dengan menghadiri konferensi dan terlibat dalam diskusi tentang topik di setiap dewan. Peserta pun akan mendapatkan kesempatan untuk menikmati dan mengunjungi tempat-tempat wisata di Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo.

Darussalam MUN ini adalah acara MUN perdana yang di selenggarakan di UNIDA. Dengan berbagai kekurangannya, unida mencoba untuk mengajak para pelajar dan mahasiswa dalam memberikan perannya untuk bangsa yaitu dengan memberikan opini dan gagasan untuk negara yang lebih baik lagi di kaca mata internasional.

Darussalam MUN 2020 UNIDA
Darussalam MUN 2020 UNIDA

Model United Nations yang menggunakan dua Bahasa

Yang membuat acara Darussalam MUN berbeda dengan MUN yang lainnya adalah penggunaan dua Bahasa yaitu Bahasa inggris dan Bahasa arab. Kali ini Darussalam MUN membuat sebuah terobosan yang berbeda dengan MUN pada dasarnya yaitu menggunakan dua bahasa. Karena biasanya MUN yang diadakan di Universitas lain adalah mengguanakan Bahasa inggris full. Dengan kata lain Darussalam MUN adalah langkah pertama bagi Indonesia khususnya UNIDA untuk meningkatkan nilai diplomasi dengan Bahasa arab juga.

Dalam simulasi sidang PBB ini, mahasiswa atau pelajar dari seluruh instansi yang ikut serta sebagai peserta disebut dengan delegasi. Para delegasi tersebut nantinya akan mewakili negara-negara tertentu dan seolah-seolah menjabat sebagai salah satu staf council atau dewan PBB. Selama acara berlangsung, delegasi akan diberikan sebuah isu internasional.

Darussalam Model United Nations With Bilingual Language
Darussalam Model United Nations With Bilingual Language

kemudian bersama-sama bertukar pikiran mengenai bagaimana isu tersebut akan diselesaikan dengan baik. Tak hanya pengalaman bertukar pikiran, delegasi juga berkompetisi baik dalam tim maupun individu untuk mendapat awards atau penghargaan-penghargaan tertentu dalam sidang MUN tersebut. Salah satu penghargaan yang dapat diperebutkan delegasi adalah diplomacy awards atau penghargaan diplomasi yang akan diberikan kepada delegasi dengan kemampuan berdiplomasi terbaik.

Generasi mahasiswa sekarang yang nantinya dituntut untuk memajukan bangsa Indonesia dari segala sektor tentu sebaiknya bisa ikut andil dalam simulasi sidang PBB ini. Apalagi, jika delegasi dari Indonesia dapat meraih penghargaan-penghargaan, semakin menunjukkan eksistensi negara berkembang ini di dunia internasional. Namun dapat berpartisipasi dalam ajang model united nation tentu memberi dampak besar bagi para mahasiswa serta lingkungannya. Selain pengalaman, mahasiswa juga dapat semakin sadar akan isu-isu internasional terhangat. dengan harapan dapat berkontribusi secara nyata untuk memberi solusi cerdas atas isu-isu tersebut.

Rentetan acara Darussalam MUN

Rentetan acara Darussalam MUN pada dasarnya seperti MUN yang lainnya yaitu MUN 101 atau Zero Conference. Kemudian dengan 4 Committee Session dan Gala Dinner. Darussalam MUN perdana ini mengusung tema “States’ Response Towards The Challenges of Global Migration”. DMUN ini mengundang chair dari UNAIR sebanyak 2 orang yaitu Demas Nauvarian dan Eksanti Haryo Putri W dan 1 chair dari dalam UNIDA yaitu Daffa Fadhullah.

Darussalam Model United Nations With Bilingual Language
Darussalam Model United Nations With Bilingual Language

Darussalam MUN ini di mulai dengan acara pembukaan di Lobi Gedung Terpadu UNIDA yang di hadiri langsung oleh Wakil Rektor 1 Al-Ustadz Hamid Fahmi Zarkasy, Dekan Fakultas Humaniora Al-Ustadz KH. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkashy, M.A dan Kaprodi Hubungan Internasional Al-Ustadz Dr. Mohamad Latief, M.A memberikan beberapa pengarahan dan nasihan agar acara berjalan dengan lancar.

Kemudian Acara berlanjut ke MUN 101 atau Zero Conference di Hall Senat. MUN 101 adalah semacam pengenalan para chair kepada setiap delegasi tentang sistemasi pelaksanaan Darussalam MUN. Dari mulai cara menyampaikan Motion sampai membuat Working paper saat Committee Session dan di akhir adalah membuat kesimpulan dalam sebuah Draft Resolution di setiap blok negara.

Acara ini di Akhiri dengan Gala Dinner  yang di hadiri oleh Wakil rector 2 Al-Ustadz Setiawan Bin Lahuri. Kemudian pemberian Award bagi Pelajar atau mahasiswa yang berprestasi dalam rangkaian Darussalam MUN.

 

UNIDA Gontor Teken MoU dengan School for International Training Amerika

UNIDA Gontor– Kamis, 27 Februari 2020. Hubungan antara Universitas Darussalam Gontor tampaknya akan semakin solid dengan SIT (School for International Training) abroad to Indonesia. Hal ini ditandai dengan penandatangan nota kesepakatan atau MoU (Memorandum Understanding) untuk pertama kalinya setelah beberapa kali SIT mengadakan program studinya di Universitas Darussalam Gontor. Teken nota kesepakatan antara keduanya dilakukan pada Senin pagi, 26 Februari 2020, antara Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A dengan Direktur SIT abroad to Indonesia, Ni Wayan Ariati Pasek, Phd., di ruang Rektorat, Gedung Utama, Universitas Darussalam Gontor.

Tentunya, setelah menjalin kesepakatan program antara keduanya, jalinan kolaborasi antara SIT dengan UNIDA akan lebih erat lagi. UNIDA Gontor berharap jika nota kesepahaman ini dapat menunjang pencapaian kualitas dan akreditasi universitas menjadi lebih baik.

“Saat ini UNIDA Gontor terus berupaya dalam meningkatkan kualitas akreditasi kampus, saya berharap MoU ini dapat membantu upaya tersebut, dan bisa terus saling bertukar pengalaman kedepannya” ujar Prof. Amal.

Di sisi lain, pihak SIT juga merasa senang setelah dilakukan penandatangan tersebut. Menurutnya, hal ini akan mampu memberikan kemudahan bagi program SIT dalam menghantarkan delegasinya yang notabenenya merupakan para mahasiswa-mahasiswi berbagai kampus di Amerika Serikat untuk mempelajari Kepondokmodernan dan moderate Islam yang ada di UNIDA Gontor.

SIT Unida Gontor
SIT Unida Gontor

Sebelumnya, pagi itu para delegasi SIT  melaksanakan sesi perkuliahan Bersama Rektor UNIDA Gontor di ruang Rapat Rektorat. Mereka dikenalkan sejarah panjang berdirinya Universitas Darussalam Gontor, Kepondokmodernan, dan juga sedikit-banyak tentang makna Islam Moderat yang selama ini ditanamkan dalam sistem kehidupan di kampus pesantren ini. Dalam perkuliahan tersebut, para peserta tampak antusias dengan apa yang dijelaskan oleh Guru Besar Akidah dan Filsafat tersebut. Bahkan saking penasarannya, beberapa kali mereka sempat mengajukan pertanyaan dalam sesi perkuliahan tersebut.

Sebagai informasi, bahwa kunjungan program belajar SIT di UNIDA Gontor sudah berlangsung delapan kali dan dilaksanakan di setiap semester. Sehingga dapat dikatakan bahwa kerjasama program SIT dengan UNIDA sudah berlangsung dalam 4 tahun terakhir.

Setelah penandatangan MoU, para delegasi mengikuti beberapa agenda selanjutnya, salah satunya adalah seminar tematik bersama Dr. Khoirul Umam, M. Ec (Dekan fakultas Manajemen dan Ekonomi Syariah) di ruang Senat, Lt. 3, Gedung Utama UNIDA Gontor, dan dilanjutkan dengan temu diskusi ilmiah dengan beberapa mahasiswa Darussalam Gontor.

Diskusi antara mahasiswa UNIDA dan Amerika
Diskusi antara mahasiswa UNIDA dan Amerika

Pesan Wakil Rektor I, Prof. Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi

Secara terpisah, pada acara gala dinner yang diagendakan malam harinya, Wakil Rektor I, Assoc. Prof. Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi, merasa senang setelah penandatangan nota kesepakatan / MoU antara keduanya. Menurut beliau hal tersebut menjadi keuntungan tersendiri antara UNIDA dan SIT, dan selalu merasa welcome dengan kunjungan program SIT ke kampus yang damai ini.

“Kami ucapkan ahlan wa sahlan kepada peserta SIT atas kunjungannya, dan kami akan selalu welcome dengan kunjungan selanjutnya kapanpun itu”. Terlebih lagi, saya sangat senang, mendengar tadi pagi bahwa pihak SIT telah melakukan tanda tangan MoU, yang kedepannya akan lebih mudah bagi kita untuk saling bertukar budaya, ataupun sharing tentang intelektual akademik,” imbuh Direktur CIOS tersebut.

SIT Unida Gontor
SIT Unida Gontor

Jamuan Gala Dinner Menjadi Puncak dari Kunjungan

Sebagai puncak dari kunjungan program mereka di semester ini, jamuan Gala Dinner sudah disiapkan dengan turut mengundang Bapak Rektor dan beberapa dosen. Gala Dinner juga turut dimeriahkan dengan beberapa rangkaian penampilan oleh para mahasiswa UNIDA Gontor, seperti penampilan Dimensi Band, tari malulo, robotic dance, campur sari dan masih banyak lagi. Dan uniknya lagi, para delegasi SIT turut memeriahkan acara tersebut dengan menyanyikan lagu “di sini senang, disana senang” dan menyampaikan kesan dan pesan mereka selama kegiatan programnya di kampus Darussalam Gontor. Mereka tampak fasih melafalkan lirik-lirik lagu berbahasa Indonesia tersebut, membuat suasana keakraban antara UNIDA Gontor dan SIT semakin terasa.

Kesan dan Pesan oleh peserta SIT
Kesan dan Pesan oleh peserta SIT

SIT (School For International Training) Lanjutkan Kunjungan ke UNIDA Gontor Kampus Putra

Setelah rampung mengunjungi dan menimba ilmu di UNIDA Gontor Kampus Putri, para pelajar Amerika yang tergabung dalam program School for International Training (SIT) melanjutkan lawatannya ke Kampus Putra. Bagi UNIDA Gontor, hal ini tentunya dijadikan sebuah momentum untuk memperluas frekuensi dengan dunia Internasional, memfasilitasi para mahasiswa dalam membentuk karakter leadership, menambah wawasan internasional, dan juga meningkatkan skill berbahasa asing.

Tentunya, ini bukan kali pertama SIT menjadikan UNIDA Gontor sebagai salah satu destinasi program mereka. Namun, tahun 2020 menjadi lawatan ke delapan bagi SIT dalam mengadakan kunjungan ke UNIDA Gontor. UNIDA Gontor dijadikan salah satu key partner program SIT, khususnya untuk mengenalkan para mahasiswa Amerika tentang Islam, pesantren, sejarah, budaya, dan bahasa Indonesia.

Apa SIT itu?

SIT adalah salah satu program internasional yang ditawarkan kepada seluruh mahasiswa-mahasiswa dari berbagai kampus di Amerika Serikat. Ini adalah program musim panas bagi mahasiswa S1 Amerika yang menawarkan kunjungan ke Afrika, Asia, Eropa, Amerika Latin atau Timur Tengah. Program ini memberikan pengalaman berharga kepada para mahasiswa Amerika. Salah satunya dengan tinggal membaur dengan penduduk lokal di salah satu negara dari kawasan yang telah disebutkan di atas. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenal dan menganalisis isu-isu global dari berbagai belahan dunia.

SIT berusaha menjadi jembatan pada arus globalisasi, salah satunya dengan mengenalkan para peserta tentang bahasa, sejarah, budaya, sosial, dan agama setiap negara tujuan. Bahkan, SIT juga  menyasar isu-isu global yang saat ini santer untuk dibicarakan. Indonesia sendiri merupakan salah satu destinasi dari program unggulan di negeri Paman Sam ini. Hal ini sangat masuk di akal mengingaat Indonesia adalah negara kepulauan terbesar dengan berbagai macam suku dan budaya yang tentunya sangat menarik untuk diketahui.

SIT Unida Gontor
SIT Unida Gontor

Kegiatan SIT di UNIDA gontor

Selasa sore 26 Februari 2020, para serta SIT yang dipimpin langsung oleh direktur SIT Indonesia. Ibu Ni Wayan Ariati Pasek, Phd- atau lebih akrab disapa Bu Ary tiba di kampus pusat Universitas Darussalam Gontor. Kedatangan mereka disambut hangat para segenap civitas akademika Universitas Darussalam Gontor, khususnya para panitia yang telah mempersiapkan kegiatan ini sejak lama.

SIT (School For International Training) menyapa UNIDA Bukan tanpa alasan UNIDA Gontor menjadi salah satu destinasi program yang mereka jadwalkan. Hal ini dikarenakan Universitas Darussalam Gontor merupakan salah satu kampus atau universitas berbasis pesantren yang kental dan kuat akan kultur keislamannya yang moderat.

Penampilan Budaya Khas Ponorogo, Reyog Ponorogo

Bukan Universitas Darussalam Gontor Ponorogo namanya, jika tidak menampilkan kebudayaan khas Ponorogo yang sudah melalang buana akan kemasyhurannya di seantero dunia, yaitu Reyog Ponorogo. Tarian kebudayaan yang sarat akan historis ini menjadi salah satu penampilan ikonik yang tidak pernah ketinggalan untuk ditampilkan dalam penyambutan tamu dari luar daerah Ponorogo tentunya. Tepatnya di depan Lobi Utama Gedung terpadu UNIDA Gontor, disuguhkanlah tarian Reyog Ponorogo kepada para peserta SIT.

SIT UNIDA Gontor
SIT UNIDA Gontor

Penampilan yang begitu atraktif dengan diiringi suara music gamelan yang khas membuat estestika setiap tarian yang tampilkan semakin terasa. Hal tersebut tentunya membuat decak kagum para peserta yang melihatnya seolah tak sabar lagi untuk turut mecobanya. Terlihat bagaimana para warok dengan gagah menampilkan tarian ksatianya. Diikuti dengan atraksi-atraksi para bujang ganong yang begitu luwes memainkan perannya, tentunya juga gerak langkah klono sewandono kesana-kemari dengan menunjukkan kewibawaannya.

Yang tidak kalah menarik adalah penampilan barongan atau singo barong dengan dadak meraknya yang besar dan berat. Konon katanya tidak semua orang mampu mengangkatnya karena bobotnya yang mencapai 60 kg lebih. Dan uniknya diangkat dengan mengandalkan kekuatan gigi dan rahang saja. Setelah penampilan usai, para peserta diajak untuk belajar langsung  mengikuti gerakan tarian reyog dan menjajal singo barong dengan dadak merak yang sangat berat itu.

Tak berakhir disatu penampilan, mahasiswa-mahasiswa Amerika Serikat juga diajak berinteraksi langsung melalui olahraga.  Panahan atau archery, sebagai salah satu olahraga yang menjadi sunnah Rasulullah. Para peserta Bersama UKM Archeri UNIDA terlihat begitu antusias mencoba melepaskan anak panah melalui busurnya.  Tidak jarang anak panah yang meleset jauh tidak mengenai targetnya.

SIT UNIDA Gontor
SIT UNIDA Gontor

Belajar Kaligrafi Bersama Mahasiswa SIT

SIT UNIDA Gontor
SIT UNIDA Gontor

Para peserta juga berkesempatan belajar untuk menulis kaligrafi bertuliskan abjad arab yang dibimbing langsung oleh para khattath UNIDA (ahli kaligrafi). Mereka belajar berbagai macam varian tulisan arab seperti Khat Diwani, Naskhi, Riq’ah dan lainnya. Mereka juga diminta untuk mencoba untuk membubuhkan nama mereka yang tentunya menggunakan abjad arab. Harapannya, penampilan yang dihadirkan UNIDA Gontor akan menjadi pengalaman serta pelajaran berharga bagi mahasiswa Amerika yang mengikuti program ini.

Para Pelajar Amerika Diajak Santap Malam dengan Tajammu’

Sebagai upaya memberikan pelayanan maksimal kepada 22 pelajar Amerika dalam School for International Training (SIT), tentunya panitia yang terdiri dari para mahasiswa lintas jurusan UNIDA Gontor ingin memberikan kesan yang tak terlupakan. Salah satu hal menarik dalam memberi kesan baik tersebut adalah dengan mengajak para peserta SIT untuk bersantap malam bersama dengan tajammu’.

Tajammu’ merupakan sebuah tradisi makan ala santri tidak ditemui ditempat lainnya. Biasanya, para santri hanya membutuhkan beberapa lembar kertas atau daun pisang untuk dijadikan alas makanan. Cara memakan hidangannya pun juga sangat khas, yakni menggunakan tangan alias tanpa bantuan sendok dan garpu.

Pelajar SIT bertajammu'
Pelajar SIT bertajammu’

Inilah yang coba disuguhkan atau diperkenalkan UNIDA Gontor dengan identitas kepesantrenannya dalam menjamu makan malam para peserta SIT tersebut. Para peserta diajarkan bagaimana hidup ala pesantren dengan nilai kesederhaan yang tinggi, pastinya suatu hal yang tidak akan pernah mereka temui di negeri Paman Sam.

SIT Unida Gontor
SIT Unida Gontor

Meskipun awalnya terlihat sedikit canggung, namun setelah beberapa saat para pelajar Amerika tersebut mulai mahir memainkan jarinya dalam menjumput nasi, tanpa sendok. Mereka pun pada akhirnya nampak begitu menikmati jamuan makan malam tersebut, dengan alas daun pisang dan nasi di atasnya yang berpadu dengan tempe, tahu, telur setengah matang, dan sayur mayur.

International Symposium

Setelah selesai makan malam ala santri (tajammu’), kegiatan dilanjutkan dengan International Symposium. Kegiatan ini  bertemakan “Critical Global Issues” yang bertempat di Hall Utama lantai 4. Dua orang perwakilan dari peserta SIT dan juga seorang mahasiswa dari UNIDA Gontor diminta untuk menyampaikan makalahnya dihadapan para mahasiswa dan segenap civitas akademika sebagai bentuk upaya dalam memahami lebih jauh isu-isu global yang sering diperbincangkan.

Dalam sambutannya, Rektor UNIDA Gontor merasa senang dengan kehadiran para peserta Delegasi SIT di kampus Darussalam Gontor. Menurut beliau kegiatan semacam ini menjadi suatu kegiatan yang berharga bagi UNIDA Gontor.  Ini sebagai bentuk edukasi untuk salin bertukar pikiran dan juga pengalaman. Dan yang lebih jauh antara keduanya, terlebih dengan tema yang dibawakan pada malam symposium tersebut begitu menarik untuk dibicarakan.

Masih dari pidato beliau. Acara ini tentunya juga menjadi suatu keberuntungan bagi para delegasi SIT untuk mengenal lebih jauh kehidupan Kepondokmodernan. Dengan filosofi Islam sebagai dasar keyakinannya. “Sejujurnya kami sangat mengharapkan kedatangan kalian kemari, karena kami dapat belajar lebih banyak tentang bahasa inggris, dan budaya kalian,”. ujar Beliau.  “Sebaliknya kalian juga butuh kami dalam mempelajari lebih dalam budaya islam moderat di sini”, imbuh beliau dihadapan para peserta symposium.

Diskusi Bersama Peserta SIT “Critical Global Issues”

Dalam kesempatan kali ini, salah satu mahasiswa hubungan Internasional UNIDA Gontor, Ahmad Rivaldo, berkesempatan untuk mengisi salah satu materi bersama dua teman dari SIT yaitu Marcus Blumenfeld dari Occidental College,USA dan Kelly Sandoval dari University Of Redland, USA. Menurut mereka banyak sekali isu-isu global yang saat perlu menjadi perhatian bersama untuk terus didiskusikan. Ini adalah sebagai upaya pembentukan solusi, seperti isu lingkungan, politik, sosial bahkan isu agama yang saat ini masih hangat diperbincangkan.

SIT Unida Gontor
SIT Unida Gontor

Dalam sambutan lain, Director SIT (School For International Training) Abroad to Indonesia- Ibu Ni Wayan Ariati Pasek, Phd, merasa senang dengan sambutan yang diberikan Universitas Darussalam Gontor kepada para peserta SIT. Beliau berharap kerja sama yang baik antara SIT dengan UNIDA Gontor dapat terus terjalin hingga waktu yang akan datang.

“Saya merasa berterima kasih kepada Prof. Amal dan UNIDA Gontor yang telah mengizinkan kami untuk mempelajari lebih dalam nilai-nilai kepesantrenan dan juga moderate Islam seperti yang Prof. Amal sampaikan,” ujar Ibu Ary.

Symposium Internasional tersebut berlangsung cukup meriah. Ini ditandai dengan begitu antusiasnya para audience dalam mengutarakan pendapat maupun pertanyaannya kepada keynote speaker. Kegiatan pada malam itu berakhir pada pukul 22.30 WIB dan ditutup dengan sesi perfotoan bersama.