Serah Terima Amanat HMP-HI Baru

Patah tumbuh hilang berganti, belum patah sudah tumbuh, belum hilang sudah berganti.” Petikan kalimat dari Zahra Fariha, Ketua HMP-HI masa bhakti 2019-2020 saat sambutan Serah Terima Amanat Kepengurusan HMP-HI dari Pengurus Lama ke Pengurus Baru hari Minggu 13/10/2019 silam.

Kalimat yang diujarkan oleh Ketua HMP-HI baru menjadi acuan bahwa kepengurusan tiba saatnya untuk diestafetkan kepada penerus untuk kembali diperjuangkan. Bergantinya kepengurusan bukan berarti berhenti dan mati, namun akan disambut oleh para mujahidah berikutnya di Himpunan Mahasiswa ini.

Acara tersebut diadakan di Gedung Pascasarjana pukul 09.00 dengan khidmat dan dihadiri oleh dosen serta seluruh mahasiswi HI kampus Mantingan.

Laporan Pertanggungjawaban dari Pengurus HMP-HI Lama

Hidup tidak hanya soal mengambil langkah, namun juga memerhatikan jejak yang kita tinggalkan. Jejak inilah yang kelak akan dipertanggungjawabkan sebagai bentuk amanat dari Allah untuk umat. Begitupun dengan kepengurusan HMP-HI yang lama, mereka telah memasuki ranah kepengurusan baru di DEMA/DESMA, terpaksa mengiklaskan bergilirnya estafet perjuangan.

Laporan pertanggungjawaban disampaikan sebagai tanda berakhirnya kepengurusan masa bhakti 2018-2019 yang terdiri dari tiga komisi.  Adapun komisi pertama dibacakan oleh Nabila Salsabila, komisi kedua oleh Dyah Wahyu, komisi ketiga oleh Zakkliyyah, komisi keempat oleh Ajeng Mekar, dan komisi kelima oleh Nadiyah M (HI/5).

Pelantikan Pengurus HMP-HI Baru

Satu persatu nama pengurus HMP-HI baru dipanggil oleh Al-Ustadz Rudy Chandra ke atas panggung untuk dilantik atas nama Allah. Pelantikan tersebut berjalan khidmat kemudian diakhiri dengan penandatanganan oleh masing-masing anggota HMP-HI baru.

Hakikat Organisasi

Organisasi adalah wadah pembentuk karakter, pelatihan mental dan juga pendukung pengalaman. Organisasi juga bukan hanya soal tahta dan jabatan, namun organisasi adalah amanat dan masalah umat yang kelak akan dipertanggungjawabkan kinerjanya.

Komunikasi antar Anggota

Suatu organisasi akan berjalan dengan baik disaat semua bagian tidak hanya bergerak sendiri-sendiri.

Komunikasi antar bagian sangat penting sehingga dapat menaikkan kualitas kepengurusan”, pesan Al-Ustadz Ali Musa Harahap seusai Laporan Pertanggungjawaban dari pengurus lama HMP-HI.

Anggota Himpunan Mahasiswa Pogram Studi Hubungan Internasional terbagi menjadi 12 bagian yang mempunyai amanah berbeda. Diharapkan akan hadirnya efektifitas komunikasi dari setiap bagian demi kelancaran organisasi kedepannya.

Rapat Koordinasi

Setelah laporan pertanggungjawaban dilaksanakan dan serah terima amanat, tiba saatnya pengenalan dan pemberharuan program kerja di sesi rakor (rapat koordinasi).

Rapat ini bertujuan untuk mencanangkan program-program setahun kedepan kepengurusan. Pelaksanaan diawali dengan pembacaan program kerja dari ketua hingga divisi-divisi.

Patah tumbuh. Sudah patah pasti akan tumbuh tunas-tunas baru yang kelak menjadi pemegang estafet dan melanjutkan perjuangan.

Patah tidak bermakna sirna, hasil adalah bukti adanya usaha terdahulu. Semoga hasil kepengurusan HMP-HI tahun terdahulu menjadi jariyah sholehah dan kepengurusan HMP-HI tahun mendatang memberikan warna pembaharuan inspiratif nantinya.

Aamiin…

 

 

 

BJ Habibie : Mendalami Hikayat Hidup Eyang BJ Habibie

Baharudin Jusuf Habibie atau yang sering kita  sapa BJ Habibie adalah sosok yang sangat mengispirasi untuk bangsa Indonesia. Sebagai mantan presiden ke-3 dan teracatat sebagai presiden dengan masa jabatan terpendek 1 tahun 5 bulan, ternyata beliau mampu memberikan pengaruh yang sangat besar bagi masyarakat Indonesia. Tak bisa kita pungkiri kerja keras beliau mampu membanggakan bangsa Indonesia melalui karya-karyanya yang aplikatif bagi kancah dunia Internasional.

Kendati tidak sempurna, Habibie boleh dikatakan berhasil dalam mewujudkan visinya tersebut, terutama dalam menjalankan pemerintahan transisi pasca-Orde Baru. Sejumlah kebijakan penting telah dia buat, seperti pengesahan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers yang menjamin kebebasan pers. Habibie juga memberikan masyarakat kebebasan untuk berserikat dan berkumpul melalui pencabutan larangan pendirian serikat buruh independen. Hal ini dilakukan dengan meratifikasi Konvensi ILO No.87.

Banyak sekali alur hidup yang dapat kita contoh dari sosok inspirasi ini, bahkan hikayat hidupnya sudah beberapa kali tayang di layar kaca Indonesia. Beliau adalah seorang ayah, panutan, dan figur bagi bangsa Indonesia.

Sosok Inspirasi BJ Habibie.

“Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya, dan tanpa cinta, kecerdasan itu tidak cukup. Cinta dapat terlihat melalui teleskop, sedangkan cemburu hanya terlihat melalui mikroskop. Pengalaman tidak bisa dipelajari, tapi harus dilalui. Hanya anak bangsa sendirilah yang dapat diandalkan untuk membangun Indonesia, tidak mungkin kita mengharapkan dari bangsa lain. Utamakan kerja nyata, bukan citra. Kegagalan hanya terjadi bila kita menyerah,” pesannya.

“Jadilah pribadi yang selalu siap menjalani setiap tantangan yang datang padamu. Tidak ada gunanya IQ anda tinggi namun malas, tidak memiliki disiplin. Yang penting adalah anda sehat dan mau berkontribusi untuk masa depan yang cerah. Jangan pernah berhenti mengejar apa yang kamu impikan, meski apa yang didamba belum ada di depan mata. Meraih masa depan yang cerah akan didapat dengan mudah, kamu harus mau berkorban untuk mendapatkan hal itu. Apabila kamu sudah memutuskan menekuni suatu bidang, jadilah orang yang konsisten. Itu adalah kunci keberhasilan yang sebenarnya. Bertekadlah menjadi pribadi yang berguna bagi lingkungan sekitar, gunakan apa yang kamu punya untuk membantu sesama,” quotes BJ Habibie yang selalu dikenang.

Ditulis oleh mahasiswa Universitas Darussalam Gontor

 

Tulisan terkait:

KEBEBASAN YANG DINANTI-NANTI GUNA MEWUJUDKAN CITA-CITA BANGSA
SISTER CITY : DIPLOMASI KOTA KEMBAR YANG PROMOSIKAN PERSAHABATAN DAN PERDAMAIAN

 

Ekonomi Islam, Oase ditengah Perang Dagang AS dan Cina

Dampak Perang Dagang AS dan Cina

UNIDA Siman – Donald Trump merupakan presiden Amerika Serikat terpilih pada pemilihan presiden 2017. Sekilas tidak ada yang berbeda dari kebijakan, peraturan ataupun gagasan yang dibawakan Trump untuk dilaksanakan pada masa kepemimpinannya kelak. Semenjak kampanye (tepatnya 2 Mei 2016) pemilihan presiden Amerika Serikat 2017, Trump membandingkan defisit keuangan negara Amerika dengan Cina. Tidak hanya itu, ia juga menyebut bahwa defisit itu merupakan sebuah pencurian pemasukan negara bagi Amerika Serikat. Sejak saat itu kondisi perekonomian serta kebijakan perdagangan antara Washington DC dan Beijing semakin memanas serta menghasilkan berbagai kebijakan-kebijakan yang saling melemahkan satu sama lain.

Kecemasan Perang Dagang

Persaingan tersebut menimbulkan keresahan bagi seluruh negara di dunia, khususnya Indonesia. Bank Indonesia menyebutkan bahwa ancaman terbesar bagi perekonomian Indonesia adalah terhambatnya investasi asing yang disebabkan oleh persaingan dagang dua negara adidaya ini. Berdasarkan permasalahan ini, timbul sebuah pertanyaan untuk mencari solusi alternatif yang mampu membuat perekonomian Indonesia tetap bertahan ditengah pusaran perang dagang AS dan Cina.

Ekonomi Alternatif

Ditengah panasnya konflik perang dagang AS dan Cina, ternyata terdapat salah satu alternatif untuk bertahan agar ekonomi Indonesia tetap stabil. Sebagaimana yang  dikutip dari Bank Indonesia, bahwa kondisi perang dagang tersebut merupakan kesempatan emas bagi muslim (khususnya muslim Indonesia) untuk mengembangkan perekonomian Islam dan berbasis Syariah.

Hal ini dilatarbelakangi oleh kondisi demografis masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim. Alasan demografis rupanya tidak hanya disampaikan oleh Bank Indonesia dalam agenda Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) 2019 wilayah timur, akan tetapi kemampuan dari pengembangan ekonomi syariah di Indonesia sangat mungkin untuk terus maju dan dikembangkan.

Sayangnya, sektor ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini terbukti dari minimnya penerapan serta pelaksanaan ekonomi Syariah di Indonesia yang hanya berjumlah 11% dari keseluruhan aktivitas ekonomi. Meskipun begitu, salah satu perusahan investasi internasional asal Amerika Serikat, Stern Resources, melihat kesempatan besar ini dan tertarik menggarap ekonomi syariah di Indonesia dikarenakan memiliki peluang yang tinggi.

Ditengah hiruk pikuk persaingan dagang, tanpa kita sadari ekonomi Islam menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk menjaga imunitas perekonomian Indonesia. Ibarat dua mata koin, ekonomi islam yang mulai dilirik serta diperhitungkan ini menjadi hal yang positif di satu sisi, namun juga memiliki sisi negatif. Hal positif dikarenakan Indonesia akan berpotensi mendatangkan investasi asing dalam bidang perekonomian Syariah, pengembangan moneter Syariah, sukuk (saham) Syariah, dan lain sebagainya. Sementara itu menjadi hal negatif adalah apabila potensi ini tidak dikelola dengan baik oleh kaum muslim, perusahaan atau instansi yang berasal dari kalangan non-Islam akan menjadi penguasa perekonomian syariah di negeri kita sendiri, Indonesia. Semisal demikian, muncul sebuah pertanyaan besar. Sampai dimana peran kita sebagai muslim untuk mengembangkan perekonomian Islam di Indonesia? (amirunnaufal)

Berita terkait:

TENTANG DEMOKRASI DAN CIVIL SOCIETY

Digitalisasi Seni dan Budaya, Perlukah?

Strategi Memaksimalkan Kerjasama Sister City Surabaya-Liverpool

 

 

28 Mahasiswa Hubungan Internasional Mengikuti Pelatihan School of MUN

Mahasiswa Hubungan Internasional kerap diidentikkan dengan profesi diplomat. Maka dari itu, sudah sewajarnya jika mahasiswa HI mengetahui seluk-beluk bagaimana diplomasi berjalan, terutama tentang sistematika penyelesaian masalah maupun pembuatan kebijakan melalui sidang Internasional. Bertepatan dengan Sabtu, (9/7) 2019 sebanyak 28 Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional mengikuti pelatihan School Of MUN yang dilaksanakan di Universitas Pembangunan Nasional ( UPN Veteran ), Surabaya. Para mahasiswa tersebut diajak untuk mempelajari bagaimana praktek simulasi sidang Internasional berjalan.

Acara yang diadakan oleh Foreign Policy Community Indonesia ( FPCI ) tersebut menghadirkan tiga narasumber utama yang sudah berpengalaman dan berprestasi sebagai praktisi Model United Nations ( MUN ). Ketiga pembicara tersebut adalah Iqbal Bagus Alfiansyah selaku Dirjen MUN Universitas Airlangga, Atika Ramadhania Kusuma yang perwakilan Universitas Brawijaya dalam Harvard MUN, dan Amalia Fitry Baruna yang terpilih menjadi the best outstanding delegates of AWMUN.

Pukul 8.00 tepat, agenda tersebut dibuka langsung oleh ketua FPCI UPN Veteran. Acara lalu dilanjutkan dengan pengenalan dan mentoring mengenai MUN oleh Iqbal Bagus Alfiansyah. Tata cara lobbying dalam rangka mempengaruhi delegasi negara lain disampaikan oleh Atika Ramadhania. Selanjutnya, Amalia Fitry Amalia menjelaskan tentang bagaimana melakukan public speaking yang baik.

Disini para perserta juga secara langsung diajak mengikuti praktek pelaksanaan simulasi sidang PBB. Mereka berperan menjadi delegasi dari tiap negara sebagaimana telah ditentukan panitia dengan tema “Human Traficking” . Setiap delegasi menyampaikan mosi dan solusi maupun kebijakan yang dimana dapat disepakati untuk menyelesaikan permasalahan.

Simulasi sidang lalu diakhiri dengan penyampaian kesan dan pesan para peserta. Yang patut dibanggakan adalah terpilihnya salah satu mahasiswa Universitas Darussalam Gontor, Mohammad Daffa Fadlullah, sebagai delegasi terbaik. Daffa memang telah berpengalaman dan kerap mengikuti kegiatan MUN. Ia pun juga menjadi salah satu partisipan dalam Asian Youth International Model United Nations ( AYIMUN ) di Bangkok, Thailand, 2018.

Jurusan Hubungan Internasional | 100 Tahun HI, Ulang Tahun yang Hampir Terlupa?

jurusan hubungan internasional
jurusan hubungan internasional

Jurusan Hubungan Internasional- Sejuknya kota Malang seakan-akan menamah romantisme perayaan ulang tahun ilmu Hubungan Internasional (HI) yang ke 100. Perkembangan ilmu  HI yang diawali perdebatan teoristik dan cara pandang semenjak tahun 1919 hingga kini telah melahirkan beberapa teori dan prespektif, dari liberalisme, realisme, english school, marxisme, critical theory, postmoderisme, konstruktivisme, feminisme hingga green theory. Sehingga perayaan ulang tahun ilmu HI tanpa menyertakan pembahasan-pembahasan teori-teori tersebut akan terasa kurang istimewa.

Prodi HI Universitas Brawijaya (UB) Malang menginisiasi penyelenggaraan seminar internasional

Kondisi inilah yang menggerakkan Prodi HI Universitas Brawijaya (UB) Malang menginisiasi penyelenggaraan seminar internasional dengan tema “Quo Vadis; a Century of IR: Contemporary Debates in International Relations”.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari senin, tanggal 19 Agustus 2019 tersebut berhasil menghadirkan dua pembicara internasional, mereka adalah Assoc. Prof. Richard Devetak dari University of Queensland & Assoc. Prof. Titus Chih-Chieh Chen dari National Sun Yat-Sen University. Sedangkan narasumber dari dalam negeri diwakili oleh Drs. Muhadi Sugiono, MA dari Universitas Gadjah Mada dan Yusli Effendi, S.IP., MA sebagai tuan rumah.

Pelaksanaan acara yang bertempat di aula Nuswantara Fakultas Sosial dan Politik UB dihadiri oleh seluruh akademisi prodi HI UB beserta beberapa utusan dari universitas-universitas lain, seperti Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Ponorogo, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Airlangga Surabaya dan Universitas Jember, dan lain-lain.

“Acara-acara seperti ini sangat bermanfaat dan penting untuk sering diselenggarakan, selain memperdalam kompetensi para dosen dan mahasiswa HI, juga sebagai ajang silaturahmi dan memperkuat jaringan kerjasama antar prodi-prodi HI di Indonesia” ungkap Rudi Candra, utusan dari prodi HI Unida Gontor.

JALANNYA ACARA 

Acara yang dimulai pada pukul 09.15 diawali dengan seremonial pembukaan oleh ketua prodi HI UB, Mr. Aswin Ariyanto Azis, S.IP., M.Devst. dengan mengenalkan kondisi dan perkembangan Prodi HI UB.

Acara inti diawali dengan presentasi Richard Devetak yang memaparkan bahwa tahun 1919 bukanlah tahun kelahiran ilmu HI, melainkan ilmu HI sendiri sudah mulai terbentuk semenjak manusia ada di bumi.

Sejarah perdebatan para pemikir HI lahir dari dua kota; Abersystwyth dan Versailles, untuk kemudian perdebatan tersebut berlangsung dalam tiga periode; pertama perdebatan antara realisme dan idealisme, yang dilanjutkan dengan kalangan saintifik berhadapan dengan para ilmuan ‘klasik’ yang ditutup dengan perdebatan teori kritis berhadapan dengan kalangan positivis.

Presentasi dilanjutkan oleh Muhadi Sugiono yang berbicara terkait “Disiplin Ilmu Hubungan Internasional di Indonesia; Sebuah Refeleksi.” Dalam presentasinya, dosen senior HI UGM ini menjelaskan bahwa ilmu HI hari ini adalah disiplin ilmu yang diminati banyak calon mahasiswa Indonesia. Hal ini ditandai dengan banyaknya prodi HI, baik yang lama maupun yang baru dengan jumlah mahasiswa yang besar. Sayangnya realitas ini tidak sebandinng dengan tingginya penyerapan lulusan di lingkungan kerja, kondisi menjadikan banyaknya lulusan HI terjun profesi baru yang tidak selalu sesuai dengan disiplin ilmu HI.

Sedangkan pada sesi ke dua, presentasi diisi oleh Titus Chih-Chieh Chen yang berbicara terkait “Ilmu Hubungan Internasional dalam prespektif China” dan dilanjutkan oleh Yusli Effendi, S.IP., MA yang berbicara terkait “Ilmu Hubungan Internasional dalam prespektif Jawa”.

Presentasi dari kedua pembicara di sesi kedua mengajak para peserta untuk membuka wawasan mereka, bahwa selain prespektif Barat, ada juga prespektif ‘baru’ non-Barat yang saat ini berkembang dalam kajian HI yang perlu mendapatkan perhatian extra oleh para pemikir ilmu HI.

Acara seminar terkait perdebatan ilmu HI ini dilanjutkan dengan “Workshop Metodologi HI di Era 4.0” yang dilaksanakan pada tanggal 20-21 Agustus 2019.

Semoga kegiatan-kegiatan serupa bisa dilaksanakan kampus-kampus lain, untuk semakin menguatkan pondasi studi HI di Indonesia. [Mr. Chan]

Acara Jurusan Hubungan Internasional

Artikel ini terkait:

HI TINGKATKAN SOLIDARITAS DALAM INTERNATIONAL RELATIONS OLYMPIAD (IRO)
KULIAH BERSAMA USTADZ IDIN FASISAKA,M.A KEPALA PROGRAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL UNIVERSITAS UDAYANA BALI MENGENAI PEUBAHAN BUDAYA CULTURE TURN DALAM METODOLOGI HIBUANGAN INTERNASIONAL
HARMONY RAKORWIL FORUM KOMUNIKASI MAHASISWA HUBUNGAN INTERNASIONAL (FKMHII) SE-INDONESIA DI UNIDA
PRODI HUBUNGAN INTERNASIONAL WAKILI UNIDA GONTOR DI LOMBA PIDATO NASIONAL DI UIN SULTAN SYARIEF KASIM RIAU