Membaca 2 Sisi Holocaust; Kebenaran Yang Nyata atau Dipaksa?

Posted by

Holocaust masih menjadi salah satu kasus pembantaian terburuk yang ada di dunia. Nazi Jerman, dibawah kepemimpinan Hitler diyakini sebagai pihak yang bertanggungjawab. Genosida yang dilakukan dalam kamar gas ini diperkirakan membunuh 6 juta kaum Yahudi. Namun, beberapa yang lain berpendapat bahwa holocaust meliputi genosida pada kelompok selain Yahudi. Diantaranya orang Rum, Komunis, tawanan perang Soviet, warga Polandia, Soviet, homoseksual, orang cacat, Saksi Yehuwa dan musuh politik lainnya. Jika merujuk pada pengertian ini, maka jumlah korban pembantaian Holocaust antara 11 hingga 17 juta jiwa.

Doktrin Anti Yahudi

Sikap antisemik sudah berlangsung sejak lama. Gereja Katolik mengajarkan sikap anti yahudi, begitu juga dengan Protestan. Martin Luther bahkan menyeru kaum Kristen untuk membakar sinagoga, menghancurkan rumah-rumah Yahudi, menempatkan Yahudi di kandang kuda, dan menganjurkan penguasa untuk mengusir Yahudi dari negeri mereka. Hal ini didasari karena Yahudi tidak mengakui Yesus sebagai Mesias.

Revolusi Prancis berhasil dimanfaatkan kaum Yahudi. Mereka menjadi pemain penting di bidang bisnis dan industri yang berkembang, yang akhirnya membawa mereka meraih nikmatnya sajian dalam gerakan revolusi; kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan.

Kejayaan yang diraih kaum Yahudi semakin memuncak. Bahkan Theodore Herzl pendiri gerakan zionisme melakukan lobi melalui kaisar Jerman Wilhelm II untuk meyakinkan Sultan Abdul Hamid II rencana pendirian Palestina sebagai tanah air kaum Yahudi. Herzl menggoda Wilhem II untuk berbicara kepada Sultan dengan iming-iming akan membangun Angkatan Laut Jerman dengan uang yang dimiliki kaum Yahudi. Dia juga akan dan melunasi utang negara Utsmani di seluruh bank-bank yang ada di Eropa.

Langkah ini merusak sejarah manis perlindungan Utsmani terhadap Yahudi. Dalam masa 633 tahun (1289-1922) Utsmani menjadi surga bagi pengungsi Yahudi yang diusir dan dibantai kaum Kristen Eropa. Yahudi diizinkan untuk tinggal di wilayah Utsmani, kecuali di tanah Palestina.

Hal ini menjadi dugaan kuat, bahwa tragedi Holocaust merupakan akal-akalan sekelompok orang untuk mendirikan negara Israel. Sebab, ada pemaksaan sejarah sekurang-kurangnya di 16 negara seperti Inggris, Amerika Serikat, dan Austria melarang penolakan Holocaust. Yang menarik, Jerman juga tergabung dalam 16 negara ini setelah peringatan 80 tahun PD 1 ketika Presiden Frank Walter Steinmeier meminta maaf atas serangan Jerman terhadap Polandia. Pelarangan ini berupa pemajangan symbol Nazi dan hal yang terkait dengan Nazisme.

Awal Mula Kisah Holocaust

Kisah Holocaust bersumber dari catatan harian Anne Frank, perempuan yang bersembunyi bersama keluarga dan empat temannya di Amsterdam semasa pendudukan Nazi di Belanda pada PD II. Mereka semua tewas kecuali Otto, ayah Anne. Otto kembali ke Amsterdam dan menemukan catatan harian anaknya. Kelak diary ini menjadi salah satu buku yang paling banyak di baca didunia, dan menjadi pembenaran tentang tragedy Holocaust.

Paul Rassinier adalah orang yang berperan penting dalam merevisi sejarah Holocaust, ia dijuluki sebagai Bapak Revisionisme Holocaust. Rassinier mengajar sejarah di college d’Enseignement General di Belfort dan Academie de Besancon, juga aktif dalam gerakan perlawanan sosialis anti-Nazi.

Rassinier yang pernah ditangkap Gestapo tahun 1943, dan dikirim ke kamp konsentrasi Buchenwald lalu dipindah ke Dora. Di Buchenwald dia terserang tifus berkepanjangan yang membuatnya tak bisa kembali mengajar.

Rassinier membantah pembantaian Holocaust. Selama berada di kamp konsentrasi Buchenwald dia tidak pernah melihat kamar gas. Ia juga menemui para penulis yang mengatakan keberadaan kamar gas untuk memperoleh jawaban. Sayangnya, penulis yang ia cari sudah meninggal dunia.

Banyak yang mengikuti jejak Rassinier dalam mempertanyakan kebenaran sejarah versi tradisional Holocaust, mengenai pembantaian terhadap 6 juta Yahudi yang sebagian besar dilakukan di kamar gas. Pandangan-pandangan para revisionis tidak muncul ke permukaan mengingat tekanan dari banyak pemerintah Barat, control media, dan tindakan-tindakan represif lain.

Para revisionis bersepakat bahwa negara Sosialis Jerman telah memperlakukan orang Yahudi dengan kejam. Namun mereka menolak sejarah yang mengatakan bahwa Jerman mempunyai kebijakan untuk memusnahkan Yahudi (atau siapa saja) dengan mengirim mereka ke kamar gas, penganiayaan, dan pembiaran.

Propaganda Zionis

Seusai perang, organisasi Zionis bersama negara-negara sekutu terlibat dalam upaya menciptakan dan menyebarkan propaganda kebencian anti jerman. Tujuan mereka adalah menarik simpati dunia serta dukungan politik dan financial berbagai kepentingan Yahudi, khususnya dalam pembentukan negara Israel.

Hal ini menjadi masuk akal. Dalam Film “Payitaht : Abdul Hamid” negara-negara seperti Inggris, Prussia, dan Prancis bersatu mendukung organisasi Zionis untuk menggoyahkan kepemimpinan Sultan Abdul Hamid II untuk mendirikan negara Israel di Palestina. Salah satu adegan film bahkan petinggi zionis menjadikan ratusan nyawa Yahudi yang terusir dari Eropa sebagai ‘umpan’. Mereka berangkat ke Payitaht (ibu kota Utsmani) menggunakan kapal perang milik Prussia ditengah ‘panasnya’ hubungan Utsmani dengan Kekaisaran Rusia. Diharapkan, tentara Utsmani akan menembak kapal yang berisi orang-orang Yahudi, sehingga Eropa memiliki alasan untuk menyerang Utsmani secara bersamaan.

Tragedi Holocaust memang menyimpan tanya, benarkah? Lebih dari itu sejarah dunia disusun dengan cara memperlihatkan apa yang terjadi pada awalnya, lalu tokoh dari mitos dan legenda diperlakukan sebagai tokoh sejarah. Sedikitnya ada 16 negara yang melarang penolakan versi resmi Holocaust. Dibutuhkan suatu perubahan kesadaran dalam suatu hal untuk merubah kepercayaan yang sudah kita percaya sejak kecil hingga dewasa.

Saat ini, manfaat politis kisah Holocaust umumnya kurang begitu penting bagi banyak pihak namun penting bagi ambisi organisasi Zionis dan organisasi lainnya dalam masyarakat Yahudi. Hal yang lebih penting dari semua ini adalah. Jika kisah ini nyata, semoga tragedi kejam genosida tidak lagi menimpa golongan apapun.

Pen: Abdul Latief

Daftar Pustaka

https://encyclopedia.ushmm.org/content/id/article/introduction-to-the-holocaust

https://id.wikipedia.org/wiki/Holokaus

https://translate.google.com/translate?u=https://en.wikipedia.org/wiki/Legality_of_Holocaust_denial&hl=id&sl=en&tl=id&client=srp&prev=search

https://en.wikipedia.org/wiki/Gestapo

Sejarah Dunia Yang Disembunyikan, Jonathan Black, PT Pustaka Alvabet, Tangerang, 2020

Wajah Peradaban Barat dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekular-Liberal, Adian Husaini, Gema Insani, Jakarta, 2005

2 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *