EU4Health

Kebijakan Eu4health Sebagai Resolusi Pemulihan Ekonomi

Benua Eropa perlahan memasuki fase new normal setelah menghadapi bencana pandemi Covid-19. Para pemimpin negara telah memaksimalkan beberapa kebijakan sebagai langkah stabilisasi perekonomian dan Kesehatan. Alur kebijakan luar negerinya juga diprioritaskan kepada dua aspek permasalahan tersebut. Hal ini dilakukan karena perlunya kerjasama antara negara-negara anggota Uni Eropa untuk menghindari cekaman dampak dari pandemi ini. Solidaritas antar negara Eropa telah terhimpun dalam satu kebijakan Uni Eropa.

Dalam fase new normal, kebijakan Uni Eropa terhadap masalah pandemi adalah dengan perjanjian kontrak dengan perusahaan farmasi untuk membeli vaksin sejumlah 200 juta buah. Sebagaimana yang tertulis pada Press Release European Commision yang membahas tentang persetujuan kontrak yang ketiga dengan perusahaan farmasi. Komisi Uni Eropa telah menandatangani kontrak dengan Astra Zeneca dan Sanofi-GSK. Nampaknya, negara-negara di Eropa merasa khawatir akan peningkatan jumlah kasus positif covid-19 yang tak kunjung usai. Sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Presiden Komisi Eropa, Ursula Von Der Leyen, dalam press realese pada 8 oktober 2020 ia mengatakan;[1]

As the Coronavirus continues to spread worryingly across Europe, it is crucial to find a vaccine, and fast. I’m glad that we have been able to find an agreement with Johnson & Johnson to purchase vaccines for 200 million people. This will be our third contract with a pharmaceutical company. Our aim is to provide EU citizens with safe and affective vaccines as soon as they are found”

 

eu4health
eu4health

Untuk merealisasikan harapannya, UE memulai dengan menetapkan para meter taraf global untuk pengujian vaksinasi dengan memobilisasi pemanfaatan sumber daya melalui perjanjian internasional. Mobilisasi tersebut dilaksanakan melalui operasi gabungan dengan WHO. Sebagai bagian dari upaya perlindungan warga Uni Eropa. Komisi UE mengusulkan kebijakan untuk mempercepat pembuatan vaksin Covid-19. Hal itu disebut sebagai EU4Health. Upaya pembuatan vaksin ini telah diluncurkan pada awal bulan maret 2020. Sebagaimana yang dilansir oleh Eanna Kelly “Science Business web article”[2]; Komisi Uni Eropa telah menawarkan dukungan keuangan hingga 80 juta Euro kepada bioteknologi Jerman CureVac AG setelah mendapatkan laporan bahwa presiden AS Donald Trump berusaha untuk mendapatkan akses eksklusif ke vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkannya.

EU Recovery Plan

EU4Health merupakan program Uni Eropa yang bertujuan untuk memperkuat sistem Kesehatan Eropa dengan skala lintas batas di masa depan. Kebijikan ini adalah turunan dari “EU Recovery Plan” yang dipresentasikan oleh presiden komisi Eropa Ursula Von Der Leyen pada 27 Mei lalu. Tiga prioritas utama EU4Health adalah; (1) Perlindungan masyarakat dari ancaman kesehatan lintas negara, (2) peningkatan ketersediaan obat, dan (3) Memperkuat layanan sistem Kesehatan. Terbentuknya program ini didasari oleh pelajaran yang diambil dari wabah virus covid-19. Strategi EU4Health memiliki tujuan sebagai berikut:

  1. Menjamin kualitas Vaksin.
  2. Mengamankan akses tepat waktu ke vaksin untuk negara-negara anggota dan populasinya sembari memimpin upaya solidaritas global.
  3. Memastikan akses pembagian vaksin yang adil bagi semua negara-negara bagian secepat mungkin.[3]

 

Sejauh ini, setiap negara bagian Uni Eropa telah menerapkan kebijakannya yang sesuai dengan kondisi di negara tersebut, namun UE dapat melengkapi dan mendukung Langkah-langkah nasional dan mengadopsi undang-undang di sektor tertentu. Jika demikian, mengapa kebijakan Kesehatan sangat dibutuhkan pada tingkat Uni Eropa? Apakah kebijakan EU4Health sangat efektif bagi Uni Eropa untuk menanggulangi masalah tersebut?

Good Governance

Sebagai organisasi internasional, Uni Eropa telah menerapkan konsep Good Governance. Alasan ini yang mengacu kelayakan Uni Eropa untuk menanggulangi masalah pandemi dengan kebijakan EU4Health-nya. Good Governance adalah penerapan pembangunan yang berorientasi pada masyarakat sentris. Pada dasarnya Good Governanceadalah suatu pencapaian yang dirancang, dilaksanakan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara bersama sebagai satu konsensus seluruh pihak terkait.

 

Implementasi konsep Good Governance ala Uni Eropa dalam kebijakan EU4Health mengalami peningkatan yang begitu signifikan. Dalam kasus ini, wabah Covid-19 telah menunjukkan perlunya negara-negara Uni Eropa untuk bekerjasama dan berkoordinasi di tengah krisis ekonomi akibat dampak pandemi. Pemerintah dari tiap-tiap negara bagian semestinya bertanggungjawab untuk mengatur jaminan sosial serta memberikan perawatan kesehatan. Peran Uni Eropa adalah untuk melengkapi kekurangan dari negara-negara anggota dalam meningkatkan Kesehatan di Eropa[4]. Kebijakan Kesehatan pandemi Uni Eropa telah membantu negara-negara mengumpulkan sumber daya dan mengatasi tantangan umum seperti pandemi Covid-19. Tujuan digalakkan kebijakan ini tidak lain hanya untuk menstabilkan pergerakan pasar bebas.

Economic Oriented

Pergerakan pasar bebas dan perkembangan pasar tenaga kerja memerlukan koordinasi masalah Kesehatan masyarakat. Faktor economic oriented bagaimanapun harus menjadi acuan bagi negara-negara uni Eropa untuk mestabilkan aktivitas penduduknya. Di tengah masa karantina, pemerintah menerapkan beberapa kebijakan untuk menghindari resiko pengangguran, seperti; Kebijakan peminjaman SURE (Support to mitigate Unemployement Risk in an Emergency)[5], kebijakan peminjaman ini diajukan oleh negara yang terkena dampak pandemic dengan kerugian mencapai 100 Miliar Euro. Kemudian 4 hari setelahnya 6 april 2020, Komisi Uni Eropa mengumumkan bahwa 8 miliar Euro akan diturunkan sebagai bantuan kepada UMKM di negara-negara bagian. Setidaknya, terdata dari situs laman jejaring Komisi Eropa, ada 100.000 UMKM Eropa yang menerima bantuan tersebut. Salah satu fokus bantuan kepada UMKM adalah investasi.

Komisi Uni Eropa menarik dana 1 Miliar Euro untuk bantuan UMKM tersebut. Di luar pendanaan tersebut, Uni Eropa memberikan jaminan pada akses penundaan cicilan bank sentral, penjadwalan ulang pinjaman, dan cuti pembayaran. Sejalan dengan kebijakan tersebut, Uni Eropa beserta negara-negara anggota telah menyusun undang-undang yang berhubungan dengan pemulihan ekonomi seperti penundaan pembayaran jangka pendek ke semua sektor pemerintah maupun lembaga profit[6]. Kebijakan tersebut berlanjut pada pemberian kompensasi atas kerugian di bidang perhotelan, pariwisata, transportasi. Kebijakan yang dinamai dengan Temporary Framework ini berlaku hingga akhir Desember 2020 dan kemungkinan akan diperpanjang hingga keadaan benar-benar stabil.

eu4health
eu4health

Kebijakan Eu4health Sebagai Resolusi Pemulihan Ekonomi

Dapat disimpulkan, bahwa respon Uni Eropa dalam menanggulangi kerugian masalah Kesehatan dan masalah ekonomi tidak lepas dari konsep Good Governance. Kebijakan yang dilakukan Uni Eropa sangatlah efektif walau dalam 3 pekan terakhir peningkatan kasus Covid-19 pada 3 pekan terakhir mengalami kenaikan yang relatif. Selama krisis Covid-19, Uni Eropa telah bekerja sama secara solid untuk memperkuat sistem perawatan dengan memastikan persediaan media di Eropa. Tidak hanya demikian, tapi juga terus menurunkan dana untuk penelitian dan kesediaan dana vaksin sejumlah 200 juta kepada tiap negara bagian. Setelah menyelesaikan masalah kesehatan, Uni Eropa mulai menerapkan kebijakan yang berorientasi pada pemulihan ekonomi dengan memobilisasi kemampuan sumber daya manusia yang berupa bantuan pinjaman.

 

Seluruh penjelasan mengenai kebijakan Uni Eropa di atas telah dikemas dalam satu istilah yaitu EU4Health, kesehatan dahulu ekonomi kemudian. Kebijakan EU4Health terus digalakkan hingga pada puncaknya di akhir tahun 2020 sebagai resolusi ekonomi. Parlemen secara konsisten mempromosikan pembentukan kebijakan kesehatan masyarakat Uni Eropa. Pada kebijakan EU4Health, parlemen juga menyerukan anggaran khusus untuk melindungi sektor layanan kesehatan, serta untuk investasi pasca bencana pandemi.

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Smith, B. C. (2007). Good Governance and Development. Palgrave Macmillan.

Peran uni eropa dalam proses penyelesaian sengketa bagi negara anggota dan negara non anggota carina etta siahaan 090200344. (1995).

Cross-border threats to health EU action on preparedness and response. (2020). January.

Euhealth, E. (2021). EU4Health programme for a healthier and safer Union Tackling cross-border health threats Making medicines available and affordable Strengthening health systems.

Internasional, J. H., Soedirman, U. J., Internasional, J. H., & Soedirman, U. J. (2018). European Stability Mechanism Sebagai Upaya Uni Eropa Menangani Krisis Finansial. 5(1), 15–30.

Pushkarev, N., Godfrey, F., Marschang, S., Natsis, Y., Borg, A. M., & Galli, V. (2019). Requested by the ENVI committee EU Public Health Policies. September.

Kyriakides, S., Safety, F., & Information, M. (2020). Coronavirus : the Commission approves third contract to ensure access to a potential vaccine. October, 19–20.

 

[1] https://ec.europa.eu/commission/presscorner/detail/en/ip_20_1829

[2] https://sciencebusiness.net/covid-19/news/eu-offers-eu80m-support-german-covid-19-vaccine-developer-reportedly-pursued-trump

[3] https://www.europarl.europa.eu/news/en/headlines/society/20200604STO80507/health-threats-boosting-eu-readiness-and-crisis-management

[4] https://www.europarl.europa.eu/news/en/headlines/priorities/eu-health-policy/20190705STO56307/improving-public-health-eu-measures-explained

[5] https://www.brusselstimes.com/news/eu-affairs/104330/eu-support-to-short-term-employment-will-test-european-solidarity/

[6] https://ec.europa.eu/commission/presscorner/detail/en/ip_20_496

One comment

  1. I do believe all of the concepts you’ve offered on your post. They are very convincing and will certainly work. Still, the posts are very brief for newbies. May you please lengthen them a bit from subsequent time? Thanks for the post.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *