Tanggungjawab Atas Palestina

“Ideological Responsibilty Toward Palestine”, Tanggung Jawab Ideologi Terhadap Palestina

Tepat pada hari Sabtu pagi pukul 08.00 WIB, Aminatuz Zuhriyyah, mahasiswi prodi Hubungan Internasional memandu jalannya acara wisdom speech yang diadakan di gedung pasca sarjana. Wisdom speech kali ini mengusung tema “Ideological Responsibilty Towards Palestine” yang berarti tanggung jawab ideologi terhadap Palestina yang belum mendapatkan kemerdekaannya hingga saat ini.

Indonesia yang menjadi pembela hak-hak dan kebebasan rakyat Palestina tidak mengakui adanya Israel sampai kemerdekaan Palestina terwujud secara nyata. Al-Ustadz Aprilia Restuning Tunggal, Dosen Hubungan Internasional UNIDA selaku moderator dalam wisdom speech menyatakan bahwasanya Indonesia dan Palestina sebagai dua keluarga yang memiliki hubungan erat dalam pernyataan “Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.”

Dalam sambutan awalnya, Wakil Dekan Fakultas Humaniora, Dr. Mohamad Latief, menyatakan jika perwujudan kemerdekaan Palestina bukan hanya menjadi tanggung jawab seorang muslim, karena pada esensinya kualitas ideologilah yang menjadi motif perwujudan tersebut. “Selama manusia masih memiliki rasa kemanusiaan, maka semuanya akan menjadi garda terdepan dalam membantu perwujudan kemerdekaan yang dijunjung tinggi,” pungkasnya.

SEMANGAT PALESTINA TERHADAP DIASPORA YAHUDI

“Peristiwa dahsyat Rasululllah SAW (Isra’ Mi’raj) yang penuh perjuangan tidak pantas untuk dilupakan” ujar Dr. souhad Hassan Alpayaree. Perjuangan inilah yang menjadi titik landas bagi rakyat Palestina dalam mempertahankan Masjidil Aqsha. Meskipun Masjidil Aqhsa tidak lagi menjadi arah kiblat kaum muslimin, Allah tetap memuliakannya dalam perbandingan dua Masjid yang disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-Isra’ ayat 1. Hal ini dapat dipahami bahwa keduanya tetap menjadi lumbung keberkahan bagi kaum muslimin di seluruh dunia.

Disebutkan dalam Hadits Rasul “Laa tusyaddu ar rijaal illa ila tsalatsati masajid: Masjidiy hadza, wa Masjidil Haram, wa Masjidil Aqsha”. (hendaklah kalian tidak memaksakan diri pergi ziarah ke masjid. kecuali ke tiga masjid: Masjidku ini (Masjid Nabawi di Madinah), Masjidil Haram, dan Masjidil Aqsha). Jelas disebutkan dengan ini barang siapa yang mencintai salah satu masjid tersebut maka harus mencintai yang lainnya. Lumbung keberkahan yang terdapat menjadi sia-sia adanya jika hanya berada dalam kekuasaan kaum kafir. Maka dari itu rakyat Palestina tetap melakukan pergerakan demi mempertahankan Al-Quds.

PERAN WANITA DALAM MERESPON KEMERDEKAAN PALESTINA

Wanita yang merupakan titik tumpu peradaban tak luput dari perwujudan Palestina merdeka, peran mereka dalam meningkatkan kualitas generasi berjalan dinamis. “80% kepala keluarga di Palestina adalah wanita, hilangnya ayah, suami ataupun kepala keluarga dikarenakan 3 alasan yang umum yaitu: mati syahid (terbunuh), sebagai tawanan Israel, dan cacat akibat berjuang”, ujar Al-Ustadz suhartono, sekretaris umum KNRP (Komite Nasional Rakyat Palestina).

Wanita yang di tanah negerinya banyak terdapat syuhada ini harus mengambil peran kepala keluarga mereka yang hilang. Lantas peran  yang harus mereka jalankan adalah mulai dari memberi makan sebagai kebutuhan dasar, pendidikan, serta kesehatan kepada keluarganya. Kehilangan suami ataupun ayah membuat wanita Palestina kepada penderitaan yang tak berkesudahan.

Dalam kaidah kehidupan, terdapat hal yang dinamakan Sunnatul Isthafaa. Fenomena yang terjadi dalam hidup ada sebuah pilihan yang penentuannya datang dari Allah SWT, seperti halnya kategorisasi dikehidupan nyata. Allah SWT pun telah menentukan Palestina sebagai bumi yang penuh keberkahan dengan banyaknya ujian yang diberikan serta dihuni oleh para manusia yang bertakwa dan penuh rasa cinta terhadap Rabbnya.

“Indonesia sebagai salah satu kerabat Palestina, didiklah anak-anak kalian agar tetap mendoakan Palestina. Jangan lupa beri tahulah mereka Palestina bukan hanya sekedar sejarah. Melainkan negara yang harus dimerdekakan sehingga tetap diakui secara geografis dan terdapat didalam peta,” pesan cendekiawan Palestina di diaspora ini.

 

 

 

2 comments

  1. I don’t even know how I ended up here, but I thought this publish used to be great. I don’t recognize who you might be however certainly you are going to a well-known blogger if you aren’t already. Cheers!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *