Leadership Program, Manifestasi Soft Skill Kepemimpinan

Himpunan Mahasiswi Program Studi Hubungan Internasional Universitas Darussalam Gontor menyelenggarakan  acara Leadership Program. Acara ini  diikuti sertakan oleh Mahasiswi semester 3 Hubungan Internasional Universitas Darussalam Gontor (HI UNIDA). Program ini diadakan sebagai bentuk orientasi perkenalan Himpunan Mahasiswa kepada anggota Himpunan Mahasiswi Prodi yang baru.

Main goals of Leadership Program

Acara ini merupakan salah satu acara besar yang diselenggarakan oleh HMP-HIU. Karena Leadership Program adalah pengenalan organisasi HMP-HIU kepada anggota sekaligus gerbang utama mereka dalam memangku organisasi ini.

Leadership Program berorientasi untuk meningkatkan kepemimpinan, spiritualitas, dan etika para anggota HMP-HIU melalui program ini. Melalui hal yang paling utama yakni kepanitiaan. Dilanjutkan dengan materi yang diberikan oleh tiga pemateri dari Dosen Prodi HI UNIDA serta Dosen Universitas Hasanuddin. Selain itu program ini juga mengandung nilai-nilai spiritualitas dengan shalat berjama’ah, khataman al-qur’an, serta shalat tahajud bersama.

Leiden is Lijden

Seperti kutipan dari KH. Agus Salim “Memimpin adalah jalan yang menderita”. Pemimpin melewati banyak sekali rintangan, pun ia tidak dilahirkan dari laut yang tenang. Menurut Ustadz Fadhlan Nur Hakiem, M.Si. kepala prodi Hubungan Internasional terdapat 7 Kekuatan Pemimpin. Kekuatan itu adalah kekuatan amanah/kepercayaan, kekuatan gagasan/visi, kekuatan tanggungjawab, kekuatan persuasi/pengaruh, kekuatan kharisma/daya pikat, kekuatan motivasional/keteladanan, dan penggantung harapan.

Sejalan dengan kutipan Napoleon “A leader is a dealer in hope”. Pemimpin merupakan creative minority yang mampu membangun semangat juang para anggota. Pemimpin tangguh adalah pemimpin yang tahu apa yang dibutuhkan anggota dan memiliki segudang strategi untuk membawa anggota kepada pencapaian itu.

Problem Solving Session, Beropini

Acara Leadership Program ini sendiri mengadakan problem solving session. Acara ini dilakukan setelah khataman alqur’an pada malam hari. Anggota mendapatkan kertas yang berisi pertanyaan ataupun statement seputar problematika yang ada di sekitar. Kemudian menjawabnya sesuai dengan asumsi masing-masing yang mendapat pertanyaan. Problem solving selain menjadi wadah untuk menampung opini anggota HMP-HIU, juga merupakan ajang self-improvement dan melatih kemampuan berkomunikasi para angggota.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan sense of belonging,  jiwa kepemimpinan, dan keikhlasan dalam menjalankan kepengurusan HMP-HIU pada periode ini.

pen : Naqia Salsabila

3 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *