Mic broadcasting

Dasar-Dasar Ilmu Broadcasting Dan Podcast Mulai Dari Senam Muka sampai Latihan Pernafasan, Bersama Ustazdah Dini Septyana Rahayu dalam Aristocast, Program Reinforcement Magang

Dewasa ini banyak yang menggunakan broadcasting ataupun yang lebih kekininian lagi yaitu podcast dalam rangka memberikan informasi dengan cara yang lebih asik dan menyenangkan. Namun pada nyatanya seorang broadcaster tidak hanya sembarang berbicara ketika berhadapan dengan audiesnya. Mereka juga memiliki beberapa ilmu dasar yang secara khusus digunakan kala dalam melakukan broadcasting. Sebagaimana disampaikan dalam acara Aristocast bersama Ustadzah Dini Septyana Rahayu pada selasa yang lalu (09/15) di ruang laboratorium Hubungan Internasional. acara ini sendiri merupakan salah satu projek program reinforcement magang

Senam Muka dalam mengeksperesikan wajah

Dalam acara tersebut ternyata hal paling mendasar yang perlu dikuasai oleh broadcaster adalah mimik ekspresi muka. Beliau yang pernah menjadi penyiar ataupun broadcaster UMM, FM tersebut memaparkan pentingnya senam muka untuk menstimulus dan merefleksikan muka. Tidak hanya bagi broadcaster namun juga bauk bagi kesehatan pada umumnya. Metode yang pertama digunakan adalah muka “Singa” dan “Tikus” . Dimana muka dibuat meruncing atau mudahnya mencemberutkan muka secemberut mungkin sampai seperti muka tikus. Kemudian muka tersebut dilebarkan atau direnggakan seperti singa yang sedang mengaum. Hal ini apabila dilakukan dapat memberikan relaksasi muka bagi para broadaster sehingga wajahnya tidak mengalami kaku. Secara umum pun baik bagi kesehatan karena dapat melancarkan peredaran darah.

Metode selanjutnya dalam senam muka dapat dilakukan dengan cara memutar dan menyapu lidah ke bibir bagian luar. Akan tetapi apabila merasa mau cukup dengan meutar lidah daalam dinding-dinding mulut. Hal ini bertujuan untuk memudahkan diri untuk berbiacra kala melakukan broadcasting. Selain itu bahkan dapat  memberikan treatment terhadap otot wajah bawah dan juga menghindarkan dari slip tongue atau dengan kata lain mangalami belibet ketika berbicara. Eksepresi muka merupakan salah satu aset terpenting terutama bagi podcaster maupun broadcaster masa kini yang berinteraksi langsung dengan audiens.

 

Latihan Pernafasan untuk memepermudah berbicara

pentingnya latihan pernafasan dalam broadcasting

Alur pernafasan pun  juga penting, dimana seoarng broadcaster dalam berbicara tidak boleh sampai terganggu oleh suara nafas yang terdengar berat  ataupun nervous dan terpotong-potong. Kita sebagai audiens pendengar radio sudah pasti tidak merasa nyaman mendengarkan suara nafas seperti yang berat. Metode ini simpel cukup denga menarik nafas sedalam-dalamnya sampai dada atauapun diagframa perut membusung. Selanjutnya keluarkan nafas pendek sembari  menggetarkan mulut dan juga bibir. Caranya pun juga dapat dilakukan dengan membungkukan tubuh lemas kebawah kala mengambil nafas. Kemudian nafas dikeluarkan secara perlahan sembari mengangkat tubuh merenggang tegak keatas.

Bentuk pernafasan Inhale dan exhale, penting bagi broadcaster agar mudah dan lancar kala berbicara dengan audiens. Hal ini berdampak baik bagi kesehatan, dimana nafas yang diambil dan dikelaurkan dapat memberikan suplai oksigen kepada otak. Sehiangga dapat memebrikan ketenangan serta relaksasi tatakala melakukan broadcasting. Selain itu dapat membersihkan alur pernafasan dalam anggota tubuh. Bagi para perokok biasanya akan merasakan batuk-batuk seketika melaukan metode ini. Maka dari itu seorang broadcaster tidak dianjurkan untuk merokok. Dikarenakan nafasnya kurang besih akibat dari merokok.

Public Speaking tidak hanya sekedar berbicara

Public Speaking dan pentingnya broadcasting

Berbicara didepan umum tidak hanya tentang bagaimana menyampaikan materi pembicaraan namun juga bagaimana agar omongan yang disampaikan menarik dan komunikatif bagi para pendengar. Maka dari itu meskipun tabu namun seorang yang biasa melakukan gibah dianggap menarik tidak hanya dari yang dibicarakan. Ketik seorang mulai melakukan gibah mereka tentunya mengajak dengan ada suara yang menarik dan membuat si penngar terkesan asik untuk mengikuti alur pembicaraan. Seorang broadcaster disini dituntut bagaimana cara dia menyampaikan dan tentunya intonasi dari suaranya.

Salah satu metode yang biasa dilakukan adalah smiling voice, dengan mengeluarkan nada suara yang membuat seorang bahagia ataupun terkesan dan senang. Penyiar radio meskipun hanya memperdengarkan suara melakui radio tanpa menampakan muka. Akan tetapi juga terkesan asik dengan nada bicaranya yang menyenangkan dalam mengajak audiesnya mengikuti topik pembicaraan. Dapat dibayangkan jikalau nada suara hanya berjalan datar tentunya pendengar pun akan bingung dan merada bosan. Meskipun berbicara sendiri, waktu dan situasi pun ternyata juga menentukan bentuk maupun gaya dari nada suara yang dipakai.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan broadcasting

Persiapan dalam broadcasting
Large group of business people on a starting line ready for sports race in the office. Focus is on man in blue suit. Copy space.

 

Sebagaimana contohnya dalam forum pembacaan berita atauapun penyiaran radio anak muda tentunya nada intonasi suara yang digunakan berbeda. Apabila nada suara penyiar radio terdengar asik dan fluktuatif, maka pembacaan berota yang baiasa dilakukan oleh Anchor pun lebih terdengar lugas dan informatif. Tentunya pendengar radio pun akan bingung tatkala pengumuman formal dan penting diberitakan sebagaimana menyiarkan yang terkesan jauh dari kata formal.

Sasaran audiensi pun perlu ditentukan bagi mereka yang ingin memulai podcast sendiri maupun broadcast. Bagi mereka yang ingin membuat podcast, hal ini mejadi sebuah urgensi tersendiri. Terutama melihat bagaimana keragaman budaya masyarakat Indonesia. Salah kata yang tadinya tidak ada maksud utuk menyindir ataupun meledek satu individu maupun kelompok dapat menyingung mereka. Hanya dikarenakan buadaya objek maupaun sasaran pendengar berbenturan dengan cara penyampaian materi podcast.

Dan terakhir persiapan mengenai apa saja yang ingin dibicarakan itu penting, sehingga ketika sedang menjalankan broadcasting tidak kaget dan tetap dapat keadaan tenang tanpa bingung dan tetap fokus, di satu sisi alur pembicaraan pun dapat tertata dengan baik. maka dari itu jika dilihat baik broadcaster maupaun podacster biasanya akan membawa dan membaca memo maupun teka kala berbicara.

oleh: Byan

4 comments

  1. Great post. I was checking constantly this blog and I’m impressed! Very useful info particularly the last part 🙂 I care for such information much. I was looking for this particular information for a long time. Thank you and good luck.
    Airport Taxi Heathrow

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *