Movie Review with Science Janissaries: American Sniper

Movie Review: American Sniper

Hari Selasa malam (15/09) Divisi Keilmuan atau Science Janissary mengadakan kegiatan Nonton Bareng (nobar). Acara ini diperuntukkan bagi seluruh mahasiswi HI Unida Mantingan. Nobar “American Sniper” dilaksanakan di gedung Granada, dan dimulai pukul 20.30 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari rentetan acara Janissary, yaitu kegiatan magang 2020 yang dilaksanakan Mahasiswi HI Semester 7 .

Nobar ini bukanlah nobar biasa, nobar sekaligus movie review ini bertujuan mengajak mahasiswi untuk berfikir dan menanggapi suatu persoalan melalui cara pandang/ perspektif HI. Karena ilmu dan teori Hubungan Internasional sejatinya tidak hanya dibahas dalam kelas atau forum akademis saja, namun perlu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu HI luas dan terbuka, maka dari itu diskusi adalah hal yang wajib dilakukan bagi akademisi yang berkonsentrasi di bidang Hubungan Internasional.

Movie Review American Sniper | Propaganda untuk Iran atau Muslim?

Film American Sniper adalah film biografi tahun 2014 yang disutradarai oleh Clit Eastwood dan produsernya adalah Bradley Cooper. Andrew Lazar, Robert Lorenz dan Peter. Jalan cerita film American Snipper diambil dari bukum dengan judul yang sama ditulis oleh Chris Kyle.  Secara keseluruhan, film tersebut menceritakan perjalanan Chris Kyle yang menjadi penembak jitu Amerika. Satu hal yang tidak tertulis dalam buku American Sniper  ialah bagaimana Chris Kyle meninggal. Namun akhir perjalanan Chris Kyle mejadi akhir cerita dari film American Snipper diambil dari kisah yang didapatkan istrinya.

Apa yang terjadi dalam film American Sniper ?

Film American Snipper memberikan kita semua pelajaran bahwa perang bukanlah keinginan rakyat sipil. Bahkan seorang tentara juga tak menginginkan adaya perang. Ini dibuktikan dengan tekanan batin dari Kyle yang telah membunuh banyak warga negara di wilayah musuh. Higga pada akhir hayatya ia belum bisa berdamai dengan tekanan batin tersebut.

Tetapi bagi negara Iran, film America Snipper telah melakukan propaganda anti-Muslim. Dalam film tersebut, perang Amerika – Iran dijadikan latar cerita perjalanana hidup penemak Chris Kyle. Penggambaran  Ira dalam film tersebut dinyatakan menghina Irak. Warga Irak selalu digambarkan berpakaian serba hitam. Selain itu, hanya wanita dan anak kecil yang mengangkat senjata untuk membela diri.

Pernyataan tersebut lebih karena adanya hubungan buruk Iran dengan Amerika. Penggambaran buruk tentang Iran di American Snipper dapat dikatakan memang untuk mempengaruhi citra Iran memlalu film. Alasan penampilan Muslim yang disorot dalam American Snipper dikarenakan mayoritas warga Iran beragama Islam.

Jika melihat dari karakter politik Amerika, negara tersebut tidaklah membenci agama Islam. Namun memang lawan politiknya adalah negara-negara pemeluk muslim terbanyak. Seperti Iran, Suriah, Lebano, Irak dan negara Timur Tengah lainnya.

sumber:
https://www.cnnindonesia.com/internasional/20150218120807-120-33069/khamenei-american-sniper-film-propaganda-anti-islam

Penulis: Publication of Janissary Program 2020

2 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *