Karantina Hafalan Al-Quran

Karantina Tahfidz Prodi Hubungan Internasional dalam menghadapi Ujian Hafalan Al-Quran

Salah satu dari kegiatan penting dan menjadikan UNIDA Gontor mempunyai nilai lebih dibandingkan dengan Universitas Islam lainnya adalah Hafalan Al-Quran rutin setiap sehabis maghrib.  Hafalan Al-Quran sendiri menjadi salah satu persyaratan utama bagi seluruh Mahasiswa untuk dapat mengikuti Ujian Akhir Semester. Bahkan meskipun sudah sampai jenjang Mahasiswa tingkat akhir hal ini menjadi syarat untuk bisa menjalankan sidang skripsi.

Bertepatan dengan Senin malam (09/07), Cluster Program reinforcement berkerjasama dengan HMP-HIU mengadakan karantina tahfiz bagi seluruh Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional.  Acara ini sendiri bertempat di Masjid Jami’ UNIDA dan berlangsung selama empat hari, mulai dari senin sampai dengan hari kamis. Adapun tujuan dari diadakannya karantina ini adalah untuk mempermudah hafalan Al-Quran Mahasiswa dalam menghadapi ujian Tahfizu-l-Quran. Dimana ujian tersebut akan diadakan oada hari Jumat tepat setelah karantina selesai.

Para Muhafiz (Pembimbing hafalan) mulai dari Dosen sampai dengan Mahasiswa pascasarjana pun turut hadir dalam membimbing dan menguji hafalan Mahasiswa dari tiap semester. Selain itu beberapa Mahassiswa pun diangkat untuk membantu para Muhafiz dalam menguji hafalan teman-temannya. Sehingga nantinya Mahasiswa juga bisa mentaqdimkan hafalan kepada temannya yang telah dipilih tersebut.

Untuk dapat mengikuti ujian setiap Mahasiswa UNIDA sendiri diwajibkan untuk dapat menyelesaikan hafalan sampai lima lembar setiap juznya. Setiap semester mendapatkan batasan hafalan Juz Al-Quran yang berbeda-beda sebagaimana ketentuan dari kampus. Mulai dari semester satu yang harus menyelesaikan hafalan juz 29 selama satu tahun. Selanjutnya semester tiga yang harius menyelsaikan Juz satu Surah Al-Baqarah sampai dengan ayat 140. Dan kemudian berlanjut sampai dengan Juz dua pada tahun ketiga atau semester lima. Sedangkan untuk semester tingkat akhir mendapatkan bagian untuk menyelesikan hafalan sampai dengan juz tiga. Mahasiswa tingkat akhir pun juga dituntut untuk menyelesaikan hafalannya masih kurang dari tahun tahun sebelumnya.

Oleh: Byan

5 comments

  1. Normally I don’t read post on blogs, however I wish to say that this write-up very compelled me to take a look at and do so! Your writing taste has been surprised me. Thanks, very nice post. this link here

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *