MovieTalk review film 1917, mengkaji film dari perspektif Ilmu Hubungan Internasional

Movietalk membahas film perang

Selama pandemi ini tentunya banyak yang mencari hiburan demi menghilangkan kebosanan dikala menjalani karantina, salah satu kegiatan yang paling fenomenal dilakukan adalah menonton film. Namun disatu sisi kita juga bisa mencari tontonan film yang baik serta menambah ilmu dan pengetahuan kita. Sebagaimana yang dilaksanakan dalam salah satu program reinforcement bertajuk movie talk yang dimotori oleh Mahasiswa semester akhir HI.

Acara movie talk tersebut dilaksanakan pada Senin (02/07) siang pukul 13.00, bertempat di Laboratorium Perpustakaan Hubungan Internasional. Bersama dengan tiga pemateri ataupun reviewer yang akan membahas film 1917 dari perspektif Hubungan Internasional. Mereka adalah Rahmad Rivaldo, Muhammad Bayu Aji dan Dwi Setiyo, yang dimana para pemateri sudah benar-benar paham akan isi film.

Berlangsungnya acara berjalan lancar dimana para peserta pun menikmati film yang berlatarbelakanhg suasana kala pecahnya perang dunia I. Dalam setiap durasi lima sampai tujuh menit, salah satu dari tiga pemateri akan menjelaskan mengenai beberapa scene penting dari film. Dimana terdapat teori hubungan internasional yang dapat dijelaskan  dapat didalamnya. Mulai dari Teori mainstream seperti Realism sampai dengan konsep Homo Homini Lupus dijelaskan dalam film. Teori Homo Homini Lupus sendiri menjelaskan bagaimana manusia adalah serigala bagi manusia lainya.

Acara berlangsung cukup lama dan berakhir pada jam 15.00, dimana durasi filmnya mencapai sekitar dua jam. Meskipun begitu para partisipan acara tetap menikmati acara movietalk tanpa sedikitpun merasa jenuh, terutama ketersediaan konsumsi yang menemani berjalannya agenda. Review pun berakhir dengan penjelasan Rahmad Rivaldo dimana perang sendiri tidak hanya identik dengan beberapa teori seperti Realisme.  Akan tetapi juga liberalisme yang memang berlawanan dengan realisme dapat diterapkan kala perang tentunya dengan beberapa kondisi tertentu.

Plot Film 1917

Film ini sendiri mengisahkan dua tentara muda Inggris yang bernama Williem Schofield dan Tom Blake yang diberikan tugas untuk menyampaikan surat penting kepada serdadu Inggris. Tentunya misi ini tidak mudah dikarenakan mereka perlu melintasi wilayah kekuasaan musuh  yaitu Jerman. Surat tersebut berisi mengenai perintah Jenderal Erinmore kepada Konolel Mackenzie untuk menghentikan serangan yang dapat membahayakan 1600 nyawa tentara inggris. Dikarenakan para strategi Jerman dengan melakukan penarikan pasukannya ke Perbatasan Hindensburg dan sedang menunggu untuk menyerang Inggris dengan artileri .

Dalam perjalanan dua kopral tersebut menghadapi banyak rintangan, mulai dari kawat peledak di barak senjata Jerman yang meledak dan hampir menewaskan William. Sampai dengan berakhirnya nyawa Tom di tangan pilot pasukan Jerman yang dia coba tolong setelah pesawat pilot tersebut ditembak jatuh. Film ini pun berakhir dengan keberhasilan misi tersebut, dimana Kolonel Mackenzie pun menghentikan serangan demi menyelamatkan nyawa pasukannya. Dan diakhir scene selang setelah William melaksanakan permintaan terakhir Tom untuk menyerahkan cincin dan tag labelnya kepada kakaknya Joseph. William memohon kepada Joseph untuk menuliskan kisah kepahlawanan Tom dan kemudian duduk termenung sambil memandangi foto keluarganya dibawah pohon.

Fim ini terbilang sukses dengan mendapatkan tanggapan positif dari kritikus film, ratingnya sendiri mencapai 89% di Rotten Tomatoes. Pendapatan dari film ini juga berhasil mencapai Usd 323.794.984 lebih banyak dibandingkan modal produksi pembuatannya. Dalam ajang Golden Globe Awards yang diadakan pada tahun 2020, 1917 meraih nominasi Best Motion Picture dan Best Director. Sedangkan dalam ajang pemilihan Oscars 2020, film ini meraih 10 nominasi academy award

oleh: Byan

10 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *