Kajian Ramadhan UNIDA Gontor

Sejarah Kopi dan Keutamaannya dalam Ibadah

Kajian perdana Khuzaimah Liummah yang diadakan pada hari Kamis, 30 April 2020 bertepan dengan 7 Ramadhan 1441 H diisi oleh pembicara yang berasal dari Program Studi Hubungan Internasional Semester  8, yaitu Choirinnisa Navisatus Salechah. Sedangkan pembawa acara dari kajian ini sendiri juga merupakan dosen Hubungan Internasional yaitu Al-Ustadzah Afni Regita Cahyani Muis, M.A. Adapun tema yang diangkat adalah mengenai Kisah Kopi yang Tak Pernah Redup.

Kopi identik dengan maskulinitas, lalu apa yg dibahas ketika perempuan berbicara tentang kopi? apa kaitan kopi dengan islamisasi sebagai instrumen dari kajian ini? Berbeda dengan bahasan umum lainnya yang berkutat pada budidaya kopi dan teknik pengolahan kopi, Choirinnisa memberikan perspektif unik dari kopi. Materi yang disampaikan membahas peran penting kerajaan islam yang mengenalkan kopi sampai ke daratan Eropa, bahkan dunia.

Sejarah Kopi

Kopi, pertama kali ditemukan di Afrika, lebih tepatnya adalah di negara Ethiophia pada abad ke sembilan. Kopi tersebut mulai terkenal dan populer di kalangan bangsa Arab. Perjalanan dan perkembangan kopi dimulai sejak abad 12 yaitu pada awal masa kepemimpinan Turki Usmani. Perjalanan kopi melalui Turki Usmani sendiri syarat dengan kisah sejarah penaklukan dominasi dan perluasan wilayah kekaisaran Turki Usmani.

Kopi pertama kali ditemukan setelah kekaisaran Turki Usmaniyah berhasil mengalahkan kerajaan Mongolia pada tahun 1231 M. Mulanya biji-bijian kopi tersebut disangka sebagai pakanan ternak yang nantinya akan diberikan kepada para kambing. Setelah para kambing menyantap biji-bijian tadi, pada malam hari, para kambing tersebut bukannya tertidur, justru bersemangat dan terjaga sepanjang malam. Fenomena unik inilah yang mendorong rasa keingintahuan orang-orang Turki. Setelah melalui beberapa telaah, barulah dapat disimpulkan bahwasannya biji-bijian yang sempat diberikan kepada para kambing tersebut memiliki khasiat yang besar untuk menjaga semangat dan kinerja dari kesadaran pengkonsumsinya. Orang Turki pun menyebut biji-bijian ini dengan sebutan “Kahve”.

Baca juga:

Kuliah Umum dengan Duta Besar RI untuk Sudan

Dalam setiap perluasan wilayah yang dilakukan oleh pasukan Turki Usmani, persediaan biji-bijian kopi tak pernah luput dibawa. Cadangan kopi sendiri dibawa supaya para pasukan tetap segar dan bugar di medan tempur. Wilayah yang berhasil dikuasai oleh Turki Usmani pun tak pernah luput digunakan sebagai tempat bercocok tanam komoditas kopi ini. Dari sinilah, Turki Usmani terkenal sebagai produsen kopi dimasa itu.

Mulai Terkenal di Daratan Eropa

Pada tahun 1529, tentara Turki yang dipimpin oleh Sulaiman Basa berencana menyerang Vienna. Namun rencana ini gagal dikarenakan Austria  berhasil mengalahkan pasukan orang Turki. Orang Turki yang kocar-kacir pun meninggalkan 500 karung biji kopu yang kemudian dibakar karena disangka sekedar pakanan ternak oleh para tentara Austria. Tapi, salah satu tentara yang sempat ditawan pasukan Arab pun tersadar dengan aroma biji kopi yang sudah mulai terbakar itu. Ia pun menjelaskan bahwasannya biji-biji ini memeiliki khasiat untuk meningkatkan semangat jika dikonsumsi. Persitiwa perang ini terkenal dengan sebutan “Battle of Vienna 1683”. Orang Eropa pun menyebut kopi dengan sebutan “COFFEE”. Sejak saat itu, Vienna pun terus menyebarkan dan memperkenalkan kopi kepada negara-negera yang lainnya. Semenjak saat itu, budaya mengkonsumsi menjadi kebiasaan para masyarakat Eropa.

Kopi dalam perspektif Islam

Lalu, apakah keutamaan utama dari mengkonsumsi kopi dan relevansinya dengan ibadah?

Kopi  merupakan minuman yang sangat dicintai para Auiliya’i Sholihin. Hal ini terbukti dengan:

Kisah Sayyidah Syaikh Abu Bakar bin Salim yang terbiasa menyiapkan satu termos kopi untuk menemani ibadah tengah malam hingga pagi harinya. Selain itu, terdapat kisah Habib Muhammad Al-Muhdur guru dari Habib Umar ketika bepergian selalu membawa kopi untuk menemaninya supaya lebih semangat saat berdakwah. Dalam kitab Abu Bakar Al-Attas Ibn Abdullah Al-Hashi, menyebutkan sepenggal hadits ((Maa daa ma tho’mu qohwatun fii fahmii ahadin…))

“apabila rasa kopi masih terasa di rongga mulutmu, maka malaikat akan memintakan ampun atasnya”.

Konteksnya dalam hal ini tentu saja dikarenakan esensi dari kopi yang dapat meningkatkan semangat para pengkonsumsinya dengan tujuan ibadah yang terus-menerus.

Baca juga:

Mengenal Lebih Dekat Abu Bakar Ash-Shiddiq, Sang Diplomat Teladan

Para Tokoh Sufi

Tak ketinggalan, tokoh-tokoh besar sufi juga turut memberikan komentarnya terkait dengan keutamaan meminum kopi. Diantara ulama tersebut adalah Syidi Syeh Zakariya Al anshori, Syidi Syeh Abdurrohman Bin Ziyad , Syidi Syeh Zarruq Al Maliki Al Maghribi,  Syidi Syeh Abu Bakr bin Salim Attarimi, dan Syidi Syeh Abdulloh Al Haddad, yang dikutip oleh Al Allamah Abdul Qodir Bin Muhammad Al Jaziry dalam kitabnya Umdatus Shofwah fi Hukmil Qohwah.

Imam Ahmad Assubki berkata:

قال احمد بن علي السبكى  ; واما منافعها يعني القهوه تقريبا … فالنشاط للعبادة  والأشغال المهمة وهضم الطعام وتحليل الرياح والقولنج والبلغم كثير

“Kopi manfaatnya yaitu kira-kira untuk membuat semangat ibadah dan pekerjaan penting juga menghancurkan makanan, agar tidak masuk angin dan menghilangkan dahak yang banyak.”

Isyarah di atas mengandung arti bahwa kopi merupakan salah satu minuman para sufi yang digunakan untuk taqarrub, yakni wasilah agar senantiasa terjaga dan memanfaatkan malamnya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kajian Khuzaimah Liummah dimaknai sebagai ‘wanita yang menjadi pemegang tali kendali umat’. Khuzaimah Liummah adalah sebuah kiasan dan harapan besar bagi akhwat yang bermukim di UNIDA Gontor Putri Mantingan (baik ustadzat, tenaga pendidik, dan mahasiswi) dalam hal ini sebagai cikal bakal madrasah pertama dan tonggak pendidikan bagi generasi bangsa. Langkah-langkah yang kongkret diimplementasikan kedalam sebuah kajian. Kajian ini dilakukan selama Ramadhan dengan membahas isu-isu kontemporer yang mengedepankan poin-poin islamisasi sebagai instrumen diskusinya.

Pen: Alfiyatuz Zamhariroh HI Semester 8
Ed: Wildi A

26 thoughts on “Sejarah Kopi dan Keutamaannya dalam Ibadah”

  1. Ping-balik: cialis buy
  2. Ping-balik: online casino games
  3. Ping-balik: viagra sildenafil
  4. Ping-balik: slot machines
  5. Ping-balik: vardenafil cost
  6. Ping-balik: levitra price
  7. Ping-balik: Real cialis online
  8. Ping-balik: buy cialis generic
  9. Ping-balik: cheap ed pills
  10. Ping-balik: best ed pills online
  11. Makasih banyak..
    Share informasi yang sangat bermanfaat dan gak banyak orang tau tentang ini.. termasuk saya yang pecinta kopi, tapi baru tau hubungan kopi dgn sejarah perkembangan kerajaan islam

  12. Ping-balik: sildenafil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *