IELTS Workshop, Ajang Mendekatkan Diri dengan S2 di Luar Negeri

IELTS (International English Language Testing System) merupakan uji coba kemampuan seseorang dalam menguasai bahasa inggris. Tes ini adalah hasil kerjasama antara Universitas Cambridge, British Council dan juga IDP Education Australia.

Dewasa ini, kebutuhan akan IELTS meningkat seiring juga dengan bertambahnya minat para pelajar untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Tetapi, IELTS tidak hanya dibutuhkan dalam kegiatan pendidikan saja, melainkan juga digunakan untuk bekerja dan migrasi.

Maka, sesuai kebutuhannya IELTS dibagi menjadi dua bagian. IELTS Academic yang biasa digunakan seseorang untuk melanjutkan studi diluar negeri sedangkan IELTS General Training dipilih seseorang untuk bekerja. IELTS menguji empat keterampilan dalam berbahasa yaitu, Listening, Speaking, Reading dan juga Writing.

Mengapa IELTS ?

Pentingnya IELTS dalam melanjutkan studi di luar negeri mendorong UNIDA Gontor untuk menyelenggarakan Workshop IELTS. Program ini mengangkat tema “I Love English Language” yang harapannya setelah mengikuti program ini peserta dapat lebih menyukai bahasa Inggris. Peserta yang mengikuti program ini diharuskan untuk mengirimkan essai yang bertemakan “I Love English Language” beberapa hari sebelum acara. Hal ini diberlakukan untuk menyeleksi peserta yang terpilih untuk mengikuti program ini.

Diselenggarakan pada Sabtu 14/2/20, program ini berlangsung di Gedung Aula Pascasarjana, dihadiri sekitar 40 mahasiswi terpilih dari setiap program studi. Workshop IELTS merupakan kegiatan dari Zona IELTS dalam meningkatkan kebahasaan di UNIDA Gontor.  Acara berlangsung dengan antusiasme yang luar biasa dari peserta, dengan tutor yang juga alumni Unida Gontor sekaligus Awardee LPDP . Adapun LPDP adalah program pemerintah untuk memberikan beasiswa dan pendanaan riset bagi masyarakat Indonesia.

Mr. M Abdullah Muslich Rizal Maulana : Listening and Speaking

Beliau merupakan alumni Gontor sekaligus merupakan Dosen di Universitas Darussalam Gontor fakultas Ushuluddin program studi perbandingan agama. Beliau mendapat beasiswa LPDP di Vrije Universiteit (VU) Amsterdam 2016. English Is Habbit, tuturnya ketika menjadi tutor IELTS. Menjadi lulusan LPDP dengan status santri tidaklah mudah, banyak rintangan yang akan menjadi hambatan untuk meraihnya.

Beasiswa tidaklah bisa didapatkan begitu saja melainkan ada usaha berarti dibaliknya. Pengajuan berkas-berkas persyaratan dan tentu saja IELTS juga dibutuhkan dalam meraihnya. Jadi, keinginan untuk meraih sesuatu bukan hanya untuk diimpikan saja harus ada usaha yang mampu membuat sesuatu itu terwujud. Berkali-kali jatuh pun bukan berarti kesempatan untuk menyerah melainkan untuk kembali semangat dan berjuang. Dipenghujung usaha pastikan selipkan doa didalamnya.

IELTS Listening

Berisi 40 pertanyaan yang dibagi kembali dalam 4 bagian. Bagian pertama adalah Basic Question, pertanyaan yang paling mendasar dalam situasi sosial sehari-hari. Biasanya adalah percakapan antara seorang agen dan pelanggannya. Bagian kedua berupa monolog tentang kegiatan sosial sehari-hari. Biasanya berbicara tentang rencana untuk makan ketika perkumpulan berlangsung. Bentuk jawaban dari bagian kedua adalah pilihan ganda, melengkapi kalimat dan melengkapi tabel yang kosong. Dibagian ketiga biasanya lebih sulit dari bagian kedua karena akan ada dialog antara dua orang atau mungkin empat orang. Membahas tentang yang berhubungan dengan pendidikan atau pelatihan secara kontekstual. Tipe pertanyaannya adalah melengkapi tabel, catatan, ringkasan, dan lain-lain.

IELTS Speaking

Ada tiga tahap dalam ujian IELTS Speaking yang harus kita ketahui dalam teknik speaking. Yang pertama adalah perkenalan tentang diri sendiri, tentang hobi, kegiatan sehari-hari, makanan kesukaan dan lain sebagainya. Tahap kedua  penguji akan memberikan topik kepada peserta ujian, penguji akan memberikan waktu 1 menit untuk berpikir dan dilanjutkan dengan speech (pidato). Tahap ketiga, penguji akan mengajak peserta untuk berdiskusi, peserta diharapkan untuk menjawab pertanyaan penguji sepanjang mungkin.

Mr. Wildi Adila M.A : Reading and Writing

 

Al-Ustadz Wildi Adila merupakan alumni Gontor dan sekarang menjadi dosen tetap di Prodi Hubungan Internasional, Universitas Darussalam Gontor. Beliau melanjutkan studinya di SOAS (School of Oriental and African Studies) University of London 2017 dengan meraih beasiswa LPDP.

Di awal pembukaan workshop, ia bertutur bahwa IELTS is everything, if you get IELTS you get everything. Jika kita mempunyai kesempatan kuliah di luar negeri mengapa tidak kita ambil kesempatan itu. Ada banyak beasiswa yang ditawarkan untuk melanjutkan studi di luar negeri, tergantung kesempatan itu akan kita ambil atau tidak. Dalam pembahasannya beliau menjelaskan tentang tips dan trik cara mengerjakan soal Reading and Writing.

IELTS Reading

Ada beberapa teknik dalam Reading, yaitu scanning, skimming, previewing, vocabulary for effective reading, finding main ideas dan summarizing. Dalam IELTS Reading, ada beberapa tips yang bisa menjadi acuan dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan.

Tips yang pertama adalah Don’t read slowly, gunakan teknik skimming atau membaca cepat dengan menemukan gagasan pokok setiap tulisan. Juga gunakan teknik scanning dengan memilah sebuah tulisan dengan detail dan yang lebih spesifik. Tips kedua adalah Don’t spend too much time on an answer.  Jangan terlalu lama pada satu pertanyaan buatlah dugaan pada pertanyaan yang dirasa sulit tetapi juga jangan mengosongkan jawaban.

Tips yang selanjutnya adalah Spend less time on earlier questions. Pada bagian pertama setidaknya luangkan waktu selama 17 meni, bagian berikutnya 20 menit dan terakhir 30 menit. Tips keempat Enough time to transfer answers, tulislah jawaban langsung dikertas jawaban bukan dikertas soal. Tips kelima Not reading instructions, jika pilihan pertanyaan adalah ‘True or False’ jangan dijawab dengan ‘Yes’.

IELTS Writing

Ada dua tipe didalamnya yaitu opini dan ide. Opini disini adalah bagaimana pandangan kita terhadap sebuah diskusi tentang suatu permasalahan. Ide adalah gagasan kita terhadap sesuatu masalah yang terjadi bagaimana solusinya, mengapa terjadi ? apa sebab terjadinya dan lain sebagainya. Tips dalam menulis sebuah paragraph dalam IELTS Writing test yaitu, Consisting of introduction, body 1, body 2, conclusion.

Pen : Lokita Purnamasari

 

15 thoughts on “IELTS Workshop, Ajang Mendekatkan Diri dengan S2 di Luar Negeri”

  1. Help Against Corona Infection :

    Fever Patrol No-Touch Infrared Thermometer
    The number one doctor-suggested way to see your kid’s health!

    The Portable UV Sanitizer for a More Thorough Clean
    Kill the bacteria, viruses, and pathogens you didn’t know were there
    Kills 99.9% of surface bacteria and viruses using ultraviolet light.

    The Pure Herbal all natural immune support formula is now available online!
    Natural Protection for You, Your Family, Your Life.

    >>> Get it here: https://familypotectionsuite.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *