HI UNIDA DI AKMIL MAGELANG

Pembentukan Mental Mahasiswa HI UNIDA Gontor di Akademi Militer Magelang

Magelang- Rabu Pagi 5 Februari pukul 06.00 WIB, mahasiswa Universitas Darussalam Gontor tiba di Akademi Militer (AKMIL) Magelang dalam rentetan kegiatan studi akademik mahasiswa semester 2 Universitas Darussalam Gontor Program Studi Hubungan Internasional. Rombongan yang berisikan 45 mahasiswa beserta 3 pembimbing begitu antusias seketika mendarat di tempat tujuan. Kedatangan delegasi HI UNIDA Gontor di AKMIL pun disambut hangat oleh segenap perwakilan prajurit kebanggaan Lembah Tidar.

Lembah Tidar, nama legendaris Akademi Militer Magelang, menjadi kawah candradimuka strategis dalam rangka membentuk perwira militer tangguh, tegas, dan professional. Lembah Tidar terletak di lembah dan bukit berhawa sejuk di bagian selatan Kota Magelang, Jawa Tengah. Di Lembah Tidar inilah letak kompleks Akademi Militer, atau terkenal sebagai paku Pulau Jawa. AKMIL telah meluluskan ribuan alumninya yang kini telah menjadi para pemimpin bangsa di berbagai penjuru tanah air.

Di sini, para calon perwira nantinya akan ditempa dan dididik selama 4 tahun. Lulusan AKMIL secara langsung berhak mendapatkan pangkat Letnan Dua, pangkat terendah dalam jenjang karir perwira. Selama menjalani proses pendidikan sebagai Taruna Akademi Militer, segala keperluan akan disediakan oleh negara, mulai perlengkapan dari kepala sampai ujung kaki sudah tersedia dan seluruh fasilitas dibiayai oleh negara. Para taruna hanya fokus untuk belajar dan berlatih.

Dengan melakukan kunjungan ke AKMIL, para mahasiswa HI UNIDA diharapkan dapat mengambil nilai positif dari lingkungan pendidikan para calon prajurit Indonesia ini. Diantara nilai-nilai yang ingin dipetik adalah bela negara, rasa kepemilikan terhadap negara, disiplin, dan jiwa kepemimpinan.

Sesi pertama dalam kegiatan ini adalah pengenalan tentang sejarah AKMIL  Magelang. Sesi ini dipandu oleh Pak Mustafa yang menyampaikan materi terkait sejarah AKMIL dan bela negara. Di sesi ini, beliau banyak mengulas tentang perkembangan konflik di dunia hingga ancaman terorisme bagi tatanan dunia global.

Sejarah Museum Abdul Jalil AKMIL Magelang

Setelah sesi pertama, delegasi HI UNIDA Gontor lalu diajak berkeliling Museum Abdul Jalil. Adapun nama Abdul Jalil sendiri diambil dari seorang alumni AKMIL yang gugur di medan perang saat agresi militer kedua. Beliau adalah seorang prajurit yang penuh dengan dedikasi dan keahlian yang tak hanya di bidang militer, namun juga seni.

Di museum ini pula, seekor macan tidar jantan yang telah diawetkan di dalam kotak berkaca seakan menyambut setiap pengunjung yang akan masuk. Macan tersebut merupakan macan liar yang saat itu hidup disekitar Gunung Tidar yang akhirnya dijadikan simbol semangat juang para taruna.

Mahasiswa HI Magelang sedang dibariskan oleh Bapak TNI
Mahasiswa HI Magelang sedang dibariskan oleh Bapak TNI

Sesi Terakhir Pemberian Motivasi dan Arti Bela Negara

Setelah puas menjelajah museum dan komplek AKMIL, para mahasiswa mendapat materi leadership dan motivasi. Pak Mustafa, selaku pemateri sesi ini, nampak begitu antusias dalam menyampaikan materinya hingga menyulut api semangat para mahasiswa.

Setelah sesi terakhir ini, acara lalu ditutup dengan sesi perfotoan bersama. Besar harapannya dari kunjungan yang singkat ini mampu menyadarkan arti penting bela negara,  rasa kepemilikan bangsa, dan leadership bagi seluruh pemuda di Indonesia, khususnya mahasiswa HI UNIDA Gontor.  (Jahhid/HI-2)

One thought on “Pembentukan Mental Mahasiswa HI UNIDA Gontor di Akademi Militer Magelang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *