diplomat

INTERNATIONAL RELATIONS DAY: PERAN SANTRI SEBAGAI AGEN DIPLOMASI

Diplomat, sebuah istilah yang identik dengan seseorang yang ditunjuk oleh negara untuk melakukan diplomasi dengan negara lain atau organisasi internasional. Ia mengemban amanat besar untuk mempresentasikan citra tanah airnya dan melindungi kepentingan warga negaranya yang berada di teritori negara lain. Hal terpenting sebagai diplomat adalah bagaimana wujud pengabdiannya kepada negara yang mewajibkannya untuk memiliki mental kuat dalam menghadapai tantangan apapun.

Salah satu kemampuan yang harus dimiliki diplomat adalah pandai bercakap-cakap dengan berbagai macam bahasa internasional terutama 5 bahasa Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hal inilah yang telah memotivasi santri yang sudah mendalami belajar bahasa asing dan  pengetahuan dalam negeri dan luar negeri.

Hal tersebut menunjukkan bahwa diplomat memiliki benang merah dengan seorang santri terutama dalam hal tempaan akhlak, mental, pendidikan dan pengalamannya.  Diplomat dan santri telah menjelma sebagai salah satu harapan bangsa untuk dapat membawa perubahan negara ke arah yang lebih baik.

Oleh karena itu, seorang alumni Pondok Modern Darussalam Gontor, al-Ustadz Muhammad Aji Surya telah berkenan untuk berbagi ilmu dan pengalamannya. IRD 2020 merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh HMP-HI UNIDA Gontor di Aula Kulliyyatu-l-Banat Gontor Putri Kampus 1, Rabu (26/01/20).

Kuliah Umum International Relations Day tahun 2020 kali ini telah mengangakat tema “Peluang dan Tantangan Santri Sebagai Agen Diplomasi Internasional”. Acara ini dihadiri oleh para dosen Hubungan Internasional UNIDA Gontor serta peserta kuliah umum yang hadir dari berbagai program studi.

Adapun al-Ustadzah Ida Susilowati, M.A. merupakan moderator pada kuliah umum ini dan mengenalkan Ustadz Aji kepada para peserta sebagai permulaan. Beliau mengawali karir sebagai seorang jurnalis di Koran Tempo dilanjutkan dengan amanat sebagai seorang Dubes perwakilan RI di berbagai negara. Adapun negara yang beliau lindungi WNI-nya ialah Jerman, Perancis, Rusia, Korea Selatan dan saat ini beliau tengah bertugas di Mesir.

Menjadi diplomat dan TKI itu sama-sama berjasanya untuk negara, bukanlah menjadi sesuatu yang wah namun tidak juga bisa dibilang sederhana. Banyak perspektif yang salah bahwa diplomat identik dengan hal jalan-jalan, namun lebih dari itu, diplomat memiliki banyak tantangan besar tersendiri.

Pakde Aji
Pakde Aji
Memahami Pekerjaan Diplomasi

Seorang diplomat diharapkan mampu memahami daerah yang menjadi tugasnya, memahami negara yang diwakilinya, memiliki inisiatif untuk menjalankan tugas dengan baik. Tidak hanya itu, ia juga dituntut untuk menyelesaikan konflik dan menjembatani peran negara di bidang sosial, ekonomi, politik, dan keamanan.

Beberapa tugas utama pekerjaan diplomasi menurut Pasal 3 Konvensi Wina tahun 1961 yakni protecting, negotiating, representing, reporting dan juga promoting. Adapun persyaratan umum internasional yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang diplomat papan atas yakni smart, suka membaca dan terakhir, fleksibel.

Tidak hanya itu, beberapa proses menjadi diplomat Indonesia yakni seleksi administrasi, kompetensi dasar, kompetensi bidang, tes kesehatan juga tes psikologi. Adapun untuk seleksi tahap ketiga yaitu seleksi kompetensi bidang meliputi lulus tes Bahasa, ujian tulis substansi, ujian essay dan wawancara. Tidak sedikit dari calon diplomat yang gagal untuk melewati seleksi tahap 4 dan ternyata lebih cocok untuk menjadi seorang dosen.

Kekuatan Santri Diplomat

Santri memiliki banyak kekuatan yang bersemayam dalam jiwa raganya seperti dalam hal protecting yakni ikhlas, loyal, berbadan sehat dan tangguh. Adapun dari sisi reporting yang dimiliki oleh seorang santri yakni selalu berakhlak jujur, amanah, memiliki kecepatan, ketepatan dan juga ketekunan.

Demikian merupakan paparan dari Pakde Aji, sapaan akrab Ustadz Aji Surya mengenai pengalaman, tips dan trik beliau untuk menjadi diplomat. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Question and Answer (QnA) antara narasumber, dosen dan mahasiswi yang hadir dilanjutkan dengan perfotoan bersama.

Masih yakin mau jadi diplomat? Tentukan pilihanmu dan persiapkan dari sekarang!

Besar harapan setelah IRD ini, mahasiswi UNIDA Gontor bisa lebih percaya diri untuk  menentukan pilihan hidupnya tanpa melupakan tugas utamanya. Maka untuk menggapai cita-cita tersebut dibutuhkan persiapan yang matang dan harus selalu mengutamakan kewajibannya baik sebagai seorang perempuan maupun muslimah.

Maka dari itu, al-Ustadzah Ida Susilowati menyimpulkan bahwa apapun sesuatu yang kita pilih harus selalu diniatkan untuk ibadah dan dakwah. Oleh karena itu, tidak diragukan lagi bahwa kehidupan pesantren telah memberikan santri hikmah besar yang bisa diamalkan untuk kemaslahatan bangsa.

Seorang perempuan dibolehkan untuk menjadi ahli sosial-ekonomi dengan syarat tanpa melupakan kewajiban utamanya dalam hal natural duty dan domestic duty. Beliau juga menambahkan bahwa diplomat memiliki peran yang tidak berbeda dengan tentara karena sama-sama mengabdi dan mewujudkan kepentingan tanah air.

 

5 thoughts on “INTERNATIONAL RELATIONS DAY: PERAN SANTRI SEBAGAI AGEN DIPLOMASI”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *