Belajar Bersama di Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat

Bandung, Rabu (5/2/2020), mahasiswi Hubungan Internasional telah mengadakan kunjungan untuk menambah wawasan mengenai pengambilan kebijakan pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi dengan populasi penduduk yang cukup banyak, dilihat dari angka pertumbuhan penduduk masyarakat Jawa Barat. Dari 27 kabupaten, 19 kota dan 6000 desa, Jawa Barat memiliki setidaknya lebih dari 49 juta penduduk.

Jawa Barat memberikan sumbangsih yang cukup besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) bagi perekonomian Indonesia dan menjadi rangking 1 dalam investasi, baik dalam maupun luar negeri. Terwujudnya Jawa Barat juara lahir batin dengan inovasi dan kolaborasi merupakan visi yang sangat dibanggakan. Dengan visi yang sangat inovatif dan semangat juang dapat membawa Jawa Barat menjadi provinsi yang paling aktif di antara provinsi lainnya.

Kuliah Umum

Kuliah umum ini diadakan di Malabar Hall, Gedung Sate dan membahas berbagai hal mulai dari proses perencanaan kebijakan hingga evaluasi setelah kebijakan diimplementasikan. Pertemuan dibuka oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Kerjasama, Dr. H. Dani Ramdan, kemudian dilanjutkan oleh Taufik Al-Muzzaki. Beliau membawakan materi dengan pembahasannya mengenai kerjasama luar negeri Pemerintah Provinsi Jawa Barat, atau yang kita kenal dengan sister province.

Teringat dengan kata sister city, sister province memiliki persamaan dengan sister city tetapi dalam jangkauan yang lebih luas dibanding sister city. Jikalau manfaat sister city hanya dimiliki di kota tersendiri, sister province membawa manfaat bagi kota-kota yang berada didalam provinsi tersebut. Provinsi Jawa Barat hingga saat ini telah melakukan sister province dengan 9 provinsi di luar negeri dan 9 lembaga luar negeri. Dalam konteks ini, sister province dimaksudkan dalam kerjasama luar negeri dan bukan untuk menjalin hubungan luar negeri karena sejatinya hubungan luar negeri merupakan wewenang absolut pemerintah pusat.

Kerjasama yang Telah Terjalin

Jawa Barat berhasil mengadakan sister province dengan South Australia dalam mengembangkan sapi perah. Selain south Australia, Jawa Barat juga menjalin sister provincenya dengan Shizouka di Jepang, Heilongjiang, Sichuan, Chongqing, dan Guangxi di Tiongkok, Khartoum di Sudan, Walonia di Belgia, dan Souss Massa di Maroko. Adapun dengan lembaga luar negeri Jawa Barat telah menyepakati kerjasama dengan Peace Corps, DFAT, Wetland, OISCA, USAID, VECO, JICA, AMFA dan MCC.

Dalam sepak terjangnya, pemerintah mengalami berbagai kendala-kendala yang menghalangi lancarnya jalan kebijakan seperti kurangnya kualitas sumber daya manusia, kendala komunikasi, koordinasi dan konsultasi antar pihak, mutasi personel yang menangani kerjasama antar pihak, bidang kerjasama yang tak sesuai dengan potensi daerah, hingga kurangnya sinkronisasi pendanaan bagi implikasi.

Sejahtera melalui smart province

Pemerintah Jawa Barat akan menjadi Smart Province dan memberikan dampak positif bagi pemerintah sendiri dan bagi masyarakat Jawa Barat. Program smart province yang diharapkan adalah perkembangan dan kegunaan IT Digital dengan semaksimal mungkin bagi kesejahteraan masyarakat hingga pendidikan bagi masyarakat Jawa Barat. Karena dunia telah menempuh era teknologi 4.0 menuntut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk membuat inovasi yang sesuai dengan perkembangan zaman bagi kesejahteraan masyarakatnya.

Inovasi tersebut seperti Panic Button, yaitu sebuah aplikasi pelayanan masyarakat yang bisa dipakai dalam keadaan darurat yang langsung menghubungkan masyarakat ke common center. Aplikasi seperti ini sebenarnya telah digunakan di Negara-negara maju seperti Amerika dan Korea Selatan.

Gallery Planning

Selanjutnya adalah Gallery Planning, yaitu pameran rencana kerja satu masa jabatan pemerintah yang diperlihatkan kepada masyarakat dengan harapan masyarakat dapat berkontribusi dalam pembuat rencana kerja. Inovasi-inovasi lainnya seperti creative center, desa digital, pusat digital desa hingga super apps yang merupakan aplikasi bagi masyarakat Jawa Barat dimana aplikasi tersebut dirancang guna menyambungkan aspirasi masyarakat langsung kepada kepala desa, aparat maupun pemerintah provinsi.

Selain belajar mengenai analisis kebijakan luar negeri yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat,  para mahasiswi diajarkan juga mengenai sejarah Kota Bandung. Para mahasiswi diajak mengunjungi museum Gedung Sate dan naik ke lantai paling atas untuk melihat Kota Bandung.

Kunjungan ini ditutup dengan penyerahan cindera mata dari masing-masing pihak, dan dilanjutkan perfotoan bersama. Harapannya, mahasiswi Hubungan Internasional dapat berkontribusi secara langsung dalam pembuatan kebijakan untuk kemaslahatan umat. (Hamdani/Dinah)

One thought on “Belajar Bersama di Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *