Kunjungan ke Biofarma, Pengalaman Berharga tentang Bisnis Internasional

Pada Selasa 4/2, segenap mahasiswi Hubungan Internasional UNIDA Putri mengunjungi PT. Biofarma yang terletak di Kota Bandung. Acara ini diadakan guna menambah pengetahuan dan wawasan akademik para mahasiswi. Biofarma merupakan salah satu dari empat instansi yang dituju mahasiswi Hubungan Internasional UNIDA Gontor untuk Studi Akademik tahun ini.

Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk mengetahui peran Biofarma sebagai produsen vaksin ke berbagai negara dalam peningkatan ekspor impor. Selain itu, mahasiswi juga diharapkan kelak mengetahui peran Biofarma dalam aksi peduli kesehatan global. Tentunya ilmu-ilmu ini sangat berkaitan erat dengan pelajaran Bisnis dan Keamanan Internasional yang akan ditempuh mahasiswi pada semester berikutnya.

lihat juga:

Belajar Nuklir dan Manfaatnya di Badan Tenaga Nuklir Nasional, Bandung

Sekilas tentang Biofarma

Biofarma merupakan produsen vaksin pertama di Indonesia dan juga pendiri dari International Vaccine Institute. Selain itu, Biofarma juga merupakan badan yang memproduksi vaksin terbesar di Asia Tenggara.

Badan kesehatan yang dibentuk BUMN ini didirikan pada 6 Agustus 1890 di Jakarta. Adapun awal mula didirikannya Biofarma adalah untuk merawat tentara Belanda yang terluka akibat perang. Namun, Biofarma pada tahun 1923 dipindahkan dari Jakarta ke Bandung. Adapun alasannya dikarenakan Bandung masih memiliki banyak lahan kosong yang memudahkan pengoperasian Biofarma.

Peran Biofarma di Forum Internasional

Biofarma yang telah berdiri selama 130 tahun ini sudah banyak berperan di kancah internasional. Biofarma sendiri telah menjalin kerjasama dengan 140 negara di dunia, termasuk di dalamnya negara-negara islam. Diantaranya adalah Yaman, Sudan, Afghanistan, Palestina, dan Azerbaijan. Target negara sasaran kerjasama Biofarma kedepannya adalah Nigeria, Pakistan, Arab Saudi, dan Iran. Namun, dikarenakan faktor politik yang tidak stabil, akhirnya Iran dicoret sementara waktu dari negara sasaran kerjasama Biofarma.

Biofarma sangat berperan penting dalam Organization of Islamic Cooperation dalam menggagas produksi vaksin halal. Halal vaccine sengaja dirancang guna memenuhi standar vaksin yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat muslim dunia. Presiden Developing Countries Manufactures Network dari tahun 2012-2016 ini juga berperan aktif di berbagai organisasi naungan PBB. Adapun organisasi tersebut seperti UNICEF, WHO, dan Islamic Development Bank’s Self-Reliance in Vaccine Programs. Keaktifan Biofarma dalam WHO terlihat dari perannya dalam menghadiri pertemuan Third Country Training Programme yang diadakan WHO.

lihat juga:

UNIDA Gontor Terpilih Sebagai Tuan Rumah International Relations Olympic Sports 2020

Tahapan dan Hambatan Proses Ekspor Vaksin oleh Biofarma

Tahapan ekspor vaksin oleh Biofarma dilakukan dengan pantauan dari World Health Organization (WHO) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Biofarma memprodusi vaksin yang sudah siap untuk dikonsumsi dan juga setengah jadi guna dikombinasi dengan unsur lain. Terdapat 13 jenis vaksin jadi, diantaranya adalah vaksin polio dan Hepatitis B. Adapun vaksin setengah jadi berjumlah sekitar 6 vaksin dan telah diekspor ke beberapa negara di dunia. Ekspor Biofarma dilakukan melalui perantara UNICEF, PAHO (Pan American Health Organization), serta hubungan bilateral dengan beberapa negara.

Biofarma adalah lembaga mandiri yang berupaya membangun kepercayaan dari negara lain untuk memproduksi vaksin melalui sertifikasi produk. Selain itu, kualitas produk juga menjadi harga jual tinggi bagi Biofarma. Keanggotaannya dalam WHO paque memberikan keuntungan bagi Biofarma dalam menjalin kerjasama dengan negara lain.

Perjalanan Ekspor Vaksin Biofarma

Biofarma memiliki moto yang menjunjung kualitas produk agar lebih bernilai, yaitu “Dedicated to Improve The Quality of Life.” Motto tersebut menggambarkan bahwa Biofarma memiliki standar High Regulated Product. Proses ekspor menggunakan cold chain system dimana seluruh vaksin akan diletakkan dalam ruangan bersuhu dingin sesuai kebutuhan vaksin. Tujuannya adalah untuk menjaga kualitas vaksin sebelum diekspor.

Hambatan pemasaran vaksin Biofarma terdapat pada beberapa faktor, diantaranya adalah faktor biaya pengiriman yang relatif mahal. Hal ini terjadi di negara Amerika, khususnya wilayah Amerika Latin yang membutuhkan pasokan vaksin yang cukup banyak. Vaksin yang diimpor dari Amerika ternyata dipatok dengan harga yang relatif mahal. Hal ini menyebabkan Amerika Latin mempertimbangkan pasokan impor vaksinnya dari pihak lain, yaitu Biofarma Indonesia.

Selain belahan bumi barat, gesekan kerjasama Biofarma juga terjadi dengan negara-negara anggota OKI. Contohnya pada peristiwa Arab Spring, suasana perpolitikan di kawasan tersebut memanas dengan masyarakat Timur Tengah yang bersikeras menurunkan presidennya. Hal tersebut menjadikan berbagai akses dan dana ekspor cukup susah dicairkan. Selain itu, tingginya daya saing vaksin dengan negara-negara lain juga menjadi salah satu aspek. Seperti Negara Senegal yang secara geografis berdekatan dengan Perancis sehingga  Senegal lebih memilih impor dari negara Perancis karena biaya pengiriman yang terjangkau.

Pen: Nabila Thyra Janitra
Ed: Wildi

 

3 thoughts on “Kunjungan ke Biofarma, Pengalaman Berharga tentang Bisnis Internasional”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *