foto para mahasiswi HI UNIDA Gontor di deoan gedung BATAN

Belajar Nuklir dan Manfaatnya di Badan Tenaga Nuklir Nasional, Bandung

Udara pagi hari Bandung menyambut kunjungan mahasiswi Hubungan Internasional UNIDA Gontor ke Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) pada Selasa/04/02/2020.  BATAN merupakan lembaga nasional yang khusus bergerak di bidang ketenagaan nuklir.

Tak dapat dipungkiri, tentunya banyak diantara kita yang memiliki persepsi negatif tentang nuklir. Hal ini sangat mendasar mengingat banyak tragedi mengerikan di masa lalu yang mengakibatkan kerugian besar bagi umat manusia. Radiasi yang tak terkendali dari atom dapat menjadi malapetaka bagi seluruh elemen makhluk hidup, mulai dari luka, kemandulan, hingga mutasi gen.

Plus Minus Nuklir

Masih segar diingatan kita jika kejadian-kejadian dahsyat diakibatkan oleh reaksi nuklir. Sebut saja peristiwa peledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki yang menewaskan sedikitnya 129.000 jiwa. Ini adalah upaya penggunaan senjata nuklir pada masa perang yang pertama dan terakhir dalam sejarah. Selain itu, meledaknya reaktor nuklir Chernobyl di Ukraina juga tercatat sebagai peristiwa yang mematikan. Menurut salah satu sumber, radiasi yang dihasilkan dari ledakan ini lebih besar daripada bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki. Organisasi lingkungan dunia, Greenpeace, menyebutkaan sekitar 93.000 jiwa meninggal sebagai akibat jangka panjang paparan radiasi nuklir.

Meskipun memiliki dampak yang merusak, nuklir memiliki banyak manfaat bagi umat manusia. Di bidang kesehatan, radiasi nuklir dapat dimanfaatkan untuk rontgen, MRI, terapi kanker payudara dan prostat. Di lini industri, sinar gamma dapat digunakan untuk mengecek sistem beton bertulang pada sebuah gedung, memindai komponen mesin industri, hingga mengetes kebocoran pada bangunan maupun badan pesawat. Tak hanya itu, nuklir juga memiliki andil dalam peningkatan ketahanan pangan. Radiasi sinar gamma dapat dipakai untuk mengawetkan kualitas bahan makanan agar dapat bertahan lebih lama. Dan tentunya masih banyak lagi manfaat-manfaat dari nuklir.

Bak koin yang memiliki dua sisi, nuklir dapat menjadi anugerah bila dikelola dengan baik, dan sebaliknya dapat menjadi musibah jika dikelola oleh mereka yang tidak bertanggung jawab. Hal inilah yang ingin diketahui secara langsung dan mendalam oleh mahasiswi UNIDA Gontor melalui lawatannya ke BATAN, Bandung.

Baca juga:

Kuliah Umum dengan Duta Besar RI untuk Sudan

Sejarah berdirinya BATAN

BATAN (Badan Teknologi Tenaga Nuklir Nasional) didirikan pertama kali pada tahun 1962 oleh Menteri Kesehatan Indonesia, Y.A. Sewabesi. Tujuannya adalah untuk mendeteksi unsur-unsur apa saja yang terdapat pada udara Jakarta tahun 1962. Y.A Sewabesi mengutarakan perihal ketakutannya akan polusi udara karena atom yang beredar di udara.

Lembaga Tenaga Atom merupakan instansi nuklir pertama yang didirikan di Indonesia dengan reaktor 250 KW dan diresmikan oleh Presiden Soekarno. LTA kedua berdiri pada tahun 1970 dan diresmikan oleh Soeharto, sedangkan LTA ketiga berdiri pada tahun 2000 diresmikan oleh Megawati. LTA terbesar di Asia Tenggara terdapat di Serpong dengan raktor 3000 KW.

BATAN dibentuk dengan tujuan supaya Indonesia dapat menguasai teknologi yang telah dikuasai oleh negara-negara maju. Nuklir memancarkan sinar radiasi dan bisa digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti makanan yang diradiasi akan mencegahnya dari basi. Uranium yang terdapat didalam nuklir dapat digunakan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dengan Uranium sebagai bahan bakarnya. Namun, masih banyak masyarakat Indonesia yang menolak penggunaan nuklir sebaai pembangkit listrik karena kurangnya sosialisasi dari pihak terkait mengenai efesiensi nuklir.

BATAN menjadikan nuklir sebagai objek untuk menyejahterakan rakyat. Nuklir biasanya dikenal memiliki resiko yang sangat besar, akan tetapi terdapat beberapa cara untuk mengendalikannya. BATAN memperkenalkan strategi PEJABAT untuk mengendalikan nuklir, yaitu dengan penahan, jarak dan batas waktu. Penahan, yaitu menggunakan pelindung ketika hendak mendekati reaktor nuklir. Jarak harus dijaga karena semakin dekat bekerja dengan nuklir maka akan semakin besar seseorang terkena radiasi nuklir. Batasi waktu yaitu bekerja dengan batasan waktu, jika sudah banyak terkontaminasi radiasi maka seseorang harus segera menghentikan pekerjaannya.

Baca juga:

Mahasiswi HI UNIDA Gontor Ikuti Simulasi Sidang PBB

Cara Pengolahan Limbah BATAN

Secara umum, limbah terbagi menjadi limbah radioaktif (limbah yang terkontaminasi radiasi nuklir) dan limbah non-radioaktif (limbah pabrik). BATAN sangat teliti dalam mengelola limbah yang dihasilkan setiap harinya. Terdapat pemisahan tong sampah dan wastafel untuk para karyawan agar memudahkan untuk memisahkan jenis limbah tersebut.

Limbah radioaktif yang dihasilkan di BATAN terbagi menjadi dua, yaitu limbah padat dan limbah cair. Limbah tersebut baru bisa dibuang ke alam terbuka jika kadar radiasinya sudah memenuhi kriteria, karena jika dibuang begitu saja akan membahayakan lingkungan. Adapun limbah padat yang biasa dihasilkan di BATAN yaitu berupa baju, masker, jarum suntik, dsb. Sedangkan limbah cair berupa air bekas cuci pekerja yang dialirkan melalui westafel khusus. Air ini ditampung ditabung khusus sehingga kadar radiasinya hilang sebelum dialirkan ke sungai umum.

Kontribusi BATAN terhadap Masyarakat

BATAN banyak berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat seperti radiasi sinar gamma pada tanaman pangan untuk menghasilkan varietas baru. Juga ada proses iradialisasi, yaitu mengawetkan makanan tanpa menggunakan zat kimia lainnya.

Dalam laboratorium analisis aktivitas neutron, kami mendapatkan ilmu baru mengenai peleburan reaksi senyawa kimia terhadap suatu unsur menggunakan reaktor nuklir. Prinsip dasar berdasarkan penyerapan neutron di dalam atom tersebut guna mengaktifkan inti atom yang paling pasif dan menghasilkan sinar gamma. Sempel yang diambil adalah udara, tanah, makanan, sendimen, dan abu. Dalam batasan ini, tugas BATAN hanyalah sebagai peneliti tentang keadaan alam dan memberikan database-database peringatan keadaan darurat kepada kementrian Negara.

Laboratorium Radioisotope bertugas untuk melakukan riset dan penelitian dengan memanfaatkan sinar radiasi yang menghasilkan barang yang bermanfaat bagi manusia. Di dalam laboratorium, terdapat reaktor triga (training research radio isotope production general atom). Salah satu hasil penelitian  dari laboratorium ini adalah RI I.131 untuk membunuh sel kanker tiroid dan cemotherapy-nya. Cara kerjanya dengan menggunakan yodium yang masuk kedalam kelenjar tiroid dan memancarkan sinar beta dan gamma pada tiroid tersebut. Hal ini dapat memberikan efek samping minim terhadap tubuh manusia itu sendiri.

Setelah mengadakan kunjungan ke BATAN, akhirnya para mahasiswi mengetahui bahwa manfaat yang didapatkam dari sinar radiasi yang dihasilkan oleh nuklir ternyata sangat bermanfaat bagi makhluk hidup. Hal tersebut telah mengubah mindset para mahasiswi jika nuklir ternyata memiliki kebermanfaatan yang begitu banyak.

Pen: Hamdani/Dinah

Ed: Wildi

 

2 thoughts on “Belajar Nuklir dan Manfaatnya di Badan Tenaga Nuklir Nasional, Bandung”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *