Mahasiswi UNIDA Gontor Studi Akademik ke Konsulat Jendral Amerika

Pada Kamis 30/01/2020, Mahasiswi Semester 2 Program Studi Hubungan Internasional mengunjungi Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya. Kunjungan tersebut merupakan salah satu rangkaian dalam kegiatan Studi Akademik ( SA ) Program Studi Hubungan Internasional.

Aktivitas belajar di luar ruangan memang sangat dibutuhkan sebagai sarana untuk meningkatkan pemahaman dan internalisasi ilmu yang secara teoritik telah banyak disampaikan dalam kelas. Studi Akademik menjadi kegiatan yang dapat memperkaya pemahaman praktis tentang ilmu yang selama ini mahasiswi pelajari, sekaligus menjadi momen mahasiswi belajar dan memperoleh pengalaman dari para praktisi yang bergerak dalam bidang Hubungan Internasional.

Dalam kunjungan ke Konsulat Jenderal Amerika Serikat, mahasiswi memperoleh banyak sekali pengalaman. Mulai dari mengetahui sekaligus mengalami prosedur keamanan memasuki Kantor Konsulat, sampai dengan berbincang langsung dengan Diplomat dan Staf Lokal di Konsulat AS tentang diplomasi dan beasiswa. Sementara mereka banyak belajar dan memperoleh pengalaman baru, ternyata ada hal yang tersirat dan menarik untuk dibahas dalam artikel singkat kali ini. Apa itu?

Hal Menarik

Memasuki Kantor  Konsulat Jenderal AS ( Konjen AS ) tidaklah mudah, harus melalui beberapa pengecekkan kartu identitas, barang bawaan yang tidak boleh dibawa masuk, sampai dengan mematikan semua alat elektronik dan menitipkan pada pihak keamanan.

Saat melewati serangkaian proses tersebut, ada yang menarik perhatian, yakni seorang kepala keamanan Konjen yang merupakan seorang perempuan dan mengenakan kerudung. Tak hanya itu, begitu memasuki lingkungan Konjen dan bertemu dengan segenap staf dan diplomat yang ada, ternyata banyak sekali staf lokal yang mengenakan kerudung. Lantas apa yang menarik?

#NoMuslimBan

Jika pembaca mengikuti rangkaian isu tentang Amerika Serikat belakangan ini, tentu tidak asing dengan tagar yang sedang viral di dunia maya, yaitu #NoMuslimBan. Tagar ini merupakan respon terhadap tagar yang berlawanan yakni, #MuslimBan  yang muncul setelah kebijakan kontroversial Donald Trump yang melarang masuknya wisatawan dan pendatang dari negara Muslim ke Amerika Serikat.

Larangan tersebut menimbulkan kontroversi dalam lingkup domestik Amerika Serikat, mengingat tak sedikit masyarakat Amerika Serikat yang juga merupakan seorang Muslim. Selain itu, negara yang dikenal sangat heterogen dan menghormati diversitas dan hak asasi manusia ini, sebagian masyarakatnya justru merasa aneh dengan berbagai larangan bersifat rasis dan diskriminatif  Presidennya.

Ditengah kondisi domestik yang menjadi sorotan internasional tersebut, hal berbeda justru dijumpai di kantor perwakilan AS, salah satunya di Konjen AS, Surabaya tadi. Banyak staf lokal yang mengenakan kerudung, diplomat – diplomat yang ternyata bukan merupakan penduduk Amerika asli, bahkan sambutan hangat pada mahasiswi UNIDA Gontor yang jelas merupakan bagian dari  masyarakat Muslim dunia.

National Branding

Dalam studi diplomasi, kita mengenal yang disebut dengan national branding, yaitu strategi yang dirumuskan dengan tujuan untuk membangun dan mewujudkan reputasi yang baik ( citra baik ) suatu negara. Apa yang kita lihat di Konjen AS tersebut, merupakan upaya pembentukan dan pembangunan citra baik Amerika Serikat yang dilakukan oleh perwakilan pemerintahannya di Indonesia. Dengan kondisi domestik AS yang saat ini kerap bersinggungan dengan isu – isu rasis dan anti muslim, perwakilan AS di negara lain salah satunya Indonesia, justru menunjukkan gambaran lain tentang bagaimana AS sesungguhnya.

Hal tersebut penting, guna menimbulkan kesan pada publik Indonesia dan internasional, bahwa Amerika Serikat memang merupakan negara yang heterogen dan sangat menghargai dan menghormati perbedaan, baik agama, ras, maupun lainnya. Sehingga, hal ini memudahkan bagi Amerika Serikat ketika hendak menjalin kooperasi dengan Indonesia yang juga sangat heterogen dan mayoritas merupakan Muslim.

Fakta ini jelas berbeda dengan yang terjadi di Amerika Serikat sekarang, bukan? Mungkinkah  fakta di Konjen AS kemarin, justru menunjukkan bahwa ada ketidaksinambungan dan perbedaan perspektif antara pemimpin negara dan rakyatnya?

Sambutan dari pihak Konsulat Jendral Amerika Serikat

Aula pertemuan Konsulat Jendral Amerika sore itu penuh sesak dengan kehadiran mahasiswi UNIDA Gontor. Yehenskiel Tumiwa selaku moderator langsung memberikan sambutan dan salam hangat yang mewakili Konsulat Jendral Amerika. Mereka sangat berterima kasih atas kedatangan para rombongan mahasiswi UNIDA Gontor yang telah menyempatkan waktu untuk mengunjungi

Kemudian moderator mempersilahkan Mr. Mark McGovern, pimpinan Konsul Jenderal AS Surabaya, untuk memberikan sambutan kepada para peserta. Ia mampu berdialog dengan berbagai bahasa, dan salah satu bahasa yang dikuasainya adalah bahasa Indonesia. Menurutnya, Indonesia adalah negara dengan berbagai kesan, jika sudah tinggal di Indonesia pasti akan betah.

What is US  embassy vision for Indonesia ?

Setelah mendengar berbagai sambutan, moderator mempersilahkan Andrew Kelly  dan Marya Kelly selaku tutor yang akan mengisi forum pendidikan ini. Forum dimulai dengan cerita Andrew tentang perjalan hidupnya sebelum menjadi diplomat. Mulanya ia menggeluti dunia kemiliteran Amerika Serikat dan kemudian menjadi diplomat yang diutus bersama istrinya di Indonesia. Marya Kelly adalah diplomat Amerika Serikat dibidang public affair officer. Adapun Andrew Kelly adalah diplomat Amerika Serikat dibidang politic and economic.

Menurut Andrew, Amerika dan Indonesia memiliki kesamaan jika dilihat dari sistem politiknya. Demokrasi adalah sistem politik yang sama-sama dianut oleh kedua negara, yaitu Indonesia dan Amerika. Meskipun demikian, perbedaan terlihat pada bentuk negaranya. Indonesia adalah negara kesatuan sedangkan Amerika Serikat berbentuk federal yaitu terdiri dari banyak negara.

Indonesia adalah negara besar. Populasi masyarakat Indonesia berada pada urutan ke-4 terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat. Selain itu, negara penganut demokrasi terbesar ke-3 di dunia setelah Amerika Serikat adalah Indonesia. Maka dari itu, Amerika Serikat dan Indonesia memiliki ikatan tersendiri.

Tujuan Amerika Serikat dalam berdiplomasi dengan Indonesia adalah untuk lebih saling memahami antara satu sama lain. Ada empat tujuan spesifik yang dicanangkan Amerika Serikat kepada Indonesia, yaitu partnership, democracy, security, and economic engagement.

Program Konsulat Jendral Amerika Serikat diBidang Pendidikan

Salah satu forum yang diselenggarakan  pemerintah Amerika Serikat dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia adalah YSEALI (Young Southeast Asian Leader Inititive). Forum ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan dengan pemimpin muda di Asia Tenggara, mengembangkan keterampilan sebagai pemimpin sipil, ekonomi dan non-pemerintah. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong mereka untuk bekerja sama lintas batas negara untuk menyelesaikan tantangan regional.

YSEALI tidak hanya mencakup Indonesia saja, namun seluruh anggota ASEAN dan terbuka bagi kaum muda yang berusia 18-35 tahun. Karena program ini memprioritaskan pemuda wilayah ASEAN, YSEALI memfokuskan pada empat tema : Civic Engagement, Sustainable Development and the Environment, Governance and Society, and Economic Empowerment. Adapun alasan dibentuknya YSEALI adalah karena menurut persentase, 60 % penduduk dunia adalah seorang yang berumur dibawah 50 tahun. Program ini lalu hadir untuk membuka peluang besar kepada pemuda untuk mengembangkan diri dalam menghadapi bonus demografi.

Mengatahui peluang emas untuk magang di Amerika, para mahasiswi sangat antusias dalam menyambut kabar baik ini dan berharap bahwa akan ada perwakilan dari mereka yang dapat terbang ke US segera. Alfatihah.

Pen: Dini, Lokita

Ed: Wildi

2 thoughts on “Mahasiswi UNIDA Gontor Studi Akademik ke Konsulat Jendral Amerika”

  1. Thanks for any other informative blog. The place else may
    I get that kind of information written in such an ideal method?
    I’ve a challenge that I am just now operating
    on, and I’ve been on the glance out for such info.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *