Sudan Diplomacy Updates HI UNIDA Gontor

Kuliah Umum dengan Duta Besar RI untuk Sudan

Program Studi Hubungan Internasional Universitas Darussalam Gontor dengan segala sistem dan alam pendidikannya kembali sukses mengadakan sebuah acara besar,“Wisdom Speech,”  pada awal tahun 2020. Kali ini, segenap civitas akademika UNIDA Gontor berkesempatan bertemu langsung dan juga menimba ilmu secara langsung dari  seorang mantan Duta Besar, H.E Drs. H. Burhanuddin Badruzzaman.

Duta Besar RI untuk Sudan

Drs. H. Burhanuddin Badruzzaman adalah salah seorang putra kebanggaan Indonesia yang menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Sudan periode 2014-2017 hinga karir profesionalnya dalam kegiatan diplomatik usai. Sebelum memberikan kuliah umum di UNIDA Gontor, pada Ahad sore 02/02/2020 beliau berkunjung terlebih dahulu ke Pondok Modern Darussalam Gontor dan bersilaturahmi dengan Bapak Pimpinan, KH. Hasan Abdullah Sahal.

Silaturahmi dengan Bapak Pimpinan KH Hasan Abdullah Sahal
Silaturahmi dengan Bapak Pimpinan KH Hasan Abdullah Sahal

Sosok KH. Hasan Abdullah Sahal tentunya tidak asing lagi bagi Pak Dubes mengingat Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor dan Rektor UNIDA Gontor pernah disambut dan dijamu ketika sedang berkunjung ke Sudan pada 2017 lalu. Obrolan sore itupun ditutup seiring berkumandangnya adzan dari menara masjid Gontor.

Baca juga:

Membangun Indonesia Emas 2045 Bersama Sherly Annavita

Selepas perjumpaannya dengan Bapak Pimpinan, Pak Dubes melaksanaan kegiatan shalat berjama’ah di masjid jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor dan setelah itu memberikan pesan dan nasehatnya di hadapan ribuan santri Gontor yang hadir. Beliau merasa sangat tersanjung karena mendapatkan kesempatan berharga untuk membagikan ilmunya kepada para pejuang Islam tersebut.

“Anak-anakku semuanya harus belajar dan berusaha semaksimal mungkin. Terkait kita mau jadi apa nantinya di masa depan, kita serahkan semuanya pada Allah swt. Yang terpenting adalah kita memberikan usaha terbaik pada setiap pekerjaan yang kita lakukan. Insya Allah, Allah akan permudah semuanya jika kita ikhlas dan sungguh-sungguh,” pesan beliau kepada para santri.

Tak hanya itu, beliau juga berkesempatan untuk menyapa warga Ponorogo secara on air melalui radio Suargo FM.

Menjelang on air di Suargo FM
Menjelang on air di Suargo FM
Indonesia dan Sudan

Jika ditelaah lebih dekat, Indonesia dan Sudan sejatinya memiliki beberapa kesamaan. Faktanya, Indonesia dan Sudan adalah salah satu negara dengan mayoritas penduduk muslim terbanyak. Keduanya juga sama-sama pernah merasakan perjuangan dalam meraih kemerdekaan dari para bangsa kolonial. Selain itu, kondisi politik dan ekonomi kedua negara yang dinamis menjadikan hal-hal yang berkaitan dengan Sudan dan Indonesia sangat layak untuk diperbincangkan.

“Wisdom Speech, Sudan Diplomacy Updates: Political and Economic Dynamics in Sudan, Lesson Learned for Indonesia with Drs. H. Burhanuddin Badruzzaman” adalah tema yang diusung pada kuliah umum kali ini. Bapak Burhanuddin membuka sesi tersebut dengan mengulas sejarah kemerdekaan Sudan hingga perkembangannya saat ini.

Sudan Diplomacy Updates
Sudan Diplomacy Updates

Baca Juga:

The Man Behind The Scene HI UNIDA Gontor

Awal hubungan Indonesia-Sudan

Beliau yang terhormat menambahkan jika kedekatan kedua negara tersebut dimulai dengan kedatangan ulama Sudan Sheikh Ahmad Sourkaty di Indonesia pada tahun 1911. Selanjutnya, hubungan keduanya diperkuat dengan sambutan istimewa Presiden Soekarno kepaa para delgasi Sudan di Konferensi Asia Afrika di Bandung paa bulan April 1955, beberapa bulan saja sebelum Sudan mendeklarasikan kemerdekaannya. Hingga pada akhirnya negara yang terletak di timur laut benua Afrika ini merdeka, Indonesia adalah salah satu negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Sudan.

Pada akhir pembicaraanya, Bapak kelahiran Klaten tersebut memberikan kenang-kenangan berupa buku tentang program kerjanya selama menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Sudan dan beberapa pengalaman organisasinya yang diterima oleh Wakil Rektor III Universitas Darussalam Gontor. Acara lalu ditutup dengan sesi perfotoan bersama.

Pen: Haekal & Wildi

4 thoughts on “Kuliah Umum dengan Duta Besar RI untuk Sudan”

  1. I believe everything posted was actually very reasonable.
    However, think about this, suppose you added a little content?
    I mean, I don’t wish to tell you how to run your blog, however what if you added a title to possibly get people’s
    attention? I mean Kuliah Umum dengan Duta Besar RI untuk Sudan – Hubungan Internasional
    is a little vanilla. You could look at Yahoo’s home page and watch
    how they write article headlines to get people interested.

    You might add a video or a pic or two to get people interested
    about what you’ve written. In my opinion, it would bring your
    posts a little livelier.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *