tips menulis skripsi

Tips Menulis Skripsi dalam Hitungan Hari!

Skripsi adalah sebuah kata yang dinanti ataupun sebaliknya ditakuti oleh mahasiswa. Dinanti karena dengan skripsi, berarti tugas utama sebagai mahasiswa hampir purna. Sebaliknya, skripsi juga bisa menjadi mimpi buruk karena tidak sedikit mahasiswa yang harus menghabiskan umur mereka, karena tidak berdaya merampungkan skripsinya tepat pada waktunya.

Tulisan ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi saat menyelesaikan tugas akhir (tesis) di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Jurusan Hubungan Internasional, dengan tema: “Peranan people to people diplomasi dalam hubungan diplomatik Indonesia-Mesir”. Tesis ini rampung tersusun kurang dari 60 hari saja.

Sungguh mengesankan! Karya tulis ilmiah untuk jenjang master ternyata mampu diselesaikan dalam kurun waktu 2 bulan saja, tentunya dengan tidak mengabaikan prosedur penelitian ilmiah yang berlaku. Padahal penelitian tersebut menggunakan perpaduan dua metodologi (mixed methods); kuantitatif dan kualitatif.

Untuk kuantitatif, sampling data diambil dari angket yang disebarkan kepada komunitas masyarakat Indonesia di Mesir. Sedangkan akses data kualitatif, diperoleh setelah melakukan perjalanan ke luar kota, untuk menemui beberapa nara sumber utama, yang mayoritas pejabat negara. Terbayang kan bagaimana keseruan penelitian ini lakukan?

Untuk itu, bagi para mahasiswa yang penelitiannya hanya menggunakan satu dari kedua metodologi tersebut, tentunya tantangan yang dihadapi lebih ringan bukan? Sehingga karya tulis para mahasantri UNIDA seharusnya bisa kelar kurang dari 60 hari saja.

Lalu bagaimana caranya agar tugas penelitian kita selesai dalam waktu singkat? Berikut beberapa tipsnya:

  1. Pilih tema yang paling disuka dan data yang paling mudah didapat

Tema dan data adalah dua kata kunci yang menentukan perjalanan penelitian yang akan kita lakukan. Tema yang sesuai dengan minat membantu kita untuk menguasai materi relatif lebih cepat dan senantiasa mengobarkan semangat kita dalam menganalisa.

Tapi minat saja tidak cukup, dalam sebuah penelitian, data adalah komponen utama, sehingga ketersediaan dan kemudahan dalam mengakses data harus menjadi pertimbangan awal sebelum kita menentukan tema penelitian yang akan kita lakukan.

  1. Cerdas mengatur waktu

Agar perjalanan penelitian yang kita lakukan bisa berjalan pada track yang benar, kita harus bijak menentukan berapa lama waktu yang kita miliki sebagai target dalam menyelesaikan penelitian tersebut. Setelah kita menentukan waktu, bagilah rentang waktu tersebut menjadi dua periode; Pertama, gunakan alokasi waktu sepenuhnya hanya untuk mencari dan memverifikasi data. Sedangkan sisa waktu kedua hanya digunakan untuk menganalisa dan menuliskannya.

Sebagai contoh, jika kita memiliki waktu 60 hari saja, gunakan 30 hari pertama khusus hanya untuk mencari sebanyak-banyaknya data penelian yang diperlukan, untuk kemudian kita verifikasi kevalidan data tersebut. Jangan memulai dengan analisa, karena analisa hanya kita lakukan setelah lengkapnya data. Setelah data yang kita miliki terasa cukup dan proses validasi rampung, maka kita beranjak pada step yang kedua dari 30 hari sisa waktu sisa untuk menganalisa dan menuliskan laporan penelitian/skripsi tersebut.

  1. Fungsikan pembimbing sebagai patner, bukan penguji!

Ingat, dalam setiap penelitian, kita membutuhkan seorang patner untuk berdiskusi atau bahkan berbagi keluh kesah. Dalam menuliskan tugas akhir, seorang mahasiswa diberikan fasilitas bimbingan, yaitu seorang dosen yang dianggap memiliki kepakaran dalam tema yang ia teliti. Kesalahan dalam bersikap dengan dosen pembimbing, bisa berdampak negatif.

Dalam beberapa kasus, kegagalan skripsi bukan dikarenakan minimnya kemampuan akademik mahasiswa, melainkan kesalahan dalam proses interaksi dengan pembimbingnya. Untuk itu, penting kiranya kita bisa menjadikan pembimbing sebagai patner. Sehingga dari awal, dosen pembimbing mampu mengerti karakteristik diri kita. Sebagai hasilnya, arahan-arahan yang mereka berikan menjadi solusi dari segala problematika yang kita hadapi dan bukan sebaliknya.

  1. Tingkatkan ibadah, perbanyak doa!

Langkah terakhir dan yang paling menentukan dalam menyelesaikan tugas akhir adalah ketenangan hati dan pikiran. Hati yang gundah dan pikiran yang kurang fokus bisa jadi menjadi penghalang bagi kelancaran penelitian yang kita lakukan. Untuk itu, tidak ada solusi lain untuk sebuah ketenangan hati melainkan mendekatkan diri kepada sang Pencipta. Adapun cara-cara yang bisa kita lakukan untuk ber-taqarrub dengan-Nya adalah dengan meningkatkan ibadah, memperbanyak doa, menjaga sholat berjamaah lima waktu, mengaji di setiap waktu, sekaligus menyisihkan rejeki untuk berbagi. Hal-hal tersebut penting untuk kita jalani, karena itu semua adalah asupan gizi bagi jiwa-jiwa manusia.

Semoga tips-tips tersebut bermanfaat, selamat mencoba! [MR. CHAN]

2 thoughts on “Tips Menulis Skripsi dalam Hitungan Hari!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *