AKPAM, bukan hanya sekedar syarat UAS

Angka Kredit Penunjang Akademik Mahasiswa …

Hari Jumat, (20/9/19) Staf Angka Kredit Penunjang Akademik Mahasiswa (AKPAM) berkumpul untuk melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor). Rakor ini dihadiri oleh perwakilan Staf AKPAM dari kampus pusat dan seluruh kampus cabang. Acara dilaksanakan di gedung Sirah Nabawi Universitas Darussalam Gontor Kampus Siman. Acara dimulai pukul 07.30.WIB, dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan dan sesi penjelasan.

Sambutan acara disampaikan oleh Al-Ustadz Hasib Amrullah, M.Ud, Direktor Kepengasuhan Universitas Darussalam Gontor. Beliau menyampaikan pesan singkat mengenai jabatan dan amanat. Bahwa pentingnya sesorang bukan dilihat dari jabatan, namun apa yang telah ia kerjakan. Staf tidak hanya sebagai pengurus, namun sekaligus mengemban amanah. Meski kebanyakan amanat terasa sulit harus dijalankan dengan sebaik mungkin.

AKPAM (Angka Kredit Penunjang Akademik Mahasiswi) merupakan hal yang tidak asing lagi bagi para mahasiswa Universitas Darussalam Gontor. AKPAM menjadi salah satu persyaratan mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS). Batas skor yang harus dicapai yaitu 200. Mengapa AKPAM menjadi hal yang penting? Dalam sesi penjelasaan, AL-Ustadz Asad Arsya Brilliant Fani, S.M dari bagian BAAK Unida Pusat menjabarkan jawaban atas pertanyaan ini.

Penjelasan SKPI

AKPAM menjadi salah satu komponen yang akan mengisi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). SKPI bertujuan menjadi dokumen yang menyatakan kemampuan kerja, penguasaan pengetahuan, dan sikap/ moral pemegang. Hasil skor AKPAM kumulatif dari semester satu hingga semester akhir inilah yang akan mengisi SKPI. Sejak 2018 kemarin, Unida sudah menyertakan SKPI kepada alumninya. Demikian penjelasan Ustadz Asad kepada para mahasiswa-mahasiwi, sembari mempresentasikan materinya dengan power point.

Sesi selanjutnya yaitu penjelasan mengenai SIAKAD Unida. Rencana untuk kedepannya AKPAM akan diinput secara online melalui SIAKAD Unida. Para Staf diberikan pengarahan dan mempraktekan langsung menggunakan notebook masing-masing. Sesi ini sebagai pengenalan sebelum diterapkannya sistem AKPAM  SIAKAD. Selain itu diharapkan untuk dapat disosialisasikan kepada seluruh mahasiswa Unida di masing-masing kampus.

Rakor dilanjutkan dengan penjelasan mengenai sistem input AKPAM manual. Salah satu Staf AKPAM dari kampus Gontor 1 menjelaskan tahapan input dengan media Microsoft Excel. Meski sebagian besar Staf yang hadir adalah Staf lama yang sudah mengenal mekanismenya, namun penjelasan ini perlu agar seluruh staf mampu melaksanakan kewajiaban dengan baik dan sesuai prosedur.

Selanjutnya sharing session yang berisikan Question and Answer (QnA) dan beberapa evaluasi umum. Beberapa pertanyaan dilontarkan oleh pesrta Rakor, dan dijawab bergantian oleh  Ustadz Asad dan para Staf AKPAM Pusat. Seusai QnA, masing-masing Staf dari tiap kampus diberikan waktu untuk menjelaskan mekanisme yang telah diterapkan di kampus masing-masing. Acara ditutup dengan conclusion dan berakhir puku 10.20 WIB.

Setelah diadakannya Rakor ini, diharapkan seluruh Staf AKPAM mampu menyamakan persepsi, meski Unida terdiri dari kampus-kampus yang terpisah. Semoga dapat menjadi evaluasi seluruh kampus agar lebih baik dalam menjalankan tugas. (Salsabila Safri/HI-5)

2 thoughts on “AKPAM, bukan hanya sekedar syarat UAS”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *