Story Telling Bahasa Prancis

HI UNIDA Raih Juara 2 Lomba Story Telling Bahasa Prancis di Yogyakarta

UNIDA Gontor adalah lembaga perguruan tinggi yang terkenal dengan standar bahasa Inggris dan Arabnya yang baik. Dua bahasa internasional tersebut secara aktif digunakan di beberapa kegiatan kampus, seperti proses belajar mengajar di kelas, seminar nasional dan internasional, bimbingan, hingga pengasuhan. Penguasaan bahasa Arab dan Inggris yang baik ini diharapkan dapat memudahkan para mahasantri untuk membuka tabir ilmu di berbagai belahan dunia Timur dan Barat.

Modal Bahasa Arab dan Inggris ini ternyara mampu menjadi stepping-stone para mahasiswa UNIDA Gontor untuk menguasai bahasa asing lain, Prancis contohnya. Tak tanggung-tanggung, beberapa mahasantri inipun berani unjuk kebolehan dengan mengikuti kompetisi Bahasa Prancis di luar UNIDA.

Beberapa waktu lalu, 5 mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional semester 1 menjadi delegasi Universitas Darussalam Gontor dalam lomba yang diadakan oleh Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Perlombaan yang diadakan pada tanggal 19 September sampai 21 September ini mendapat antusias dari berbagai kalangan pelajar, baik dari SMA/sederajat hingga mahasiswa. Tercatat ada 4 macam cabang yang dilombakan, yaitu Debat, Pidato, Story Telling, dan Puisi.

Lomba yang menggunakan tema “Budaya” dan “Bahasa” ini menjadikan seluruh perlombaannya sarat akan bahasa dan budaya lintas negara. Hal ini terlihat dari atribut dan pakaian yang bervariasi, hingga kegiatan yang seluruhnya dilaksanakan dengan bahasa Arab, Inggris, dan Prancis.

story telling -
story telling –

Pada perlombaan ini, kelima mahasiswa HI UNIDA Gontor mengikuti cabang Story Telling berbahasa Prancis. Mereka membawakan sebuah cerita klasik karya Charles Perrault. Judulnya adalah “Le Chat Botte” atau dalam versi inggris “Puss in Boots”. Cerita ini mengisahkan tentang anak bungsu dari seorang petani tua. Ketika ayahnya meninggal, ia hanya meninggalkan seekor kucing untuk si bungsu. Ternyata kucing itu bukan sembarang kucing. Dia adalah seekor kucing yg bisa berbicara dan cerdas (licik). Atas bantuan si kucing, si anak ini mampu merubah kehidupannya 180 derajat. Yang sebelumnya hidup serba kekurangan, akhirnya anak bungsu tersebut dapat hidup bahagia dan mendapatkan semua keinginannya.

Alhamdulillah, delegasi Universitas Darussalam Gontor berhasil menjadi juara 2.  Zakir, Zulfadhillah, Ragil, Aditya, dan Arif berhasil mengalahkan beberapa delegasi yang juga ikut serta dalam cabang lomba ini. Keberhasilan ini tak lepas dari kedisiplinan dalam latihan, usaha yang tak kenal lelah, hingga do’a dan support dari semua dosen HI yang tak pernah putus.

Sang ketua delegasi, Zakir, mengaku bahwa proses latihan timnya memang tidak bisa dikatakan mudah. “Tim kami hampir semua personelnya belum lancar berbahasa Prancis. Jadi kita mulai dari paling dasar, yaitu pengucapan alfabet dan kata. Syukurnnya, kami diuntungkan dengan kemampuan bahasa Inggris teman-teman yang lumayan baik. Banyak kosa kata bahasa Prancis yg memiliki kesamaan dengan bahasa Inggris. Yang membedakan hanya pengucapannya saja. Alhamdulillah, dalam waktu seminggu kami sudah cukup menguasai cerita yang kami tampilkan untuk lomba kemarin, tegas Zakir.

Harapannya, keberhasilan mereka ini dapat menjadi sebuah pengalaman beharga. Pengalaman yang dapat melecut semangat mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan aktif di dalam kegiatan masing-masing, baik itu kegiatan akademik ataupun non-akademik. [Haekal/Ed.Wildi]

 

Berita terkait:

Beasiswa Santri LPDP, Beasiswanya Mahasiswa UNIDA

LoA, Surat Sakti Para Pemburu Beasiswa

Beberapa Contoh Teks MC Bahasa Inggris

7 thoughts on “HI UNIDA Raih Juara 2 Lomba Story Telling Bahasa Prancis di Yogyakarta”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *