revolusi-industri

Peluang dan Tantangan Dakwah di Era Revolusi Industri 4.0

Tantangan revolusi industri 4.0…

Tahun ini, Program Studi Pendidikan Agama Islam UNIDA Gontor telah sukses menyelenggarakan Seminar Nasional EYOFEST (Education Youth Festival) yang diselenggarakan di Gedung Kulliyyatu-l-Banat Gontor Putri Kampus 1, Ahad pagi (15/9/19).

Seminar nasional yang digelar pertama kalinya oleh para mahasiswi PAI Kampus Mantingan tersebut telah diikuti oleh lebih dari 600 peserta yang datang dari berbagai kalangan. Peserta kegiatan ini berasal dari murid tingkat sekolah dasar dan menengah, mahasiswi, hingga dosen. Adapun tema yang diusung kali ini ialah “Peluang dan Tantangan Dakwah di Era Revolusi Industri 4.0” dengan menghadirkan narasumber yang aktif berdakwah melalui media sosial baik Youtube maupun Intagram.

Narasumber

Perhatian dan antusiasme para peserta dalam menyambut ilmu yang diberikan Kak Fuad Bakh dan al-Ustadz Taufiq Affandi, M.Sc.Fin. mampu menyemarakan suasana yang berlangsung hingga tengah hari tiba. Adapun tujuan dari kegiatan ini ialah untuk menginspirasi para millennial Islamic youth agar lebih kreatif dan aktif untuk berdakwah melalui media sosial yang mendominasi di era modern kali ini.

Sosok Islamic influencer di Instagram dapat mempengaruhi jiwa anak millenial dengan segala kreativitasnya. Selain bekerja sebagai editor di berbagai saluran TV di Indonesia, Kak Fuad Bakh sangat aktif dalam dalam menyajikan konten yang edukatif dan bermanfaat dalam menguak kebenaran sejarah hingga ia mampu mengobarkan kembali semangat pemuda dalam berhijrah dan menjadi lebih baik.

Dengan media yang saat ini dapat dengan mudah diakses, Kak Fuad beserta timnya memiliki inovasi untuk mencari peluang dari tantangan media sosial yang telah berkembang dewasa ini. Ditinjau dari medsos yang sangat mendominasi kalangan millennial, ia beinisiatif untuk memanfaatkan internet sebagai sarana dalam menyebarkan pesan-pesan agama Islam. Di tahun 2015 Kak Fuad mulai merangkul media sosial sebagai sarana berdakwah di era yang didominasi oleh ketergantungan terhadap internet.
“…dahulu orang terkenal dengan prestasinya seperti B.J. Habibie, sekarang orang terkenal dengan sensasinya,“ ujarnya.

Mengingat virus K-POP yang melekat dengan generasi muda, virus tersebut mampu menjadi sumber negatif bagi mereka. Mereka terlena dengan kehadiran entertainment tersebut hingga mampu melupakan jati diri mereka yang sebenarnya. Maka inilah tantangan yang harus dihadapi bagi umat muslim khususnya.

Harus Kreatif

Beliau menambahkan tentang bagaimana kita dapat memanfaatkan mudahnya akses internet dalam menyari dan menyebarkan motivasi positif bukan malah kita yang dimanfaatkan oleh medsos? Hanya ada satu cara yang sangat ampuh dan efektif dalam memanfaatkan media sosial sendiri, yaitu dengan “kreatifitas“.
“Kreatifitas tidak akan mati meskipun dihancurkan, melainkan ia pasti akan mencari cara lain bagaimanapun keadaannya,“ pesannya.

Kalimat tersebut merupakan kalimat yang paling membekas di hati para hadirin. Inilah ramuan ampuh yang dianut oleh Kak Fuad sendiri dalam dakwahnya di media sosial. Ia melanjutkan bahwa “…perkembangan zaman tidak dapat ditahan lagi dan tidak dapat pula dihindari. Siapapun akan menjadi bagian dalam perkembangan zaman dan kita tidak sekadar menerima perubahan yang terjadi, namun juga menghadapinya”

Selain Kak Fuad, al-Ustadz Taufiq Affandi selaku Direktur Gontor TV juga turut diundang untuk berbagi pengalaman dan ilmunya. Adapun tema perbincangan yang dijamu oleh Sekretaris Rektorat UNIDA Gontor ini ialah “Dakwah in the Digital Age”.

Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan tentang 7 tips dalam berdakwah, yaitu: “1) get closer Allah and don’t get distracted, 2) understand what the ummah need, 3) state a clear objective, 4) build a network, 5) read more, 6) start from your closer friend and relatives, 7) optimize social media for da’wah,”

Dipenghujung acara, panitia mengumumkan pemenang dari perlombaan yang telah diselenggarakan mulai dari Hari Jum’at s/d Sabtu (13-14/19). Kategori tingkat sekolah dasar sekitar Mantingan yakni lomba Pildacil, selain itu ada juga LKTI, Poster dan Video Maker yang masuk dalam kategori perlombaan nasional.

Acara yang ditutup sedemikian rupa mampu meninggalkan kesan dan pesan tersendiri bagi para hadirin bahwa yang dibutuhkan pemuda Islam saat ini adalah kreatifitas dalam penyampaian pesan-pesan keislaman tidak hanya untuk muslimin melainkan juga bagi seluruh umat manusia di era digital dan revolusi 4.0. (Rahmadina Andini/ HI-3)

12 thoughts on “Peluang dan Tantangan Dakwah di Era Revolusi Industri 4.0”

  1. Fantastic beat ! I would like to apprentice while you amend your site, how can i subscribe for a blog website? The account helped me a acceptable deal. I had been a little bit acquainted of this your broadcast provided bright clear concept

  2. Wow! This can be one particular of the most helpful blogs We have ever arrive across on this subject. Basically Magnificent. I am also a specialist in this topic so I can understand your effort.

  3. Unquestionably believe that which you stated. Your favorite justification appeared to be on the web the simplest thing to be aware of. I say to you, I certainly get irked while people think about worries that they plainly don’t know about. You managed to hit the nail upon the top and defined out the whole thing without having side-effects , people could take a signal. Will likely be back to get more. Thanks

  4. One more thing. I believe that there are quite a few travel insurance web-sites of dependable companies than enable you to enter holiday details and find you the estimates. You can also purchase an international travel cover policy on the internet by using your current credit card. All you have to do is to enter your own travel particulars and you can see the plans side-by-side. Simply find the plan that suits your capacity to pay and needs and after that use your credit card to buy the item. Travel insurance online is a good way to begin looking for a respected company with regard to international travel insurance. Thanks for giving your ideas.

  5. Thanks for the sensible critique. Me and my neighbor were just preparing to do some research on this. We got a grab a book from our area library but I think I learned more from this post. I am very glad to see such fantastic information being shared freely out there.

  6. I simply want to say I am all new to blogging and actually loved you’re page. Likely I’m going to bookmark your website . You amazingly have outstanding stories. Thanks for revealing your website page.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *