MEMAKNAI “SDM UNGGUL INDONESIA MAJU” DALAM KONTEKS IDEOLOGI PANCASILA

Refleksi HUT RI

“SDM Unggul Indonesia Maju” adalah tema yang diusung pada perayaan HUT RI ke-74, yang mana tema semula adalah Indonesia Unggul[1]. Berdasarkan tema utama tersebut, sepantasnya setiap rakyat untuk merefleksikan kembali esensi dari HUT RI ke-74 ini sebagai upaya menuju Indonesia Maju melalui peningkatan SDM yang unggul. Salah satunya merefleksikan kembali nilai-nilai ideologi negara dalam mencapai tujuan nasional bangsa dan negara. Apa dan bagaimana SDM unggul tersebut dalam konteks ideologi Pancasila?

Pancasila Sebagai Ideologi

Ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Pancasila. Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki dimensi idealistis, normatif, dan realistis. Sebagai ideologi bangsa dan negara, nilai-nilai Pancasila tidak bersifat utopis, sekedar doktrin, maupun pragmatis. Akan tetapi, Pancasila bersifat dinamis sesuai perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai ketuhanan (agama), kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan[2]. Sebagai kausa materialis Pancasila, maka bangsa Indonesia hendaklah menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

3 Langkah Strategis

Handrini Ardiyanti merefleksikan kemerdekaan RI untuk menguatkan kembali identitas nasional bangsa yang semakin terkikis di era globalisasi akibat media massa, yaitu melalui 3 langkah strategis yang ditawarkan: (1) Optimalisasi setiap institusi dalam proses eksternalisasi dan internalisasi identitas nasional terhadap rakyat Indonesia, (2) Maksimalisasi Lembaga Penyiaran Publik (LPP) melalui perundang-undangan, dan (3) Memprioritaskan penayangan program domestik daripada program asing terhadap lembaga penyiaran terestrial[3]. Sementara dalam tulisan ini, lebih merefleksikan kemerdekaan dalam konteks penguatan ideologi bangsa dan negara melalui tema “SDM unggul, Indonesia maju”.

Internalisasi Nilai Pancasila

SDM unggul tidak hanya unggul di bidangnya, akan tetapi SDM yang unggul adalah SDM yang mampu menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila dalam semangat proklamasi menuju tujuan nasional bangsa, yaitu: (1) SDM yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, yang menjalankan ajaran agama dengan baik. (2) SDM yang berkemanusiaan yang adil dan beradab, yaitu yang memiliki kepekaan sosial dan sifat humanis. (3) SDM yang memiliki rasa persatuan, yang menghidupkan sikap nasionalisme sebagai bangsa yang yang berbhinneka tunggal ika. (4) SDM yang mengutamakan sikap demokrasi kerakyatan dan bijak dalam setiap pengambilan keputusan, sehingga mampu menghargai toleransi atas keragaman budaya dan agama. Dan (5) SDM yang memiliki visi misi menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan demikian, SDM unggul yang berideologikan Pancasila diharapkan mampu membawa Indonesia menuju kemajuan. Indonesia maju adalah Indonesia sebagai negara yang mampu mencapai tujuan nasional bangsa, yaitu menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya baik keadilan distributif, legal, maupun keadilan komutatif.

Menggapai Tujuan Nasional

Refleksi kemerdekaan dalam konteks internalisasi nilai-nilai Pancasila menuju tujuan nasional bangsa yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena bangsa yang maju adalah yang mampu memegang teguh ideologi bangsa. Eksistensi dan wibawa bangsa bergantung pada implementasi nilai-nilai bangsa itu sendiri sebagai jati diri sebuah bangsa. Dengan merefleksikan kemerdekaan melalui peningkatan SDM unggul berdasarkan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa, diharapkan kemajuan bangsa mampu diraih dalam mencapai tujuan nasional bangsa yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh Ida Susilowati, M.A , dosen Hubungan Internasional Universitas Darussalam Gontor

Referensi

[1] Menteri Sekretaris Negara, Surat Penyampaian Penyempurnaan Tema Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019, Nomor: B-779/M.Sesneg/Set/TU.00.04/07/2019, 23 Juli 2019

[2] Prof. Dr. Kaelan, M.S., Pendidikan Pancasila, Paradigma: Yogyakarta, Edisi revisi kesebelas: 2016, hal: 116-1117

[3] Handrini Ardiyanti, 72 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dan Refleksi Identitas Nasional, dalam Majalah Info Singkat Pemerintahan Dalam Negeri (Kajian Singkat terhadap Isu Aktual dan Strategis), Vol. IX, No. 16/II/Puslit/Agustus/2017, hal 17-20.

Artikel Terkait:

Memilih Lapar: Diplomasi dan Islam era Kemerdekaan

KEBEBASAN YANG DINANTI-NANTI GUNA MEWUJUDKAN CITA-CITA BANGSA

Budaya Membaca dan Menulis, Ibarat Tanaman yang Tak Terawat

 

13 Feedbacks on “MEMAKNAI “SDM UNGGUL INDONESIA MAJU” DALAM KONTEKS IDEOLOGI PANCASILA”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *