IELTS Workshop, Ajang Mendekatkan Diri dengan S2 di Luar Negeri

IELTS (International English Language Testing System) merupakan uji coba kemampuan seseorang dalam menguasai bahasa inggris. Tes ini adalah hasil kerjasama antara Universitas Cambridge, British Council dan juga IDP Education Australia.

Dewasa ini, kebutuhan akan IELTS meningkat seiring juga dengan bertambahnya minat para pelajar untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Tetapi, IELTS tidak hanya dibutuhkan dalam kegiatan pendidikan saja, melainkan juga digunakan untuk bekerja dan migrasi.

Maka, sesuai kebutuhannya IELTS dibagi menjadi dua bagian. IELTS Academic yang biasa digunakan seseorang untuk melanjutkan studi diluar negeri sedangkan IELTS General Training dipilih seseorang untuk bekerja. IELTS menguji empat keterampilan dalam berbahasa yaitu, Listening, Speaking, Reading dan juga Writing.

Mengapa IELTS ?

Pentingnya IELTS dalam melanjutkan studi di luar negeri mendorong UNIDA Gontor untuk menyelenggarakan Workshop IELTS. Program ini mengangkat tema “I Love English Language” yang harapannya setelah mengikuti program ini peserta dapat lebih menyukai bahasa Inggris. Peserta yang mengikuti program ini diharuskan untuk mengirimkan essai yang bertemakan “I Love English Language” beberapa hari sebelum acara. Hal ini diberlakukan untuk menyeleksi peserta yang terpilih untuk mengikuti program ini.

Diselenggarakan pada Sabtu 14/2/20, program ini berlangsung di Gedung Aula Pascasarjana, dihadiri sekitar 40 mahasiswi terpilih dari setiap program studi. Workshop IELTS merupakan kegiatan dari Zona IELTS dalam meningkatkan kebahasaan di UNIDA Gontor.  Acara berlangsung dengan antusiasme yang luar biasa dari peserta, dengan tutor yang juga alumni Unida Gontor sekaligus Awardee LPDP . Adapun LPDP adalah program pemerintah untuk memberikan beasiswa dan pendanaan riset bagi masyarakat Indonesia.

Mr. M Abdullah Muslich Rizal Maulana : Listening and Speaking

Beliau merupakan alumni Gontor sekaligus merupakan Dosen di Universitas Darussalam Gontor fakultas Ushuluddin program studi perbandingan agama. Beliau mendapat beasiswa LPDP di Vrije Universiteit (VU) Amsterdam 2016. English Is Habbit, tuturnya ketika menjadi tutor IELTS. Menjadi lulusan LPDP dengan status santri tidaklah mudah, banyak rintangan yang akan menjadi hambatan untuk meraihnya.

Beasiswa tidaklah bisa didapatkan begitu saja melainkan ada usaha berarti dibaliknya. Pengajuan berkas-berkas persyaratan dan tentu saja IELTS juga dibutuhkan dalam meraihnya. Jadi, keinginan untuk meraih sesuatu bukan hanya untuk diimpikan saja harus ada usaha yang mampu membuat sesuatu itu terwujud. Berkali-kali jatuh pun bukan berarti kesempatan untuk menyerah melainkan untuk kembali semangat dan berjuang. Dipenghujung usaha pastikan selipkan doa didalamnya.

IELTS Listening

Berisi 40 pertanyaan yang dibagi kembali dalam 4 bagian. Bagian pertama adalah Basic Question, pertanyaan yang paling mendasar dalam situasi sosial sehari-hari. Biasanya adalah percakapan antara seorang agen dan pelanggannya. Bagian kedua berupa monolog tentang kegiatan sosial sehari-hari. Biasanya berbicara tentang rencana untuk makan ketika perkumpulan berlangsung. Bentuk jawaban dari bagian kedua adalah pilihan ganda, melengkapi kalimat dan melengkapi tabel yang kosong. Dibagian ketiga biasanya lebih sulit dari bagian kedua karena akan ada dialog antara dua orang atau mungkin empat orang. Membahas tentang yang berhubungan dengan pendidikan atau pelatihan secara kontekstual. Tipe pertanyaannya adalah melengkapi tabel, catatan, ringkasan, dan lain-lain.

IELTS Speaking

Ada tiga tahap dalam ujian IELTS Speaking yang harus kita ketahui dalam teknik speaking. Yang pertama adalah perkenalan tentang diri sendiri, tentang hobi, kegiatan sehari-hari, makanan kesukaan dan lain sebagainya. Tahap kedua  penguji akan memberikan topik kepada peserta ujian, penguji akan memberikan waktu 1 menit untuk berpikir dan dilanjutkan dengan speech (pidato). Tahap ketiga, penguji akan mengajak peserta untuk berdiskusi, peserta diharapkan untuk menjawab pertanyaan penguji sepanjang mungkin.

Mr. Wildi Adila M.A : Reading and Writing

 

Al-Ustadz Wildi Adila merupakan alumni Gontor dan sekarang menjadi dosen tetap di Prodi Hubungan Internasional, Universitas Darussalam Gontor. Beliau melanjutkan studinya di SOAS (School of Oriental and African Studies) University of London 2017 dengan meraih beasiswa LPDP.

Di awal pembukaan workshop, ia bertutur bahwa IELTS is everything, if you get IELTS you get everything. Jika kita mempunyai kesempatan kuliah di luar negeri mengapa tidak kita ambil kesempatan itu. Ada banyak beasiswa yang ditawarkan untuk melanjutkan studi di luar negeri, tergantung kesempatan itu akan kita ambil atau tidak. Dalam pembahasannya beliau menjelaskan tentang tips dan trik cara mengerjakan soal Reading and Writing.

IELTS Reading

Ada beberapa teknik dalam Reading, yaitu scanning, skimming, previewing, vocabulary for effective reading, finding main ideas dan summarizing. Dalam IELTS Reading, ada beberapa tips yang bisa menjadi acuan dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan.

Tips yang pertama adalah Don’t read slowly, gunakan teknik skimming atau membaca cepat dengan menemukan gagasan pokok setiap tulisan. Juga gunakan teknik scanning dengan memilah sebuah tulisan dengan detail dan yang lebih spesifik. Tips kedua adalah Don’t spend too much time on an answer.  Jangan terlalu lama pada satu pertanyaan buatlah dugaan pada pertanyaan yang dirasa sulit tetapi juga jangan mengosongkan jawaban.

Tips yang selanjutnya adalah Spend less time on earlier questions. Pada bagian pertama setidaknya luangkan waktu selama 17 meni, bagian berikutnya 20 menit dan terakhir 30 menit. Tips keempat Enough time to transfer answers, tulislah jawaban langsung dikertas jawaban bukan dikertas soal. Tips kelima Not reading instructions, jika pilihan pertanyaan adalah ‘True or False’ jangan dijawab dengan ‘Yes’.

IELTS Writing

Ada dua tipe didalamnya yaitu opini dan ide. Opini disini adalah bagaimana pandangan kita terhadap sebuah diskusi tentang suatu permasalahan. Ide adalah gagasan kita terhadap sesuatu masalah yang terjadi bagaimana solusinya, mengapa terjadi ? apa sebab terjadinya dan lain sebagainya. Tips dalam menulis sebuah paragraph dalam IELTS Writing test yaitu, Consisting of introduction, body 1, body 2, conclusion.

Pen : Lokita Purnamasari

 

Simulasi Sidang PBB Perdana dengan Dua Bahasa di Universitas Darussalam Gontor

Siman- Sabtu, 14 Maret Program Studi Hubungan Internasional Universitas Darussalam Gontor mengadakan Simulasi Sidang PBB untuk yang pertama kalinya sepanjang sejarah berdirinya HI UNIDA. Kegiatan ini diberi nama Darussalam Model United Nations.

Jika pada umumnya penyelenggaraan Model United Nations menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, maka HI UNIDA Gontor tampil sedikit berbeda. Darussalam Model United Nations memakai dua bahasa asing sekaligus, Arab dan Inggris, selama acara ini berlangsung. Simulasi sidang PBB ini memberikan gambaran kepada mahasiswa atau pelajar bagaimana situasi dan etika menjadi seorang diplomat ketika mengikuti sidang PBB mewakili negaranya.

Darussalam Model United Nations With Bilingual Language
Darussalam Model United Nations With Bilingual Language

Darussalam Model United Nation di Universitas Darussalam Gontor

Kegiatan ini dihadiri oleh para mahasiswa lintas universitas, seperti Universitas Airlangga Surabaya, UIN Jakarta dan SMA Insan Cendikia

DMUN (Darussalam Model United Nations) adalah acara simulasi sidang PBB dengan para Mahasiswa atau pelajar akan belajar menjadi seorang diplomat yang bertugas menjadi delegasi/representatif dari setiap negara. Tujuan dari acara ini adalah melatih skill atau kemampuan setiap peserta dalam hal diplomat, berdiskusi, berdebat dan membuat sebuah draft resmi sebuah negara.

Selanjutnya, visi dari acara ini adalah untuk memberdayakan kaum muda di seluruh dunia tentang berdiplomasi, negosiasi dan memecahkan masalah global. Melatih kemampuan berdiplomat adalah sebuah kewajiban untuk setiap mahasiswa Hubungan Internasional untuk mengadakan kerjasama atau menyelesaikan masalah kepada negara lain yang berupa sebuah negosiasi ataupun memecahkan masalah bersama.

Tujuan Acara Darussalam MUN

Acara dengan memberdayakan para pelajar dan mahasiswa dapat dilakukan dengan meningkatkan jejaring global para mahasiswa atau pelajar. Sepanjang Acara Darussalam MUN, peserta akan memiliki kesempatan untuk meningkatkan jaringan global dengan menghadiri konferensi dan terlibat dalam diskusi tentang topik di setiap dewan. Peserta pun akan mendapatkan kesempatan untuk menikmati dan mengunjungi tempat-tempat wisata di Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo.

Darussalam MUN ini adalah acara MUN perdana yang di selenggarakan di UNIDA. Dengan berbagai kekurangannya, unida mencoba untuk mengajak para pelajar dan mahasiswa dalam memberikan perannya untuk bangsa yaitu dengan memberikan opini dan gagasan untuk negara yang lebih baik lagi di kaca mata internasional.

Darussalam MUN 2020 UNIDA
Darussalam MUN 2020 UNIDA

Model United Nations yang menggunakan dua Bahasa

Yang membuat acara Darussalam MUN berbeda dengan MUN yang lainnya adalah penggunaan dua Bahasa yaitu Bahasa inggris dan Bahasa arab. Kali ini Darussalam MUN membuat sebuah terobosan yang berbeda dengan MUN pada dasarnya yaitu menggunakan dua bahasa. Karena biasanya MUN yang diadakan di Universitas lain adalah mengguanakan Bahasa inggris full. Dengan kata lain Darussalam MUN adalah langkah pertama bagi Indonesia khususnya UNIDA untuk meningkatkan nilai diplomasi dengan Bahasa arab juga.

Dalam simulasi sidang PBB ini, mahasiswa atau pelajar dari seluruh instansi yang ikut serta sebagai peserta disebut dengan delegasi. Para delegasi tersebut nantinya akan mewakili negara-negara tertentu dan seolah-seolah menjabat sebagai salah satu staf council atau dewan PBB. Selama acara berlangsung, delegasi akan diberikan sebuah isu internasional.

Darussalam Model United Nations With Bilingual Language
Darussalam Model United Nations With Bilingual Language

kemudian bersama-sama bertukar pikiran mengenai bagaimana isu tersebut akan diselesaikan dengan baik. Tak hanya pengalaman bertukar pikiran, delegasi juga berkompetisi baik dalam tim maupun individu untuk mendapat awards atau penghargaan-penghargaan tertentu dalam sidang MUN tersebut. Salah satu penghargaan yang dapat diperebutkan delegasi adalah diplomacy awards atau penghargaan diplomasi yang akan diberikan kepada delegasi dengan kemampuan berdiplomasi terbaik.

Generasi mahasiswa sekarang yang nantinya dituntut untuk memajukan bangsa Indonesia dari segala sektor tentu sebaiknya bisa ikut andil dalam simulasi sidang PBB ini. Apalagi, jika delegasi dari Indonesia dapat meraih penghargaan-penghargaan, semakin menunjukkan eksistensi negara berkembang ini di dunia internasional. Namun dapat berpartisipasi dalam ajang model united nation tentu memberi dampak besar bagi para mahasiswa serta lingkungannya. Selain pengalaman, mahasiswa juga dapat semakin sadar akan isu-isu internasional terhangat. dengan harapan dapat berkontribusi secara nyata untuk memberi solusi cerdas atas isu-isu tersebut.

Rentetan acara Darussalam MUN

Rentetan acara Darussalam MUN pada dasarnya seperti MUN yang lainnya yaitu MUN 101 atau Zero Conference. Kemudian dengan 4 Committee Session dan Gala Dinner. Darussalam MUN perdana ini mengusung tema “States’ Response Towards The Challenges of Global Migration”. DMUN ini mengundang chair dari UNAIR sebanyak 2 orang yaitu Demas Nauvarian dan Eksanti Haryo Putri W dan 1 chair dari dalam UNIDA yaitu Daffa Fadhullah.

Darussalam Model United Nations With Bilingual Language
Darussalam Model United Nations With Bilingual Language

Darussalam MUN ini di mulai dengan acara pembukaan di Lobi Gedung Terpadu UNIDA yang di hadiri langsung oleh Wakil Rektor 1 Al-Ustadz Hamid Fahmi Zarkasy, Dekan Fakultas Humaniora Al-Ustadz KH. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkashy, M.A dan Kaprodi Hubungan Internasional Al-Ustadz Dr. Mohamad Latief, M.A memberikan beberapa pengarahan dan nasihan agar acara berjalan dengan lancar.

Kemudian Acara berlanjut ke MUN 101 atau Zero Conference di Hall Senat. MUN 101 adalah semacam pengenalan para chair kepada setiap delegasi tentang sistemasi pelaksanaan Darussalam MUN. Dari mulai cara menyampaikan Motion sampai membuat Working paper saat Committee Session dan di akhir adalah membuat kesimpulan dalam sebuah Draft Resolution di setiap blok negara.

Acara ini di Akhiri dengan Gala Dinner  yang di hadiri oleh Wakil rector 2 Al-Ustadz Setiawan Bin Lahuri. Kemudian pemberian Award bagi Pelajar atau mahasiswa yang berprestasi dalam rangkaian Darussalam MUN.

 

MAHASISWI HI UNIDA JUARA FAVORIT “ALCOM 2020”

Program studi pendidikan Bahasa Arab mengadakan acara tahunan wajib UNIDA Gontor dengan tajuk ALCOM (Arabic Language Competition) 2020. Kegiatan ini berupa perlombaan yang mengharuskan para pesertanya untuk menggunakan bahasa Arab dalam setiap perlombaan yang diadakan.

Ada 11 cabang lomba yang diperlombakan dalam kompetisi ini. Berikut perlombaannya adalah Ghina ‘Araby, Debat, Tasji’ Lughah, Qul Billughoh, Puisi, Iklan, Orasi, Qiro’atul Akbar, Essay, poster dan Vlog. Kompetisi ini diadakan dengan harapan mampu mewujudkan mahasiswi santri yang muslimah dan Sitti-l-Kull dan berakhlak karimah.

Perlombaaan ini berlangsung selama seminggu, dibuka pada hari Jum’at pagi  di gedung Pascasarjana. Pagi itu para peserta mendapat arahan dari panitia tentang peraturan dan tata tertib perlombaan. Hari berikutnya perlombaan dimulai dengan sportif dan berakhir pada hari Rabu (26/02/2020).

Penutupan ALCOM 2020 diadakan dengan mengundang semua mahasiswi UNIDA yang berpartisipasi dalam acara tersebut. Pengumuman para pemenang pada acara ALCOM 2020 berlangsung meriah dan mendapat partisipasi penuh dari para peserta.

Pada kegiatan yang bergengsi ini, syukur Alhamdulillah mahasiswi HI UNIDA mendapatkan juara favorit. Adapun rincian perlombaan yang diraih adalah Juara 2 Iklan, Juara 3 Puisi, Juara 2 Poster dan Juara 2 sing a song.

UNIDA Gontor Teken MoU dengan School for International Training Amerika

UNIDA Gontor– Kamis, 27 Februari 2020. Hubungan antara Universitas Darussalam Gontor tampaknya akan semakin solid dengan SIT (School for International Training) abroad to Indonesia. Hal ini ditandai dengan penandatangan nota kesepakatan atau MoU (Memorandum Understanding) untuk pertama kalinya setelah beberapa kali SIT mengadakan program studinya di Universitas Darussalam Gontor. Teken nota kesepakatan antara keduanya dilakukan pada Senin pagi, 26 Februari 2020, antara Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A dengan Direktur SIT abroad to Indonesia, Ni Wayan Ariati Pasek, Phd., di ruang Rektorat, Gedung Utama, Universitas Darussalam Gontor.

Tentunya, setelah menjalin kesepakatan program antara keduanya, jalinan kolaborasi antara SIT dengan UNIDA akan lebih erat lagi. UNIDA Gontor berharap jika nota kesepahaman ini dapat menunjang pencapaian kualitas dan akreditasi universitas menjadi lebih baik.

“Saat ini UNIDA Gontor terus berupaya dalam meningkatkan kualitas akreditasi kampus, saya berharap MoU ini dapat membantu upaya tersebut, dan bisa terus saling bertukar pengalaman kedepannya” ujar Prof. Amal.

Di sisi lain, pihak SIT juga merasa senang setelah dilakukan penandatangan tersebut. Menurutnya, hal ini akan mampu memberikan kemudahan bagi program SIT dalam menghantarkan delegasinya yang notabenenya merupakan para mahasiswa-mahasiswi berbagai kampus di Amerika Serikat untuk mempelajari Kepondokmodernan dan moderate Islam yang ada di UNIDA Gontor.

SIT Unida Gontor
SIT Unida Gontor

Sebelumnya, pagi itu para delegasi SIT  melaksanakan sesi perkuliahan Bersama Rektor UNIDA Gontor di ruang Rapat Rektorat. Mereka dikenalkan sejarah panjang berdirinya Universitas Darussalam Gontor, Kepondokmodernan, dan juga sedikit-banyak tentang makna Islam Moderat yang selama ini ditanamkan dalam sistem kehidupan di kampus pesantren ini. Dalam perkuliahan tersebut, para peserta tampak antusias dengan apa yang dijelaskan oleh Guru Besar Akidah dan Filsafat tersebut. Bahkan saking penasarannya, beberapa kali mereka sempat mengajukan pertanyaan dalam sesi perkuliahan tersebut.

Sebagai informasi, bahwa kunjungan program belajar SIT di UNIDA Gontor sudah berlangsung delapan kali dan dilaksanakan di setiap semester. Sehingga dapat dikatakan bahwa kerjasama program SIT dengan UNIDA sudah berlangsung dalam 4 tahun terakhir.

Setelah penandatangan MoU, para delegasi mengikuti beberapa agenda selanjutnya, salah satunya adalah seminar tematik bersama Dr. Khoirul Umam, M. Ec (Dekan fakultas Manajemen dan Ekonomi Syariah) di ruang Senat, Lt. 3, Gedung Utama UNIDA Gontor, dan dilanjutkan dengan temu diskusi ilmiah dengan beberapa mahasiswa Darussalam Gontor.

Diskusi antara mahasiswa UNIDA dan Amerika
Diskusi antara mahasiswa UNIDA dan Amerika

Pesan Wakil Rektor I, Prof. Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi

Secara terpisah, pada acara gala dinner yang diagendakan malam harinya, Wakil Rektor I, Assoc. Prof. Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi, merasa senang setelah penandatangan nota kesepakatan / MoU antara keduanya. Menurut beliau hal tersebut menjadi keuntungan tersendiri antara UNIDA dan SIT, dan selalu merasa welcome dengan kunjungan program SIT ke kampus yang damai ini.

“Kami ucapkan ahlan wa sahlan kepada peserta SIT atas kunjungannya, dan kami akan selalu welcome dengan kunjungan selanjutnya kapanpun itu”. Terlebih lagi, saya sangat senang, mendengar tadi pagi bahwa pihak SIT telah melakukan tanda tangan MoU, yang kedepannya akan lebih mudah bagi kita untuk saling bertukar budaya, ataupun sharing tentang intelektual akademik,” imbuh Direktur CIOS tersebut.

SIT Unida Gontor
SIT Unida Gontor

Jamuan Gala Dinner Menjadi Puncak dari Kunjungan

Sebagai puncak dari kunjungan program mereka di semester ini, jamuan Gala Dinner sudah disiapkan dengan turut mengundang Bapak Rektor dan beberapa dosen. Gala Dinner juga turut dimeriahkan dengan beberapa rangkaian penampilan oleh para mahasiswa UNIDA Gontor, seperti penampilan Dimensi Band, tari malulo, robotic dance, campur sari dan masih banyak lagi. Dan uniknya lagi, para delegasi SIT turut memeriahkan acara tersebut dengan menyanyikan lagu “di sini senang, disana senang” dan menyampaikan kesan dan pesan mereka selama kegiatan programnya di kampus Darussalam Gontor. Mereka tampak fasih melafalkan lirik-lirik lagu berbahasa Indonesia tersebut, membuat suasana keakraban antara UNIDA Gontor dan SIT semakin terasa.

Kesan dan Pesan oleh peserta SIT
Kesan dan Pesan oleh peserta SIT

SIT (School For International Training) Lanjutkan Kunjungan ke UNIDA Gontor Kampus Putra

Setelah rampung mengunjungi dan menimba ilmu di UNIDA Gontor Kampus Putri, para pelajar Amerika yang tergabung dalam program School for International Training (SIT) melanjutkan lawatannya ke Kampus Putra. Bagi UNIDA Gontor, hal ini tentunya dijadikan sebuah momentum untuk memperluas frekuensi dengan dunia Internasional, memfasilitasi para mahasiswa dalam membentuk karakter leadership, menambah wawasan internasional, dan juga meningkatkan skill berbahasa asing.

Tentunya, ini bukan kali pertama SIT menjadikan UNIDA Gontor sebagai salah satu destinasi program mereka. Namun, tahun 2020 menjadi lawatan ke delapan bagi SIT dalam mengadakan kunjungan ke UNIDA Gontor. UNIDA Gontor dijadikan salah satu key partner program SIT, khususnya untuk mengenalkan para mahasiswa Amerika tentang Islam, pesantren, sejarah, budaya, dan bahasa Indonesia.

Apa SIT itu?

SIT adalah salah satu program internasional yang ditawarkan kepada seluruh mahasiswa-mahasiswa dari berbagai kampus di Amerika Serikat. Ini adalah program musim panas bagi mahasiswa S1 Amerika yang menawarkan kunjungan ke Afrika, Asia, Eropa, Amerika Latin atau Timur Tengah. Program ini memberikan pengalaman berharga kepada para mahasiswa Amerika. Salah satunya dengan tinggal membaur dengan penduduk lokal di salah satu negara dari kawasan yang telah disebutkan di atas. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenal dan menganalisis isu-isu global dari berbagai belahan dunia.

SIT berusaha menjadi jembatan pada arus globalisasi, salah satunya dengan mengenalkan para peserta tentang bahasa, sejarah, budaya, sosial, dan agama setiap negara tujuan. Bahkan, SIT juga  menyasar isu-isu global yang saat ini santer untuk dibicarakan. Indonesia sendiri merupakan salah satu destinasi dari program unggulan di negeri Paman Sam ini. Hal ini sangat masuk di akal mengingaat Indonesia adalah negara kepulauan terbesar dengan berbagai macam suku dan budaya yang tentunya sangat menarik untuk diketahui.

SIT Unida Gontor
SIT Unida Gontor

Kegiatan SIT di UNIDA gontor

Selasa sore 26 Februari 2020, para serta SIT yang dipimpin langsung oleh direktur SIT Indonesia. Ibu Ni Wayan Ariati Pasek, Phd- atau lebih akrab disapa Bu Ary tiba di kampus pusat Universitas Darussalam Gontor. Kedatangan mereka disambut hangat para segenap civitas akademika Universitas Darussalam Gontor, khususnya para panitia yang telah mempersiapkan kegiatan ini sejak lama.

SIT (School For International Training) menyapa UNIDA Bukan tanpa alasan UNIDA Gontor menjadi salah satu destinasi program yang mereka jadwalkan. Hal ini dikarenakan Universitas Darussalam Gontor merupakan salah satu kampus atau universitas berbasis pesantren yang kental dan kuat akan kultur keislamannya yang moderat.

Penampilan Budaya Khas Ponorogo, Reyog Ponorogo

Bukan Universitas Darussalam Gontor Ponorogo namanya, jika tidak menampilkan kebudayaan khas Ponorogo yang sudah melalang buana akan kemasyhurannya di seantero dunia, yaitu Reyog Ponorogo. Tarian kebudayaan yang sarat akan historis ini menjadi salah satu penampilan ikonik yang tidak pernah ketinggalan untuk ditampilkan dalam penyambutan tamu dari luar daerah Ponorogo tentunya. Tepatnya di depan Lobi Utama Gedung terpadu UNIDA Gontor, disuguhkanlah tarian Reyog Ponorogo kepada para peserta SIT.

SIT UNIDA Gontor
SIT UNIDA Gontor

Penampilan yang begitu atraktif dengan diiringi suara music gamelan yang khas membuat estestika setiap tarian yang tampilkan semakin terasa. Hal tersebut tentunya membuat decak kagum para peserta yang melihatnya seolah tak sabar lagi untuk turut mecobanya. Terlihat bagaimana para warok dengan gagah menampilkan tarian ksatianya. Diikuti dengan atraksi-atraksi para bujang ganong yang begitu luwes memainkan perannya, tentunya juga gerak langkah klono sewandono kesana-kemari dengan menunjukkan kewibawaannya.

Yang tidak kalah menarik adalah penampilan barongan atau singo barong dengan dadak meraknya yang besar dan berat. Konon katanya tidak semua orang mampu mengangkatnya karena bobotnya yang mencapai 60 kg lebih. Dan uniknya diangkat dengan mengandalkan kekuatan gigi dan rahang saja. Setelah penampilan usai, para peserta diajak untuk belajar langsung  mengikuti gerakan tarian reyog dan menjajal singo barong dengan dadak merak yang sangat berat itu.

Tak berakhir disatu penampilan, mahasiswa-mahasiswa Amerika Serikat juga diajak berinteraksi langsung melalui olahraga.  Panahan atau archery, sebagai salah satu olahraga yang menjadi sunnah Rasulullah. Para peserta Bersama UKM Archeri UNIDA terlihat begitu antusias mencoba melepaskan anak panah melalui busurnya.  Tidak jarang anak panah yang meleset jauh tidak mengenai targetnya.

SIT UNIDA Gontor
SIT UNIDA Gontor

Belajar Kaligrafi Bersama Mahasiswa SIT

SIT UNIDA Gontor
SIT UNIDA Gontor

Para peserta juga berkesempatan belajar untuk menulis kaligrafi bertuliskan abjad arab yang dibimbing langsung oleh para khattath UNIDA (ahli kaligrafi). Mereka belajar berbagai macam varian tulisan arab seperti Khat Diwani, Naskhi, Riq’ah dan lainnya. Mereka juga diminta untuk mencoba untuk membubuhkan nama mereka yang tentunya menggunakan abjad arab. Harapannya, penampilan yang dihadirkan UNIDA Gontor akan menjadi pengalaman serta pelajaran berharga bagi mahasiswa Amerika yang mengikuti program ini.