Birokrasi Berbelit, Covid-19 Semakin Melilit

“Entah apa yang merasuki dunia”, mungkin itu menjadi salah satu kalimat yang tepat akan situasi pandemi corona virus atau Covid-19 yang kian mewabah saat ini. Kepanikan, rasa takut terus menghantui masyarakat dunia akan penyebaran virus corona yang kian lama tak terkendali. Dari sumber terbaru yang dilansir dari https://www.worldometers.info/ (12/5) dikonfirmasi bahwa Covid-19 sudah menjangkiti sekitar 4.270.846 orang, dengan jumlah kematian 287.543 orang dengan 1.534.574 dinyatakan sembuh melalui data global.

Persebaran virus tersebut telah menjangkit sekitar 203 negara dan wilayah di seluruh dunia termasuk Indonesia. Hal ini tentunya menjadi yang terbesar diantara kasus-kasus virus yang mewabah sebelumnya seperti virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Dengan ini, pada tanggal 11 Maret 2020 lalu WHO (World Health Organization) telah menetapkan virus ini sebagai pandemi global atau suatu wabah penyakit global. Status maupun kondisi ini jelas tidak boleh diremehkan jika kita merujuk ganasnya beberapa penyakit dunia yang juga digolongkan sebagai pandemi global.

Awal penemuan virus Covid-19

Corona virus disease 2019 atau disingkat COVID-19 ini diyakini merupakan salah satu virus corona jenis baru yang menyerang sistem pernapasan manusia. Dari informasi yang paling terkenal dan paling banyak diangkat di media-media, Covid-19 ini pertama kali di deteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada 1 Desember 2019 dan ditetapkan pandemic oleh WHO pada 11 Maret 2020. Adapun penyebaran virus ini melalui orang ke orang terutama melalui percikan pernapasan (droplet) ketika penderita batuk, bersin ataupun menyebar melalui permukaan benda yang terkontaminasi Covid-19 dan kemudian menyentuh wajah seseorang.

Wu Wenjuan, seorang dokter senior di rumah sakit Jinyintan, Wuhan dan salah seorang penulis jurnal mengaku kepada pihak BBC Chinese Service bahwa pasien pertamanya adalah seorang pria lanjut usia yang menderita penyakit Alzhemier. Para peneliti juga menemukan bahwa 27 orang dari sampel pasien yang dirawat di rumah sakit pada awal penyebaran wabah “telah berhubungan dengan kawasan pasar.” Melalui data-data tersebut, WHO berhipotesa  bahwa wabah ini dimulai di pasar hewan Wuhan dan ditularkan dari hewan hidup ke inang manusia sebelum menyebar dari manusia ke manusia.

Lalu bagaimana dengan penanganan yang di lakukan oleh pemerintah Indonesia?

Di negara-negara Asia Tenggara, penyebaran virus Covid-19 sudah tergolong pada level yang membahayakan. Banyak sekali kasus-kasus baru dari pasien positif corona hingga angka kematian yang terus meningkat. Hal yang tidak jauh berbeda juga terjadi di Indonesia.

Per 30/3, Indonesia masuk ke dalam daftar kematian kasus Covid-19 tertinggi ke-2 di dunia sekitar 8,9% di bawah Italia. Hal ini tentunya membuat para ilmuan terus menyoroti keadaan Indonesia dalam menangani wabah tersebut, terlebih Indonesia menjadi negara yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi serta penanganan kesehatan yang masih tergolong minim.

Lemahnya birokrasi Indonesia yang tak kunjung membaik juga menjadi salah satu penyebab kenapa Indonesia terlihat begitu kewalahan dalam melawan penyebaran virus corona yang kian hari kian masif. Perlu diingat, jika Indonesia dengan berbagai kelemahan birokrasinya yang tak kunjung sehat, bukan tidak mungkin Covid-19 menjadi momok tersendiri yang menghantarkan negara Indonesia menuju fase-fase yang lebih buruk dan tidak diinginkan.

birokrasi

Pengertian oleh Max Weber-seorang sosiolog Jerman mengenai birokrasi seolah menjadi sindiran serius bagi Indonesia dalam mengolah dan mengatur negaranya. Menurut Weber, birokrasi dalam mengatur organisasi pemerintahan perlu ada prinsip-prinsip yang baik, seperti; adanya struktur hirearkis formal pada setiap tingkat; manajemen dengan aturan yang jelasorganisasi dengan fungsional yang khusus yang berarti pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh mereka yang benar-benar ahli dalam bidangnya; mempunyai sebuah misi target yang akan dituju; perlakuan impersonal ide agar memperlakukan semua pelaksanaan dan kepentingan diperlakukan sama-sama dan tidak boleh dipengaruhi oleh perbedaan individu; hingga pemberlakuan bekerja berdasarkan kualifikasi teknis sebagai bentuk perlindungan baik pelaksana agar dapat terhindar dari pemecatan sewenang-wenang saat menjalankan tugas.

Melalui penjelasan poin-poin diatas, tentunya kita bisa memberi gambaran dan memberikan sorotan akan bagaimana perkembangan birokrasi yang ada di Indonesia yang cenderung begitu berbelit-belit ditambah lagi banyak kepentingan-kepentingan pihak-pihak lain yang semakin memperburuk jalannya birokrasi di Indonesia.

Sikap ragu-ragunya pemerintah dalam mengambil keputusan, kurang maksimalnya pelayanan publik, serta ketersediaan alat bantu medis yang serba menipis, ini bisa diindikasikan sebagai akibat dari lemahnya birokrasi pemerintahan Indonesia yang selama ini dibangun. Mirisnya, hal ini diperparah dengan semakin banyaknya tenaga medis yang tertular virus hingga gugur.

early warning

Dilansir dari majalah harian Tempo, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui direktur jenderalnya yaitu Tedros Adhanom Ghebreyesus mengirim surat tertanggal 10 Maret 2020 tertuju kepada Presiden Joko Widodo yang dibenarkan oleh juru bicara Kemenlu, Teuku Faizasyah. Dalam surat ini, Tedros secara tersirat mempertanyakan keterbukaan pemerintahan dalam menangani kasus Covid-19 ini. Selain itu, WHO juga menyoroti pendekatan Indonesia dalam melacak dan mendeteksi kasus corona, serta menyarankan pemerintah mendesentralisasikan laboratorium untuk memantau kluster penyebaran virus tersebut.

Sebenarnya, WHO tidak hanya sekali mempertanyakan sikap Indonesia dalam menangani dan melakukan transparansi untuk menampilkan penyebaran virus corona kepada publik. Bahkan sebelum diumumkannya pasien pertama positif corona di Indonesia, pihak WHO sudah mengultimatum Indonesia mengenai kasus Covid-19 tersebut.

Sikap pemerintah dalam menangani kasus corona kian hari kian banyak menuai kritik, baik dari dalam maupun luar negeri. Kritik ini kian gencar setelah Presiden Jokowi mengakui pemerintah tidak membuka semua data mengenai penyebaran virus corona kepada publik, dengan alasan agar tidak menimbulkan keresahan dan kepanikan masyarakat.

Ada beberapa poin penting, yang menjadi sorotan publik mengenai kebijakan pemerintah Indonesia dalam penanganan Covid-19, diantaranya: sulitnya penanganan corona melalui alat pengadaan pengujian atau test kit, terbatasnya Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis yang tersedia, belum siapnya rumah sakit dan segala fasilitasnya dalam melayani pasien yang semakin membludak, tidak siapnya system perekonomian  nasional, adanya perbedaan persepsi antara Pemerintah Nasional dan Pemerintah Daerah dalam menanggapi kasus, kurangnya laboratorium kesehatan yang memadai, dan minimnya edukasi serta tranparansi informasi dari pemerintah terhadap masyarakat dalam menyikapi virus corona dan lain sebagainya.

Berkaca kepada Taiwan dalam menyikapi virus Corona

Sepertinya, Indonesia perlu berkaca dan belajar pada negara Taiwan dalam  menanggulangi kasus Corona. Pasalnya, meskipun Taiwan berjarak sekitar 130 Kilometer dari China, sebagai pusat penyebaran virus, nyatanya Taiwanmemiliki rasio penyebaran terendah di Dunia sekitar 1 banding 500.000 orang. Padahal negara ini memiliki lokasi yang sangat berdekatan dengan China dan warganya sering keluar masuk negara tersebut.

Untuk itu apa saja yang dilakukan oleh Taiwan dalam mengatasi penyebaran virus Corona? Pertama, melakukan tindakan proaktif dengan mengidentifikasi orang-orang secara masif di pintu-pintu negara khususnya perjalanan dari Wuhan ke Taiwan, mengikuti jejak mereka yang dalam pengawasan, dan mengisolasi semua yang melakukan kontak dengan penderita;

Kedua, Taiwan mempersiapkan komando pusat dengan menginvestigasi kasus positif maupun terduga corona dengan bekerja sama dengan pemerintahan local;

Ketiga, mengambil langkah cepat dan tegas seperti melarang kedatangan wisatawan Wuhan sejak awal dikonfirmasinya pasien pertama corona;

Keempat, memastikan ketersedian barang dengan meningkatkan produksi dengan membuka garis produksi baru dan mempekerjakan tentara di pabrik-pabrik dan mengedukasi publik sedini mungkin; dan terakhir melibatkan publik dalam penanganan serta belajar dari kasus virus sebelumnya.

kerja sama semua elemen masyarakat

Untuk itu sebagai kesimpulan, jika Indonesia sejak awal sudah lengah dalam menyikapi virus ini, ditambah lagi dengan masih lambatnya pergerakan serta penanganan akibat birokrasi yang masih saja berbelit, tidak mustahil jika nanti kasus Covid-19 di Indonesia akan sejajar dengan yang ada di Italia. Untuk itu pemerintah harus bekerja cepat dalam menangani virus ini bila ingin kehidupan negara kembali stabil dan normal.

Dengan langkah-langkah pemerintah yang terkoordinasi dengan baik, masyarakat bisa bersikap lebih tenang. Pada titik ini, solidaritas sosial masyarakat diharapkan juga terjaga. Semua warga secara sadar harus mengutakaman kepentingan bersama, tidak hanya mementingkan keselamatan masing-masing. Tanpa itu semua, Indonesia akan menjadi pusat ledakan baru kasus corona, justru ketika wabah di negara lain berangsur mereda.

Tulisan ini adalah tugas kelompok dari mata kuliah Sistem Politik dan Pemerintah Indonesia, HI semester 2.

Pen; Farhan Riswandha Jhuswanto, Haves Al-Assad, Ragil Tri Sambodo

Ed: Wildi

 

Referensi

Ayobandung.com (2020), “Belajar Tanggulangi Virus Corona dari Taiwan”. Diambil dari : https://www.ayobandung.com/read/2020/03/11/82250/belajar-tanggulangi-virus-corona-dari-taiwan

Bbc.com (2020), “Virus corona: Perburuan mencari orang pertama yang memicu wabah Covid-19”. Diambil dari : https://www.bbc.com/indonesia/majalah-519995500

Bbc.com (2020), “Virus Corona dalam Teori Konspirasi dan Hoaks: Video Sup Kelelawar, Senjata Biologi Rahasia, hingga Tim Mata-mata”. Diambil dari : https://www.bbc.com/indonesia/dunia-513206888

Beritasatu.com (2020), “Enam Penyakit Birokrasi di Indonesia”. Diambil dari : https://www.beritasatu.com/nasional/485766-ini-enam-penyakit-birokrasi-di-indonesia.html

Dpr.go.id (2020), “Sikap Pemerintah Belum Jelas Atasi Covid-19”. Diambil dari: http://dpr.go.id/berita/detail/id/28186/t/Sikap+Pemerintah+Belum+Jelas+Atasi+Covid-19

Kemkes.go.id (2020), Diambil dari: https://covid19.kemkes.go.id/

Kompas.com (2020), “Update Corona 1 April”. Diambil dari : https://www.kompas.com/sains/read/2020/04/01/122600523/update-corona-1-april-861113-kasus-di-203-negara-178560-sembuh

Mediaindonesia.com (2020), “Tantangan dan Strategi Reformasi Birokrasi”. Diambil dari : https://mediaindonesia.com/read/detail/278422-tantangan-dan-strategi-reformasi-birokrasi-2020

Pinterpolitik.com (2020), “Menyoal Kebijakan Jokowi atasi Corona”. Diambil dari : https://www.pinterpolitik.com/menyoal-kebijakan-jokowi-atasi-corona/

 

Noble Lie, Kebohongan yang Mulia?

Ada sebuah pernyataan yang cukup menarik dari mantan perdana menteri Britania Raya, Winston Churchill, yang berkata bahwa kebenaran sangatlah berharga sehingga harus dikelilingi oleh pengawal-pengawal kebohongan. Lalu muncul pertanyaan yang diajukan oleh Glen Newey seorang pakar filsafat politik dari Leiden University, “Sejauh mana nilai kebenaran bisa sejalan dengan politik demokratis?”

Catatan Glen Newey

Dalam tulisannya yang berjudul the People Versus the Truth: Democratic Illusions, Newey berpendapat bahwa kebenaran tidak bisa berjalan terlampau jauh dengan politik demokratis. Hal ini berkaitan dengan struktur kelembagaan demokrasi itu sendiri, yang bergantung pada nilai kebenaran, yang dalam bahasa Churchill membutuhkan pengawal-pengawal kebohongan. Catatan Glen Newey bisa dibaca lebih lanjut dalam buku Does Truth Matter? Democracy and Public Space dengan editor Ronald Tinnevelt dan Raf Geenens.

Baca juga:

Sejarah Kopi dan Keutamaannya dalam Ibadah

Apa yang diungkap oleh Churchill dengan sebutan pengawal-pengawal kebohongan merupakan kepanjangan dari apa yang diungkapkan oleh Plato dalam bukunya The Republic. Plato menyebutnya dengan “gennaion pseudos” yang artinya kebohongan asal-usul. Lambat laun istilah ini bergeser menjadi the noble lie, atau kebohongan yang mulia.

cerita plato

Dalam bukunya, Plato menjelaskan bahwa manusia berasal dari Ibu yang sama yaitu bumi. Semua anak dari Ibu tersebut bersaudara meski berbeda nasib karena mereka yang dicampur emas oleh Tuhan akan menjadi pemimpin, campuran perak menjadikan mereka pembantu, dan campuran kuningan atau besi menjadikan manusia petani.

Cerita yang diungkapkan Plato ini dikenal dengan the Myth of Metals. Cerita ini menurut Socrates, menjaga kestabilan negara dan persaudaraan sesama, meski hal ini adalah kebohongan. Peter Oborne dalam bukunya berjudul the Rise of Political Lying menambahkan penjelasan Socrates tentang noble lie yang merupakan bagian dari proporsi bahwa kebohongan tidak hanya bisa dimaafkan, tetapi sebenarnya mengagumkan selama hal itu dilakukan untuk tujuan moral.

Baca juga:

Simulasi Sidang PBB Perdana dengan Dua Bahasa di Universitas Darussalam Gontor

noble lie menurut leo strauss

Menurut Leo Strauss dalam bukunya The City and Man, noble lie memiliki dua bagian yang paling penting untuk dikritik. Pertama adalah noble lie dimaksudkan untuk membuat para warga negara lupa akan jati diri dan karakter mereka masing-masing. Kedua, jika perbedaan bersifat alami yang tidak bisa disamakan, sehingga kemampuan menerima perbedaan lebih baik daripada mencari persamaan yang bersifat ilusif. Dalam bahasa lain, noble lie hanyalah sebatas alat yang digunakan penguasa untuk menjaga keharmonisan dan memuluskan agenda politik mereka.

Noble lie merupakan sebuah jalan untuk membungkus sesuatu yang too dangerous to be true (terlalu berbahaya untuk menjadi kenyataan). Jika kita melihat suatu bangsa dalam posisi yang terpuruk, lalu negara tersebut masih tetap pada pendiriannya bahwa tidak ada yang bermasalah, bisa jadi ini adalah noble lie, demi terciptanya dua hal, keharmonisan suatu bangsa atau agenda politik di belakangnya.

Sayangnya, saat semua terungkap, mayoritas berpikir seperti Socrates, bahwa kebohongan bisa dimaafkan, asal tujuannya baik. Walaupun sebagain kecil mengetahui bahwa ada pengawal-pengawal kebohongan yang mengelilingi kebenaran, sebagaimana Churchill jelaskan di atas.

Hal yang perlu kita tahu adalah pesan dari Aristoteles dalam bukunya Politik bahwa jika ada warga negara yang baik namun tinggal di negara yang buruk, maka dia akan hidup dengan aturan yang buruk, lalu menjelma menjadi manusia buruk pada akhirnya.

Akhirnya kata-kata dari Harold Pinter yang dikutip dari bukunya berjudul Art, Truth and Politics bisa menjelaskan bahwa politik adalah drama. Jika sebagai warga negara kita masih mencari mana yang benar atau mana yang salah, ketahuilah bahwa kebenaran dalam drama selamanya sulit dipahami. Kita tidak pernah benar-benar bisa menemukannya. Wallahu a’lam bishawab.

Pen: Fardana Khirzul Haq

Ed: Wildi

Sejarah Kopi dan Keutamaannya dalam Ibadah

Kajian perdana Khuzaimah Liummah yang diadakan pada hari Kamis, 30 April 2020 bertepan dengan 7 Ramadhan 1441 H diisi oleh pembicara yang berasal dari Program Studi Hubungan Internasional Semester  8, yaitu Choirinnisa Navisatus Salechah. Sedangkan pembawa acara dari kajian ini sendiri juga merupakan dosen Hubungan Internasional yaitu Al-Ustadzah Afni Regita Cahyani Muis, M.A. Adapun tema yang diangkat adalah mengenai Kisah Kopi yang Tak Pernah Redup.

Kopi identik dengan maskulinitas, lalu apa yg dibahas ketika perempuan berbicara tentang kopi? apa kaitan kopi dengan islamisasi sebagai instrumen dari kajian ini? Berbeda dengan bahasan umum lainnya yang berkutat pada budidaya kopi dan teknik pengolahan kopi, Choirinnisa memberikan perspektif unik dari kopi. Materi yang disampaikan membahas peran penting kerajaan islam yang mengenalkan kopi sampai ke daratan Eropa, bahkan dunia.

Sejarah Kopi

Kopi, pertama kali ditemukan di Afrika, lebih tepatnya adalah di negara Ethiophia pada abad ke sembilan. Kopi tersebut mulai terkenal dan populer di kalangan bangsa Arab. Perjalanan dan perkembangan kopi dimulai sejak abad 12 yaitu pada awal masa kepemimpinan Turki Usmani. Perjalanan kopi melalui Turki Usmani sendiri syarat dengan kisah sejarah penaklukan dominasi dan perluasan wilayah kekaisaran Turki Usmani.

Kopi pertama kali ditemukan setelah kekaisaran Turki Usmaniyah berhasil mengalahkan kerajaan Mongolia pada tahun 1231 M. Mulanya biji-bijian kopi tersebut disangka sebagai pakanan ternak yang nantinya akan diberikan kepada para kambing. Setelah para kambing menyantap biji-bijian tadi, pada malam hari, para kambing tersebut bukannya tertidur, justru bersemangat dan terjaga sepanjang malam. Fenomena unik inilah yang mendorong rasa keingintahuan orang-orang Turki. Setelah melalui beberapa telaah, barulah dapat disimpulkan bahwasannya biji-bijian yang sempat diberikan kepada para kambing tersebut memiliki khasiat yang besar untuk menjaga semangat dan kinerja dari kesadaran pengkonsumsinya. Orang Turki pun menyebut biji-bijian ini dengan sebutan “Kahve”.

Baca juga:

Kuliah Umum dengan Duta Besar RI untuk Sudan

Dalam setiap perluasan wilayah yang dilakukan oleh pasukan Turki Usmani, persediaan biji-bijian kopi tak pernah luput dibawa. Cadangan kopi sendiri dibawa supaya para pasukan tetap segar dan bugar di medan tempur. Wilayah yang berhasil dikuasai oleh Turki Usmani pun tak pernah luput digunakan sebagai tempat bercocok tanam komoditas kopi ini. Dari sinilah, Turki Usmani terkenal sebagai produsen kopi dimasa itu.

Mulai Terkenal di Daratan Eropa

Pada tahun 1529, tentara Turki yang dipimpin oleh Sulaiman Basa berencana menyerang Vienna. Namun rencana ini gagal dikarenakan Austria  berhasil mengalahkan pasukan orang Turki. Orang Turki yang kocar-kacir pun meninggalkan 500 karung biji kopu yang kemudian dibakar karena disangka sekedar pakanan ternak oleh para tentara Austria. Tapi, salah satu tentara yang sempat ditawan pasukan Arab pun tersadar dengan aroma biji kopi yang sudah mulai terbakar itu. Ia pun menjelaskan bahwasannya biji-biji ini memeiliki khasiat untuk meningkatkan semangat jika dikonsumsi. Persitiwa perang ini terkenal dengan sebutan “Battle of Vienna 1683”. Orang Eropa pun menyebut kopi dengan sebutan “COFFEE”. Sejak saat itu, Vienna pun terus menyebarkan dan memperkenalkan kopi kepada negara-negera yang lainnya. Semenjak saat itu, budaya mengkonsumsi menjadi kebiasaan para masyarakat Eropa.

Kopi dalam perspektif Islam

Lalu, apakah keutamaan utama dari mengkonsumsi kopi dan relevansinya dengan ibadah?

Kopi  merupakan minuman yang sangat dicintai para Auiliya’i Sholihin. Hal ini terbukti dengan:

Kisah Sayyidah Syaikh Abu Bakar bin Salim yang terbiasa menyiapkan satu termos kopi untuk menemani ibadah tengah malam hingga pagi harinya. Selain itu, terdapat kisah Habib Muhammad Al-Muhdur guru dari Habib Umar ketika bepergian selalu membawa kopi untuk menemaninya supaya lebih semangat saat berdakwah. Dalam kitab Abu Bakar Al-Attas Ibn Abdullah Al-Hashi, menyebutkan sepenggal hadits ((Maa daa ma tho’mu qohwatun fii fahmii ahadin…))

“apabila rasa kopi masih terasa di rongga mulutmu, maka malaikat akan memintakan ampun atasnya”.

Konteksnya dalam hal ini tentu saja dikarenakan esensi dari kopi yang dapat meningkatkan semangat para pengkonsumsinya dengan tujuan ibadah yang terus-menerus.

Baca juga:

Mengenal Lebih Dekat Abu Bakar Ash-Shiddiq, Sang Diplomat Teladan

Para Tokoh Sufi

Tak ketinggalan, tokoh-tokoh besar sufi juga turut memberikan komentarnya terkait dengan keutamaan meminum kopi. Diantara ulama tersebut adalah Syidi Syeh Zakariya Al anshori, Syidi Syeh Abdurrohman Bin Ziyad , Syidi Syeh Zarruq Al Maliki Al Maghribi,  Syidi Syeh Abu Bakr bin Salim Attarimi, dan Syidi Syeh Abdulloh Al Haddad, yang dikutip oleh Al Allamah Abdul Qodir Bin Muhammad Al Jaziry dalam kitabnya Umdatus Shofwah fi Hukmil Qohwah.

Imam Ahmad Assubki berkata:

قال احمد بن علي السبكى  ; واما منافعها يعني القهوه تقريبا … فالنشاط للعبادة  والأشغال المهمة وهضم الطعام وتحليل الرياح والقولنج والبلغم كثير

“Kopi manfaatnya yaitu kira-kira untuk membuat semangat ibadah dan pekerjaan penting juga menghancurkan makanan, agar tidak masuk angin dan menghilangkan dahak yang banyak.”

Isyarah di atas mengandung arti bahwa kopi merupakan salah satu minuman para sufi yang digunakan untuk taqarrub, yakni wasilah agar senantiasa terjaga dan memanfaatkan malamnya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kajian Khuzaimah Liummah dimaknai sebagai ‘wanita yang menjadi pemegang tali kendali umat’. Khuzaimah Liummah adalah sebuah kiasan dan harapan besar bagi akhwat yang bermukim di UNIDA Gontor Putri Mantingan (baik ustadzat, tenaga pendidik, dan mahasiswi) dalam hal ini sebagai cikal bakal madrasah pertama dan tonggak pendidikan bagi generasi bangsa. Langkah-langkah yang kongkret diimplementasikan kedalam sebuah kajian. Kajian ini dilakukan selama Ramadhan dengan membahas isu-isu kontemporer yang mengedepankan poin-poin islamisasi sebagai instrumen diskusinya.

Pen: Alfiyatuz Zamhariroh HI Semester 8
Ed: Wildi A

IELTS Workshop, Ajang Mendekatkan Diri dengan S2 di Luar Negeri

IELTS (International English Language Testing System) merupakan uji coba kemampuan seseorang dalam menguasai bahasa inggris. Tes ini adalah hasil kerjasama antara Universitas Cambridge, British Council dan juga IDP Education Australia.

Dewasa ini, kebutuhan akan IELTS meningkat seiring juga dengan bertambahnya minat para pelajar untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Tetapi, IELTS tidak hanya dibutuhkan dalam kegiatan pendidikan saja, melainkan juga digunakan untuk bekerja dan migrasi.

Maka, sesuai kebutuhannya IELTS dibagi menjadi dua bagian. IELTS Academic yang biasa digunakan seseorang untuk melanjutkan studi diluar negeri sedangkan IELTS General Training dipilih seseorang untuk bekerja. IELTS menguji empat keterampilan dalam berbahasa yaitu, Listening, Speaking, Reading dan juga Writing.

Mengapa IELTS ?

Pentingnya IELTS dalam melanjutkan studi di luar negeri mendorong UNIDA Gontor untuk menyelenggarakan Workshop IELTS. Program ini mengangkat tema “I Love English Language” yang harapannya setelah mengikuti program ini peserta dapat lebih menyukai bahasa Inggris. Peserta yang mengikuti program ini diharuskan untuk mengirimkan essai yang bertemakan “I Love English Language” beberapa hari sebelum acara. Hal ini diberlakukan untuk menyeleksi peserta yang terpilih untuk mengikuti program ini.

Diselenggarakan pada Sabtu 14/2/20, program ini berlangsung di Gedung Aula Pascasarjana, dihadiri sekitar 40 mahasiswi terpilih dari setiap program studi. Workshop IELTS merupakan kegiatan dari Zona IELTS dalam meningkatkan kebahasaan di UNIDA Gontor.  Acara berlangsung dengan antusiasme yang luar biasa dari peserta, dengan tutor yang juga alumni Unida Gontor sekaligus Awardee LPDP . Adapun LPDP adalah program pemerintah untuk memberikan beasiswa dan pendanaan riset bagi masyarakat Indonesia.

Mr. M Abdullah Muslich Rizal Maulana : Listening and Speaking

Beliau merupakan alumni Gontor sekaligus merupakan Dosen di Universitas Darussalam Gontor fakultas Ushuluddin program studi perbandingan agama. Beliau mendapat beasiswa LPDP di Vrije Universiteit (VU) Amsterdam 2016. English Is Habbit, tuturnya ketika menjadi tutor IELTS. Menjadi lulusan LPDP dengan status santri tidaklah mudah, banyak rintangan yang akan menjadi hambatan untuk meraihnya.

Beasiswa tidaklah bisa didapatkan begitu saja melainkan ada usaha berarti dibaliknya. Pengajuan berkas-berkas persyaratan dan tentu saja IELTS juga dibutuhkan dalam meraihnya. Jadi, keinginan untuk meraih sesuatu bukan hanya untuk diimpikan saja harus ada usaha yang mampu membuat sesuatu itu terwujud. Berkali-kali jatuh pun bukan berarti kesempatan untuk menyerah melainkan untuk kembali semangat dan berjuang. Dipenghujung usaha pastikan selipkan doa didalamnya.

IELTS Listening

Berisi 40 pertanyaan yang dibagi kembali dalam 4 bagian. Bagian pertama adalah Basic Question, pertanyaan yang paling mendasar dalam situasi sosial sehari-hari. Biasanya adalah percakapan antara seorang agen dan pelanggannya. Bagian kedua berupa monolog tentang kegiatan sosial sehari-hari. Biasanya berbicara tentang rencana untuk makan ketika perkumpulan berlangsung. Bentuk jawaban dari bagian kedua adalah pilihan ganda, melengkapi kalimat dan melengkapi tabel yang kosong. Dibagian ketiga biasanya lebih sulit dari bagian kedua karena akan ada dialog antara dua orang atau mungkin empat orang. Membahas tentang yang berhubungan dengan pendidikan atau pelatihan secara kontekstual. Tipe pertanyaannya adalah melengkapi tabel, catatan, ringkasan, dan lain-lain.

IELTS Speaking

Ada tiga tahap dalam ujian IELTS Speaking yang harus kita ketahui dalam teknik speaking. Yang pertama adalah perkenalan tentang diri sendiri, tentang hobi, kegiatan sehari-hari, makanan kesukaan dan lain sebagainya. Tahap kedua  penguji akan memberikan topik kepada peserta ujian, penguji akan memberikan waktu 1 menit untuk berpikir dan dilanjutkan dengan speech (pidato). Tahap ketiga, penguji akan mengajak peserta untuk berdiskusi, peserta diharapkan untuk menjawab pertanyaan penguji sepanjang mungkin.

Mr. Wildi Adila M.A : Reading and Writing

 

Al-Ustadz Wildi Adila merupakan alumni Gontor dan sekarang menjadi dosen tetap di Prodi Hubungan Internasional, Universitas Darussalam Gontor. Beliau melanjutkan studinya di SOAS (School of Oriental and African Studies) University of London 2017 dengan meraih beasiswa LPDP.

Di awal pembukaan workshop, ia bertutur bahwa IELTS is everything, if you get IELTS you get everything. Jika kita mempunyai kesempatan kuliah di luar negeri mengapa tidak kita ambil kesempatan itu. Ada banyak beasiswa yang ditawarkan untuk melanjutkan studi di luar negeri, tergantung kesempatan itu akan kita ambil atau tidak. Dalam pembahasannya beliau menjelaskan tentang tips dan trik cara mengerjakan soal Reading and Writing.

IELTS Reading

Ada beberapa teknik dalam Reading, yaitu scanning, skimming, previewing, vocabulary for effective reading, finding main ideas dan summarizing. Dalam IELTS Reading, ada beberapa tips yang bisa menjadi acuan dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan.

Tips yang pertama adalah Don’t read slowly, gunakan teknik skimming atau membaca cepat dengan menemukan gagasan pokok setiap tulisan. Juga gunakan teknik scanning dengan memilah sebuah tulisan dengan detail dan yang lebih spesifik. Tips kedua adalah Don’t spend too much time on an answer.  Jangan terlalu lama pada satu pertanyaan buatlah dugaan pada pertanyaan yang dirasa sulit tetapi juga jangan mengosongkan jawaban.

Tips yang selanjutnya adalah Spend less time on earlier questions. Pada bagian pertama setidaknya luangkan waktu selama 17 meni, bagian berikutnya 20 menit dan terakhir 30 menit. Tips keempat Enough time to transfer answers, tulislah jawaban langsung dikertas jawaban bukan dikertas soal. Tips kelima Not reading instructions, jika pilihan pertanyaan adalah ‘True or False’ jangan dijawab dengan ‘Yes’.

IELTS Writing

Ada dua tipe didalamnya yaitu opini dan ide. Opini disini adalah bagaimana pandangan kita terhadap sebuah diskusi tentang suatu permasalahan. Ide adalah gagasan kita terhadap sesuatu masalah yang terjadi bagaimana solusinya, mengapa terjadi ? apa sebab terjadinya dan lain sebagainya. Tips dalam menulis sebuah paragraph dalam IELTS Writing test yaitu, Consisting of introduction, body 1, body 2, conclusion.

Pen : Lokita Purnamasari

 

Simulasi Sidang PBB Perdana dengan Dua Bahasa di Universitas Darussalam Gontor

Siman- Sabtu, 14 Maret Program Studi Hubungan Internasional Universitas Darussalam Gontor mengadakan Simulasi Sidang PBB untuk yang pertama kalinya sepanjang sejarah berdirinya HI UNIDA. Kegiatan ini diberi nama Darussalam Model United Nations.

Jika pada umumnya penyelenggaraan Model United Nations menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, maka HI UNIDA Gontor tampil sedikit berbeda. Darussalam Model United Nations memakai dua bahasa asing sekaligus, Arab dan Inggris, selama acara ini berlangsung. Simulasi sidang PBB ini memberikan gambaran kepada mahasiswa atau pelajar bagaimana situasi dan etika menjadi seorang diplomat ketika mengikuti sidang PBB mewakili negaranya.

Darussalam Model United Nations With Bilingual Language
Darussalam Model United Nations With Bilingual Language

Darussalam Model United Nation di Universitas Darussalam Gontor

Kegiatan ini dihadiri oleh para mahasiswa lintas universitas, seperti Universitas Airlangga Surabaya, UIN Jakarta dan SMA Insan Cendikia

DMUN (Darussalam Model United Nations) adalah acara simulasi sidang PBB dengan para Mahasiswa atau pelajar akan belajar menjadi seorang diplomat yang bertugas menjadi delegasi/representatif dari setiap negara. Tujuan dari acara ini adalah melatih skill atau kemampuan setiap peserta dalam hal diplomat, berdiskusi, berdebat dan membuat sebuah draft resmi sebuah negara.

Selanjutnya, visi dari acara ini adalah untuk memberdayakan kaum muda di seluruh dunia tentang berdiplomasi, negosiasi dan memecahkan masalah global. Melatih kemampuan berdiplomat adalah sebuah kewajiban untuk setiap mahasiswa Hubungan Internasional untuk mengadakan kerjasama atau menyelesaikan masalah kepada negara lain yang berupa sebuah negosiasi ataupun memecahkan masalah bersama.

Tujuan Acara Darussalam MUN

Acara dengan memberdayakan para pelajar dan mahasiswa dapat dilakukan dengan meningkatkan jejaring global para mahasiswa atau pelajar. Sepanjang Acara Darussalam MUN, peserta akan memiliki kesempatan untuk meningkatkan jaringan global dengan menghadiri konferensi dan terlibat dalam diskusi tentang topik di setiap dewan. Peserta pun akan mendapatkan kesempatan untuk menikmati dan mengunjungi tempat-tempat wisata di Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo.

Darussalam MUN ini adalah acara MUN perdana yang di selenggarakan di UNIDA. Dengan berbagai kekurangannya, unida mencoba untuk mengajak para pelajar dan mahasiswa dalam memberikan perannya untuk bangsa yaitu dengan memberikan opini dan gagasan untuk negara yang lebih baik lagi di kaca mata internasional.

Darussalam MUN 2020 UNIDA
Darussalam MUN 2020 UNIDA

Model United Nations yang menggunakan dua Bahasa

Yang membuat acara Darussalam MUN berbeda dengan MUN yang lainnya adalah penggunaan dua Bahasa yaitu Bahasa inggris dan Bahasa arab. Kali ini Darussalam MUN membuat sebuah terobosan yang berbeda dengan MUN pada dasarnya yaitu menggunakan dua bahasa. Karena biasanya MUN yang diadakan di Universitas lain adalah mengguanakan Bahasa inggris full. Dengan kata lain Darussalam MUN adalah langkah pertama bagi Indonesia khususnya UNIDA untuk meningkatkan nilai diplomasi dengan Bahasa arab juga.

Dalam simulasi sidang PBB ini, mahasiswa atau pelajar dari seluruh instansi yang ikut serta sebagai peserta disebut dengan delegasi. Para delegasi tersebut nantinya akan mewakili negara-negara tertentu dan seolah-seolah menjabat sebagai salah satu staf council atau dewan PBB. Selama acara berlangsung, delegasi akan diberikan sebuah isu internasional.

Darussalam Model United Nations With Bilingual Language
Darussalam Model United Nations With Bilingual Language

kemudian bersama-sama bertukar pikiran mengenai bagaimana isu tersebut akan diselesaikan dengan baik. Tak hanya pengalaman bertukar pikiran, delegasi juga berkompetisi baik dalam tim maupun individu untuk mendapat awards atau penghargaan-penghargaan tertentu dalam sidang MUN tersebut. Salah satu penghargaan yang dapat diperebutkan delegasi adalah diplomacy awards atau penghargaan diplomasi yang akan diberikan kepada delegasi dengan kemampuan berdiplomasi terbaik.

Generasi mahasiswa sekarang yang nantinya dituntut untuk memajukan bangsa Indonesia dari segala sektor tentu sebaiknya bisa ikut andil dalam simulasi sidang PBB ini. Apalagi, jika delegasi dari Indonesia dapat meraih penghargaan-penghargaan, semakin menunjukkan eksistensi negara berkembang ini di dunia internasional. Namun dapat berpartisipasi dalam ajang model united nation tentu memberi dampak besar bagi para mahasiswa serta lingkungannya. Selain pengalaman, mahasiswa juga dapat semakin sadar akan isu-isu internasional terhangat. dengan harapan dapat berkontribusi secara nyata untuk memberi solusi cerdas atas isu-isu tersebut.

Rentetan acara Darussalam MUN

Rentetan acara Darussalam MUN pada dasarnya seperti MUN yang lainnya yaitu MUN 101 atau Zero Conference. Kemudian dengan 4 Committee Session dan Gala Dinner. Darussalam MUN perdana ini mengusung tema “States’ Response Towards The Challenges of Global Migration”. DMUN ini mengundang chair dari UNAIR sebanyak 2 orang yaitu Demas Nauvarian dan Eksanti Haryo Putri W dan 1 chair dari dalam UNIDA yaitu Daffa Fadhullah.

Darussalam Model United Nations With Bilingual Language
Darussalam Model United Nations With Bilingual Language

Darussalam MUN ini di mulai dengan acara pembukaan di Lobi Gedung Terpadu UNIDA yang di hadiri langsung oleh Wakil Rektor 1 Al-Ustadz Hamid Fahmi Zarkasy, Dekan Fakultas Humaniora Al-Ustadz KH. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkashy, M.A dan Kaprodi Hubungan Internasional Al-Ustadz Dr. Mohamad Latief, M.A memberikan beberapa pengarahan dan nasihan agar acara berjalan dengan lancar.

Kemudian Acara berlanjut ke MUN 101 atau Zero Conference di Hall Senat. MUN 101 adalah semacam pengenalan para chair kepada setiap delegasi tentang sistemasi pelaksanaan Darussalam MUN. Dari mulai cara menyampaikan Motion sampai membuat Working paper saat Committee Session dan di akhir adalah membuat kesimpulan dalam sebuah Draft Resolution di setiap blok negara.

Acara ini di Akhiri dengan Gala Dinner  yang di hadiri oleh Wakil rector 2 Al-Ustadz Setiawan Bin Lahuri. Kemudian pemberian Award bagi Pelajar atau mahasiswa yang berprestasi dalam rangkaian Darussalam MUN.