Laut China Selatan, Antara Sumber Harta Karun dan Konflik

Perkembangan sejarah persaingan antara kekuatan-kekuatan besar di dunia tidak dapat dilepaskan dari persaingan untuk menguasai wilayah lautan. Kondisi ini tidak dapat dipisahkan dari urgensi wilayah laut sebagai jalur perdagangan yang menghubungkan antara negara satu dengan yang lainnya, disamping itu, kandungan sumber daya alam yang melimpah ruah juga kerap menjadi trigger atau pemicu utama negara-negara saling mengintervensi atas wilayah laut.

Konflik Laut China Selatan, contoh kongkrit dari manifestasi ambisi China dalam melanggengkan hegemoninya ditatanan Internasional. Laut yang luasnya kurang lebih 3.500.000 km2 tersebut memiliki kekayaan biota laut yang sangat besar dimana 10 % kebutuhan ikan global diraup dari Laut China Selatan.

Harta karun

Selain itu, berdasarkan data grafik global 2019, sumber daya energi yang terkandung didasar Laut China Selatan berupa 11 milliar barel cadangan minyak bumi dan 222 triliun kaki3 (kaki kubik) gas alam. Tidak dipungkiri lagi hal inilah yang menjadikan laut ini sebagai primadona bagi negara-negara dikancah Internasional, terlebih bagi negara terdekat seperti China, Taiwan, Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Indonesia.

Laut China Selatan sendiri terdiri dari dua bagian, sebelah Utara merupakan cekungan Laut China Selatan dengan kedalaman 4300-5016 m dengan luas 1,7750.000 km2. Dibagian inilah terletak kepulauan Spartly dan Paracel. Selebihnya merupakan Landas Kontinental Asia yang melintas sepanjang pantai China sampai ke Selatan.[1]

laut china selatan
laut china selatan
konflik tak berkesudahan

Kasus yang belum lama ini mencuat di wilayah Laut China Selatan (LCS) adalah tentang otoritas Pemerintah China yang selalu mengklaim bahwa matra laut China Selatan adalah sepenuhnya milik Negara China. Adapun salah satu alasan yang menguatkan China dibalik klaim sepihaknya adalah faktor historis.

China mengklaim bahwasanya telah menguasai wilayah laut China Selatan untuk kepentingan ekonomi dan militer sejak masa kekaisaran Wu dari Dinasti Han pada abad ke-12 SM. Kemudian pada kekaisaran setelahnya yaitu Dinasti Yuan memasukkan pulau-pulau dan laut di wilayah LCS ke dalam peta teritorial China. Hal serupa juga dilakukan oleh Dinasti Ming dan Dinasti Qing pada abad ke-13 SM.[2] Sebagi pewaris tahta dinasti-dinasti tersebut, China melakukan beragam cara untuk menguatkan rasa kepemilikannya seperti membuat peta klaim pada tahun 1947, yang kemudian disebut sembilan garis putus-putus (nine dash line) yaitu garis batas  berbentuk huruf ‘’U’’ yang di publikasikan oleh pemerintah China pada tahun 1948. Geografis Laut China Selatan dapat dilihat pada gambar di atas.

Akhirnya pada 7 mei 2009, Pemerintah China mendaftarkan klaimnya secara resmi kepada Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Akan tetapi, beberapa negara seperti Taiwan, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, dan Indonesia memprotes kebijakan tersebut.[3]  Untuk merespon hal tersebut, beberapa bulan setelah itu PBB mengadakan sidang Arbitrase Internasional dan menyatakan bahwa China tidak berhak atas klaim sepihaknya terhadap Kawasan Laut China Selatan berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982.

pembagian laut menurut unclos

Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982 di mana China juga turut menyepakatinya telah berhasil menetapkan ketentuan pembagian laut ke dalam tiga bagian. Pertama, laut yang merupakan bagian dari wilayah kedaulatan sebuah negara, yang terdiri dari laut teritorial dan laut pedalaman. Kedua, laut yang bukan merupakan wilayah kedaulatan namun negara tersebut memiliki sejumlah hak atau yuridiksi terhadap aktifitas tertentu ( Zona tambahan dan Zona Ekonomi Ekslusif). Ketiga, laut yang bukan merupakan wilayah kedaulatan dan bukan merupakan hak atau yuridiksi negara manapun, yaitu laut bebas.[4]

Batas Laut Unclos
Batas Laut Unclos

Salah satu fitur yang paling revolusioner dari UNCLOS 1982 adalah mengenai Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) yang memberikan dampak sangat signifikan pada pengelolaan dan konservasi sumber daya laut. ZEE diatur pada Bab V dari UNCLOS 1982 terdiri atas 21 pasal yang memiliki fungsi untuk menertibkan klaim sepihak (unilateral). Kemudian, pasal 55 UNCLOS 1982 mendefinisikan ZEE sebagai perairan laut yang terletak 200 mil diluar perbatasan dari laut teritorial, dihitung dari garis pangkal laut teritorial negara.

Oleh karena itu, jelaslah jika klaim China atas Laut China selatan berdasarkan sembilan garis putus-putus yang dibuat secara sepihak oleh pemerintah China itu sangatlah tidak berdasar. China dalam hal ini berarti seara langsung telah melakukan pelanggaran di wilayah Laut China Selatan. Berdasarkan hal tersebut, seluruh tindakan provokatif serta berbagai kegiatan illegal seperti penangkapan ikan di wilayah perairan teritorial negara lain yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan selama ini tidak dapat dibenarkan. Seharusnya, China sebagai anggota dewan keamanan tetap di perserikatan Bangsa-bangsa (DK-PBB), menjadi pelopor perdamaian dunia, khususnya di Kawasan Laut China Selatan.

Penulis: Heriaman Apriandi/HI-4

Ed: Wildi A

Daftar Pustaka

(2019, 8 6). Retrieved from https_geografic: https://ilmu geografi.com>ilmusosial

Bayu Seto, S. (1992). Dasar-dasar Hukum Perdata Internasional. Bandung: PT CITRA ADITYA BAKTI.

Huala Adolf, S. L. (2004). Hukum penyelesaian sengketa Internasional. Jakarta: Sinag Grafika.

Parthiana, I. W. (2019). Perjanjian Internasional di dalam Hukum Nasional Indonesia. Bandung: Yrama Widya.

Rachmat, A. N. (2017). Dinamika Keamanan Kawasan Asia Fasifik Dalam Persaingan Kekuatan Maritim. Dauliyah journal of islamic and inyternational affairs, 131.

[1] Dalam Syamsumar Dam. 2010. Politik Kelautan. Jakarta. Penerbit Bumi Aksara. Hal. 238.

[2] Syamsumar Dam, Politik Kelautan (hlm. 243). Jakarta: Bumi Aksara. 2010. Syamsumar mengambilnya dari Tang Cheng Yuan, The Legal Basis of China Sovereignity over the Xisha and Nansha Islands in Workshop Report on Managing Potential Conflicts in the South China Sea (hlm. 241-246). Bandung. Juli 1991

[3]Dalam Dadang Sobar Wirasuta. 2013. Keamanan Maritim Laut Cina Selatan: Tantangan dan Harapan. Jurnal Pertahanan.  Vol. 3.  No. 3. Universitas Pertahanan Indonesia. Hal. 83.

[4] https://jurnalmaritim.com/zona-ekonomi-eksklusif-zee-dalam-unclos-1982/

Contoh Teks MC Bahasa Prancis dan Inggris

Sudah menjadi budaya bagi Universitas Darussalam Gontor untuk selalu menggunakan bahasa internasional, Arab dan Inggris, di setiap kegiatan yang diselenggarakan di kampus pesantren tersebut. Sejak awal berdirinya kampus ini, Arab dan Inggris bahkan telah menjadi dua bahasa resmi di UNIDA Gontor. Bahasa Arab dan Inggris digunakan dalam semua kegiatan civitas akademika UNIDA Gontor, baik dalam mengajar, seminar, konferensi, bahkan dalam percakapan sehari-hari.

Namun, ada yang tak biasa dari kegiatan Pelantikan Pengurus Baru Himpunan Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional di penghujung 2019 lalu. Jika biasanya sang MC menggunakan bahasa Arab dan Inggris, tapi siang itu, dua MC HI mampu mempesona para audience dengan perpaduan bahasa Prancis dan Inggris yang baik.

Ialah Zakir Muttaqien, Prodi Hubungan Internasional semester 2, sang MC yang memandu jalannya acara dengan bahasa Prancis. Berbeda dengan mahasiswa lain, ia memang dikenal memiliki kemampuan bahasa Prancis level menengah. Skill yang dimilikinya dibuktikan dengan membimbing empat orang temannya untuk mengikuti lomba Story Telling berbahasa Prancis di UIN Sunan Kalijaga 2019 lalu. Ia dan teman-temannya sukses menyabet gelar juara 2, mengungguli peserta yang berasal dari kampus-kampus lain.

Simak beritanya di sini:

HI UNIDA Raih Juara 2 Lomba Story Telling Bahasa Prancis di Yogyakarta

Sebagai bahan referensi, di bawah ini kami sajikan contoh teks MC berbahasa Prancis dan Inggris yang digunakan pada kegiatan pelantikan pengurus baru HMP Hubungan Internasional. Semoga bermanfaat!

Teks MC Bahasa Prancis pada Pelantikan Pengurus Baru Himpunan Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional 2020

Teks MC Bahasa Inggris pada Pelantikan Pengurus Baru Himpunan Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional 2020

 

Pen: Wildi Adila

 

HI Unida Putri adakan Gala Dinner dan Award Ceremony penutupan IRC 2019

Usai perlombaan IRC III yang diadakan sejak tanggal 24-27 Desember 2019. Selanjutnya mahasiswi HI Unida menggelar terobosan baru untuk penutupan IRC tahun ini. Acara yang belum pernah disentuh oleh internal program studi lain yaitu Gala Dinner.

Konsep Gala Diner secara khusus digeluti oleh panitia IRC sendiri guna menghormati para peserta lomba yang menjadi pemenang lomba-lomba IRC. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswi HI Unida mengingat konsep tersebut belum pernah diadakan sebelumnya.

Adapun para pemenang lomba dari seluruh program study kelak menjadi delegasi negara bagian ASEAN yang diundang dalam penutupan IRC tahun ini. Tamu-tamu yang diundang mendapatkan Gold Ticket yang merupakan syarat masuk untuk mengikuti jalannya acara.

Tekad Menghormati Para Pemenang

Ada banyak sentuhan baru dari penyelenggaraan IRC tahun ini, salah satunya termasuk konsep Gala Dinner sebagai puncak penutupan acara. Konsep ini tergolong baru dibandingkan penutupan acara lainnya. Hal ini memang menjadi ‘challenge” bagi mahasiswi HI Unida khususnya panitia acara tersebut. Meskipun demikian, segenap panitia tetap konsisten dengan tujuan ‘Menghormati Para Pemenang’.

Adapun asumsi dasar mereka jika menyemarakkan mental juara sangat penting, maka hal untuk mengapresiasikannya juga tidak kalah penting. “Karena para pemenang telah berusaha keras sebelumnya. Juga hal ini terasa belum seberapa jika dibandingkan dengan apa yang sudah dilakukan para peserta”, ujar Afifah Fauziyyah, salah satu panitia IRC

Masakan ASEAN

Jika bicara tentang Gala Dinner, tentu hal ini tidak akan lepas dari berbagai hidangan makanan yang akan disajikan kepada para tamu undangan. Meskipun masakan yang akan dituju bukanlah bercita rasa Indonesia, tetap saja ini tidak menyurutkan semangat panitia untuk memberi yang terbaik.

Menjadi pengalaman baru bagi panitia untuk menyajikan masakan Negara ASEAN olahan sendiri. Bermodalkan resep yang tersedia di internet, panitia memberanikan diri untuk memulai berbagai masakan yang akan dihidangkan. Salah satu masakan adalah Lontong Kari dari Malaysia dan Mango Sticky Rice dari Thailand.

Semarak Menumbuhkan Mental Juara, HMP HI Unida Putri Gelar IRC yang Ketiga

 

International Relation Competitions atau yang disingkat IRC sukses digarap mahasiswi HI unida Putri pada Selasa, 26 Desember 2019 lalu. Adapun IRC tahun ini merupakan IRC yang ketiga dari tahun 2017 sejak berlangsungnya IRC perdana.

Kompetisi diadakan tidak hanya untuk memberi pengalaman mahasiswi Unida yang berpartisipasi. Namun diharapkan dari berlangsungnya acara ini dapat menumbuhkan mental-mental sang juara yang kelak akan bertempur di masa depan.

IRC tahun ini melirik kawasan regional Asia Tenggara yang bersatu dalam ASEAN sebagai tajuk utama perlombaan. Adapun acara ini menyemarakkan tema “The Power of Asean” untuk pengenalannya. IRC kali ini mencoba warna baru dengan mengenalkan organisasi regional tersebut kepada mahasiswi Unida secara umum.

Adapun rangkaian perlombaan diadakan selama tiga hari, yakni dari tanggal 24-26 Desember 2019. Sore hari perlombaan semakin semarak dengan alunan National Anthem negara-negara ASEAN yang juga menjadi upaya pengenalan tema perlombaan ini.

The Agent of Change

“Keikutsertaan dalam perlombaan mencerminkan pribadi yang tidak pantang menyerah dan kemenangan adalah pembuktiannya.”, kutipan Aurellia selaku ketua acara ini. Setiap  perlombaan yang diadakan sudah selayaknya menjadi ajang para peserta untuk showing the best. Menyadari kemampuan diri agar lebih bersyukur dengan segala nikmat Allah sebagai karunia terbesar dari-Nya.

Ber-spirit­-kan ‘The Agent of Change’, perlombaan ini mengkonsep keaktifan para mahasiswi yang kelak akan membangun sebuah perubahan. Adapun perlombaan juga dimaksudkan agar dapat memicu sinergi dan semangat dari setiap mahasiswi.

Kesemangatan ini kelak akan menumbuhkan mental-mental tangguh yang kuat dengan setiap tantangan. Mental-mental yang telah terbentuk dari kebiasaan mengikuti kompetisi akan menjadikan individunya sanggup menggerakkan perubahan. Membangun perubahan bagi kehidupan kedepan tidak akan dimiliki oleh jiwa yang takut tantangan. Dengan demikian, pribadi tersebut akan menjadi penggerak yang mampu menginspirasi dan berkiprah di masyarakat.

Mewakili Negara-Negara ASEAN

11 negara ASEAN menjadi sub-tema perlombaan kepada setiap program study Unida yang mengikuti perlombaan. Adapun setiap program studi tersebut kelak menjadi delegasi yang mempresentasikan negara ia wakili.

Contoh saja negara Thailand yang diwakili oleh program studi Hukum Ekonomi Islam. Program studi ini kelak menjadi peserta lomba IRC dengan beberapa perlombaan yang berkaitan dengan negara tersebut. Mulai dari choir, mamamia ketua prodi bersama anggota dan Miss Universe yang menjadikan Thailand sebagai tema prodi ini. Dengan konsep demikian, diharapkan peserta lomba bisa lebih mengenal ASEAN secara umum dan menyeluruh.

Pengarahan Panitia Ujian Tengah Semester di UNIDA 1441/2020.

Pengarahan Panitia Ujian Tengah Semester di UNIDA 1441/2020.

Pengarahan Panitia Ujian Tengah Semester (UTS) Gasal untuk Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor 1441/2020.
Pengarahan Panitia Ujian Tengah Semester (UTS) Gasal untuk Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor 1441/2020.

Siman – Senin malam, 13 Januari 2020, seluruh mahasiswa UNIDA Gontor menghadiri pengarahan dan pembagian kartu Ujian Tengah Semester (UTS) Gasal tahun ajaran 1441/2020. Acara yang dilaksanakan di Masjid UNIDA Gontor ini dimulai setelah shalat isya tepat atau pukul 20:00 WIB. Acara ini diawali dengan pengarahan dari Al-Ustadz Sunan Autad Sarjana Lc.MA. yang menyampaikan beberapa nasehat dan maklumat yang dititipkan oleh rektor UNIDA Gontor.

Al-Ustadz Sunan Autad Sarjana Lc.MA mengingatkan para mahasiswa jika dalam tradisi Islam, para ulama membagi 2 kategori dalam menuntut ilmu. Yang pertama adalah adab, dan yang kedua baru ilmu.

Pesan dan Nasehat Al-Ustadz Sunan Autad Sarjana Lc. MA dalam pengarahan ujian tengan semester (UTS) gasal.

Para ulama terdahulu sering menguji muridnya yang ingin mengenyam ilmu bersamanya dan tidak asal mengajar saja. Hal ini karena salah satu hal yang paling esensial dalam proses menuntut ilmu sejatinya adalah upaya menjaga adab kepada sang guru agar berkah ilmu selalu terlimpah kepada sang murid. Mematuhi guru adalah bagian dari kaidah menuntut ilmu yang diajarkan oleh ulama-ulama terdahulu.

Adapun 3 keuntungan menuntut ilmu dengan Adab dan Akhlaq adalah:

  1. Allah akan mempercepat pemahamannya dalam menuntut ilmu.
  2. Allah akan mempermudahkan dalam mengamalkan apa yang telah dipelajarinya.
  3. Allah akan mempermudahkan mendapatkan ilmu dan adab.

Maka utamakanlah adab dan akhlaq daripada ilmu.

الأدب فوق العلم

Selain itu, Al-Ustadz Sunan Autad Sarjana Lc.MA juga mengingatkan segenap mahasantri UNIDA Gontor untuk mengamalkan hal-hal yang dapat mempermudah seseorang dalam proses mencari ilmu. Beberapa hal tersebut diantaranya adalah memaksimalkan solat berjamaah di masjid dengan tepat waktu, mengamalkan sunah-sunah Rasulallah SAW, dan bersedekah. Jika kamu ingin mendapatkan ilmu, maka dekatilah yang mempunyai semua ilmu yaitu Allah SWT, lanjut Ust. Sunan

إنّ حسن علاقتك بالله من أكبر عوامل نجاحك

“Sesungguhnya hubungan baikmu dengan Allah merupakan senjata utama atas kesuksesanmu.”

Acara pengarahan Ujian Tengah Semester (UTS) Gasal diakhiri dengan beberapa maklumat dan peraturan selama UTS berlangsung. Diantara pemberitahuan yang paling ditekankan adalah tentang administrasi mahasiswa untuk segera dilengkapi karena administrasi adalah salah satu syarat dalam mengikuti UTS di UNIDA Gontor.

Pengarahan Ujian Tengah Semester (UTS) Gasal pun ditutup dengan pembacaan doa oleh Al-Ustadz Sunan Autad Sarjana Lc. MA dan pembagian Kartu ujian.

Pengarahan Panitia Ujian Tengah Semester (UTS) Gasal untuk Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor 1441/2020.
Pengarahan Panitia Ujian Tengah Semester (UTS) Gasal untuk Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor 1441/2020.
Pengarahan Panitia Ujian Tengah Semester di UNIDA 1441/2020.

[JahhidFitrah]

artikel yang terkait :

Pembekalan Magang HI Unida Gontor

Haflatu-t-Tasyakkur , Laksanakan Sunnah Pondok Sujud Syukur Seusai UAS

HI UNIDA Gontor Laksanakan Studi Akademik ke Kota Budaya, Yogyakarta