Mahasiswi UNIDA Gontor ikuti Global Goals MUN 3.0

Model united nations adalah salah satu dari kegiatan favorit dari banyak kalangan. Baik dari SMA, Kuliah hingga yang sudah bekerja pun banyak yang tertarik dengan kegiatan ini. Tidak hanya dari mahasiswa HI melainkan banyak dari luar program studi HI menyukai kegiatan ini.

Disini, kita dilatih sebagai representative negara untuk menyelesaikan permasalahan dalam problem-problem yang sudah dirangkum sedemikian rupa. Serta, menjadikan kita sebagai perwakilan negara yang berperan untuk mempertahankan kedaulatan.

Proses seleksi dilakukan dimulai dari pengisian formulir secara online. Didalamnya berisi sedikit essay tentang penjelasan mengenai alasan mengikuti MUN. Setelah masuk seleksi, setiap peserta membuat position paper sebagai opini yang berbentuk essay.

Essay tersebut memperdebatkan tentang masalah politik,ekonomi, hukum, ataupun kebijakan dari negara masing-masing. Serta, solusi yang akan didiskusikan dan dijadikan sebuah draft resolution yang akan menjadi hasil akhir dari simulasi sidang tersebut.

Nadiyah Mu’nisah, Farah Jihan, Zaklyyah Widad dan Sekar Fitri adalah mahasiswi Hubungan Internasional menjadi peserta dalam kegiatan MUN tersebut. Kegiatan ini secara resmi diselenggarakan oleh International Global network di Cholapreuk Resort. Bertempat di Nakhon Nayok Thailand dengan nama GGMUN 3.0 2019 atau Global Goals Model United Nations 3.0 2019

Global Goals Model United Nations 3.0 2019

MUN kali ini terbagi menjadi 8 goals SDG dengan jumlah peserta 262 dari berbagai negara dengan pembahasan tema yang berbeda-beda. Dimulai dari no poverty, zero hunger, Good Health and Well-Being, Quality Education, Gender Equality, Clean Water and Sanitasion, Decent Work and Economic Growth dan Climate Action.

Tujuan GGMUN adalah tempat di mana para pemimpin muda dari berbagai negara dapat mengembangkan kepemimpinan mereka, negosiasi dan keterampilan diplomasi. Memperluas networking, serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi.

Pembahasan GGMUN 3.0 2019


Pembahasan yang dibahas kali ini sungguh menarik karena terkait SDG yang sudah sangat marak diperbincangkan sebagai alat pengubah perdamaian dunia. GGMUN 3.0 mengambil tema “Revolutionary Act Towards SDG’s 2030 Agenda”.
Tema tersebut merupakan evaluasi dan kritik terhadap tujuan SDG yang sangat vital untuk bergerak maju di dunia dengan globalisasi yang tergolong cepat. Berkembangnya 17 tujuan pembangunan dunia diharapkan mampu menggerakkan dunia untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di tahun 2030. Oleh karena itu, GGMUN 3.0 adalah tempat yang tepat untuk memberikan ide di panggung internasional untuk mengejar dunia pembangunan berkelanjutan yang lebih baik.

Tidak Patah Semangat

Walaupun banyak dari para delegasi adalah first timer, semua itu tidak mengalahkan kemauan dalam berpendapat. Menjadi perwakilan negara yang diwakili untuk membahas permasalahan-permalasahan tertentu. Tidak hanya sebagai representative negara, tetapi MUN disini juga mengajak untuk lebih membuka wawasan dengan pemimpin muda lainnya. Mengajak untuk melontarkan ide-ide menarik yang akan diperbincangkan dan didiskusikan dalam sidang. Serta, menambah relasi tidak hanya didalam bahkan di luar negeri.

Sepotong Penuh Harapan dari MUN

Dari semua pengalaman yang telah kami rasakan, kami berharap semua mahasiswa UNIDA Gontor aktif untuk mengikuti event-event nasional maupun internasional. Bukan untuk status bergengsi, tetapi untuk menambah pengalaman untuk diri dan kalangan muda saat ini. Agar, generasi muda mau untuk bersama membangun negeri dengan menyampaikan pendapat-pendapat cerdas mereka.

Harapan masa depan adalah para pemuda yang berakhlak dan berfikiran bebas. Dengan meningkatkan jaringan dan pengalaman MUN, maka akan mampu menambah interest mahasiswi. Hal ini berguna untuk melatih hard maupun soft skill mereka khususnya dalam public speaking dan berbahasa. Demikianlah kunci utama dalam suksesnya sebuah acara MUN.
(Farah Jihan/HI-5)

Serah Terima Amanat HMP-HI Baru

Patah tumbuh hilang berganti, belum patah sudah tumbuh, belum hilang sudah berganti.” Petikan kalimat dari Zahra Fariha, Ketua HMP-HI masa bhakti 2019-2020 saat sambutan Serah Terima Amanat Kepengurusan HMP-HI dari Pengurus Lama ke Pengurus Baru hari Minggu 13/10/2019 silam.

Kalimat yang diujarkan oleh Ketua HMP-HI baru menjadi acuan bahwa kepengurusan tiba saatnya untuk diestafetkan kepada penerus untuk kembali diperjuangkan. Bergantinya kepengurusan bukan berarti berhenti dan mati, namun akan disambut oleh para mujahidah berikutnya di Himpunan Mahasiswa ini.

Acara tersebut diadakan di Gedung Pascasarjana pukul 09.00 dengan khidmat dan dihadiri oleh dosen serta seluruh mahasiswi HI kampus Mantingan.

Laporan Pertanggungjawaban dari Pengurus HMP-HI Lama

Hidup tidak hanya soal mengambil langkah, namun juga memerhatikan jejak yang kita tinggalkan. Jejak inilah yang kelak akan dipertanggungjawabkan sebagai bentuk amanat dari Allah untuk umat. Begitupun dengan kepengurusan HMP-HI yang lama, mereka telah memasuki ranah kepengurusan baru di DEMA/DESMA, terpaksa mengiklaskan bergilirnya estafet perjuangan.

Laporan pertanggungjawaban disampaikan sebagai tanda berakhirnya kepengurusan masa bhakti 2018-2019 yang terdiri dari tiga komisi.  Adapun komisi pertama dibacakan oleh Nabila Salsabila, komisi kedua oleh Dyah Wahyu, komisi ketiga oleh Zakkliyyah, komisi keempat oleh Ajeng Mekar, dan komisi kelima oleh Nadiyah M (HI/5).

Pelantikan Pengurus HMP-HI Baru

Satu persatu nama pengurus HMP-HI baru dipanggil oleh Al-Ustadz Rudy Chandra ke atas panggung untuk dilantik atas nama Allah. Pelantikan tersebut berjalan khidmat kemudian diakhiri dengan penandatanganan oleh masing-masing anggota HMP-HI baru.

Hakikat Organisasi

Organisasi adalah wadah pembentuk karakter, pelatihan mental dan juga pendukung pengalaman. Organisasi juga bukan hanya soal tahta dan jabatan, namun organisasi adalah amanat dan masalah umat yang kelak akan dipertanggungjawabkan kinerjanya.

Komunikasi antar Anggota

Suatu organisasi akan berjalan dengan baik disaat semua bagian tidak hanya bergerak sendiri-sendiri.

Komunikasi antar bagian sangat penting sehingga dapat menaikkan kualitas kepengurusan”, pesan Al-Ustadz Ali Musa Harahap seusai Laporan Pertanggungjawaban dari pengurus lama HMP-HI.

Anggota Himpunan Mahasiswa Pogram Studi Hubungan Internasional terbagi menjadi 12 bagian yang mempunyai amanah berbeda. Diharapkan akan hadirnya efektifitas komunikasi dari setiap bagian demi kelancaran organisasi kedepannya.

Rapat Koordinasi

Setelah laporan pertanggungjawaban dilaksanakan dan serah terima amanat, tiba saatnya pengenalan dan pemberharuan program kerja di sesi rakor (rapat koordinasi).

Rapat ini bertujuan untuk mencanangkan program-program setahun kedepan kepengurusan. Pelaksanaan diawali dengan pembacaan program kerja dari ketua hingga divisi-divisi.

Patah tumbuh. Sudah patah pasti akan tumbuh tunas-tunas baru yang kelak menjadi pemegang estafet dan melanjutkan perjuangan.

Patah tidak bermakna sirna, hasil adalah bukti adanya usaha terdahulu. Semoga hasil kepengurusan HMP-HI tahun terdahulu menjadi jariyah sholehah dan kepengurusan HMP-HI tahun mendatang memberikan warna pembaharuan inspiratif nantinya.

Aamiin…

 

 

 

UNIDA Gontor utus Delegasi dalam Arabfest 2019 di UNPAD Bandung

Arabfest 2019….

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjajaran menyelenggarakan sebuah event perlombaan yakni “Arabfest”. Arabfest diselenggarakan 2 tahun sekali dan sudah dimulai sejak tahun 2013 silam. Adapun Arabfest 2019 kali ini mengangkat “Mahakarya Festival Arab Nusantara” sebagai tema utama. Kegiatan ini merupakan wadah untuk mengembangkan minat dan bakat para pelajar se-Indonesia serta masyarakat umum dengan batasan umur 25 tahun.

Doktrin yang berkembang di masyarakat ialah mempelajari Bahasa Arab hanya kewajiban untuk mereka yang belajar di pesantren saja. Tidak hanya itu, sebagian dari mereka pun beranggapan bahwa Bahasa Arab hanya dipelajari oleh orang-orang yang beragama Islam. Maka dari itu, Arabfest 2019 dilaksanakan melalui berbagai macam perlombaan guna mendekatkan Bahasa Arab pada masyarakat luas.

Mendekatkan diri dengan Bahasa Arab

Arabfest yang diselenggarakan di UNPAD Bandung ini dilaksanakan guna mendekatkan kecintaan masyarakat luas terhadap Bahasa Arab. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menularkan semangat mempelajari budaya dan Bahasa Arab. Arabfest merupakan suatu acara untuk memperkenalkan dan membuka wawasan masyarakat Indonesia terhadap bahasa dan budaya dunia Arab melalui kegiatan perlombaan.

Adapun salah satu di antara lomba yang diselenggarakan dalam Arabfest adalah Lomba Essay Presentation. Lomba esai kali ini mengusung tema “Khazanah Budaya Arab untuk Kearifan Budaya Nusantara” dengan berbagai sub temanya. Sub tema tersebut di antaranya adalah Pendidikan, Ekonomi, Teknologi, Sosio-Politik, dan Budaya. Sistematika perlombaan esai ini melalui penyeleksian tulisan yang masuk dari berbagai tingkatan pelajar di Indonesia.

Terpilih karena Cintanya pada Bahasa Arab

Dari sekian banyaknya peserta lomba, hanya 10 finalis yang mendapatkan undangan dan berhak mempresentasikan gagasannya di hadapan para juri. Finalis essay presentation tersebut terdiri dari 10 finalis, 3 di antaranya adalah mahasiswa dari Universitas Padjajaran. Selain itu, finalis juga ada yang berasal dari Universitas Pasundan, STAI Siliwangi, Universitas Persatuan Islam, UIN SGD Bandung, dan UIN Malang.

Dinah Alifia Ainaya, mahasiswi Program Studi Hubungan Internasional 2018 juga terpilih untuk mempresentasikan gagasannya mewakili UNIDA Gontor. Sebagai mahasiswi program studi Hubungan Internasional, tentu ia tak mau kalah untuk turut berkontribusi dalam event ini. Meskipun fokus pembelajarannya bukan pada bahasa Arab, tapi ia sangat mencintai bahasa al-Qur’an tersebut dan ingin terus melatih kemampuan berbahasanya.

Karena itu, Dinah mengisahkan bahwa mempelajari Bahasa Arab merupakan salah satu cara untuk lebih mempermudah kita dalam memahami bahasa al-Qur’an. Maka, dari titik tersebutlah dapat menjadi jihad kita guna menyebarluaskan dakwah Islam.

Mengangkat Tema “Jasus”

Kemahiran berbicara merupakan salah satu tujuan dalam pembelajaran bahasa modern. Mengingat fungsi utama bahasa sebagai alat komunikasi, maka pembelajaran kemahiran berbicara bahasa Arab menjadi sangat penting. Akan tetapi pada kenyataannya, masih banyak siswa yang kesulitan dalam berbicara bahasa Arab. Penyebab kesulitan tersebut di antaranya karena metode yang diterapkan tidak menarik sehingga para siswa enggan berpartisipasi aktif dalam berbicara Arab. Hal ini juga diakibatkan bahasa Arab hanya digunakan ketika penyampaian materi dikelas saja tanpa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan hal tersebut, lembaga pendidikan sudah seharusnya menciptakan strategi alternatif, salah satunya dengan cara membenahi sistem pendidikan dengan menggunakan metode yang relevan, yaitu dengan diterapkannya metode active learning. Metode salah satunya dapat diwujudkan dengan membangun lingkungan wajib berbahasa atau language area yang nantinya akan dikontrol oleh keberadaan Jasus.

Jasus berasal dari kata jassa-yajussu yang berarti menyelidiki atau memata-matai. Peran Jasus disini adalah membuat para siswa lebih berhati-hati agar selalu berbicara menggunakan bahasa Arab. Maka, siswa akan berusaha untuk berbicara menggunakan bahasa Arab dan terus mengasah keterampilannya dalam berbicara bahasa Arab. Language area, lingkungan belajar bahasa yang dibentuk untuk mengoptimalkan penggunaan bahasa Arab, tersebut lalu didukung dan dikontrol oleh keberadaan Jasus.

Metode pembelajaran di atas merupakan metode pembelajaran yang bisa diterapkan untuk siswa pembelajar bahasa tingkat pemula (beginner) mengingat mereka cenderung belum sadar akan pentingnya mempelajari dan menggunakan bahasa. Dengan adanya pembaharuan metode active learning, didukung oleh peran Jasus, lalu di support oleh penggunaan teknologi, pengimplementasian language learning yang optimal sepertinya akan mudah terwujud.

Manfaat

Dari kegiatan ArabFest 2019 ini, Dinah merasakan banyak sekali manfaat yang didapat. Salah satunya ialah peningkatan keterampilan menulis dan berbicara di depan umum. Dinah berharap agar nantinya akan ada lebih banyak lagi para mahasiswa yang menaruh perhatian tinggi terhadap bahasa dan budaya Arab, terlepas dari jurusan yang mereka ambil. Semoga bahasa umat Islam ini semakin membumi tak hanya di dunia pertiwi, tapi juga di mata dunia. Amin (Dinah Alifia Ainaya/ HI-3)

Artikel Terkait:

HI UNIDA Raih Juara 2 Lomba Story Telling Bahasa Prancis di Yogyakarta

11 Mahasiswa Amerika Studi Banding ke UNIDA Gontor

Sebanyak 11 mahasiswa Amerika yang tergabung dalam program School of International Training (SIT) telah mengunjungi UNIDA Gontor Kampus Mantingan pada 29/09-01/10. Mahasiswa tersebut datang dari berbagai kampus di Amerika dengan tujuan untuk melatih ketrampilan leadership mereka dan mempromosikan berbagai budaya dunia. SIT ini pertama kali dibuka pada tahun 1964 dan merupakan sekolah pertama yang menekankan pengenalan budaya dengan pada pembelajaran internasional.

Kegiatan yang dilakukan selama di UNIDA Gontor

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari di Mantingan ini merupakan kunjungan yang ke tujuh kalinya bagi rombongan mahasiswa/i Amerika Serikat. Selama program berlangsung, para mahasiswa SIT tersebut ditemani oleh Direktur Akademik SIT yang berasal dari Bali, Dr. Ni Wayan Arianti. Beliau mengungkapkan rasa terima kasihnya untuk UNIDA Gontor yang telah memberikan kesempatan belajar mengenai kebudayaan Indonesia dan pengetahuan seputar Agama Islam.

Agenda yang mereka lakukan di Gontor Putri ini ialah mengenal tentang muslimah, Agama Islam dan kepondokmodernan terutama dengan panca jiwanya. Sebelum berdiskusi mengenai tentang Islam, para peserta SIT diajak untuk menghadiri pembekalan mengenai model pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor. Pembekalan dan diskusi tersebut disampaikan oleh Dekan Kulliyyatu-l-Banat, Dr. Nur Hadi Ihsan, MIRKH. di Gedung Pasca Sarjana pada Ahad, 29/09.

Sinar Cahaya dari Agama Islam

Acara pun dilanjutkan dengan diskusi pada pagi harinya mengenai keislaman dan isu kontemporer baik feminism, divorce, poligami, aurat maupun hal lainnya. Mereka sangat antusias untuk mengenal Islam lebih dalam lagi dengan berbagai hal yang ingin mereka ketahui dalam sesi diskusi tersebut. Beberapa hal yang mereka tanyakan ialah mengapa wanita mengenakan hijab/ niqab/ burqa, bagaimanakah pandangan Islam terhadap feminisme dan lain sebagainya.

Alhamdulillah, dari hasil diskusi bersama ini, mahasiswi UNIDA Gontor mampu membuat para peserta SIT terbuka secara pandangan terhadap Agama Islam. Islam yang sebelumnya diisukan sebagai agama yang keras, tabu, radikal dan teroris telah tergantikan dengan pandangan positif setelah diskusi berlangsung.
Gontor dan School of International Training (SIT).

 

Selanjutnya para peserta SIT diajak berkeliling Kampus Mantingan dan olahraga bersama pada sore harinya ditemani oleh para mahasiswi UNIDA Gontor. Adapun di malam hari, beberapa mahasiswi mengikuti kegiatan simposium yang disampaikan oleh tiga mahasiswi SIT dan satu mahasiswi UNIDA Gontor.

Acara yang telah menginjak angkatan ketujuh ini sejatinya merupakan kerja sama yang telah dibangun lama antara UNIDA Gontor dengan lembaga SIT. Adapun selama 3 bulan para mahasiswi Internasional tersebut melakukan kunjungannya di Indonesia, hanya Gontorlah yang menjadi tempat mereka mengenal Islam. Setelah rampungnya acara di UNIDA Gontor Kampus Mantingan ini, para tamu SIT melanjutkan kunjungannya ke kampus Pusat UNIDA Gontor, Siman, Ponorogo.
(Darmelia, Fiani)

Artikel Terkait:

WISDOM SPEECH: ISLAM IN UNITED STATES OF AMERICA

Kiat-kiat Menulis dengan Mudah

Setelah sesi pertama yang membahas mengenai “ Pemikiran Politik Hukum Negara” berakhir, pukul 14.00 WIB dilanjutkan dengan sesi kedua. Sesi kedua merupakan sesi “Writing Motivation” yang disampaikan oleh Al-Ustadz Nur Rohim Yunus. Dalam acara ini, pembicara akan membagikan kepada hadirin kiat-kiat menulis dengan mudah. Writing Motivation yang diselenggarakan oleh Prodi HI ini berlangsung di Gedung Pascasarjana Lantai 3. Acara ini dihadiri oleh dua dosen putri dan Mahasiswi dari berbagai Program Studi.

Al-Ustadz Nur Rohim merupakan salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 1999. Selain itu, beliau juga meneruskan jenjang S1-nya di ISID dan lulus pada tahun 2002. Meraih gelar Master of Law (LL.M) dari International Islamic University, Pakistan dan kandidat Doktor di Kazan Federal University, Russia. Beliau juga tercatat sebagai dosen tetap di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Karier beliau sebagai penulis dimulai dengan keisengannya sebagai pimpinan redaksi bulletin ketika studinya di Pakistan. Bulletin tersebut bernama “Kaifa”. Isi Bulletin Kaifa tersebut ialah kumpulan-kumpulan khotbah Jumat teman-teman mahasiswa yang disetting berbentuk selebaran naskah bulletin layaknya artikel. Selain itu beliau juga aktif menjadi Pimpinan Redaktur dan penulis di Majalah IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern) yang berdomisili di Pakistan. Selain itu, beliau juga aktif menulis puisi setiap hari dari hand phone sederhananya, lalu dikumpulkan menjadi satu dan dibukukan.

“Jika kamu ingin menulis, maka cintai dan sukai apa yang akan kamu tulis. Selalu aktif membaca tulisan orang lain, untuk selanjutnya menulislah”, pesan beliau kepada para hadirin. Dalam acara Writing Motivation ini, beliau juga menyampaikan kiat-kiat menulis dengan mudah.

Kiat-kiat Menulis

Bagaimanakah kiat-kiat menulis dengan mudah itu?

Hal pertama dalam menulis ialah mengetahui model-model tulisan, hal tersebut untuk mengetahui termasuk model apakah tulisan kita? Model tulisan tersebut dibagi menjadi tiga. Pertama; Tulisan sastra yang meliputi Puisi, sajak, pantun, gurindam, cerpen, dan lain-lainnya. Kedua; Tulisan Ilmiah yang meliputi makalah, skripsi, tesis, disertasi, dan lain-lain. Dan yang ketiga; tulisan bebas yang meliputi tulisan lepas, artikel, kolom, resonasi, dan lain sebagainya. Dalam membuat tulisan juga harus memperhatikan mekanisme tata cara penulisan. Tulisan koran misalnya, isi dari tulisan tersebut harus novelty yang berarti tulisan merupakan sesuatu yang baru atau situasi terbaru dan aktual.

Hal kedua yang harus dilakukan ialah menemukan ide, lalu, dari manakah ide itu datang? Ide bisa didapat dari hal kecil yang melintas dalam kehidupan, misalnya saat hujan deras dan rasa sepi. Dari ide tersebut bisa dikembangkan menjadi sebuah puisi. Ide yang didapat dari sesuatu kecil tersebut bisa ditulis dalam sebuah note/bank ide agar tidak terlupakan. Sejatinya, sebuah ide merupakan berlian dalam dunia kepenulisan.

Ketika ide sudah didapat, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah menuliskan ide gagasan. Ide gagasan bisa dimulai dengan coretan-coretan melalui pena (qolam). Sebagaimana Allah memerintahkan hambanya dalam surat al-Qolam ayat 1. Setelah semua ide tertuang dalam coretan, maka dengan mudah kita bisa mendapatkan poin-poin yang dibutuhkan.

Setelah mendapatkan poin-poin penting, maka dilanjutkan dengan pengembangan ide gagasan. Pengembangan gagasan tersebut dilakukan dengan membagi tulisan dalam tiga paragraph besar yaitu Prolog, Isi dan Epilog. Prolog berisi pendahuluan, latar belakang, dan rumusan masalah. Isi dengan substansi monolog yang mengutip tulisan salah satu tokoh, dan dialog yang mengutip 2 tokoh atau lebih yang saling dibenturkan. Epilog sebagai kesimpulan dan penutup dari sebuah tulisan. Selain itu, kita juga harus memasukkan anak kalimat pengembang dari gagasan tersebut. Contohnya, satu pendapat dari sebuah tulisan dikembangkan dengan melihat atau menambahkan pendapat lain.

Tahapan Menulis

Dalam dunia kepenulisan, tahapan menulis ialah Adopsi, Adaptasi, dan Kreasi. Adopsi merupakan kegiatan men-copy paste tulisan orang lain tanpa modifikasi, lalu menyertakan footnote. Hal ini masuk dalam kategori plagiasi rendah, namun sebagai langkah awal sebagai penulis pemula dapat dilakukan, selanjutnya wajib melakukan editing-editing sebagai bentuk adaptasi. Adaptasi merupakan pengubahan Bahasa dan mengembangkannya menjadi lebih luas, kategori ini aman dari plagiasi. Yang terakhir adalah kreasi atau dalam Bahasa inggrisnya disebut creation. Tulisan yang telah di-copy paste tadi diubah dan diberi pendapat sesuai dengan fenomena yang terjadi saat ini. Tulisan tersebut juga bisa ditambah dengan pendapat penulis dengan menyampaikan setuju atau ketidaksetujuannya dengan pendapat tersebut.

Ketika menulis, hal yang juga perlu diperhatikan ialah mengenali kata rantai. Kata rantai tersebut seperti: “apabila, maka, oleh karena itu, sedang, akibatnya, tak heran, sehingga, dan akhirnya.” Contohnya: Apabila 2 negara telah meratifikasi Hukum Laut Internasional UNCLOS 1982, maka negara tersebut terikat dalam pacta sunt servanda UNCLOS 1982. Oleh karena itu, jika satu negara melakukan wanprestasi dalam menjalankan UNCLOS 1982, seperti mengeksploitasi wilayah ZEE negara lain. Sedang akibatnya, akan terjadi konflik antar 2 negara yang bersangkutan. Tak heran, berbagai upaya akan dilakukan guna meredam konflik tersebut, sehingga konflik tidak perlu dibawa kepada International Justice Court. Akhirnya, arbitrase menjadi metode pilihan untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Karya Tulis Ilmiah

Sebagai seorang mahasiswa, karya tulis ilmiah merupakan teman dalam menuntut ilmu. Entah itu makalah, essay, opini, skripsi dan lain sebagainya. Untuk mempermudah dalam pembuatan karya tulis ilmiah, Ust Nur Rohim Yunus membagikan kita tipsnya.

Tips pertama, mencari judul yang lebih spesifik dari tema yang telah ditawarkan.

Tips kedua, membuat pertanyaan sebagai rumusan masalah. Dari judul yang sudah ditentukan, maka akan tercipta atau muncul suatu pertanyaan yang akan dibahas dalam pembahasan.

Tips ketiga, gunakan metodologi apa yang hendak dipakai, kualitatif atau kuantitatifkah atau metode yang lain.

Tips keempat, membuat outline. Dengan membuat outline, akan lebih memudahkan penulis dalam menyelesaikan pembuatan karya ilmiahnya.

Dan tips terakhir, membuat asumsi awal. Asumsi awal merupakan penilaian pertama kita dari permasalahan yang kita ambil. Tiga hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan karya tulis ilmiah adalah pendahuluan, Isi, dan Kesimpulan.

Ketika penjelasan tersebut telah mencapai ujungnya, maka sesi tanya jawab menjadi sebuah akhir dari inti acara. Acara yang beranjak sore tersebut ditutup dengan pemberian penghargaan kepada Ust Yunus sebagai sang pembicara. Besar harapan dari acara ini ialah membangkitkan jiwa menulis dalam diri mahasiswi khususnya. Sejatinya, jiwa seorang mahasiswa itu dibuktikan dengan tulisan yang ia buat. Selamat Berkarya!